Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

AYAT-AYAT POLITIK DALAM WACANA TAFSIR KIAYI-SANTRI STUDI DI KOTA PALEMBANG John Supriyanto; Muhammad Noupal
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v20i2.5073

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana wacana tafsir kiayi-santri yang ada di kota Palembang tentang ayat-ayat politik yang ada di dalam al-Quran. Pemahaman kiayi-santri tersebut penting diungkap mengingat kedudukan mereka yang cukup istimewa di masyarakat. Dari kiayi-santri, biasanya informasi seputar putusan-putusan hukum agama, tidak terkecuali pandangan politik mereka turut mempengaruhi dinamika sosial dan kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode hermeneutic dan analisis wacana untuk melihat bagaimana wacana tafsir kiayi-santri tentang ayat-ayat politik. Dengan sampel para kiayi-santri yang diambil secara random dari berbagai pondok pesantren di kota Palembang didapati kesimpulan bahwa wacana tafsir mereka tentang ayat-ayat politik selalu bersifat kontekstual dan normatif. Hal ini disebabkan karena kiayi-santri selalu melihat realitas politik di sekitarnya dan nilai-nilai ideal yang ada dalam al-Quran. Kata kunci : ayat-ayat politik, wacana tafsir, kiayi-santri, kontekstualisasi
Syed Sheikh Ahmad Al-Fatani: Peletak Dasar Reformasi Pendidikan dan Modernisme di Alam Melayu Wiyandi, Kiki; Ramdhani, Nurkholis; Mardiah, Anisatul; Noupal, Muhammad
SAKALIMA: Pilar Pemberdayaan Masyarakat Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2026): March | SAKALIMA: Pilar Pemberdayaan Masyarakat Pendidikan
Publisher : WISE Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70211/sakalima.v3i1.416

Abstract

Syed Sheikh Ahmad bin Muhammad Zain Al-Fatani (1856-1908) is recognized as one of the most significant Muslim intellectuals from the Malay Archipelago whose educational thought has profoundly influenced the transformation of Islamic education in Southeast Asia. This article examines Al-Fatani's educational philosophy within the framework of reform and modernism, employing a historical-philosophical analysis of his major works and intellectual network. The study finds that Al-Fatani laid crucial groundwork for transforming the traditional pondok (Islamic boarding school) system into a more structured, rational, and contextually responsive educational model. His reformist ideas encompass three main dimensions: (1) a critical reassessment of the traditional dichotomy between religious and secular knowledge, advocating instead for an integrated curriculum that combines revealed and rational sciences; (2) the modernization of pedagogical methods, emphasizing gradual learning (tadrij), logical reasoning (qiyas and 'aql), and lifelong education; and (3) the empowerment of the Malay language (Jawi) as a legitimate medium for advanced Islamic scholarship, thereby democratizing access to knowledge. Al-Fatani's intellectual legacy demonstrates that Islamic educational reform in the Malay Archipelago did not emerge in the 20th century alone but was pioneered as early as the late 19th century through the scholarly networks of the Haramain (the two holy cities of Mecca and Medina). His integrated epistemology offers a relevant model for contemporary Islamic education, particularly in addressing the persistent dichotomy between religious and general education in Muslim societies.