Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENDAMPINGAN KELUARGA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA ERRABU KECAMATAN BLUTO Hasanah, Laylatul; Rasyidah, Rasyidah; Wardhita, Yulia; Resdiana, Enza
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.22800

Abstract

Stunting merupakan keadaan seorang anak yang gagal dalam tumbuh kembangnya diakibatkan oleh asupan gizi yang kurang kurun waktu yang cukup lama. Terdapat dampak jangka pendek stunting misalnya terganggu metabolisme, dalam jangka panjang efek yang dapat ditimbulkan adalah menurunnya kemampuan kognitif otak anak, kurang konsentrasi serta melemahnya kekebalan tubuh pada anak, akibat dari hal tersebut pada saat dewasa akan memiliki butuh yang pendek, tingkat produktivitas yang rendah. Stunting merupakan ancaman dalam mewujudkan sumber daya manusia ndonesia yang berkualitas. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah pendampingan keluarga yang meliputi kegiatan penyuluhan, memfasilitasi pelayanan rujukan, memberikan bantuan sosial dengan tujuan mendapatkan akses informasi yang jelas terkait dengan keluarga, dan/atau keluarga yang memiliki resiko stunting dengan sasaran prioritas ibu hamil, ibu pasca melahirkan, anak usis 0-59 bulan, calan pengantin/calon pasangan usia subur dengan pendampingan yang dilakukan selama 3 bulan pranikah sebagai salah satu upaya deteksi dini faktor risiko stunting serta melakukan upaya dengan meminimalisir atau mencegah stunting. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat di Desa Errabu dengan total populasi 12 orang, dengan tekhnik pengumpulan wawancara dan Observasi serta Focuss Group Disscusion untuk menemukan masalah serta solusi yang tepat dalam mengatasi masalah. Pencegahan stunting penting untuk dilakukan agar mengurangi jumlah dan meminimalisir terjadinya lonjakan stunting dengan mengkerdilkan penyebabnya seperti pemberian edukasi secara berkesinambungan kepada masyarakat tentang bahaya stunting.
Pengaruh Pelatihan Kader terhadap Peningkatan Keterampilan Pengukuran Tinggi Badan dan Penilaian Status Stunting pada Balita Rasyidah, Rasyidah; Hasanah, Laylatul; Wardhita, Yulia; Paramitha Bherty, Chanda
Indonesian Academia Health Sciences Journal Vol 4 No 2 (2023): INDONESIAN ACADEMIA HEALTH SCIENCES JOURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Stunting is still one of the global national and international issues experienced by toddlers in the world because stunting can cause physical and functional disruption of the body and increases the risk of degenerative diseases as adults. Apart from affecting health, stunting will have an impact on intelligence levels. Stunting indicators are Body Length and Height according to Age, indicating short or very short body conditions in toddlers based on the level of nutritional status. Government regulations specify that the government is responsible for ensuring that every citizen, including children, receives basic health services. Monitoring the growth and development of toddlers can be done at Posyandu. An understanding of monitoring child growth and development is very important for health workers and posyandu cadres as the spearhead of health in the community. Cadres' skills in monitoring children's growth and development are expected to be able to determine children's nutritional status and developmental status accurately. Posyandu cadres must have competence in anthropometric measurements and assessing the nutritional status of infants and toddlers. Some studies show that the majority of cadres still lack skills in measuring anthropometry. Aims: Researchers want to know the effect of cadre training on improving height measurement skills and assessing stunting status in toddlers in Parsanga Village, Sumenep Regency Methods: This research is experimental research using a pre-experimental design with a One Group Pretest Posttest design. The subjects in this study were posyandu cadres, the number of samples taken in this study used a total sampling technique (45 respondents) Results: Almost the majority (42.2%) of the cadres are aged 20-40 years, and the education of the majority of respondents (55.6%) is high school (SMA/SMK/MA), the length of time they have been in the cadres for almost half of the respondents is less than 5 years (44.4%) and the majority of respondents (77.8%) have never attended training related to improving toddler anthropometric measurement skills or training on stunting prevention. Based on the results of data analysis using the Wilcoxon test, there was an increase in skills in measuring height and assessing stunting status in toddlers after training with a p-value of 0.00 Conclusion:There was an increase in cadres' skill scores in measuring toddlers' height before and after training with a p-value of 0.000, as well as an increase in cadres' skill scores in assessing toddlers' stunting status between before and after training with a p-value of 0.000. Keyword: cadre training, height measurement, stunting
A Comparative Analysis of the Effectiveness of Virgin Coconut Oil (VCO) and Olive Oil on the Degree of Striae Gravidarum Rasyidah, Rasyidah; Laylatul Hasanah; Sri Sumarni; Abd. Wahid
Indonesian Academia Health Sciences Journal Vol 5 No 2 (2024): INDONESIAN ACADEMIA HEALTH SCIENCES JOURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/inahes.v5i2.25496

