Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

HUBUNGAN FREKUENSI KUNJUNGAN LANSIA PADA POSYANDU LANSIA DENGAN KONTROL TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Laylatul Hasanah; Hosnu Inayati; Rasyidah Rasyidah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 3: Agustus 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i3.6326

Abstract

Posyandu lansia merupakan bentuk program dari pemerintah untuk mewujudkan lansia yang sejahtera, sehat secara fisik dan mental. Posyandu lansia memainkan peran penting dalam menjaga kualitas hidup orang tua di masyarakat. Unit pelayanan terkecil ini akan menyediakan berbagai kegiatan non-medis agar orang tua memiliki tempat untuk menyalurkan karyanya. Tujuan dari kunjungan posyandu lansia adalah untuk mengontrol kesehatan lansia. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif dengan cross sectional. Populasi sebanyak 46 responden dengan sampel 33 responden pengambilan sampel adalah Proportional Random Sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara frekuensi kunjungan lansia dengan kontrol tekanan darah pasien hypertensi dengan Nilai p Value .001 < 0,05. Disimpulkan bahwa kunjungan rutin lansia dapat mempengaruhi kontrol tekanan darah lansia. Disarankan petugas kesehatan & Perawat hendaknya mempromosikan tentang manfaat posyandu lansia agar lansia dapat mengikuti kegiatan posyandu serta Membuat tempat posyandu per RT sehingga lebih mudah dijangkau oleh lansia walaupun dalam pelaksanaannya tidak sama dalam 1 hari.
EFEKTIVITAS PENGOLESAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DALAM PENCEGAHAN STRIAE GRAVIDARUM PADA KEHAMILAN TRIMESTER KEDUA DI PUSKESMAS PAMOLOKAN MADURA Rasyidah; Hasanah, Laylatul
Jurnal Osadhawedyah Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Striae Gravidarum adalah kelainan kulit yang umum terjadi selama kehamilan yang umumnya ditemukan di perut ibu. Prevalensi striae gravidarum pada wanita hamil berkisar antara 50-90%. Efek dari striae gravidarum menyebabkan rasa gatal, panas dan kering serta gangguan emosional, sehingga menyebabkan masalah kosmetik pada sebagian besar ibu. Virgin Coconut Oil (VCO) memiliki kandungan yang efektif untuk menjaga elastisitas kulit, banyak mengandung asam lemak jenuh rantai sedang yang dipercaya sebagai obat yang dapat mencegah striae. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan pre-eksperimental design dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah 20 orang ibu hamil yang mengalami striae gravidarum, sebelumnya dilakukan pretest dengan mengobservasi jumlah striae, kemudian dilakukan intervensi dengan mengoleskan Virgin Coconut Oil (VCO) pada perut ibu hamil, setelah itu dilakukan posttest dengan mengobservasi kembali jumlah striae gravidarum. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis Paired Sample T-test untuk mengetahui efektivitas pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap pencegahan striae gravidarum pada kehamilan. Penerapan pengolesan Virgin Coconut Oil (VCO) pada perut ibu hamil yang dilakukan selama 8 minggu menunjukkan adanya penurunan angka straie gravidarum pada ibu hamil. Berdasarkan uji pengaruh dengan menggunakan Paired sample T-test pada kelompok pre-test menunjukkan hasil p= 0,000 < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian VCO pada ibu hamil trimester II di Puskesmas Pamolokan sangat efektif.
Edukasi Phbs Dalam Tatanan Rumah Tangga Di Desa Errabu Suraida Salat, Sri Yunita; Hasanah, Laylatul
Jurnal ABDIRAJA Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v7i1.3107

