Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA PENGARUH LAJU ALIRAN FLUIDA AIR PADA SALURAN PIPA AHU (AIR HANDLING UNIT) TERHADAP CAPAIAN SUHU OPTIMUM MESIN PENDINGIN MINI WATER CHILER Kayana, Made Dwi; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v7i3.26517

Abstract

Penelitian ini Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi laju aliran fluida air terhadap capaian suhu optimal mesin pendingin Mini Water Chiler yang di hasilkan pada siklus sekunder. Adapun variasi laju aliran fluida air yang digunakan yaitu variasi laju aliran air 0,27 liter/detik, 0,55 liter/detik, dan 0,83 liter/detik..pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan setiap 20 menit sebanyak 20 kali. Dari hasil penelitian didapatkan penggunakan variasi laju aliran fluida air 0,27 liter/detik,0,55 liter/detik, dan 0,83 liter/detik pada AHU 1 adalah 26,430C : 19,330C : 13,430C. Pada AHU 2 adalah 26,330C : 19,22 0C : 13,330C. Pada AHU 3 adalah 26,230C : 19,120C : 13,230C. Dari pengujian di atas didapatkan penggunaan laju aliran fluida air 0,83 liter/detik menghasilkan suhu paling optimal dibandingkan dengan laju aliran fluida air 0,27 liter/detik dan 0,55 liter/detik, hal ini disebabkan semakin cepat laju aliran fluida air maka semakin optimal suhu yang di capai Mini Water Chiller  dan penyerapan panas pada setiap ruangan akan menjadi maksimal.Kata Kunci : Mini Water Chiler, Laju Aliran Fluida, Capaian Suhu OptimalThis study tries to study the variation of air fluid flow to the optimal temperature of Mini Water Chiler cooling machines produced in the secondary cycle. The variations in the air flow rate of the air used are variations in air flow rates of 0.27 liters / second, 0.55 liters / second, and 0.83 liters / second. The data analysis technique in this study uses one-way variation analysis. Data collection in this study was carried out every 20 minutes 20 times. From the results of the study obtained using variations in air fluid flow rate 0.27 liters / second, 0.55 liters / second, and 0.83 liters / second in AHU 1 is 26.430C: 19.330C: 13.430C. In AHU 2 is 26.330C: 19.22 0C: 13.330C. In AHU 3 is 26.230C: 19.120C: 13.230C. The water flow of 0.83 liters / second produces an optimal flow of water fluid 0.27 liters / second and 0.55 liters / second, this results in increased fluid flow velocity then the optimal temperature achieved by the Mini Water Chiller and heat at each the room will be maximal.Keywords: Mini Water Chiler, Fluid Flow Rate, Optimal Temperatur Achievement
PENGARUH ORIENTASI SERAT TERHADAP SIFAT MEKANIK KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT ALAM BATANG KULIT WARU(HIBISCUS TILIACEUST) DENGAN MATRIK POLIYESTER Widiarta, I Wayan; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i1.11411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh orientasi serat terhadap kekuatan impak dan model patahan komposit polyester berpenguat serat batang kulit waru. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan variabel terikat kekuatan impak, dan variabel bebas yaitu orientasi serat continuous, discontinuous, dan hyibrid. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, didapat F hitung sebesar 69,43. Selanjutnya hasil perhitungan tersebut dibandingkan dengan F tabel, dengan dbpembanding (antar) = 2 dan dbpenyebut (dalam) =27. Berdasarkan F tabel, didapat F tabel pada taraf signifikansi 5% sebesar 3,35. Perbandingan F hitung dengan F tabel ini menunjukkan bahwa F hitung lebih besar dari pada F tabel sehingga hasil penelitian ini signifikan. Berdasarkan uji signifikansi diatas, dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, dan H1 yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari variasi orientasi serat continuous, discontinuous, dan hyibrid terhadap sifat mekanik komposit berpenguat serat alam batang kulit waru terhadap uji impak diterima. Berdasarkan dari uji lanjut yang sudah didapat, bahwa terdapat perbedaan kekuatan impak komposit polyester berpenguat serat alam batang kulit waru antara orientasi serat continuous dengan discontinuous dengan nilai 11,16, orientasi serat continuous dengan hyibrid dengan nilai 4,12, dan orientasi serat discontinuous dengan hyibrid dengan nilai 7,49. Pada orientasi serat continuous, discontinuous, dan hyibrid rata-rata mengalami patahan getas (briettle) dan mekanisme fiber pull out dan dikategorikan memiliki model patan sikat (brush fracture) pada