Abstract

Background: Striae gravidarum is the stretching of the skin beyond its elastic limit that causes blue or reddish lines to appear on the abdomen, thighs, and breasts of pregnant women. Striae gravidarum can cause itching, burning, and dryness, as well as emotional disturbances that cause discomfort in most pregnant women. The prevalence of Striae gravidarum in pregnant women worldwide ranges from 50% to 90% but specific data on Striae gravidarum is not recorded because Striae gravidarum is a complaint or discomfort during pregnancy that is sometimes ignored by pregnant women themselves. Virgin Coconut Oil (VCO) is coconut oil that contains ingredients that effectively maintain skin elasticity. This study is a development of research that has been conducted previously by researchers related to Striae gravidarum and Virgin Coconut Oil. Aims: The purpose of this study was to conduct a comparative study regarding the more significant effectiveness of using Virgin Coconut Oil and Olive Oil on the degree of Striae gravidarum. Methods: This research uses quasi experiment. with Pretest Posttest Control Group Design. The population of this study were all pregnant women in Errabu Village, Bluto District, Sumenep Regency. The sample is Trimester II pregnant women in Errabu Village using purposive sampling method. Data analysis will use a significance level of <0.5 then compare whether VCO or Olive Oil has the most significant effect in reducing the degree of Striae Gravidarum. Results: The results of the analysis show that the p-value of 0.04 < α (0.05) so that H1 is accepted, H0 is rejected, which means there is a difference in the effectiveness of using Virgin Coconut Oil (VCO) and Olive Oil on reducing the degree of Striae Gravidarum in pregnant women, although both oils are equally effective in reducing the degree of striae gravidarum. Conclusion: VCO is more effective than olive oil in reducing the degree of striae gravidarum in second trimester pregnant women in Errabu Village, Sumenep District. Keyword: Virgin Coconut Oil; Olive Oil; Striae Gravidarum
EVALUASI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI RSUD MOH.ANWAR SUMENEP Hasanah, Laylatul
Buletin Keslingmas Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i4.5495

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja memiliki filosofi sebagai suatu pokok upaya untuk menjamin kebaikan baik secara fisik atau non fisik karyawan serta budaya menuju masyarakat yang sejahtera. Menurut ilmunya yakni merupakan pengetahuan dan penerapan dalam suatu bentuk usaha agar tidak terjadi kecelakaan serta penyakit yang diakibatkan oleh pekerjaan. Kesehatan dan keselamatan kerja memang tidak dapat dipisahkan dari proses produksi serta jasa maupun di industri. (Abdul Rohman, 2017).Pelaksanaan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja sudah mulai menjadi hal yang dirasa penting baik bagi pasien, keluarga pasien, tamu yang berkunjung, atau pelanggan yang berasal dari internal serta steakholder dari rumah sakit lainnya. Manajemen keselamatan dan kesehatan kerja mulai dikembangkan keberadaannya dalam rangka untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dirumah sakit. (Kun, 2017)Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan dalam system manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Metode penelitian bersifat deskriptif bersifat observasional karena melakukan pengamatan di lapangan. Ditinjau dari tempat penelitian termasuk penelitian lapangan karena mendapatkan data primer dari pengukuran, wawancara dan observasi di tempat kerjaBerdasarkan waktudigunakan penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan dengan pengetahuan komitmen dan kebijakan kurang 68,75%, perencanaan kurang 43,75%, penerapan kurang 43,75%, pengukuran dan evaluasi 50%,tinjauan ulang manajemen 56,25%. Kesimpulan pengetahuan tentang penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit Moh.Anwar kurang.
Gambaran Implementasi Sanitasi lingkungan pada Masyarakat (Studi pada masyarakat di Desa Banra’as Pulau Gili Iyang) Tahun 2020 Hasanah, Laylatul; Resdiana, Enza
Buletin Keslingmas Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v40i1.6766

