Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Gestus Journal

Pemeranan Tokoh Adang Dalam Naskah Titik-Titik Hitam Karya Nasjah Djamin Danang Kurnianto; Mahdi Bahar; Muhammad Komadri
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 2 No 2 (2022): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v2i2.40056

Abstract

Naskah Titik-titik Hitam karya Nasjah Djamin merupakan Naskah bergaya realisme. Tema besar yang diangkat merupakan tema keseharian. Pemeran menggunakan metode Boleslavsky untuk memerankan tokoh Adang dalam Naskah Titik-titik Hitam karya Nasjah Djamin. Metode Boleslavsky digunakan guna tercapinya pemeranan yang diinginkan. Tokoh Adang yang berada di dalam naskah bergaya realisme ini diwujudkan dengan konsep pemeranan yang natural. Hasil dari penerapan metode akting Boleslavsky adalah terwujudnya tokoh Adang yang tegas dan rapuh dengan konsep akting yang natural. Adapun kesimpulan dalam proses pemeranan ini adalah bahwa metode akting Boleslavsky mampu mendukung pemeran dalam mewujudkan tokoh Adang dalam Naskah Titik-titik Hitam karya Nasjah Djamin. Pemeran tentunnya mengalami kendala pada proses pencarian tokoh Adang, dikarenakan adanya perbedaan karakter dari pemeran terhadap tokoh Adang. Dalam menanggapi kendala pada proses pencarian tokoh, pemeran melatih tiga elemen penting seorang aktor yaitu: Olah vokal, olah tubuh dan olah rasa. Pemeranan tokoh Adang ditujukan untuk menerapkan metode akting Boleslasvky, dengan konsep akting yang natural.Kata Kunci: Titik-titik Hitam, Realisme, Boleslvsky, Pemeranan
Pemeranan Teater Boneka Dulmulukan Dalam Naskah Salah Sangko Janisha Dwi Putri; Mahdi Bahar; Muhammad Komadri
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 3 No 1 (2023): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v3i1.47363

Abstract

Penelitian ini terinspirasi dari beberapa pertunjukan wayang golek dalam menyajikan naskahnya. Berdasarkan naskah Salah Sangko yang digarap sutradara dengan format penokohan struktur tokoh dalam teater tradisional Dulmuluk, para aktor memainkan naskah tersebut menggunakan boneka tangan dengan lima tokoh dalam teater Dulmuluk. Beberapa tahapan proses penokohan yang dilalui adalah pemahaman, yaitu: Latar penokohan, Upaya bermain peran, Analisis penokohan, dan Konsep penokohan. Kelima tokoh Dulmuluk tersebut diperankan oleh pelakunya sendiri sehingga pelaku berperan sebagai dalang. Dalam karyanya, para pemeran mengeksplorasi dan mempelajari Dulmuluk di Muaro Jambi, kemudian mengubahnya ke dalam bentuk penokohan teater boneka. Dalam penyajiannya menggunakan teknik tangan sebagai penggerak wayang dan suara (vokal), dinamika, dan intonasi lima karakter sehingga menghasilkan lima warna suara yang mewakili karakter masing-masing karakter. Itulah tantangan yang dilakukan para cast dalam memainkan naskah Salah Sangko.
Tari Melayu Mayang Mangurai pada Upacara Adat Pernikahan Etnis Melayu Jambi di Kelurahan Tanjung Raden Nabila Nabila; Mahdi Bahar; Hartati M
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 4 No 1 (2024): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v4i1.59735

Abstract

Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan objek tari Melayu Mayang Mangurai yang berasal dari Desa Tanjung Raden Kecamatan Danau Teluk Jambi. Subjek penelitian adalah informan yang menjadi penari dan pelatih tarian ini sejak tahun 1960an, kepala lembaga adat Desa Tanjung Raden, penari, dan penyelenggara pesta pernikahan yang menampilkan tari Melayu Mayang Mangurai. Teori yang digunakan dalam tulisan ini adalah teori struktur, teori fungsi dan teori estetika. Tarian ini merupakan salah satu bentuk kesenian etnis Melayu Jambi. Aspek gerak yang terdiri atas langkah-langkah sembah, serai bersekutu, selimpat, sisir, dan sentuhan terbalik. Salah satunya adalah kesantunan, nilai sosial, dan nilai religius yang tercermin dalam berbagai gerak tari Melayu Mayang Mangurai.