Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Handle Rem Sepeda Motor Berbahan Limbah Plastik Hasil Cetakan S 45c Satriadyanto, Irawan; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v8i1.27300

Abstract

Perkembangan teknologi banyak menimbulkan dampak positif  dan negatif.  Adanya material baru yang biasanya digunakan oleh aktifitas manusia, termoplastik merupakan salah satu bentuk material baru. Salah satu bahan termoplastik adalah plastik yang biasa kita gunakan untuk aktifitas sehari-hari.Yang akan dibahas bagaimana rancangan handle rem berbahan limbah plastik dan bagaimana proses pembuatan handle rem berbahan limbah plastik. pengecoran adalah suatu proses penuangan material cair seperti logam dan plastik yang dimasukan kedalam cetakan dan jenis-jenis cetakan tersebut berupa cetakan grafit, cetakan pasir, cetakan permanen, cetakan keramik, cetakan plaster dan cetakan shell Pada proses pembuatan handle ini peneliti hanya mengambil 5 jenis plastik sebagai bahan dasar yang akan digunakan untuk pembuatan handle rem, yaitu jenis Polyethylene Terephthalate (PET/PETE),  High Density Polyethylene (HDPE), Low Density Polyethylene (LDPE), Polypropylene (PP), Polystyrene (PS). Sebelum memulai penelitian ini melakukan proses pemisahan material plastik yang sudah dikumpulkan berdasarkan jenisnya. Pada proses pengecoran handle rem penelitian ini mengkombinasikan beberapa jenis plastik anatara lain jenis PET dengan LDPE, PET dengan PP, PET dengan PS, dan PP dengan HDPE. berdasarkan hasil visualitas perbandingan campuran limbah plastik yang digunakan untuk pembuatan handle rem bahan limbah plastik dengan jenis PP dan HDPE merupakan hasil cetakan yang baik. Karena dari awal pengerjaan hingga akhir tidak mengalami kendala yang begitu berat untuk proses pengerjaan handle rem. Pada saat proses pelepasannya handle sangat mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama.Kata Kunci: Daur ulang limbah plastik, pengecoran limbah plastik, handle rem limbah plastikDaftar RujukanFebriansyah, 2019, “Inovasi Baru Mengubah Sampah Plastik Jadi Kertas yang Mudah  Terurai”. Tersedia pada https://tirto.id/inovasi-baru-mengubah-sampah-plastik-jadi-kertas-yang-mudah-terurai-dftk (diakses tanggal 8 Juni 2019)Khoirumansyah, 2012, “Macam-Macam Cetakan Logam”. Tersedia pada http://khoirumansyahbtr.blogspot.com/2012/11/macam-macam-cetakan-logam.html (diakses tanggal 7 Juni 2019)Logam Ceper, 2014, : ”Cetakan Pasir (Sand Moulding)”. Tersedia pada https://logamceper.com/cetakan-pasir-sand-moulding/ (diakses tanggal 7 Juni 2019)Nurhenu Karuniastuti. Bahaya Plastik  Terhadap Kesehatan Dan Lingkungan.Prof. Drs. Soegyarto Mangkuatmodjo, maret 2014 “Stastik Lanjutan”, Jakarta: PT Asdi Mahasatya.Raggne, May 11, 2015, “Arti Kode Kemasan Plastik: PET(E), HDPE, PVC, LDPE, PP, PS” Tersedia pada  https://raggne.wordpress.com/2015/05/11/arti-kode-kemasan-plastik-pete-hdpe-pvc-ldpe-pp-ps/(diakses tanggal 13 November 2018)Samsudi, Fuad  dan Yugohindra, 2011, Analisa Pengaruh Pengecoran Ulang Terhadap Sifat Mekanik Paduan Alumunium ADC 12.STP Team , November 24, 2016, “Heat Treatment of Carbon Steel – S45C / C45 Steel”. Tersedia pada https://www.steelindopersada.com/2016/11/heat-treatment-of-carbon-steel-aisi-s45c-steel-grades.html (diakses tanggal 7 Juni 2019)sugiyono. (2010) Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung.Wikipedia, 30 November 2017, “Rem” tersedia pada https://id.wikipedia.org/wiki/Rem (diakses tanggal 13 November 2018)
Analisis Perbandingan Tegangan Statik Material Galvanized Steel Dengan Material Aluminium Alloys 7076-T6 (Sn) Pada Frame Ganesha Scooter Underwater (GSU) Menggunakan Software Solidworks Firdaus, Kholid; Dantes, Kadek Rihendra; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v8i1.27302

