Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Kewirausahaan pada Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Pangeran Paita Yunus; Satriadi Satriadi; Muhammad Muhaemin
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The Entrepreneurship course is one of the compulsory subjects taught in the Fine Arts Education study program, Faculty of Art and Design, Makassar State University. After taking this course students are expected to be able to recognize their own potential, seek and create business opportunities, and have the courage to try entrepreneurship according to their abilities and the field they are in. In creating an entrepreneur, it can be started through entrepreneurship education taught in universities, but it will be faster if entrepreneurship education also begins to be applied from families, communities and educational institutions. This research will develop teaching materials for entrepreneurship courses and then measure the feasibility of teaching materials in terms of validity. This research refers to the development procedure developed by Borg & Gall which consists of ten steps that are systematically arranged, with easy-to-understand explanations, and can direct the developer from the beginning to the end of the research. In practice, it was only carried out up to the third step, namely from 1) preliminary study and data/information collection, 2) making plans, 3) developing initial drafts and validation tests or reviews by validators. The learning package components developed in this study are textbooks and media presentations. Entrepreneurship learning packages in the form of teaching materials and media presentations produced in this study are teaching materials that are appropriate for use in the learning process in Entrepreneurship courses in the Fine Arts Education Study Program, Department of Fine Arts and Crafts Education, Faculty of Art and Design, Makassar State University. This is because the teaching materials developed have met the validity criteria. Keywords: Development, Teaching Materials, Entrepreneurship
PELATIHAN PEMBUATAN SOUVENIR DAN KEMASAN UNTUK MENINGKATKAN CITRA PRODUK UMKM DI DESA SIDDO KABUPATEN BARRU Tangsi Tangsi; Muhammad Muhaemin
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 3, No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v3i1.63145

Abstract

Souvenir dan kemasan dalam memenuhi elemen fisik produk dan sebagai faktor kritis dalam pertimbangan konsumen. Souvenir dan desain kemasan melibatkan penggunaan karakter dan huruf untuk membedakan produk di pasar. Pentingnya perkembangan ekonomi Desa Siddo, Kabupaten Barru, terlihat dari kontribusi UMKM yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Produk-produk UMKM ini menggunakan sumber daya alam lokal dan memenuhi kebutuhan umum di Sulawesi Selatan. Kelompok UMKM di Desa Siddo belum menerapkan strategi kreatif dalam pengemasan produk, meskipun sebagian masih menggunakan kemasan yang sederhana. Desain kemasan merupakan sektor bisnis kreatif yang menggabungkan elemen-elemen seperti bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi, dan desain keseluruhan dengan informasi produk untuk memfasilitasi pemasaran. Hasil dari kegiatan ini membantu UMKM dalam membuat souvenir dan kemasan produk untuk meningkatkan citra produk.Souvenirs and packaging fulfill the physical elements of products and serve as critical factors in consumer considerations. Souvenirs and packaging design involve the use of characters and typography to differentiate products in the market. The importance of economic development in Siddo Village, Barru Regency, is evident from the contribution of UMKM or MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) that drive regional economic growth. These MSME products utilize local natural resources and meet general needs in South Sulawesi. The MSME groups in Siddo Village have not yet implemented creative strategies in product packaging, with many still using simple packaging. Packaging design is a sector of the creative industry that combines elements such as form, structure, material, color, imagery, typography, and overall design with product information to facilitate marketing. The results of this activity assist MSMEs in creating souvenirs and product packaging to enhance the product's image.
Tinjauan Estetika Bentuk Gestalt pada Kufi Square (Kufi Murabba) Karya FOKS Indonesia Muhaemin, Muhammad
JURNAL PAKARENA Vol 8, No 1 (2023): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v8i1.46970