Abstract

Pemeliharaan kesehatan dalam lingkungan masyarakat akan meningkatkan sebuah produktivitas kinerja masyarakat yang dapat memacu peningkatan kesesejahteraan masyarakat itu sendiri. perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman. PHBS dapat dimulai dari lingkup rumah tangga, karena rumah tangga yang sehat merupakan dasar pembangunan di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan, dan dilindungi kesehatannya. Namun kenyataannya saat ini masih terlihat minimnya kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Kondisi ini masih terlihat di Desa Errabu kecamatan Bluto. Saat melakukan kunjungan ke desa tampak terlihat banyaknya sampah di sungai dan jalan. Hal ini menunjukkan bahwa masih kurangnya kesadaran masyarakat desa Errabu untuk berperilaku hidup bersih sehat. Adapun tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah meingkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang PHBS dalam tatanan rumah tangga. Metode yang digunakan dalam pengabdian yaitu dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat tentang PHBS dalam tataanan rumah tangga serta pemberian tempat sampah rumah tangga. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini dapat dikatakan berhasil karena ada perubahan pemahaman, pengatahuan serta perilaku masyarakat tentang PHBS.
EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMENUHAN KESEJAHTERAAN IBU HAMIL DI KARANGBUDI GAPURA Resdiana, Enza; Hasanah, Laylatul; Rasyidah, Rasyidah
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan keadaan gagal tumbuh pada balita akibat adanya kekurangan gizi yang bersifat kronis yang diakibatkan oleh adanya infeksi berulang pada pada 1000 hari pertama kehidupan. Hal ini dimulai dari periode pertumbuhan dari janin hingga usia 24 bulan. Penyebab stunting tidak hanya berasal dari kemiskinan dan masalah pangan namun juga pola asuh dan pemberian makan pada balita. Kesehjateraan selama kehamilan memiliki hubungan yang sangat berarti bagi kesehatan ibu dan bayi. Rendahnya tingkat kesehjateraan dapat mengakibatkan gangguan selama kehamilan, kelahiran, masa nifas yang menyebabkan anak lahir stunting. Untuk mencegah anak lahir stunting diperlukan peran banyak pihak sebagai edukator, motivator dan mobilisator yang dapat memberikan wawasan, termasuk peran keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu pemberdayaan dilakukan dalam bentuk pemberian informasi dan mengajak masyarakat khususnya perempuan calon ibu maupun ibu untuk mencegah dan melakukan penangan terhadap stunting. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi bagi kelompok wanita penerima bantuan sosial di Desa Karang Budi. Edukasi yang diberikan adalah pentingnya menjaga kesehatan sebelum hamil, saat hamil maupun saat pengasuhan balita untuk mencegah stunting sejak dini. Metode pelaksanaan pengabdian ini dengan komunikasi interaktif. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pengetahuan dengan adanya wawasan dan ilmu baru yang di berikan.
Pengaruh Pelatihan Kader terhadap Peningkatan Keterampilan Pengukuran Tinggi Badan dan Penilaian Status Stunting pada Balita Rasyidah, Rasyidah; Hasanah, Laylatul; Wardhita, Yulia; Paramitha Bherty, Chanda
Indonesian Academia Health Sciences Journal Vol 4 No 2 (2023): INDONESIAN ACADEMIA HEALTH SCIENCES JOURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Stunting is still one of the global national and international issues experienced by toddlers in the world because stunting can cause physical and functional disruption of the body and increases the risk of degenerative diseases as adults. Apart from affecting health, stunting will have an impact on intelligence levels. Stunting indicators are Body Length and Height according to Age, indicating short or very short body conditions in toddlers based on the level of nutritional status. Government regulations specify that the government is responsible for ensuring that every citizen, including children, receives basic health services. Monitoring the growth and development of toddlers can be done at Posyandu. An understanding of monitoring child growth and development is very important for health workers and posyandu cadres as the spearhead of health in the community. Cadres' skills in monitoring children's growth and development are expected to be able to determine children's nutritional status and developmental status accurately. Posyandu cadres must have competence in anthropometric measurements and assessing the nutritional status of infants and toddlers. Some studies show that the majority of cadres still lack skills in measuring anthropometry. Aims: Researchers want to know the effect of cadre training on improving height measurement skills and assessing stunting status in toddlers in Parsanga Village, Sumenep Regency Methods: This research is experimental research using a pre-experimental design with a One Group Pretest Posttest design. The subjects in this study were posyandu cadres, the number of samples taken in this study used a total sampling technique (45 respondents) Results: Almost the majority (42.2%) of the cadres are aged 20-40 years, and the education of the majority of respondents (55.6%) is high school (SMA/SMK/MA), the length of time they have been in the cadres for almost half of the respondents is less than 5 years (44.4%) and the majority of respondents (77.8%) have never attended training related to improving toddler anthropometric measurement skills or training on stunting prevention. Based on the results of data analysis using the Wilcoxon test, there was an increase in skills in measuring height and assessing stunting status in toddlers after training with a p-value of 0.00 Conclusion:There was an increase in cadres' skill scores in measuring toddlers' height before and after training with a p-value of 0.000, as well as an increase in cadres' skill scores in assessing toddlers' stunting status between before and after training with a p-value of 0.000. Keyword: cadre training, height measurement, stunting
UPAYA PREVENTIF KANKER SERVIK MELALUI KELOMPOK DHARMA WANITA KECAMATAN BLUTO Mumpuningtias, Elyk Dwi; Aliftitah, Sugesti; Hasanah, Laylatul; Oktavianisya, Nelyta
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i3.1768

