Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penerapan Digital Marketing Sebagai Upaya Peningkatan Penjualan pada UMKM di Desa Kepuhdoko Jombang Mohammad Saat Ibnu Waqfin; Sindi Ramania Wulandari; Fenti Mamluatut Tifliya; Susi Indrayani; Wahyudi Wahyudi; Muhamad Khoirur Roziqin
Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2021): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimas_ekon.v2i3.2112

Abstract

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan saat ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif, memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas bagi kehidupan manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Manfaat internet semakin sangat terasa bagi para pemakainya yang tidak bisa lepas dari dunia internet ini. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan, pengguna internet di Indonesia hingga saat ini telah mencapai 82 juta orang. Dengan capaian tersebut, Indonesia berada pada peringkat ke-8 di dunia (Kominfo, 2013). Perkembangan teknologi sekarang ini telah banyak menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Banyak hal dari sektor kehidupan yang telah menggunakan keberadaan dari teknologi itu sendiri. Kehadirannya telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Demikian halnya dengan teknologi komunikasi yang merupakan peralatan perangkat keras dalam struktur organisasi yang mengandung nilai sosial yang memungkinkan individu untuk mengumpulkan, memproses dan saling tukar informasi
Penerapan Alat Otomatis Hand Sanitizer sebagai Salah Satu Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Desa Kepudoko Mohammad Saat Ibnu Waqfin; Achmadi Achmadi; Agung Prasetyo; M. Muhlas Saifuddin Nur; Nur Aslakhah Baladina; Wahyudi Wahyudi
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2021): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hand Sanitizer merupakan pembersih tangan yang memiliki kemampuan antibakteri dalam menghambat hingga membunuh bakteri. Terdapat dua hand sanitizer yaitu hand sanitizer gel dan hand sanitizer spray. Hand sanitizer gel merupakan pembersih tangan berbentuk gel yang berguna untuk membersihkan atau menghilangkan kuman pada tangan, mengandung bahan aktif alkohol 60%. Hand sanitizer spray merupakan pembersih tangan berbentuk spray untuk membersihkan atau menghilangkan kuman pada tangan yang mengandung bahan aktif irgasan DP 300 : 0,1% dan alkohol 60%. Hand sanitizer yang berbentuk cair atau spray lebih efektif dibandingkan hand sanitizer gel dalam menurunkan angka kuman pada tangan. Banyak hand sanitizer yang berasal dari bahan alkohol atau etanol yang dicampurkan bersama dengan bahan pengental, misal karbomer, gliserin, dan menjadikannya serupa jelly, gel atau busa untuk mempermudah dalam penggunaannya. Gel ini mulai populer digunakan karena penggunaanya mudah dan praktis tanpa membutuhkan air dan sabun. Gel sanitasi ini menjadi alternatif yang nyaman bagi masyarakat. Desa Kepuhdoko berada di bagian utara Kota Jombang, memiliki kondisi geografis dan sumber daya pertanian yang potensial serta kehidupan warga yang rukun tentram gotong royong. Desa Kepuhdoko terbagi menjadi lima Dusun diantaranya Dusun Doko, Dusun Kepuh, Dusun Semaden, Dusun Kepuhgisik, dan Dusun Sumberjo. Infrastruktur fasilitas umum yang tersedia di Desa Kepuhdoko sudah cukup memadai untuk menunjang kebutuhan dasar masyarakatnya. Untuk memenuhi akses pendidikan bagi masyarakat,dan juga fasilitas kesehatan. Desa Kepuhdoko memiliki tantangan yang akhir-akhir ini makin maraknya wabah dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Untuk menghindari penyebaran penyakit maka harus menerapkan sistem sanitizer otomatis dengan cara selalu mencuci tangan karena tangan digunakan untuk berinteraksi dengan
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Menghafal Al-Quran dengan Metode One Day One Ayat ODOA) di SMP Islam Mbah Bolong Jombang Khoirun Nisa’; Wahyudi Wahyudi; Ma’ruf Saifullah
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menghafal AlQur’an merupakan amalan yang mulia Pada dasarnya menghafal Al-Qur’an merupakan aktivitas yang dapat dilakukan oleh semua orang, dan salah satu bentuk cara dalam memelihara Al-Qur’an, Menghafal AlQur’an merupakan amalan yang mulia oleh sebab itu beruntunglah bagi orang-orang yang menghafal Al-Qur’an demi menjaga kemurnian Al-Qur’an dapat kita ketahui bersama bahwa Al-Qur’an merupakan identitas umat islam yang idealnya dikenal, di mengerti dan dihayati oleh setiap individu yang mengaku muslim. Mitra pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah di SMP Islam Mbah Bolong Watuhgaluh Jombang Sebagian besar para siswa-siswi SMP kurang maksimal dalam melafalkan huruf huruf hijaiyah ketika membaca maupun