Abstract

Penelitian ini mengkaji Kufi Square anggota FOKS Indonesia dari sudut pandang estetika bentuknya sebagai bagian dari penelitian identitas desain. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analisis dengan menggunakan teori Gestalt. Kufi square karya anggota komunitas FOKS Indonesia ditinjau dari estetika bentuknya berdasarkan teori Gestalt menggunakan empat prinsip utama yaitu keseragaman (similiarity), kelengkapan (closure), kontinuitas (continuity), dan simetri (symmetry), namun penggunaan prinsip kedekatan (proximity) masih kurang sedikit. This research examines the Kufi Square, a member of FOKS Indonesia, from the perspective of its aesthetic form as part of a study on design identity. The method employed is descriptive analysis using the Gestalt theory. The Kufi Square created by members of the FOKS Indonesia community is assessed in terms of its aesthetic form based on the Gestalt theory, utilizing four main principles: similarity, closure, continuity, and symmetry. However, the application of the principle of proximity is slightly lacking.
Posisi Seni dalam Hirarki Kebutuhan Maslow Muhaemin, Muhammad
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v7i2.56890

Abstract

Penelitian ini membahas kontribusi seni pada pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri dalam konteks hirarki kebutuhan Abraham Maslow. Maslow mengidentifikasi lima tingkatan kebutuhan, di mana aktualisasi diri merupakan puncaknya. Seni dianggap sebagai elemen esensial yang memainkan peran krusial dalam memenuhi berbagai kebutuhan manusia, terutama pada tingkatan sosial dan penghargaan. Seni memberikan wadah bagi ekspresi diri, memperkuat ikatan sosial, dan menciptakan pengalaman estetika mendalam. Penelitian ini menggunakan studi literatur sebagai pengumpulan data. Hasil kajian menunjukkan bahwa seni memberdayakan individu, menciptakan rasa prestasi, dan menjadi sarana unik untuk mencapai potensi penuh manusia. Implikasinya menyoroti peran penting seni dalam mendukung pengembanganan pribadi, pengakuan identitas, dan menciptakan ikatan emosional serta memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai posisi seni dalam hirarki kebutuhan Maslow. This research examines the contribution of art to the fulfillment of self-actualization needs within the context of Abraham Maslow's hierarchy of needs. Maslow delineated five levels of needs, with self-actualization representing the pinnacle. Art is considered an essential element playing a crucial role in meeting various human needs, particularly at the social and esteem levels. It provides a platform for self-expression, strengthens social bonds, and creates profound aesthetic experiences. This research employs literature review as the data collection method. The results indicate that art empowers individuals, fosters a sense of accomplishment, and serves as a unique means to attain full human potential. The implications underscore the vital role of art in supporting personal development, acknowledging identity, and creating emotional bonds, offering a deeper understanding of art's position within Maslow's hierarchy of needs.
COSPLAYER: KETEGUHAN DIRI PADA VISUALISASI KOSTUM BERDASARKAN KONSEP SELF-DETERMINATION THEORY Muhaemin, Muhammad
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 8, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v8i1.61776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan keteguha ndiri Cosplayer di Makassar melalui visualisasi karakter kostum yang digunakan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif-analisis dengan konsep Self-determination theory yang membahas konsep otonomi, kompetensi, dan keterhubungan, sebagai kerangka analitis untuk memahami bagaimana cosplayer merasakan kepuasan dan kebahagiaan pada aktivitas mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otonomi dalam memilih kostum memberikan cosplayer kebebasan untuk mengekspresikan identitas pribadi dan kreativitas mereka, yang secara signifikan meningkatkan kepuasan diri. Kompetensi yang diperoleh melalui proses pembuatan dan penyempurnaan kostum memungkinkan cosplayer untuk mengembangkan keterampilan teknis dan artistik mereka, yang pada gilirannya memperkuat rasa percaya diri dan pencapaian meski harus mengorbankan finansial. Selain itu, hubungan yang dijalin melalui partisipasi dalam komunitas cosplay memberikan dukungan sosial dan perasaan diterima, yang esensial untuk kesejahteraan psikologis. Penelitian ini juga menemukan bahwa cosplayer yang merasa kebutuhan