Abstract

Dalam penenlitian ini dilakukan analisis tegangan statik pada rancangan Frame Ganesha  Scooter Underwater dengan perbandingan material galvanized steel dan aluminuium alloys 7076-T6 menggunakan software Solidworks dengan tanpa beban pengendara dan pembebanan dari pengendara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tegangan statik terbesar pada Frame Ganesha Scooter Underwater menggunakan material galvanized steel dan aluminium alloys 7076-T6 dengan beban 80 Kg dan tanpa beban. Dari hasil analisis yang telah dilakukan pada frame dengan material galvanized steel dan aluminium alloys 7076-T6 (SN) tanpa beban pengendara maupun dengan beban pengendara mengalami penurunan setelah dilakukan penggantian material aluminium alloys 7076-T6 (SN) yaitu sebesar 8,4% dan juga tegangan maksimum pada frame dengan material galvanized steel dengan beban pengendara mengalami penurunan setelah dilakukan penggantian material aluminium alloys 7076-T6 (SN) yaitu sebesar 8,4%. Kemudian hasil faktor keamanan (factor of safety) pada frame material galvanized steel tanpa beban pengendara mengalami peningkatan setelah dilakukan penggantian material aluminium alloys 7076-T6 (SN) yaitu sebesar 63%. Dan juga faktor keamanan (factor of safety) pada frame standar material galvanized steel dengan beban pengendara mengalami peningkatan setelah dilakukan penggantian material aluminium alloys 7076-T6 (SN) yaitu sebesar 63,02%, sehingga dapat dikatakan bahwa pergantian material galvenized steel dengan aluminium alloys 7076-T6 lebih baik dan lebih kuat untuk digunakan.Kata Kunci :Aluminium Alloys, Frame, Galvanized Steel,Tegangan  Von MisesDaftar RujukanBudarma, K. (2016). Analisis komparatif tegangan statik pada frame ganesha electric vehicles 1.0 generasi 1 berbasis continous variable transmission (cvt) berbantuan software ansys 14.5, [Skripsi], Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia.Fadila, A. (2013). Analisis simulasi struktur chassis mobil mesin usu  berbahan besi struktur terhadap beban statik dengan menggunakan perangkat lunak ansys 14.5.[skripsi], Teknik Mesin, Universitas Sumatera Utara.Ihsan, E., Emira dkk.(2017). Aluminium. Jurnal Mahasiswa Kimia, Universitas Negeri       Padang, Inodonesia. https://www.slideshare.net/nandifirdaus/jurnal-aluminium diakses 18 juni 2017.Joko, P.  (2010). Aplikasi metode elemen hingga (meh) pada struktur rib bodi angkutan publik. [Skripsi], Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret.Novita, S. (2018). Analisis laju korosi dan kekerasan pada stainless steel 304 dan baja nikel laterit dengan variasi kadar ni (0. 3. dan 10%) dalam medium korosif. [Skripsi] Jurusan Fisika Universitas Lampung.Setya, B. (2005). Modul chasis sepeda motor. [modul], Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Yogyakarta (diakses 18 Juni 2018)Saputra, I. N. A. A. (2018). Analisis tegangan statik pada rancangan frame mobil listrik ganesha sakti (gaski) menggunakan software solidworks 2014. [Skrisi], Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Pendidikan Ganesha.Ongga, P., Dkk. (2009). Konsepsi mahasiswa tentang tekanan hidrostatis”. Universitas Yogyakarta (diakses 25 Januari 2020)Pratama., Syahrul, B. (2016). Analisis tegangan statik pada rangka sepeda motor jenis matic menggunakan software catia p3 v5r14. [Skrisi], Teknik Mesin, Universitas Lambung Mangkurat Banjar baru.Purwanto., Joko., Rofikoh, U. (2014). Rancang bangun perangkat eksperimen hukum archimedes. Inklusi, Jurnal Vol. 1 No.1 (diakses 25 Januari 2020)Perdhna, Syohan, D., dkk.(2017). Studi laju korosi pada plat stainless steel (ss) dengan variasi media korosi. Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Kelautan. http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-16971- 4307100005-paperpdf.pdf diakses (18 juni 2017).Sari, S. P.,  Santoso, P. (2014). Analisis tegangan statik pada rangka sepeda motor jenis matic menggunakan software catia p3 v5r14. [Skripsi] Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknologi IndustriWili, C., Maha. (2014). Aplikasi finite elemen analysis pada struktur rib bodi angkutan publik. [Tugas Akhir], Jurusan Teknik Mesin, Universitas Indonesia  