menghafal al quran. Banyaknya santri dan terbatasnya waktu pengajar dan kemampuan pengajar membuat kegiatan SMP Islam Mbah Bolong Watuhgaluh Jombang kurang maksimal saat program menghafal Al-Qur’an oleh karnanya di SMP Islam Mbah Bolong Watuhgaluh Jombang butuh suatu metode dalam menghafalkan AlQur’an, One Day One Ayat (ODOA) adalah teknik menghafal Al-Qur’an dengan satu hari satu ayat dan juga merupakan suatu terobosan baru dalam menghafal Al-Qur’an dengan menggabungkan kekuatan otak kiri dan kanan searah seimbang sehingga dapat merasakan kemampuan menghafal Al-Qur’an yang maha dahsyat. Kelebihan dan kekurangan One Day One Ayat (ODOA). One Day One Ayat (ODOA) artinya satu hari satu ayat, adalah teknik menghafal Al-Qur’an, namun untuk ayat-ayat yang panjang dihafalkan dalam waktu dua hari, dengan teknik ini ada beberapa kekurangannya antara lain: Apabila satu hari satu ayat maka perkiraan hafal Al-Qur’an seluruhnya dalam rentang waktu 17 tahun, 7 bulan, 9 hari. Jadi jika dengan menghafal menggunakan teknik ini seseorang akan memakan waktu yang cukup lama. Namun kelebihan dengan teknik ini yaitu dengan melihat kemampuan dan kondisi siswa yang masih tergolong anak-anak akan dapat mempengaruhi motivasi siswa dalam belajar. cenderung dengan penerapan menghafal satu hari satu ayat yang terkesan mudah dilakukan akan memberikan motivasi seseorang yang hendak menghafalkan Al- Qur’an serta tidak akan membebani dalam aktifitas yang lain disamping itu membantu pihak lembaga SMP Islam Mbah Bolong Watuhgaluh Jombang untuk meningkatkan kualitas membaca al quran para siswa-siswi SMP Islam Mbah Bolong Watuhgaluh Jombang saat program menghafal Al-Qur’an.
Pelatihan Banjari Peningkatan Seni Religius bagi Generasai Muda melalui Pelatihan Banjari di Desa Kepuhdoko Tembelang Jombang Mohammad Saat Ibnu Waqfin; Mohamad Khoirur Roziqin; Emi Lilawati; Khoirun Nisa; Nanang Qosim; Wahyudi Wahyudi
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2021): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Para pemuda di desa Kepuhdoko tembelang Jombang selama masa pandemi banyak mengalami kendala dalam mengisi waktu luang dalam pembelajaraan di era pandemi. Sistem pembelajaran yang dilakukan selama masa pandemi ini yaitu secara daring sedangkan untuk ektra kulikuler juga tidak terjadwal dikarenakan terkena aturan PPKM. Dari sistem pembelajaran daring tersebut terdapat beberapa permasalahan yang muncul mulai dari guru, siswa, dan orang tua siswa. Membahas tentang sistem pembelajaran daring maka pentingnya penguasaan dalam pengembangan seni religius melalui pelatihan banjari bagi generasi muda agar tradisi tersbut berjalan dan tetap efektif. Mitra kegiatan pengabdian masyarakat pada skema KKN-PPM adalah para penuda Ansor dan IPNU di Desa Kepuhdoko Tembelng Jombang. Kelompok pemuda IPNU ini dipilih karna terdapat beberapa kendala diantaranya kurangnya minat mengikuti kegiatan ekstra dan masih minimnya pentingnya memperlajari seni religius banjari bagi genarasi muda. Fasilitas sarana dan prasarana di ini juga masih kurang optimal untuk mendukung peserta didik dalam kegiatan pembelajaran seni religius banjari. Berdasarkan hasil pengamatan bahwa para pemuda di Desa Kepuhdoko Tembelang Jombang menunjukkan kurangnya fasilitas sarana dan prasarana ternyata masih jauh dari harapan apalagi di masa pademi untuk menuju masa new normal. Beberapa hal yang dijumpai dilapangan antara lain; Fasilitas sarana dan prasarana kesenian yang kurang optimal dalam kegiatan ekstra, Kurangnya keterampilan pembimbing seni banjari dalam bidang ekstra kurikuler, tidak adanya jadwal rutin yang tepat waktu, serta kurangnya minat dan bakat dalam pengembangan seni religius banjari tersebut. Berdasarakan hasil wawancara yang dilakukan di Desa Kepuhdoko Tembelang jombang para pemuda sangat mengharapkan dengan adanya KKN-PPM ini menjadi salah satu kegiatan alternatif yang dapat memotivasi para generasi mudanya untuk lebih aktif mengikuti ekstrakulikuler di desanya terlebih pada seni religius kegiatan banjari tersebut. Berdasarkan penjabaran diatas, kegiatan pengabdian pada masyarakat pada skema KKN-PPM akan dilaksanakan pelatihan intensif berupa pelatihan banjari bagi generasi muda untuk menambah dan memperdalam kreatifitas dibidang seni religi. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung kualitas religi bagi pemuda desa kepuhdoko dan untuk peningkatan keterampilan seni budaya islami di desa kepuhdoko tembelang jombang.
STRATEGI SEKOLAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN DI MA BAHRUL ULUM TAMBAKBERAS JOMBANG Khoirun Nisa'; Selly Nur Syafitri; Wahyudi
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 8 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v8i2.279