orientasi serat hyibrid. Kata Kunci : Kata kunci :kekuatan impak, model patahan, pengaruh orientasi serat. This study aimed at analyzing the effect of fiber orientation toward impact strength and fracture of polyester composites reinforce fiber rods of waru bark. It was an experimental study by using dependent variable of impact strength, and independent variable that is fiber orientation continuous, discontinuous, and hybrid. The findings showed that F was 69, 43. Then, the result was compared by table F, with comparison was 2 and denominator was 27. Based on table F, significant level is 5% about 3,35. The comparison of count F and table F shown that count F is bigger than table F. it can conclude that this is significant. Based on significant test above, H0 was rejected, and H1 state that there is difference of variation of fiber orientation continuous, discontinuous, and hybrid toward character of mechanical composite reinforce natural fiber of waru bark to accepted impact test. Based on further testing, there is difference impact strength of composite polyester reinforce natural fiber of waru bark between fiber orientation continuous to discontinuous with the result 11,61, fiber orientation continuous to hybrid with the result 4,12, and fiber orientation discontinuous to hybrid with the result 7,49. In addition, fiber orientation continuous, discontinuous, and hybrid experience brittle and fiber pull out and it categorized brush fracture in fiber orientation of hybrid.keyword : Key words: effect of fiber orientation, fracture model, impact strength.
ANALISIS PENGARUH CAMPURAN BAHAN BAKAR PERTALITE DENGAN NAPHTHALENE TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR, TORSI DAN DAYA PADA SEPEDA MOTOR 4 LANGKAH Suka Arimbawa, I Kadek; Pasek Nugraha, I Nyoman; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v7i1.18616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran bahan bakar pertalite dengan Naphthalene terhadap konsumsi bahan bakar, torsi dan daya pada sepeda motor 4 langkah. Data yang diamati pada penelitian ini adalah perbandingan konsumsi bahan bakar, torsi dan daya yang dihasilkan oleh sepeda motor 4 langkah. Pada penelitian ini, penulis lebih memilih untuk menggunakan metode penelitian dengan metode eksperimen. Hasil dari penelitian ini yaitu, bahan bakar pertalite murni didapatkan konsumsi bahan bakar sebesar 0,576 kg/jam, torsi 7,11 N.m, dan daya 6,45 Hp. Data rata-rata dari campuran bahan bakar 1 liter pertalite dengan 5 gram Naphthalene didapatkan konsumsi bahan bakar 0,352 kg/jam, torsi 7,56 N.m, daya 6,77 Hp. Bahan bakar 1 liter pertalite dengan 10 gram Naphthalene didapatkan konsumsi bahan bakar 0.342 kg/jam, torsi 7,86 N.m, dan daya 6,97 Hp. Dari penelitian ini didapatkan hasil, Campuran bahan bakar 1 liter pertalite dengan 10 gram Naphthalene terbaik untuk konsumsi bahan bakar, torsi dan daya dibandingkan bahan bakar pertalite murni dan campuran 1 liter pertalite dengan 5 gram Naphthalene.Kata Kunci : Kata kunci: konsumsi bahan bakar, daya,torsi, Naphthalene, pertalite. This study aims to determine the effect of a mixture of pertalite fuel and Naphthalene on fuel consumption, torque and power on a 4-step motorcycle. The data observed in this study is a comparison of fuel consumption, torque and power produced by a 4-step motorcycle. In this study, the authors prefer to use research methods with experimental methods. The results of this study, namely, pure pertalite fuel obtained fuel consumption of 0,576 kg / hour, torque of 7,11 N.m, and power of 6,45 Hp. The average data from the 1 liter pertalite fuel mixture with 5 grams of Naphthalene obtained fuel consumption of 0.352 kg / hour, torque of 7,56 N.m, power of 6,77 hp. Fuel of 1 liter of pertalite with 10 grams of Naphthalene obtained fuel consumption of 0,342 kg / hour, torque of 7,86 N.m, and power of 6,97 hp. The results of this study showed that the best 1 liter pertalite with 10 grams of Naphthalene fuel mixture is best for fuel consumption, torque and power compared to pure pertalite fuel and a 1 liter pertalite mixture with 5 grams Naphthalene.keyword : Keywords: fuel consumption, power, torque, Naphthalene, pertalite.
PENGARUH VARIASI FLUIDA PENDINGIN TERHADAP CAPAIAN SUHU OPTIMAL PADA RANCANGAN MESIN PENDINGIN MINI WATER CHILLER Deva Supriana, Putu; Dantes, Kadek Rihendra; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v7i1.18584