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournament (TGT) Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Pekerjaan Dasar Otomotif Siswa Kelas X TKRO SMK Negeri 1 Denpasar Suandika, I Komang Adi; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dewi, L.J.E.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v8i2.27599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan keaktifan belajar pekerjaan dasar otomotif antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT) dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (2) perbedaan hasil belajar pekerjaan dasar otomotif antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT) dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (3) perbedaan keaktifan dan hasil belajar pekerjaan dasar otomotif secara simultan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT) dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif pada mata pelajaran pekerjaan dasar otomotif, siswa kelas X TKRO di SMK Negeri 1 Denpasar. Objek penelitian ini adalah pelaksanaan, keaktifan dan hasil belajar siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT). Data dikumpulkan dengan metode observasi, dokumentasi, angket dan tes. Sampel penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan MANOVA. Adapun hasil dari penelitian ini adalah (1) rata-rata keaktifan belajar siswa pada kelas eksperimen (82,25), pada kelompok kontrol (73,28) (2) rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen (76,81), pada kelompok kontrol (63,47). Kata kunci: 1; TGT 2; Keaktifan Belajar 3; Hasil Belajar.Daftar RujukanA.M. Sardiman. 2001. Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta : Raja Grafindo Persada.Emzir. 2012. Metodelogi penelitian pendidikan kuantitatif dan kualitatif. Bandung : Rajagrafindo Persada.Isjoni. 2013. Cooperative learning efektivitas pembelajaran kelompok. Bandung  : Alfabeta.Istarani. 2011. Model pembelajaran inovatif. Medan : Media Persada.Kamdi. 2007. Strategi pembelajaran. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.Moh. Uzer Usman. 2006. Menjadi guru profesional. Bandung :  PT. Mancama  Jaya CemerlangSanjaya, Wina. 2008. Perencanaan dan desain sistem pembelajaran. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.Shoimin, Aris. 2014. Model pembelajaran inovatif dalam kurikulum 2013. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media. Vol. 203.Slavin, Robert E. 2015. Cooperative learning: Teori, riset dan praktik. Bandung : Nusa Media. Vol. 163.Sudjana, Nana. 2005. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensindo.Sugiyono. 2004. Metodologi penelitian. Bandung :  Alfabeta.Suprijono, Agus. 2009. Cooperative learning ; Teori dan aplikasi PAIKEM Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Wendra. 2016. Penulis karya ilmiah. Singaraja : Universitas Pendidikan Ganesha.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Flash Mata Pelajaran Sistem Pengapian Bagi Siswa Smk Kadir, Ach. Khalil; Dewi, Luh Joni Erawati; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk, 1) Untuk mengetahui pengembangan media pembelajaran adobe flash cs6 pada Mata Pelajaran Sistem Pengapian bagi siswa SMK. 2)                    Untuk mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran adobe flash cs6 Mata Pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan Materi Sistem Pengapian. Merujuk pada pernyataan tersebut peneliti mengangkat penelitian dengan menggunakan jenis penelitian Research and Developnent (R&D), model penelitian pengembangan 4-D (Four-D Model), yang terdiri dari 4 tahapan diantaranya tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (development), dan tahap penyebaran (deseminate). Hasil dari penelitian ini yaitu 1) memahami pengembangan media pembelajaran adobe flash cs6 Mata Pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan sepeda Motor bagi siswa SMK. 2) mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran adobe flash cs6  dengan data respon yang diberikan ahli materi berdasarkan persentase didapatkan hasil untuk media pembelajaran adobe flash cs6 yaitu 88,33% dengan kriteria sangat baik, respon yang diberikan ahli media berdasarkan persentase didapatkan hasil untuk media pembelajaran adobe flash cs6 yaitu 82,5% dengan kriteria baik, dan hasil uji coba kelompok kecil dengan jumlah siswa 10 orang dengan nilai 90% dengan kriteria sangat baik, dan kelompok besar 87,72% dengan kriteria sangat baik. Hasil temuan tersebut menunjukkan bahwa media adobe flash cs6 sangat layak/sangat baik digunakan sebagai media pembelajaran dari segi materi dan segi media. Kata Kunci     : Media Pembelajaran; Pengembangan Adobe Flash CS6.
Analisa Variasi Campuran Minyak Kelapa Sawit Untuk Oli Peredam Kejut Shock Absorber Ganesha Electric Vehicles 1.0 Generasi 2 Prayuda, Gede Wisnu; Kadek Rihendra Dantes; I Nyoman Pasek Nugraha
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v10i2.32712

