Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA MERARIQ PADA MASYARAKAT SUKU SASAK Muhammad Mabrur Haslan; Dahlan Dahlan; Ahmad Fauzan
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 9, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v9i2.6835

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya merariq pada masyarakat suku sasak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan adalah, wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya merariq pada masyarakat suku sasak sebagai berikut: (1) perbedaan strata atau kelas (2) faktor budaya yang dilakukan secara turun temurun. 3) faktor ekonomi  (4) faktor persaingan.  (5) faktor perjodohanThe purpose of this study is:  (1)  to identify factors influence merariq  at Sasak Tribe Community.  The method of research in the shape case study. Meanwhile  the technique in collecting the data is in-depth interview, obervation, and documentation. Furthermore data analysis conducted completely during data collection in very focus of activities and every finishing data collection. The Results of research  to identify  factors influence merariq  at Sasak Tribe Community etc (1) discrimination strata and class fa(2) hereditary culture factors (3) economic factors (4) competition factors (5) matchmaking factors
INTERNALISASI NILAI-NILAI KARAKTER MELALUI MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Rispawati Rispawati; Ahmad Fauzan; Muhamad Salam; Dahlan Dahlan
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 1 (2022): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i1.15517

Abstract

AbstractThis study aims to internalize civics education courses to the application of character values for students in the Civics Study Program. To improve the quality of education in Indonesia, it becomes a demand to be able to make important contributions in the field of education, one of which is to produce qualified, competitive, professional, innovative and good character educator candidates for the nation's future. The method in this research is qualitative with a descriptive approach. Data collection techniques by means of observation, interviews, and documentation. The results of this study show that applying the character values of students through civic education courses, namely (religious) has obedient behavior to the teachings of the religion they adhere to, (honest) behavior that seeks to make themselves as a person who can always be trusted, (disciplined) shows behavior orderly and obedient to various provisions and rules, (hard work) showing genuine efforts in overcoming various learning and task barriers, (creative) finding good thinking patterns that produce something new, (independent) attitudes and behaviors that are not easily dependent on other people, (democratic) ways of thinking, and making decisions that are always judged on the basis of common interests.Keywords: Internalization, Civics, Values, Character, StudentsAbstrakPenelitian ini bertujuan menginternalisasikan mata kuliah pendidikan kewarganegaraan terhadap aplikasi nilai-nilai karakter mahasiswa program studi PPKn. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, menjadi sebuah tuntutan untuk dapat memberikan kontribusi-kontribusi penting dibidang pendidikan, salah satunya adalah dengan menghasilkan para calon pendidik yang  berkualitas, kompetitif, profesional,  inovatif dan memiliki karakter yang baik bagi penerus bangsa nantinya. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriftif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan megaplikasikan nilai-nilai karakter mahasiswa melalui mata kuliah pendidikan kewarganegaraan yaitu (religius) memiliki prilaku yang patuh terhadap ajaran agama yang dianutnya, (jujur) prilaku yang diupaya menjadikan dirinya sebagi orang yang selalu dapat di percaya, (disiplin) menunjukan prilaku tertib dan patuh berbagai ketentuan dan aturan, (kerja keras) menunjukan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, (kreatif) menemukan pola berpikir secara baik yang menghasilkan sesuatu yang baru, (mandiri) sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain, (demokrasi) cara berpikir, dan memberikan keputusan  yang selalu menilai dengan atas dasar kepentingan bersama.Kata Kunci : Internalisasi, PKn, Nilai, Karakter, Mahasiswa
Pelaksanaan Program Sekolah Ramah Anak di SMPN 1 Gunungsari Dhea Anisya Pasha; Bagdawansyah Alqadri; Dahlan Dahlan; Mohammad Mustari
MANAZHIM Vol 4 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Manajemen Pendidikan Islam STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/manazhim.v4i2.1787

Abstract

This research aims to describe the implementation of the Child Friendly School Program (SRA), the supporting and inhibiting factors for the implementation of the SRA Program, as well as the benefits of implementing the SRA Program at SMPN 1 Gunungsari. The SRA program is a program that is expected to ensure the fulfillment of children's rights, such as getting protection to protect children from cases of violence that can occur in schools. This research used qualitative research with a phenomenological approach. Data collection techniques using observation techniques, interviews, and documentation. Based on the results of the study, it shows that the implementation of the SRA Program includes (1) SRA policies, (2) trained educators and education personnel of KHA and SRA, (3) implementation of child-friendly learning processes, (4) child-friendly facilities and infrastructure, (5) participation children, (6) the participation of parents, alumni, community organizations, and the business world, has not running optimally. This is because there are inhibiting factors in the form of the absence of a special SRA curriculum, funds that are still minimal, the absence of a special SRA team, and the participation of parents of students is still lacking. However, there are efforts in the form of supporting factors including the existence of human resources, infrastructure resources, and financial resources that can be optimized. In addition, there are benefits from implementing the SRA Program for schools, teachers, students, and the community.
Dampak Gerakan Literasi Sekolah Terhadap Karakter Mandiri Siswa: Studi di SMPN 15 Mataram Andriyazmi Urfaupratiwi; Dahlan Dahlan; Lalu Sumardi; M. Zubair
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.897