Abstract

Strategi sekolah dalam membentuk karakter keagamaan siswa melalui kegiatan keagamaan sangat penting. Strategi sekolah dalam membentuk karakter agama bertujuan untuk mengatasi karakter anak bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi pembentukan karakter keagamaan melalui kegiatan keagamaan di MA Bahrul Ulum Tambakberas Jombang dengan sub-fokus penelitian yang terdiri dari: (1) Strategi Sekolah, (2) Pembentukan Karakter, (3) Karakter religius. karakter siswa mengutamakan akhlak dan juga ibadah. Selain itu, pihak sekolah juga tidak mengesampingkan intelektual yang sesuai dengan visi dan misi sekolah MA Bahrul Ulum Tambakberas. Bentuk karakter keagamaan siswa melalui kegiatan keagamaan di MA Bahrul Ulum Tambakberas mampu menumbuhkan sikap disiplin, kejujuran, menumbuhkan sikap siswa tawadhu’, rajin beribadah, bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif, teknik ini yaitu peneliti mengumpulkan data yang berupa kata-kata. Aktifitas dalam menganalisis datanya menggunakan teknik triangulasi sumber data, member checking, dan auditing serta teknik analisis data. Informan pada penelitian ini antara lain guru agama Islam, waka kurikulum, dan beberapa siswa. Abstract The school's strategy in shaping the religious character of students through religious activities is very important. The school's strategy in forming religious characters aims to overcome the character of the nation's children. This research aims to describe the strategy of forming religious characters through religious activities in MA Bahrul Ulum Tambakberas Jombang with a research sub-focus consisting of: (1) School strategy, (2) Character forming, (3) Religious character. MA Bahrul Ulum Tambakberas in carrying out religious activities in forming the religious character of students prioritizes morals and also worship. In addition, the school also does not rule out intellectuals who are in accordance with the vision and mission of the MA Bahrul Ulum Tambakberas school. The forms of student religious character through religious activities at MA Bahrul Ulum Tambakberas are able to cultivate disciplined attitudes, honesty, foster the attitude of tawadhu' students, diligent worship, responsibility. This research uses a qualitative approach. Data collection techniques with observation, interview and documentation techniques. Data analysis techniques use qualitative descriptive analysis techniques, this technique is that researchers collect data in the form of words. Activities in analyzing data using data source triangulation techniques, member checking, and auditing and data analysis techniques. Informants on this study include Islamic religious teachers, waka curriculum, and some students. Keywords: Strategy, Character Forming, Religious Characte
Analisis the Strategy Method Guru Pendidikan Agama Islam dalam Upaya Mengajarkan Movement Againts Radicalism Values kepada Peserta Didik MTs. (Plus) Bahrul Ulum Tambakberas Muh Khofif Luthfi Rohman; Wahyudi Wahyudi
Risda: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Ar-Rosyid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59355/risda.v6i2.54