Abstract

Di era modern ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangatlah pesat sehingga mengakibatkan perkembangan dunia industri juga semakin cepat. Mereka berlomba-lomba menemukan alat pendingin untuk memberikan mereka kenyamanan saat melakukan kegiatan-kegiatan didalam ruangan yang panas. Water Chiler adalah proses penanganan udara untuk mengontrol secara serempak terhadap temperatur, kelembaban, kebersihan dan distribusi untuk mencapai kondisi yang diinginkan. Refrigerant yang mengalir dalam siklus sekunder adalah fluida air (water) yang disirkulasikan dengan bantuan pompa. Fluida air pendingin (chilled water) inilah yang nantinya akan mengambil panas ruangan. Dilihat dari beberapa penelitian sebelumnya variasi fluida seperti coolant juga dapat mempengaruhi penyerapan panas dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi fluida air, coolant dan campuran air + coolant terhadap suhu yang dicapai Mini Water Chiler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan variable bebas yaitu air, coolant dan campuran air + coolant sedangkan variable terikat yaitu suhu. Pengujian dilakukan sebanyak 20 kali dan mencatat hasilnya tiap 20 menit. Dari hasil penelitian fluida campuran air + coolant mendapatkan suhu yang sangat optimal dibandingkan fluida air dan fluida coolant dengan rata-rata suhu di AHU 1 untuk fluida air: 13,430C, coolant: 12,520C dan campuran air + coolant: 11,520C, AHU 2 untuk fluida air: 13,330C, coolant: 12,420C dan campuran air + coolant: 11,420C dan AHU 3 untuk fluida air: 13,230C, coolant: 12,320C dan campuran air + coolant: 11,320C. Berdasarkan hasil penelitian tersebut fluida campuran air + coolant mendapatkan suhu yang sangat optimal dikarenakan karakteristik yang di miliki fluida air dan fluida coolant.Kata Kunci : mini water chiler, variasi fluida, suhu optimal, pendingin In this modern era the development of science and technology is so rapid that the development of the industrial world is also accelerating. They are competing to find refrigerators to provide them comfort while carrying out activities in a hot room. Water Chiler is an air handling process to simultaneously control temperature, humidity, cleanliness and distribution to achieve the desired condition. Refrigerant that flows in the secondary cycle is fluid water (water) which is circulated with the help of a pump. This chilled water will later take the heat of the room. Viewed from several previous studies fluid variations such as coolants can also affect heat absorption well. This study aims to determine the effect of using variations of water fluid, coolant and water + coolant mixture to the temperature achieved by Mini Water Chiler. The method used in this study is an experiment with independent variables namely water, coolant and water + coolant mixture while the dependent variable is temperature. The test is done 20 times and records the results every 20 minutes. From the results of the fluid mixture + coolant research get a very optimal temperature compared to water fluid and coolant fluid with an average temperature in AHU 1 for water fluid: 13.430C, coolant: 12.520C and water mixture + coolant: 11.520C, AHU 2 for water fluid: 13,330C, coolant: 12,420C and mixture of water + coolant: 11,420C and AHU 3 for water fluid: 13,230C, coolant: 12,320C and water mixture + coolant: 11,320C. Based on the results of this study, the mixture of water + coolant fluid gets a very optimal temperature due to the characteristics possessed by water fluid and coolant fluid.keyword : mini water chiller, fluid variations, optimal temperature, coolant
PENGEMBANGAN DESAIN PRODUK KERAJINAN SOKASI BERBASIS MATERIAL KOMPOSIT MATRIK POLYESTER BERPENGUAT SERAT BATANG BAMBU Susanto, Hadi; Dantes, Kadek Rihendra; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v7i2.26498