Abstract

Sanitasi lingkungan merupakan suatu hal yang sering kita dengar yang meliputi mencakup penyediaan air bersih, pembuangan kotoran,  pembuangan sampah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui Implementasi sanitasi lingkungan pada masyarakat di Desa Banra’as  Gili Iyang di Kabupaten Sumenep tahun 2020. Peneilitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan wawancara dan Observasi lapangan. Penelitian ini dilakukan di Desa Banra’as Pulau Gili Iyang pada bulan september tahun 2020. Obyek pada penelitian ini adalah Kepala Desa, perangkat Desa dan Masyarakat sebanyak 10 orang sebagai informan. Instrumen penelitian menggunakan lembar wawancara, dan lembar observasi untuk menggambarkan kondisi masyarakat di pulau Gili Iyang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Desa Banra’as belum menerapkan sanitasi dengan baik ditunjukkan oleh hasil wawancara bahwa 50% masyarakat masih menggunakan WC terbuka, 50% masyarakat membuang limbah ke ruang terbuka, 700 KK masih tidak memiliki sumber air bersih sendiri, dan 100% masyarakat di Banra’as membakar limbah rumah tangga (sampah) di lahan terbuka
Efektifitas Spiritual Hipnoterapi terhadap Penurunan Nyeri Dismenore pada Mahasiswi Kebidanan Iva Gamar Dian Pratiwi; Laylatul Hasanah
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i2.ART.p264-269

