Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesehatan Mental Ibu Hamil Di Wilayah Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukittinggi Tahun 2025 Yulia, Shinta Rahma; Bachri, Yasherly; Prima, Rezi
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 OKTOBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i1.7037

Abstract

Kesehatan mental ibu hamil merupakan salah satu aspek penting dalam menunjang keberhasilan kehamilan dan persalinan. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa ibu hamil rentan mengalami gangguan psikologis seperti kecemasan, stres, bahkan depresi akibat perubahan hormonal dan tekanan lingkungan. Di wilayah kerja Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukittinggi, keluhan emosional pada ibu hamil dilaporkan meningkat, terutama berkaitan dengan dukungan keluarga, status paritas, dan faktor sosial lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 49 orang dan sampel sebanyak 49 orang ibu hamil dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstandar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi frekuensi kesehatan mental responden didominasi oleh kategori sedang yaitu sebanyak 57,1%. Sebagian besar responden (87,8%) termasuk dalam kategori multipara, dan lebih dari separuh (63,3%) mendapatkan dukungan keluarga yang baik. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara paritas dan kesehatan mental ibu hamil dengan nilai p = 0,003. Dengan bukti p value 0,050. Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kesehatan mental ibu hamil dengan nilai p = 0,020.Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan nilai p = 0,020, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara paritas dan dukungan keluarga dengan kesehatan mental ibu hamil. Oleh karena itu, disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi serta pemantauan kondisi psikologis selama masa kehamilan. Selain itu, peran keluarga sangat penting untuk lebih dioptimalkan dalam memberikan dukungan kepada ibu hamil agar tercipta kondisi mental yang sehat.Kata Kunci :  Kesehatan mental, Ibu hamil, dukungan keluarga, kehamilan 
Pencegahan Stunting melalui Peningkatan Kesadaran Hak- Hak Reproduksi Perempuan Usia Pra Nikah di Panti Asuhan 'Aisyiyah Kota Payakumbuh Asmaret, Desi; Halim, Syaflin; Prima, Rezi; Anggraini, Yuliza; Alvira, Selsa; Irfianda, Irfianda
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss2pp378-387

Abstract

The children of the 'Aisyiyah Payakumbuh Orphanage, in their teens, have never been equipped with knowledge about women's reproductive rights. Therefore, it is necessary to be given knowledge about the independence of reproductive rights to break the chain of stunting. This service aims to build awareness and empower orphanage children through the process of increasing awareness of reproductive rights that bring change (transformative) that is independent in maintaining their reproductive health in making the right decisions that are free from discrimination, coercion and violence. In particular, this PKM received a DRTPM grant from the Ministry of Education, Culture, Research and Technology of the Directorate General of Higher Education, Research, and Technology in the field of Community Empowerment in order to realize the Sustainable Development Goals (SDGs), namely a healthy and prosperous life by building partnerships. This service uses socialization, training and continuous cooperation methods to produce outputs in the form of articles in sinta indexed journals, recognition of student credits, publications in electronic mass media, uploading videos of activities on the university's youtube and PKM posters in HaKi kan as well as Cooperation and MoA agreements with the Family Law Study Program and the Faculty of Islamic Religion, University of Muhammadiyah West Sumatra for sustainable programs.
Deteksi Dini Faktor Risiko Stroke melalui Skrining Kesehatan dan Psikologis di Kampus Bukittinggi Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Aria Wahyuni; Yasherly Bachri; Yuli Permata Sari; Anisa Sri Utami; Rista Nora; Rezi Prima; Ropika Ningsih; Marizki Putri
Menara Pengabdian Vol 6, No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v6i1.8126

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko fisik maupun psikologis. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan rutin menyebabkan faktor risiko stroke sering tidak terdeteksi sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini faktor risiko stroke melalui skrining kesehatan dan psikologis di Kampus Bukittinggi Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Metode kegiatan dilakukan melalui pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, serta pengisian kuesioner terkait faktor psikologis, riwayat kesehatan, dan faktor risiko perilaku. Kegiatan diikuti oleh 69 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan masyarakat sekitar kampus. Hasil skrining menunjukkan sebagian besar peserta mengalami hipertensi derajat 1 (53,6%), kurang aktivitas fisik (47,8%), gangguan tidur (37,7%), kecemasan (30,4%), dan stres kronis (27,5%). Selain itu, ditemukan peserta dengan overweight, obesitas, serta prediabetes. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat kampus terhadap pentingnya deteksi dini dan pengendalian faktor risiko stroke melalui penerapan gaya hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala
HUBUNGAN OLAHRAGA DENGANKEJADIAN ULKUS KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS: HUBUNGAN OLAHRAGA DENGANKEJADIAN ULKUS KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS rezi prima; Sisca Oktarini
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol. 8 No. 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Juli 2024
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v8i1.4655