psikologis dasar mereka terpenuhi cenderung lebih termotivasi dan bahagia dalam aktivitas cosplay walaupun tantangannya terdapat cara berpakaian yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat, terjebak dalam peran mereka hingga kehilangan jati diri, tekanan dari komunitas, serta ekspektasi orang lain di media sosial. Tulisan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap literatur mengenai motivasi dalam konteks hobi yang kreatif. This study aims to explain the self-determination of cosplayers in Makassar through the visualization of the costumes they use. A descriptive-analytical method with Self-Determination Theory (SDT) is employed, focusing on autonomy, competence, and relatedness as the analytical framework to understand how cosplayers derive satisfaction and happiness from their activities. The findings reveal that autonomy in costume selection allows cosplayers to express their personal identity and creativity, significantly enhancing self-satisfaction. The competence gained through the process of creating and refining costumes enables cosplayers to develop technical and artistic skills, thereby boosting confidence and a sense of achievement, despite financial sacrifices. Additionally, the relationships formed through participation in the cosplay community provide social support and a sense of belonging, essential for psychological well-being. The study also identifies that cosplayers who feel their basic psychological needs are met tend to be more motivated and happier in their cosplay activities, even though they face challenges such as societal norms regarding dress, identity loss, community pressure, and social media expectations. This paper contributes significantly to the literature on motivation in the context of creative hobbies.
PENGGUNAAN GAMBAR ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM KAMPANYE PEMILIHAN GUBERNUR: ANALISIS DISKURSUS VISUAL Muhaemin, Muhammad
JURNAL IMAJINASI Vol 8, No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v8i2.67811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan gambar Artificial Intelligence (AI) dalam kampanye politik pemilihan gubernur di Indonesia tahun 2024. Gambar AI memberikan peluang baru dalam menciptakan media visual yang menarik bagi berbagai latar belakang pemilih. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode analisis diskursus visual, yang mengevaluasi elemen visual, bahasa, dan konteks untuk menginterpretasikan makna yang disampaikan melalui gambar. Obyek kajian dalam penelitian ini meliputi gambar-gambar kampanye dari calon gubernur dan wakil gubernur di Indonesia yang diperoleh melalui media sosial dan sumber pemberitaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambar berbasis AI digunakan untuk menonjolkan citra positif kandidat, dengan simbol-simbol politik yang relevan, serta memperlihatkan elemen visual yang disesuaikan dengan konteks keramahan bagi calon pemilih. Implikasi penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi tim kampanye politik untuk memanfaatkan teknologi AI dalam merancang strategi visual yang efektif dan etis dalam kampanye politik di era digital. Kata kunci: gambar; artificial intelligence; elemen visual; citra visual AbstractThis study aims to analyze the use of Artificial Intelligence (AI)-generated images in the 2024 gubernatorial election campaigns in Indonesia. AI technology offers new opportunities to create visually engaging media that appeals to diverse voter backgrounds. Employing a descriptive-qualitative approach, this research utilizes visual discourse analysis, examining visual elements, language, and context to interpret the conveyed meanings in these images. The study's objects include campaign images of gubernatorial candidates obtained from social media and news sources. The findings indicate that AI-generated images are used to highlight positive candidate portrayals with relevant political symbols and feature visual elements tailored to be appealing to potential voters. This study's implications provide deeper insights for political campaign teams on leveraging AI technology to design effective and ethical visual strategies for digital-era political campaigns. Keywords: images; artificial intelligence; visual element; visual branding
Analisis Penguatan 15 Artis Saman dalam Motif Kerawan Gayo Lues Menurut Michel Foucault Hafid, Mukhsin Putra; Muhaemin, Muhammad
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 9, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v9i1.75047