Abstract

Literasi merupakan salah satu program sekolah yang dijadikan sebagai pembiasaan kepada peserta didik dan seluruh warga sekolah. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dampak implementasi program gerakan literasi sekolah dalam membentuk karakter mandiri siswa di SMPN 15 Mataram, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa gerakan literasi sekolah dilaksanakan dalam dua kategori, yaitu literasi baca tulis dan literasi digital. Selain itu terdapat kegiatan untuk mengembangkan karakter mandiri siswa dalam gerakan literasi sekolah seperti; memahami buku bacaan secara mandiri, penguatan karakter mandiri, melakukan tugas mandiri, memahami informasi secara mandiri, keterampilan menulis karya ilmiah secara mandiri. Dari temuan peneliti dapat disimpulkan bahwa gerakan literasi sekolah baik untuk mengembangkan karakter mandiri siswa. 
Penumbuhkembangan Karakter Toleransi Siswa SMP Negeri 14 Mataram Laelatul Alya Istiana; Lalu Sumardi; Dahlan Dahlan; M. Ismail
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.951

Abstract

Karakter merupakan upaya dalam membentuk manusia intelek dan bermoral. Penumbuhkembangan karakter sangat penting termasuk karakter toleransi. Karakter toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan agama, ras, suku, pendapat, sikap dan perilaku orang lain yang berbeda dari diri sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cara sekolah, faktor pendukung dan penghambat dalam menumbuhkembangkan karakter toleransi siswa SMP Negeri 14 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik wawancara struktur, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cara sekolah dalam menumbuhkembangan karakter toleransi siswa, yaitu; 1) selalu mengingatkan dan memberikan nasihat kepada siswa, 2) memberikan contoh kepada siswa, dan 3) mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung penumbuhkembangkan karakter toleransi. Faktor pendukung dalam penumbuhkembangan karakter toleransi siswa SMP Negeri 14 Mataram, yaitu; 1) motivasi guru dalam menumbuhkembangkan karakter toleransi siswa, 2) kerjasama yang baik antara semua guru, dan 3) sekolah menyediakan sarana prasarana dalam menumbuhkembangkan toleransi. Faktor penghambat dalam penumbuhkembangan karakter toleransi siswa SMP Negeri 14 Mataram, yaitu; 1) kondisi siswa yang berbeda-beda, 2) lingkungan keluarga, 3) lingkungan sosial.
CIVIC CULTURE DALAM TRADISI BARODAK (Studi di Kelurahan Kuang Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat) Ardiansyah Ardiansyah; Dahlan Dahlan; Basariah Basariah; Muhammad Zubair
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v12i2.14882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan tradisi barodak dan civic culture dalam tradisi barodak di Kelurahan Kuang Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan jenis penelitian etnografi yaitu menjelaskan terkait budaya, serta ikut serta mengamati dan berperan serta sebagai bagian dari penelitian yang dilakukan dilapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan tradisi barodak dilakukan melalui tahap, sejarah munculnya tradisi barodak, proses persiapan, pelaksanaan, makna dan peran masyarakat. Civic culture dalam tradisi barodak terdapat saling menghormati, saling membantu, terlibat aktif, hubungan masyarakat dan tolong-menolong. Penelitian ini pada masyarakat dapat dijadikan sebagai dokumen tertulis dalam menjaga dan melestarikan tradisi barodak.
Makna dan Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Pertunjukan Kesenian Alat Musik Tradisional Gendang Beleq Albi Eka Daud; Dahlan Dahlan; Lalu Sumardi
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 11, No 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v11i2.38691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik permainan kesenian gendang beleq, makna alat dan pertunjukan, dan nilai-nilai yang terkandung dalam pertunjukan kesenian gendang beleq. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian phenomeolog. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik penentuan sampel penelitan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil temuan penelitian teknik  permainan alat musik gendang beleq yaitu : a) gendang; ditabuh & dikeplak. b) kenceng/cemprang; ditepuk. c) oncer/petuk; ditabuh.   d) rincik; ditabuh. e) trompong; ditabuh.  f) gong; ditabuh. g) suling; ditiup.  Makna alat yaitu : a) gendang,  berbahan kayu yang membran sebelah kiri dan kanan dilapisi kulit hewan sapi dan kambing. b) kenceng/cemprang. berbentuk piringan terbuat dari logam yang berbahan kuningan. c) oncer/petuk, berbentuk bulat terbuat dari logam berbahan kuningan. d) rincik, berbentuk piringan terbuat dari logam berbahan kuningan. e) trompong, berbentuk bulat terbuat dari logam berbaan kuningan.. f) gong, berbentuk bulat terbuat dari logam berbahan kuningan. g) suling,  terbuat dari bambu. Makan pertunjukan yaitu : a) bentuk pelestarian. b) pembentuk sikap gotong royong. Nilai-nilai dalam gendang beleq yaitu : a) nilai estetika. b) nilai tanggung jawab. c) nilai kerja keras. d) nilai ekonomis. 
Persepsi Mahasiswa Program Studi PPKn FKIP Universitas Mataram Terhadap Pembelajaran Daring Pada Mata Kuliah Sistem Politik dan Pemerintahan Indonesia di Masa New Normal Edy Kurniawansyah; Dahlan Dahlan; Yuliatin Yuliatin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.1001