Abstract

Dismenore atau nyeri haid yaitu ketidaknyamanan yang sering dialami remaja khususnya perempuan. Dismenore pada remaja terjadi 60% - 90% dan mengganggu aktivitas sehari hari. (Lestari H. Metusala, J.&Suryanto, 2010). Dari hasil penelitian, di Indonesia angka kejadian dismenore sebesar 64,25%, diantaranya 54,89% dismenore primer, 9,36% dismenore sekunder (Ningsih 2011). Wanita membutuhkan obat untuk mengurangi rasa nyeri baik dengan farmakologi maupun non farmakologi. Pengobatan yang di butuhkan wanita yaitu pengobatan yang tidak bersifat invasive dan yang cocok dengan pasien nyeri yang memerlukan penanganan holistik untuk mengintervensi psikis serta mencegah terjadinya konsumsi obat-obatan analgetik yang tidak rasional, pengobatan tersebut yaitu hipnoterapi.( Lucas N.N&Sugianto,2017). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efektifitas spiritual hipnoterapi terhadap penurunan disminore. Jenis Penelitian  ini adalah penelitian kuantitatif pra experimental dengan pendekatan cross sectional. Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretest posttest, jumlah sampel 30 responden. Tekhnik sampling yang digunakan purposive sampling yang sesuai kriteria inklusi. Penelitian ini dilakukan bulan April sampai Oktober 2019. Intrumen yang digunakan adalah kuesioner penilaian nyeri Visual Analog Scale (VAS) dengan skala Numeric Rating Scale (NRS). Hasil analisa data dengan Wilcoxon signed rank test didapatkan hasil p = 0,000<0,005 maka dapat disimpulkan bahwa spiritual hipnoterapi efektif dalam menurunkan nyeri dismenore pada mahasiswi Kebidanan. Dysmenorrhea or menstrual pain is discomfort that is often experienced by adolescents, especially women. Dysmenorrhea in adolescents occurs 60% - 90% and interferes with daily activities. (Lestari H. Metusala, J. & Suryanto, 2010). From the results of the study, in Indonesia the incidence of dysmenorrhea was 64.25%, including 54.89% of primary dysmenorrhea and 9.36% of secondary dysmenorrhea (Ningsih 2011). Women need drugs to reduce the pain, both with pharmacology and non-pharmacology, one of which is hypnotherapy. This study aims to analyze the spiritual effectiveness of hypnotherapy against decreasing dysminorrhea. This type of research is a pre-quantitative quantitative research with cross sectional approach. The research design used was one group pretest posttest, with a sample of 30 respondents. The sampling technique used is purposive sampling that matches the inclusion criteria. This research was conducted from April to October 2019. The instrument used was the Visual Analog Scale (VAS) pain assessment questionnaire with the Numeric Rating Scale (NRS). The results of data analysis with the Wilcoxon signed rank test showed p = 0,000 <0.005, so it can be concluded that there is a meaningful effectiveness of spiritual hypnotherapy for the reduction of dysmenorrhea pain in Midwifery students.
PENGARUH HYGIENE LINGKUNGAN RUMAH TERHADAP NYERI IBU PASCA BERSALIN DI DESA BANARESEP BARAT Hasanah, Laylatul; Hosnu Inayati; Rini Yudiati; Sri Sumarni
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri pasca bersalin merupakan keluhan yang sering dialami ibu nifas dan dapat memengaruhi proses pemulihan serta kualitas hidup ibu. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam intensitas nyeri pasca bersalin adalah hygiene ibu dan kenyamanan lingkungan rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hygiene dan kenyamanan lingkungan rumah terhadap nyeri ibu pasca bersalin di Desa Banaresep Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional menggunakan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu pasca bersalin di Desa Banaresep Barat, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner hygiene, kuesioner kenyamanan lingkungan rumah, serta pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat hygiene yang baik dan lingkungan rumah yang nyaman. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara hygiene ibu dengan nyeri pasca bersalin serta antara kenyamanan lingkungan rumah dengan nyeri ibu pasca bersalin (p-value = 0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara hygiene dan kenyamanan lingkungan rumah terhadap nyeri ibu pasca bersalin di Desa Banaresep Barat. Oleh karena itu, peningkatan praktik hygiene dan penciptaan lingkungan rumah yang nyaman perlu menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan ibu nifas di tingkat komunitas.
BINCANG SEHAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN SEKS BEBAS DIKALANGAN REMAJA (FREE SEKS BUKAN TIPE KU : AKU CEGAH AKU AMAN) Oktavianisya, Nelyta; Wardita, Yulia; Hasanah, Laylatul; Aliftitah, Sugesti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v12i2.7638

Abstract

Free sex behavior is one of the serious problems faced by teenagers in Indonesia, which is caused by various factors such as lack of knowledge about reproductive health, the influence of socializing, and technological advances that facilitate access to sexual information. Based on the results of an initial survey of students at SMAN 1 Batuan, it was found that 60% of them did not fully understand the dangers, factors, impacts, and prevention of free sex. For this reason, Community Service activities were carried out through the "Health Talk Show" program with the theme Free Sex Is Not My Type as an effort to increase students' knowledge and awareness of free sex. The method of implementing the activity includes coordination, compiling educational materials, implementing health discussion with a two-way communication approach, and forming adolescent squad as extension agents. The results of the activity showed an increase in participant knowledge, from 63% in the less category to 66% in the good category after the program was implemented. These findings reinforce the importance of comprehensive sex education, family support, and ongoing guidance from various parties in shaping the character of responsible adolescents. This activity shows that an interactive educational approach based on local cultural values is effective in preventing risky sexual behavior among adolescents.