Abstract

This research departs from the phenomenon of radicalism that occurs in society, especially in the world of education. This research is a qualitative research with descriptive-qualitative research method. The results of this study indicate that first, Analysis teacher's strategy in an effort to teach Movement Againts radicalism values, That is teachers 1) Instilling the concept of Akidah Akhlaq/monotheism, 2) Teaching about Aswajan Amaliyah An-Nahdliyah, 3) Holding Firm to the Qur'an and Hadith, 4) Choosing Friends in Association. Second, the most effective methods in an effort to teach Movement Againts radicalism values ​​are: 1) Through a program of habituation of religious 2) Through programs Commemoration of Islamic holidays 3) Through programs to commemorate National Holidays Then the third, are the supporting and inhibiting factors, That is 1) the misuse of information technology (IT) which is often misused by students, 2) the lack of parental support for school policies. 3) lack of cooperationbetweenteachers and students regarding the understanding of radicalism.4) lack of parental participation in providing an understanding of the dangers of radicalism when they are at home. 5) Discipline of students who are less stable from the lack of cooperation between the pesantren administrator and the school administrator
Pendampingan Metode Pembelajaran melalui Kegiatan Outbond untuk Melatih Kerjasama Anak Usia Dini di KB Mawaddah Jombang Khoirun Nisa'; Wahyudi Wahyudi; M Aliyul Wafa; Syarifatul Khofifah
Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNWAHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimaspen.v3i3.3291

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini merupakan pendidikan yang paling dasar untuk membentuk Sumber Daya Manusia di masa yang akan datang. Semakin berkualitas pendidikan anak di usia dininya mak semakin berkualitas pula sumber daya manusia yang dihasilkan. Fakta di lapangan menunjukkan ketika anak melakukan kegiatan permainan, anak masih asyik dengan dunianya sendiri anak masih memiliki sifat mau menang sendiri dnn anak juga cuek dengan temannya hal ini terbukti ketika mereka bermain dalam suatu kelompok namun banyak diantara mereka yang masih memiliki sifat individual. Hal tersebut menunjukkan bahwa kerjasama mereka masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melatih kemampuan kerjasama melalui pendampingan metode pembelajaran kegiatan outbond pada anak usia dini di KB Mawaddah Tambakberas Jombang. Jenis Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam kegiatan outbond yaitu: (1) guru mempersiapkan alat dan bahan kegiatan outbond (2) guru memperkenalkan alat dan bahan (3) guru dan anak membentuk kelompok (4) guru menjelaskan aturan main kegiatan outbond (5) guru mempraktekkan kegiatan outbond (6) anak melakukan kegiatan sesuai yang diinstruksikan oleh guru (7) setelah kegiatan outbound berakhir, kemudian guru memberikan reward supaya anak bersemangat dan antusias. Oleh karena itu metode pembelajaran melalui kegiatan outbond efektif untuk melatih kerjasama anak usia dini.
Pelatihan Sholat Jenazah dalam Meningkatkan Pengetahuan para Santri TPQ Al-Hidayah Desa Pulorejo Tembelang Jombang Mohammad Saat Ibnu Waqfin; Wahyudi; Khoirun Nisa; Ade Rizal Rosyidi; Ahmad Robani; Rismainuri Ummu Choir
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v4i1.3183