Abstract

Penelitian ini menganalisis praktik Saman Pentas dengan pendekatan genealogi wacana Foucault. Fokus kajian pada pembatasan 15 artis Saman Pentas di Gayo Lues sebagai representasi budaya yang terbentuk oleh relasi kekuasaan dan kebijakan budaya. Hasil menunjukkan bahwa pembatasan ini bukan hanya keputusan teknis, tetapi bagian dari kontrol estetika dan legitimasi pemerintah, meski memicu ketegangan dengan masyarakat dan seniman lokal. Praktik Saman Pentas menjadi ruang negosiasi antara pelestarian tradisi, diplomasi budaya, dan tuntutan industri kreatif. Temuan ini menegaskan bahwa seni pertunjukan tidak lepas dari relasi kekuasaan dan dapat memperkaya diskursus kebijakan budaya.
PEMETAAN TREN PENELITIAN DALAM PENDIDIKAN DESAIN GRAFIS: ANALISIS BIBLIOGRAFI TAHUN 2004–2024 Muhaemin, Muhammad
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 9, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v9i1.73661

Abstract

This study aims to map global research trends in the field of graphic design education over the past two decades (2004–2024) using a bibliometric approach based on Scopus data. A total of 538 documents were analyzed, focusing on keyword frequency, author collaboration networks, and citation distribution across countries. Visualization was conducted using VOSviewer and Biblioshiny to identify thematic clusters and the most productive authors. The analysis revealed that topics such as graphic design, design education, and visual communication design were the most dominant keywords. Authors such as Maria Cutumisu, Elmarie Costandius, and Asrul Huda ranked among the most productive contributors, while China, the United States, and Indonesia emerged as the top-cited countries. These findings reflect the growing role of technology, artificial intelligence, and pedagogical innovation in design education. This study provides strategic insights for academics and policymakers to foster international collaboration and adapt design curricula in response to global dynamics.
DESIGN EDUCATION AS A MEDIA TRANSMISSION OF SOCIAL VALUES BASED ON LOCAL WISDOM Arifin, Irfan; Muhaemin, Muhammad; Satriadi, Satriadi
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Number 2 (April 2025)
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jpm.v6i2.5561

Abstract

Design education in the context of formal education is often limited to aesthetic achievement, ignoring its potential as a medium for forming social values. This study aims to (1) analyze the gap between the theoretical potential of design as a tool for social change and existing pedagogical practices and (2) propose a design education model based on local historical narratives as a transformative solution. Through a literature review method with library studies and reflective analysis of curriculum practices, the study developed a three-stage approach: (a) exploration of local historical sources (e.g., Makassar-Aboriginal relations), (b) reflection of social values in the narrative, and (c) creative translation in design projects. The findings show that this model develops technical competence and significantly strengthens students' multicultural awareness, historical empathy, and social responsibility. This study proves how integrating critical pedagogy, participatory design practices, and local wisdom can transform design education from merely teaching skills to becoming a vehicle for character formation. The study's implications recommend reorientating curriculum design based on values and socio-cultural contexts to create more relevant and transformative educational practices.
PEMBERDAYAAN ANGGOTA PKK MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN MERANGKAI BUNGA DAN PEMASARAN DIGITAL DI DESA COROWALI, KABUPATEN BARRU Muhaemin, Muhammad; Fadhillah S, Nurul; Yasin, Achmad; Arifin, Irfan; Ramadhina, R. Mekar Liza
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v4i2.78728

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Corawali, Kabupaten Barru, dengan mitra anggota PKK. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah minimnya keterampilan produktif untuk mengisi waktu luang dan keterbatasan akses terhadap pelatihan, sehingga potensi ekonomi kreatif lokal belum tergarap. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan teknis anggota PKK dalam merangkai bunga serta memberikan pelatihan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pemasaran. Metode pelaksanaan program meliputi empat tahap: (1) Sosialisasi dan identifikasi peserta; (2) Pelatihan keterampilan (workshop) teori dan praktik merangkai bunga sintetis dan benang tebal; (3) Pelatihan pemanfaatan teknologi digital untuk fotografi produk dan pengelolaan media sosial; serta (4) Pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan yang signifikan pada 20 peserta, yang dibuktikan dengan dihasilkannya 20 produk rangkaian bunga yang siap pasar. Selain itu, telah terbentuk satu platform media sosial (Instagram) sebagai galeri digital dan sarana promosi. Program ini berhasil menginisiasi terbentuknya rintisan kelompok usaha kreatif baru di Desa Corawali yang berpotensi meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.