Abstract

Shock absorber atau  shock breaker adalah sebuah alat mekanik yang didesain untuk meredam hentakan yang disebabkan oleh energi kinetik. Dalam kendaraan, alat ini berfungsi untuk mengurangi efek dari kasarnya permukaan jalan. Dalam penelitian ini, perlakuan berupa pencampuran minyak sawit (CPO) dengan oli peredam kejut, kemudian akan dilihat hasil berupa perubahan yang terjadi pada shock absorber yang diujicobakan, force kompresi, suhu, dan rebound di setiap variasi campuran minyak kelapa sawit dengan oli peredam kejut menggunakan shock absorber rancangan ganesha electric vehicles 1.0 generasi 2 sebagai obyek penelitian. Selanjutnya oli predam kejut yang akan di pakai dalam penelitian ini beserta campuran yang akan di ujikan yaitu Minyak kelapa Sawit (CPO) yang di anggap peneliti untuk meningkatkan daya redam dari shock absorber rancangan ganesha electric vehicles 1.0 generasi 2.            Berdasarkan hasil uji oli peredam kejut Shock Absorber 100% sebagai pengujian awal untuk mendapatkan nilai standar yang akan dibandingkan dengan minyak kelapa sawit sebesar 40% dan 20%. Dari pengujian oli peredam kejut Shock Absorber 100% dan didapatkan nilai rata-rata  Compression Force 81.438, Rebound Force 99.51725, dan Temperature 29.74 C. Berdasarkan hasil uji oli peredam kejut Shock Absorber 60% dengan minyak kelapa sawit 40% setelah dicampur didapatkan nilai rata-rata Compression Force yaitu -100.4055, nilai rata-rata dari  Rebound Force yaitu  169.14075  dan Temperature 30.69  C. Dari pengujian oli peredam kejut Shock Absorber 100% dibandingkan dengan oli peredam kejut Shock Absorber 60% dengan minyak kelapa sawit 40% terdapat perbedaan dimana viskositas oli tersebut terlalu kental sehingga mendapatkan hasil kompresi terlalu tinggi dan rebound tidak stabil. Berdasarkan hasil uji oli peredam kejut Shock Absorber 80% dengan minyak kelapa sawit 20% setelah dicampur didapatkan nilai rata-rata Compression Force yaitu -85.377, nilai rata-rata dari  Rebound Force yaitu  185.73675 dan Temperature 29.82 C. Dari pengujian oli peredam kejut Shock Absorber 100% dan dibandingkan dengan uji oli peredam kejut Shock Absorber 80% dengan minyak kelapa sawit 20% terdapat perbedaan dimana viskositas oli tersebut memenuhi syarat sehingga mendapatkan hasil kompresi stabil  dan rebound stabil.
Pengaruh Variasi Kedalaman dan Kecepatan Pemakanan Terhadap Tingkat Kekasaran Permukaan Baja ST.37 Suadnyana, Made Budi; I Nyoman Pasek Nugraha; Kadek Rihendra Dantes
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v10i2.38695