Abstract

Dalam memandikan jenazah maka syarat syarat jenazah yang harus dimandikan adalah: Muslim / Muslimat,anggota badan masih ada sekalipun sebagian tertinggal,jenazah bukan mati syahid (mati dalam peperangan membela agama Allah) sesuai hadits Nabi dari Jabir yang artinya "Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW telah memerintahkan terhadap orang yang gugur dalam perang Uhud supaya dikuburkan dengan darah mereka,tidak dimandikan dan tidak disholatkan". Adapun cara memandikan jenazah adalah ditempatkan ditempat yang terlindung dari panas matahari,hujan,pandangan orang banyak dan ditempat yang agak tinggi, dipakaikan pakaian basahan (kain mandi) dan aurat tetap tertutup dan yang memandikan sebaiknya memakai sarung tangan, membersihkan kotoran dan najis yang ada di anggota badan jenazah,jenazah agak diangkat perutnya diurut agar kotoran yang mungkin ada dapat keluar, setelah semua kotoran dan najis bersih lalu disiram dengan air secara merata keseluruh tubuh, setelah disiram disabuni kemudian disiram lagi sampai bersih, di wudlukan dan terakhir disiram dengan air yang dicampur kapur barus, daun bidara atau lainnya yang harum, jika keluar najis setelah dimandikan dan mengenai tubuh maka najis harus dibuang dan jenazah dimandikan lagi, keringkan jenazah dengan handuk dan lain lain, sebelum dikafani berikan harum haruman/ wangi wangian dibagian yang dipakai bersujud pada bagian kepala dan jenggot. Metode pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) suatu pendekatan yang prosesnya bertujuan untuk pembelajaran dalam mengatasi suatu masalah dan pemenuhan kebutuhan praktis masyarakat serta produksi ilmu pengetahuan dan juga proses perubahan sosial keagamaan. Tujuan dan hasil pada sekema pengabdian ini adalah diharapkan mampu memberikan pemahaman secara komprehensif kepada mitra mengenai pengertian dan pentingnya mengetahui tentang sholat jenazah dan Memberi pemahaman secara komprehensif kepada mitra mengenai tata cara pelaksanaan sholat jenazah.
PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMA BUDI UTOMO PERAK Wahyudi Wahyudi; Khoirun Nisa’; Fahmi Fachrurrozie
Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/murobbi.v7i2.1881

Abstract

Discipline character is a fundamental value that builds personality. Discipline character education in Indonesia has become a necessity that cannot be avoided. Reviewing the National Education System Law in Indonesia, education is a process to produce graduates who are noble, professional in the field of science and technology and able to adapt in society. This study aims to identify; (1) the formation of the character of student discipline through learning Islamic religious education at SMA Budi Utomo Perak (2) the problems and their solutions. This research was conducted at SMA Budi Utomo Perak where this school upholds the values ??of the character of the religious profession, excellence, solidarity, trustworthiness, virtue, skill and independence in its vision. Researchers use qualitative research as a method. The research subjects were vice principals for curriculum, Islamic religious education teachers, and several students. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the teaching of disciplinary character through Islamic religious education is quite effective starting from teaching planning, implementing the teaching process, and teaching evaluation.
Pemberdayaan Anak-anak Desa Sudimoro dengan Pembelajaran Kosakata & Numerasi Melalui DUDADAU. EDU Fun Game dan Education khoirun Nisa'; Wahyudi Wahyudi; I’anatuzzakiyah I’anatuzzakiyah; Lisa Ermiati Lisa Ermiati; Fitrianti Hidha Masfufah Fitrianti Hidha Masfufah; Aurora Novitasari Aurora Novitasari; Siti Rusdiana Siti Rusdiana; Iklima Qurotu Izza Rizqiyyah Iklima Qurotu Izza Rizqiyyah; Imada Mila Al Khanifah Imada Mila Al Khanifah
Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNWAHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimaspen.v4i3.4086