Abstract

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dan kreatif dapat mengembangkan potensi diri diantaranya: spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa Program Studi PPKn FKIP Unram terhadap pembelajaran daring pada mata kuliah Sistem Politik dan Pemerintahan Indonesia di masa New Normal. Berdasarkan tujuan khusus maka penelitian ini memiliki urgensi dalam rangka memberikan informasi terkait persepsi mahasiswa Program Studi PPKn FKIP Unram terhadap pembelajaran daring pada mata kuliah Sistem Politik dan Pemerintahan Indonesia di masa New Normal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengungkapkan gejala atau fenomena yang terjadi. Lokasi penelitian dilaksanakan di Program Studi PPKn FKIP Unram. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan kuesioner yang berisi jenis pertanyaan-pertanyaan yang dibagikan dengan menggunakan google form. Teknik Analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data, tahap display data dan tahap penarikan kesimpulan. Luarannya adalah Publikasi ilmiah pada jurnal terakreditasi Sinta dan rekomendasi kebijakan. Hasil menunjukkan Persepsi Mahasiswa Program Studi PPKn FKIP UNRAM terhadap Pembelajaran Daring Pada Mata Kuliah Sistem Politik dan Pemerintahan Indonesia di Masa New Normal dapat dikatakan baik. Kemudian proses pembelajaran daring pada mahasiswa Program Studi PPKn menggunakan berbagai macam penggunaan Learning Management System (LMS). Adapun yang menjadi kendala dalam proses pelaksanaan pembelajaran daring adalah koneksi internet yang tidak stabil dan hal ini perlu diantisipasi agar pembelajaran daring lebih efektif guna peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik yang lebih baik.
Dampak Gerakan Literasi Sekolah Terhadap Karakter Mandiri Siswa: Studi di SMPN 15 Mataram Andriyazmi Urfaupratiwi; Dahlan Dahlan; Lalu Sumardi; M. Zubair
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.897

Abstract

Literasi merupakan salah satu program sekolah yang dijadikan sebagai pembiasaan kepada peserta didik dan seluruh warga sekolah. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dampak implementasi program gerakan literasi sekolah dalam membentuk karakter mandiri siswa di SMPN 15 Mataram, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa gerakan literasi sekolah dilaksanakan dalam dua kategori, yaitu literasi baca tulis dan literasi digital. Selain itu terdapat kegiatan untuk mengembangkan karakter mandiri siswa dalam gerakan literasi sekolah seperti; memahami buku bacaan secara mandiri, penguatan karakter mandiri, melakukan tugas mandiri, memahami informasi secara mandiri, keterampilan menulis karya ilmiah secara mandiri. Dari temuan peneliti dapat disimpulkan bahwa gerakan literasi sekolah baik untuk mengembangkan karakter mandiri siswa. 
Penumbuhkembangan Karakter Toleransi Siswa SMP Negeri 14 Mataram Laelatul Alya Istiana; Lalu Sumardi; Dahlan Dahlan; M. Ismail
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.951

Abstract

Karakter merupakan upaya dalam membentuk manusia intelek dan bermoral. Penumbuhkembangan karakter sangat penting termasuk karakter toleransi. Karakter toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan agama, ras, suku, pendapat, sikap dan perilaku orang lain yang berbeda dari diri sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cara sekolah, faktor pendukung dan penghambat dalam menumbuhkembangkan karakter toleransi siswa SMP Negeri 14 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik wawancara struktur, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cara sekolah dalam menumbuhkembangan karakter toleransi siswa, yaitu; 1) selalu mengingatkan dan memberikan nasihat kepada siswa, 2) memberikan contoh kepada siswa, dan 3) mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung penumbuhkembangkan karakter toleransi. Faktor pendukung dalam penumbuhkembangan karakter toleransi siswa SMP Negeri 14 Mataram, yaitu; 1) motivasi guru dalam menumbuhkembangkan karakter toleransi siswa, 2) kerjasama yang baik antara semua guru, dan 3) sekolah menyediakan sarana prasarana dalam menumbuhkembangkan toleransi. Faktor penghambat dalam penumbuhkembangan karakter toleransi siswa SMP Negeri 14 Mataram, yaitu; 1) kondisi siswa yang berbeda-beda, 2) lingkungan keluarga, 3) lingkungan sosial.