Abstract

Kedalaman dan kecepatan pemakanan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kekasaran permukaan benda kerja pada saat proses pemesinan, khususnya pada proses pembubutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kedalaman dan kecepatan pemakanan terhadap tingkat kekasaran permukaan hasil pembubutan rata baja ST. 37. Penelitian ini menggunakan metode experiment dengan variabel terikat yaitu kekasaran permukaan dan variabel bebas yaitu kedalaman dan kecepatan pemakanan. Kecepatan pemakanan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 0.10 mm/putaran dan 0.13 mm/putaran sedangkan kedalaman pemkanan yang digunakan yaitu: 0.1 mm, 0.2 mm, dan 0.3mm. Sampel penelitian sebanyak 60 spesimen. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan ANAVA dua jalur dengan menganalisa data kekasaran permukaan masing-masing spesimen setelah dilakukan pengujian kekasaran permukaan sebanyak 3 kali untuk 1 spesimen dengan menggunakan alat dial indikator dengan ketelitian 0.001mm. Dari hasil analisis data, kedalaman 0.1mm dengan kecepatan pemakanan 0.10 mm/putaran yang menghasilkan kekasaran permukaan paling rendah dengan harga kekasaran permukaan .015490mm. Kata kunci : Kekasaran Permukaan (Y) Kedalaman Pemakanan (X1) Kecepatan Pemakanan (X2)
Analisis Pengaruh Variasi Beban Pendinginan Ruangan Terhadap Unjuk Kerja Prototype Mini Water Chiller Putra, Ryan Pratama; Nugraha, I Nyoman Pasek; Wiratmaja, I Gede
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v10i2.43722

