Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PELATIHAN SABLON KAOS SEBAGAI SARANA USAHA PRODUKTIF KARANG TARUNA TELLUWANUA DI KABUPATEN BARRU Tangsi, Tangsi; Muhaemin, Muhammad
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v4i2.80810

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk Pelatihan Sablon Kaos bagi Karang Taruna Desa Tellumpanua, Kabupaten Barru dengan tujuan meningkatkan keterampilan dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan pemuda desa. Kegiatan dilatarbelakangi oleh minimnya keterampilan teknis di bidang industri kreatif serta belum adanya unit usaha produktif yang dikelola secara berkelanjutan oleh Karang Taruna. Pelatihan dilaksanakan pada 17–18 Mei 2025 di Kantor Desa Tellumpanua dengan melibatkan 20 peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan. Materi yang diberikan meliputi teknik afdruk, penggunaan rakel, mixing warna, pengeringan hasil sablon, serta pengenalan desain grafis menggunakan CorelDRAW. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan dasar peserta serta tumbuhnya minat untuk merintis usaha sablon. Kegiatan ini juga menghasilkan satu jenis kaos sablon sebagai produk percontohan, meskipun masih diperlukan pelatihan lanjutan di bidang desain grafis.Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk Pelatihan Sablon Kaos bagi Karang Taruna Desa Tellumpanua, Kabupaten Barru dengan tujuan meningkatkan keterampilan dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan pemuda desa. Kegiatan dilatarbelakangi oleh minimnya keterampilan teknis di bidang industri kreatif serta belum adanya unit usaha produktif yang dikelola secara berkelanjutan oleh Karang Taruna. Pelatihan dilaksanakan pada 17–18 Mei 2025 di Kantor Desa Tellumpanua dengan melibatkan 20 peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan. Materi yang diberikan meliputi teknik afdruk, penggunaan rakel, mixing warna, pengeringan hasil sablon, serta pengenalan desain grafis menggunakan CorelDRAW. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan dasar peserta serta tumbuhnya minat untuk merintis usaha sablon. Kegiatan ini juga menghasilkan satu jenis kaos sablon sebagai produk percontohan, meskipun masih diperlukan pelatihan lanjutan di bidang desain grafis.
Designing A Visual Identity To Promote Tadongkon Cultural Village As Part Of The Cultural Heritage Of North Toraja Regency Fario Caesaro; Abd. Aziz Ahmad; Muhammad Muhaemin
Journal of Arts Education and Design Vol. 2 No. 2 (2025): Volume 02 Nomor 02 (Desember 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/artsedes.v2i2.446

Abstract

Perancangan ini bertujuan menghasilkan identitas visual promosi wisata Desa Budaya Tadongkon di Kabupaten Toraja Utara, yang merefleksikan kekayaan budaya Toraja yang terjaga kelestariannya. Ketiadaan identitas visual terstandarisasi saat ini dianggap sebagai faktor pelemah citra desa sebagai destinasi budaya. Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan Research and Development (R&D) yang dipadukan dengan mix method (Kualitatif dan Kuantitatif). Kerangka metode yang digunakan adalah Design-Based Research (DBR) yang dikolaborasikan dengan model perancangan Design Thinking. Studi etnografi digunakan sebagai teknik pengumpulan data untuk mengeksplorasi nilai budaya lokal melalui instrumen ethnographic fieldwork guide ciptaan Design Ethno Lab ITB berupa notes, canvas, dan report form. Hasil eksplorasi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam proposisi 6 elemen visual utama. Prototipe logo dikembangkan dalam 3 alternatif dan dievaluasi melalui kuisioner hingga terpilih 1 desain. Logo terpilih kemudian diejawantahkan menjadi sistem identitas visual komprehensif dan diimplementasikan pada berbagai media. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan partisipatif dan kontekstual dalam perancangan desain efektif dalam menghasilkan identitas visual yang komunikatif dan relevan secara kultural, serta berpotensi mendukung pelestarian budaya dan memperkuat posisi Tadongkon sebagai destinasi budaya berkelanjutan.