Abstract

Kanker serviks bisa terdeteksi secara dini melalui skrining, akan tetapi kesadaran masyarakat terutama perempuan masih kurang dalam melakukan pemeriksaan dini. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberdayakan ibu Dharma Wanita dalam pencegahan dini Kanker Serviks. Metode yang dipakai adalah sosialisi dan pembentukan kader pencegahan dini kanker serviks. Media yang digunakan dalam menyampaikan materi edukasi keshatan yaitu leaflet, powerpoint, video. Tim melakukan Kerjasama dengan tenaga laboratorium Fortuna Sumenep untuk dilakukan tes pap smear. Kegiatan PKM dilakukan di Kecamatan Bluto khusunya pada ibu dharma Wanita Kecamatan Bluto pada bulan November-April 2023. Ada beberapa tahapan kegiatan yaitu analisis situasi, edukasi kesehatan, pembentukan kader pencegahan dini kanker serviks dan evaluasi. Hasil kegiatan ini berdampak baik yaitu terdapat tingkat pengetahuan peserta meningkat menjadi 87%, dan responden yang mau melakukan pemeriksaan pap smear sebanyak 54,4% (25 orang). Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan sikap peserta tentang pencegahan dini kanker serviks. Pencegahan dini dengan melakukan pemeriksaan sedini mungkin bisa menjadi langkah pencegahan yang efektif terjadinya kanker serviks.
A Comparative Analysis of the Effectiveness of Virgin Coconut Oil (VCO) and Olive Oil on the Degree of Striae Gravidarum Rasyidah, Rasyidah; Laylatul Hasanah; Sri Sumarni; Abd. Wahid
Indonesian Academia Health Sciences Journal Vol 5 No 2 (2024): INDONESIAN ACADEMIA HEALTH SCIENCES JOURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/inahes.v5i2.25496