Abstract

Dari waktu ke waktu teknologi mesin pengkodisian udara sudah mengalami perkembangan yang pesat.  Mulai dari sistem untuk skala kecil (direct exspansion) hingga untuk skala besar (water chiller). Adapun prototype mini water chiller telah dibuat sebelumnya oleh mahasiswa konsentrasi pendingin program studi pendidikan teknik mesin undiksha belum pernah diuji performansinya dengan pemberian beban pendinginan pada kabin/ruangannya. Sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi beban pendinginan yang mana dalam penelitian ini menggunakan variasi pembebanan temperatur 30 ºC, 35 ºC, 40 ºC, 45 ºC, 50 ºC terhadap laju pendinginan ruangan serta coefficient of performance (COP) pada unit prototype mini water chiller. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode eksperimen (percobaan) dengan variabel bebas yaitu variasi beban pendinginan ruangan yang mana menggunakan variasi pembebanan temperatur 30 ºC, 35 ºC, 40 ºC, 45 ºC, 50 ºC yang diperoleh dari penggunaan hair dryer berukuran 400 watt serta variable terikat yaitu laju pendinginan ruangan dan coefficient of performance (COP) mesin pendingin. Proses pengujian dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan pengambilan data pada setiap variasi pembebanan dengan total jumlah pengambilan data sebanyak 15 kali. Hasil dari pengujian mendapatkan data – data sebagai berikut : untuk laju pendinginan ruangan terendah terjadi pada pembebanan dengan temperatur 30 ºC sedangkan untuk untuk laju pendinginan ruangan tertinggi terjadi pada pembebanan dengan temperatur 50 ºC dan untuk coefficient of perfomance (COP) terendah terjadi pada pembebanan dengan temperatur 50 ºC sedangkan untuk coefficient of perfomance (COP) tertinggi terjadi pada pembebanan dengan temperatur 30 ºC. Kata kunci : coefficient of perfomance (COP), laju pendinginan ruangan,  prototype mini water chiler. The rapid growth of air-coding technology from time to time. Ranging from a smal scale (direct expansion) to a large scale (water chiller system) the prototype mini water chiller has been made previously by cooling concentration students undiksha mechanical engineering education study program has never been tested for performance by providing cooling load on the cabin/room. So more research is needed to find out how the variations in cooling load in this study used variations in temperature loads of 30 ºC, 35 ºC, 40 ºC, 45 ºC, 50 ºC on room cooling rates and coefficient of performance (COP) on prototype mini water chiller units. The methods used in this study are comparative experiments with free variables that are variations in the cooling load of the room which uses variations of temperature loads of 30 ºC, 35 ºC, 40 ºC, 45 ºC, 50 ºC obtained from the use of a 400 watt hair dryer and variable bound that is cooling rate in the cab and coefficient of performance (cop) of cooling machine. The test process is carried out as many as 3 repetitions of data retrieval on each variation of the burden with a total amount of data retrieval of 15 times. The results of the test obtained the following data: for the lowest room cooling rate occurred at a charging temperature of 30 ºc while for the highest room cooling rate occurred at a charging temperature of 50 ºc and for coefficient of perfomance (COP) the lowest occurred at a charging temperature of 50 ºC while for coefficient of perfomance (COP) the highest occurred at a charging temperature of 30 ºC Keywords : coefficient of perfomance (COP), room cooling rate, prototype mini water chiler.
Pengembangan Media Pembelajaran Audio Visual Berbasis Powtoon Pada Mata Pelajaran Dasar-Dasar Otomotif Sub Pokok Alat-Alat Tangan (Handtools) Bagi Siswa Smk Adisantosa, I Gede Wahyu Denata; Elisa, Edi; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran audio visual berbasis powtoon pada materi dasar-dasar otomotif sub pokok alat-alat tangan (handtool’s) bagi siswa SMK. Penelitian pengembangan ini, berpedoman pada model pengembangan 4D (define, design, development, deseminate). Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kuesioner (angket). Untuk mengukur tingkat validitas dan kepraktisan media audio visual berbasis powtoon digunakan adalah rating scale.Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk memperoleh rata-rata dengan menggunakan rumus presentase. Yang menjadi subjek penelitian adalah ahli materi , ahli media, dan siswa kelas XII TKRO SMK Negeri 3 Singaraja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran audio visual berbasis powtoon pada materi dasar-dasar otomotif sub pokok alat-alat tangan (handtool’s) bagi siswa SMK dinyatakan sangat layak berdasarkan penilaian ahli materi dengan presentase 87% dan ahli media dengan presentase 91,3%. Sedangkan untuk tingkat kepraktisanya dinyatakan sangat praktis berdasarkan uji kelompok kecil dengan presentase 95,6% dan uji kelompok besar dengan presentase 89,6%, sehingga media pembelajaran yang telah dikembangkan dapat digunakan. Kata kunci: audio visual, media pembelajaran, powtoon
Analisis Pengaruh Variasi Pendinginan Terhadap Nilai Kekerasan dan Struktur Mikro Baja ST 42 Hasil Pengelasan SMAW Wiratmaja, I Gede; Nugraha, I Nyoman Pasek; Mahayoga, I Kadek Alit
Nusantara of Engineering (NOE) Vol 8 No 01 (2025): Volume 8 Number 1 - 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/noe.v8i01.23190

Abstract

The purpose of the research is to find out how the effect of cooling media variations of air, water, and SAE 40 oil on the level of hardness and microstructure of SMAW welding results on ST 42 steel material. The type of research used in this research is experimental research with Quantitative methods. The results showed that the variation of cooling media had a significant effect on the hardness and microstructure of the SMAW welding results. The highest average hardness with water cooling media in the weld metal area was 125.080 Kgf/mm², the HAZ area was 111.375 Kgf/mm², the parent metal area was 129.429 Kgf/mm² while the lowest hardness with air cooling media in the weld metal area was 93.205 Kgf/mm², the HAZ area was 99.806 Kgf/mm², the parent metal area was 121.893 Kgf/mm². Furthermore, the results of testing the microstructure of ST 42 steel from SMAW welding with water cooling media in the HAZ (Heat Affected Zone) area show more and denser pearlite grains, this shows a strong correlation between the amount of distribution and density of pearlite grains with an increase in hardness of ST 42 steel material from SMAW welding, especially with water cooling media.
PENGARUH JENIS ELEKTRODA TERHADAP SIFAT MEKANIK HASIL PENGELASAN SMAW MATERIAL BAJA ST 42 Armika, I Putu; Nugraha, I Nyoman Pasek; Widayana, Gede
Otopro Vol 20 No 2 Mei 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v20n2.p56-61