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan yang signifikan terhadap berbagai dimensi kehidupan manusia, Pendidikan merupakan ujung tombak dalam pembangunan masa depan suatu bangsa. Oleh karena itu prubahan dan perbaikan terus dilakukan pada berbagai sektor Pendidikan, dalam hal ini peneliti ingin membuat inovasi dalam Pendidikan yaitu membuat sebuah media pembelajaran yang bernama “ DUDADADU.EDU “pembelajaran Kosa Kata dan Numerisasi berbasis Fun Game dan Education. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan untuk pelaksanaan kegiatan ini menggunakan model pembelajaran koperatif tipe STAD merupakan model yang menekankan pada aktivitas dan interaksi anatar siswa untuk saling membantu dalam penguasaan materi, tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan minat dan semangat para siswa di desa sudimoro, hasil yang di capai dalam kegiatan ini antara lain dampak bagi pembelajaran siswa, dan juga bagi social.
Co-Authors Achmad Aldyansyah Achmad Reza Faishal Amin Achmadi Achmadi Ade Rizal Rosyidi Agung Prasetyo Ahmad Muslimin Ahmad Robani Aurora Novitasari Aurora Novitasari Bambang Rianto Chakam Abu Musa Chusnul Chotima Danang Uswatun Fatriyah Desyandri Desyandri Didin Sirojudin Durrotil Hikmah Elok Fadilatul Fajria Emi Lilawati Fadlilah Faizatul Fuadah Fadlilatul Ma'rufah Famung Gangga Fenti Mamluatut Tifliya Fitrianti Hidha Masfufah Fitrianti Hidha Masfufah Hellyou Susanti Helmawan Nugroho Heni Nurlia Fatmawati I’anatuzzakiyah I’anatuzzakiyah Iklima Qurotu Izza Rizqiyyah Iklima Qurotu Izza Rizqiyyah Imada Mila Al Khanifah Imada Mila Al Khanifah Khoirun Nisa` Khusnul Khotimah Lisa Ermiati Lisa Ermiati Lutfiah Khoirunnova M Syifa'ul Umam M. Aliyul Wafa M. Dzikrul Hakim Al Ghozali M. Muhlas Saifuddin Nur Mar'atus Dwi Khofifah Ma’ruf Saifullah Moh Zuem Marzuki Moh. Faridl Darmawan Mohamad Khoirur Roziqin Mohammad Saat Ibnu Waqfin Muh Abdurrosyid Afif Muh Khofif Luthfi Rohman Muhamad Khoirur Roziqin Muhammad Arsyadul Arief Muhammad Iqbal Nasrullah Muhammad Riski Budiyono Muhammad Saat Ibnu Waqfin Nadiya Intan Acnesya Nanang Qosim Nanda Ade Fahreza Nur Aslakhah Baladina Revin Fajariyatul Chuzairoh Rif'an Hariri Rindi Antika Diah Rohma Rismainuri Ummu Choir Selly Nur Syafitri Sinar Anang Subekti Sindi Ramania Wulandari Siti Khalimatus Sa'diah Siti Nurazizah Siti nurul hidayati aurelia putri wijaya Siti Rusdiana Siti Rusdiana Susi Indrayani Syarifatul Khofifah Wahyu Azalea Az'zahra