Abstract

Background: Striae gravidarum is the stretching of the skin beyond its elastic limit that causes blue or reddish lines to appear on the abdomen, thighs, and breasts of pregnant women. Striae gravidarum can cause itching, burning, and dryness, as well as emotional disturbances that cause discomfort in most pregnant women. The prevalence of Striae gravidarum in pregnant women worldwide ranges from 50% to 90% but specific data on Striae gravidarum is not recorded because Striae gravidarum is a complaint or discomfort during pregnancy that is sometimes ignored by pregnant women themselves. Virgin Coconut Oil (VCO) is coconut oil that contains ingredients that effectively maintain skin elasticity. This study is a development of research that has been conducted previously by researchers related to Striae gravidarum and Virgin Coconut Oil. Aims: The purpose of this study was to conduct a comparative study regarding the more significant effectiveness of using Virgin Coconut Oil and Olive Oil on the degree of Striae gravidarum. Methods: This research uses quasi experiment. with Pretest Posttest Control Group Design. The population of this study were all pregnant women in Errabu Village, Bluto District, Sumenep Regency. The sample is Trimester II pregnant women in Errabu Village using purposive sampling method. Data analysis will use a significance level of <0.5 then compare whether VCO or Olive Oil has the most significant effect in reducing the degree of Striae Gravidarum. Results: The results of the analysis show that the p-value of 0.04 < α (0.05) so that H1 is accepted, H0 is rejected, which means there is a difference in the effectiveness of using Virgin Coconut Oil (VCO) and Olive Oil on reducing the degree of Striae Gravidarum in pregnant women, although both oils are equally effective in reducing the degree of striae gravidarum. Conclusion: VCO is more effective than olive oil in reducing the degree of striae gravidarum in second trimester pregnant women in Errabu Village, Sumenep District. Keyword: Virgin Coconut Oil; Olive Oil; Striae Gravidarum
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BERBASIS OLAHAN IKAN LAUT TERHADAP TINGGI BADAN DAN BERAT BADAN BALITA STUNTING DI KABUPATEN SUMENEP Rasyidah; Sri Sumarni; Laylatul Hasanah; Anik Anekawati
Jurnal Osadhawedyah Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Osadhawedyah | Mei - Juli 2025
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang terjadi pada anak usia dini yang berdampak pada gangguan perkembangan motorik dan juga kognitif dalam jangka panjang. Jika hal ini terus berlanjut, maka akan menghambat perkembangan produktivitas suatu bangsa di masa yang akan datang. Jadi, sangatlah tepat dan strategis jika pemerintah Indonesia saat ini mengambil kebijakan bahwa stunting merupakan salah satu masalah kesehatan prioritas yang harus ditanggulangi segera. Tujuan penelitian: Menganalisis pengaruh Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Olahan Ikan Laut terhadap Tinggi Badan dan Berat Badan Balita Stunting di Kabupaten Sumenep. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan Pretest and Posttest Control Group Design. Sampel penelitian sebanyak 60 Balita stunting yang berasal dari 3 desa dengan jumlah Balita stunting tertinggi, dengan pengelompokan 30 Balita stunting untuk kelompok intervensi dan 30 Balita stunting untuk kelompok kontrol. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode consecutive sampling. Penelitian ini menggunakan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) untuk menghitung signifikansi perbedaan rata-rata secara bersamaan antara kelompok untuk dua atau lebih variabel terikat. Hasil: uji pairwise comparisons menunjukkan nilai P-value untuk perubahan TB dan BB balita stunting kurang dari 0,05, sehingga Hipotesis (H1) diterima, artinya terdapat peningkatan TB dan BB balita stunting antara kelompok yang diberikan PMT olahan ikan dibandingkan kelompok yang tidak mendapatkan PMT (kelompok kontrol). Kesimpulan: Penambahan PMT olahan ikan kepada balita stunting berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan Berat Badan dan Tinggi Badan Balita stunting di Kabupaten Sumenep.
EDUKASI PENATALAKSANAAN KETIDAKNYAMANAN IBU HAMIL TRIMESTER II DENGAN PENDEKATAN GENERAL CONTENT OBJECTIVE APPROACH Rasyidah; Laylatul Hasanah; Sri Sumarni; Abd. Wahid; Suprayitno, Emdat
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara | Maret - Mei 2025
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Errabu merupakan salah satu desa dari 20 Desa yang berada di Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep dengan luas wilayah mencapai 126.928 ha. Posyandu yang dimiliki Desa Errabu sangat aktif dan memiliki posyandu untuk masing masing dusun. Desa Errabu juga sering diberikan edukasi dan sosialisasi yang berhubungan dengan ibu hamil dan balita, namun masih belum ada edukasi terkait penanganan ketidaknyamanan yang dirasakan oleh ibu hamil. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, penulis menemukan bahwa sebagian ibu hamil tidak mengetahui bahwa striae gravidarum dan nyeri punggung merupakan bagian dari ketidaknyamanan ibu hami. Adapun tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi kepada ibu hamil di Posyandu yang berada di Desa Errabu Bluto, Kabupaten Sumenep tentang ketidaknyamanan pada ibu hamil trimester II dan penanganan yang bisa dilakukan di rumah masing-masing. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pendekatan General Content Objective Approach, yaitu pendekatan dengan mengkoordinasikan berbagai upaya dalam bidang kesehatan dalam wadah tertentu. Saat pretest, 15 ibu hamil (75%) berada pada kategori "kurang" dan 5 ibu hamil (25%) dalam kategori cukup. Dengan pendekatan General Content Objective Approach, materi yang disampaikan lebih efektif dan memudahkan peserta memahami beberapa ketidaknyamanan yang muncul selama kehamilan, yaitu nyeri punggung dan striae gravidarum. Dengan memberikan penjelasan yang rinci dan solusi praktis, program ini dapat menjawab kebutuhan peserta, yang berkontribusi terhadap efektivitas dan keberlanjutan dampak edukasi. Pada saat dilakukan evaluasi proses dan hasil, sebagian besar peserta menunjukkan respons positif terhadap metode penyampaian materi yang interaktif. Hal ini terlihat dari hasil posttest yang menunjukkan bahwa lebih dari separuh peserta (55%) mencapai kategori "cukup", yaitu 11 ibu hamil, yang masuk dalam kategori baik sebanyak 7 ibu hamil (35%) dan yang masih kurang hanya 2 ibu hamil (10%).
Hubungan Sumber dan Pengolahan Air Minum terhadap Kejadian Stunting pada Balita Wardita, Yulia; Hasanah, Laylatul; Rasyidah, Rasyidah
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 6 NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v6i2.3258

Abstract

Angka kejadian stunting di Kabupaten Sumenep pada tahun 2022  sebesar 21,6%, nilai tersebut masih jauh dari target penurunan stunting Pemerintah Indonesia yaitu sebesar 14%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sumber penyediaan air minum dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan analisis data uji Chocran untuk hubungan sumber air minum dengan kejadian stunting dan uji Chi-Square untuk hubungan pengolahan air minum dengan kejadian stunting. Data sumber air minum dilakukan dengan mewawancarai ibu balita dan hasil data stunting diperoleh dari pengukuran Tinggi/Panjang badan balita menurut umur balita, dibandingkan dengan standar baku dari WHO-MGRS yaitu nilai z-score-nya kurang dari -2 SD/standar deviasi (stunted) dan kurang dari -3 SD (severely stunted). Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan signifikan antara sumber air minum yang dikonsumsi balita dengan kejadian stunting  dengan p=0,047 dan ada hubungan antara pengolahan air minum dengan kejadian stunting sebesar p=0,038 sehingga perlu diberikannya edukasi kepada masyarakat tentang pengolahan air minum untuk meminimalisir terjadinya diare pada balita.