Abstract

SMAW (Shield Metal Arc Welding) is an activity carried out in the joining process which has a metal base material. The purpose of the study was to analyze the tensile strength results, and to determine the microstructure of the strongest electrode. using three types of electrodes RB-26, RD-250 and LB-52U electrode diameter 2.6mm on ST37 steel plate with ASTM E8 specimens with a length of 200mm, a width of 20mm and a thickness of 3mm. SMAW welding process with a welding current of 95A, with a position of 1G (flat). This study uses a descriptive quantitative statistical data processing method of experiments using Microsoft Excel software. From the results of the study there is a significant influence on the tensile strength of the three electrode variations. The highest tensile strength results are shown in the RD-260 electrode with a tensile strength of 513.28MPa and the lowest is the LB-260 electrode with a tensile strength of 478.09MPa. The results of microstructure testing with 200x and 400x measurements show that pearlite is the most abundant in the RB-26 electrode and ferrite is the most abundant in the RD-260 electrode. From the tensile test and microstructure test, there is a mutually influencing relationship that the highest tensile strength is the RD-260 electrode type, proven by the greater dominance of ferrite which is softer and more ductile. This finding indicates that the selection of electrode type plays an important role in determining the mechanical properties of the welding results.
Co-Authors Abdi Pranata, I Gede Adisantosa, I Gede Wahyu Denata Agus Adi, I Nyoman Alfian, Handi Aprianto, Gede Aprilia, Dodik ari pradnyana, suta Ariantika, Kadek Arifudin, Andi Armika, I Putu Arnawa, I Komang Gede Arsana, Putu Baskara, Rizal Buddhi Satya Utama Budiastawan, Ngurah Putu Darma, Kadek Budi Susila Deva Supriana, Putu Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra Dewa, I Dewa Gede Darma Permana Dewangga, Sang Putu Fitrah Dewi, L.J.E. Dipa, Dewa Putu Dias Sancaya Dwipayana, Made Krisna Eka Jaya, I Gd Elisa, Edi Fajriyanto, Muhammad Noval Firdaus, Kholid Galang Kawih Gede Agus Widiantara Gede Widayana Gede Widayana Hadi Susanto Haryono, Dimastya Teguh Cipto I Gede Ari Saputra I Gede Made Aditya Tresnajaya I Gede Wiratmaja I Gusti Ngurah Sanjaya, I Gusti Ngurah I Putu Heri Yudistira Kadek Rihendra Dantes Kadir, Ach. Khalil Kayana, I Made Dwi Kayana, Made Dwi Kolo, Jaeme Martins Krisnayadi, Made Hari Luh Joni Erawati Dewi Made Agus Suardana Pinatih Mahayoga, I Kadek Alit Mohammad Zakarianto Nyoman Arya Wigraha Pradana, Putu Surya Pramesti, I Gede Yoga Prayuda, Gede Wisnu Priadi, Made Angga Putera, Ocky Primatara Putra Krisnanandha, Vidsvara Putra, A. A. Pt. Ananta Putra, Anak Agung Kade Semara Putra, I G Ngurah Kusuma Randi Wirdana, I Gede Riandika, Putu Ryan Pratama Putra, Ryan Pratama Satriadyanto, Irawan Suadnyana, Made Budi Suandika, I Komang Adi Suartama, I Putu Gede Subadra, I Nengah Suka Arimbawa, I Kadek Suryantara, Putu Agus Sutrisna, Kadek Wibawa, I Wayan Satya Widiarta, I Wayan Wijaya, Dedik Ananta Wijaya, Kadek Surya Yasa, Kadek Odi Supertama Zurweni Zurweni