Abstract

The most important chronic complication of diabetes mellitus is neuropathy, the result of which is the appearance of diabetic foot ulcers. The risk of developing diabetic foot ulcers is very large in individuals who have do not exercise well and take poor foot care. The aim of this study is to determine the risk factors associated with the occurrence of diabetic foot ulcers in diabetes mellitus patients in Hospital Inpatient Room. Descriptive Analytical research design with a Cross Sectional approach. The population of this study was 91 Diabetes Mellitus patients using the Accidental Sampling sampling technique with a total sample of 47 people. Data collection was carried out using questionnaires and patient documentation studies. Then it is processed using univariate and bivariate analysis. The results of the study showed that, 46.8% had poor body exercise, and 51.1% of diabetic foot ulcers. as much as 59.6%. Based on the results of this study, it can be concluded that there is a significant relationship between poor bodyexercise to foot ulcers, The researcher's suggestion is for respondents to know what causes diabetic foot ulcers.
Penyuluhan Kesehatan Mental Pada Anak Remaja Tentang Dampak Masalah Psikososial Pada Remaja Masa Kini di Sekolah Asasuldin Wittaya, Yala Thailand Yuli Permata Sari; Anisa Sri Utami; Aria Wahyuni; Rista Nora; Rezi Prima; Ropika Ningsih; Yasherly Bachri; Marizki Putri
Menara Pengabdian Vol 5, No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v5i2.7573

Abstract

Pada masa remaja, banyak terjadi perubahan biologis, psikologis maupun social. Tetapi umumnya proses pematangan fisik terjadi lebih cepat dari proses pematangan kejiwaan (psikososial). Beberapa jenis gangguan jiwa yang banyak terjadi pada masa remaja dapat menimbulkan kondisi negative dan berdampak terhadap masalah psikososial, seperti kecemasan, stress, depresi, gangguan bipolar, gangguan citra tubuh, harga diri rendah, bullying, tawuran, seks bebas bahkan penggunaan narkoba. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berupaya memecahkan problematika atau permasalahan kompleks yang dihadapi komunitas kelompok tertentu dewasa ini, terutama pada kelompok masyarakat yaitu pada anak remaja yang sangat rentan dan mempunyai factor resiko. Sehingga Kesehatan mental pada anak remaja yang menjalani masa pembinaan di sekolah sangat penting ditingkatkan. Apabila tidak di tangani secara efektif dan efisien, eksistensi maka kejiwaannya akan terganggu yang tentunya berdampak negatif bagi anak remaja, keluarga dan masyarakat. Kegiatan PKM ini menggali lebih dalam kesehatan mental anak remaja. Adapun solusi yang ditawarkan oleh tim PKM dari program ini adalah memberikan penyuluhan dan pemberian edukasi tentang kesehatan mental. Peserta sasaran kegiatan yaitu anak remaja di sekolah Asasuldin Wittaya, Yala Thailand. Peserta kegiatan ini berjumlah sebanyak 58 orang anak remaja putri sekolah tingkat menengah atas. Metode PKM adalah pendampingan atau penyuluhan dilakukan oleh Tim Dosen Prodi Ilmu Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Pelaksana kegiatan PKM dilakukan pada tanggal 14 Agustus 2025. PKM berlangsung dan telah terprogram bekerjasama dengan Asosiasi Muhammadiyah Yala Thailand.
PEMERIKSAAN KESEHATAN DASAR DAN DETEKSI DINI PENYAKIT INFESI MENULAR PASCA BENCANA BANJIR BANDANG DI KECAMATAN IV KOTO, KABUPATEN AGAM, SUMATERA BARAT rezi prima; Marizki Putri; Yasherly Bachri
Jurnal Salingka Abdimas Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v6i1.7961

Abstract

Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di berbagai wilayah Sumatera Barat mengakibatkan kerusakan infrastruktur, sekolah, rumah, masjid, layanan publik, sarana kesehatan, keterbatasan akses, serta terganggunya kondisi sanitasi masyarakat, mulai dari ases air bersih, makanan obat-obatan dan kebersihan personal, Ribuan warga terdampak harus tinggal di lokasi pengungsian dengan fasilitas yang minim, termasuk sanitasi yang tidak memadai, kurangnya akses air bersih, serta tingginya kepadatan tempat penampungan sementara. Kondisi tersebut meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap penyakit infeksi, Dengan mempertimbangkan tingginya risiko kejadian luar biasa (KLB) dan terbatasnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan formal, diperlukan respon cepat berupa pembentukan Posko Pemeriksaan Kesehatan Dasar untuk Deteksi Dini Penyakit Infeksi serta Upaya pencegahan Penyait infeksi menular pasca bencana di kecamatan, IV Koto kabupaten Agam, (Lokasi Tambahan: Kecamatan Tanjung Raya, Nagari Sungai Batang dan Kecamatan Palambeyan, Nagari Salareh Aia sumatera barat. Kegiatan ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat terdampak secara langsung, memperkuat layanan kesehatan dasar, serta melakukan pemantauan epidemiologis di lokasi bencana. Selain itu, kegiatan ini berfungsi memberikan edukasi kesehatan dan upaya pencegahan penyakit untuk meminimalkan dampak lanjutan akibat bencana dan memberikan pengobatan untuk penyakit-penyakit infeksi terdeteksi sebagai pertolongan pertama hingga dapat mencapai keadaan stop penularan kepada korban bencana lain agar tidak memperburuk kondisi korban di daerah terdampak, Karena itu, keberadaan posko kesehatan menjadi langkah strategis dalam menjaga derajat kesehatan masyarakat, mencegah munculnya wabah penyakit, serta memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan terpadu selama masa tanggap darurat, hal ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membantu pemerintah dalam, Pemeriksaan kesehatan dasar.