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitin pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan desain produk kerajinan sokasi berbasis material komposit matrik polyester berpenguat serat batang bambu sesuai dengan keinginan/permintaan customer menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Kelayakan desain produk kerajinan sokasi diperoleh berdasarkan hasil pengujian data, yang didapat dari hasil penyebaran angket. Kelayakan desain produk kerajinan sokasi berbasis material komposit matrik polyester  berpenguat serat batang bambu telah melewati tahap pengembangan yaitu uji ahli produk, uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Uji ahli desain produk dilakukan oleh dosen Pendidikan Seni Rupa Universitas Pendidikan Ganesha dan dengan mendapatkan nilai sebesar 80% sehingga masuk dalam kriteria sangat baik. Uji kelompok kecil dilaksanakan pada 5 orang masyarakat Desa Sambangan  dan mendapatkan nilai sebesar 82% sehingga masuk dalam kriteria sangat baik. Kemudian uji kelompok besar dilakukan pada 20 orang masyarakat  Desa Sambangan dan mendapatkan nilai sebesar  86% sehingga masuk dalam kriteria sangat baik dan desain produk kerajinan sokasi layak digunakan.Kata Kunci: Pengembangan Desain, Sokasi, Quality Function Deployment.This research is a research development that aims to produce a design product based on composite rod reinforced bamboo fiber reinforced material according to the wishes / requests of customers using the Quality Function Deployment (QFD) method. The feasibility of the design of the craft product sokasi is obtained based on the results of testing the data, which is obtained from the results of questionnaire distribution. The feasibility of the design of handicraft products based on composite material of bamboo fiber reinforced composite matrix has passed the development stage, namely product expert test, small group test and large group test. The product design expert test was conducted by the lecturer of the Fine Arts Education University of Ganeshadan University with a score of 80% so it was included in the very good criteria. The small group test was carried out on 5  people of Sambangan Village community and got a score of 82% so it was included in the very good criteria. Then a large group test was carried out on 20 people of Sambangan Village community and got a value of 86% so that it was included in the very good criteria and the design of the handicraft product was suitable for use. Keywords: Design Development, Sokasi, Quality Function Deployment.
PENGARUH VARIASI ARUS TERHADAP KEKUATAN IMPACT DAN KEKERASAN MATERIAL ST 37 MENGGUNAKAN PROSES PENGELASN GAS TUNGSTEN ARC WELDING (GTAW) Kolo, Jaeme Martins; Nugraha, I Nyoman Pasek; Widayana, Gede
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.10398

Abstract

Kekuatan hasil lasan dipengaruhi oleh tegangan busur, besar arus, kecepatan pengelasan, besarnya penembusan dan polaritas listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketangguhan, kekerasan dan pengamatan struktur mikro material ST 37 yang dipengaruhi oleh variasi arus 90 amper, 110 amper dan 130 amper serta penelitian ini dapat memberikan bahan referensi bagi lingkup pendidikan teknik mesin dan sebagai acuan di dunia industri dalam menggunakan variasi arus pada proses pengelasan. Adapun jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Adapun jenis variabel yang digunakan yaitu variabel bebas yang berupa variasi arus pengelasan 90 amper, 110 amper dan 130 amper dan variabel terikat berupa sifat mekanik hasil pengelasan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dimana rata-rata ketangguhan impact pada variasi arus 90 amper memperoleh nilai impact 0,481 J/mm2, rata-rata ketangguhan impact pada variasi arus 110 amper memperoleh nilai impact 0,482 J/mm2 dan rata-rata ketangguhan impact pada variasi arus 130 amper memperoleh nilai impact 0,483 J/mm2. Dari hasil penelitian kekerasan vickers pada daerah logam las dengan variasi arus 90 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 63,98 Kg/mm2, variasi arus 110 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 87,44 Kg/mm2, dan variasi arus 130 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 74,93 Kg/mm2. Kekerasan pada daerah HAZ dengan variasi arus 90 amper memperoleh nila rata-rata sebesar 54,58 Kg/mm2, variasi arus 110 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 80,74 Kg/mm2 dan variasi arus 130 memperoleh nilai rata-rata sebesar 70,61 Kg/mm2. Kekerasan pada daerah logam induk dengan variasi arus 90 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 59,66 Kg/mm2, variasi arus 110 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 89,94 Kg/mm2 dan variasi arus 130 memperoleh nilai rata-rata sebesar 78,91 Kg/mm2. Berdasarkan dari hasil yang telah didapatkan baik pada hasil ketangguhan impact dan kekerasan logam induk, HAZ dan daerah logam las dimana hasil ketangguhan impact yang lebih baik diperoleh dari memvariasikan arus 130 amper di bandingkan dengan variasi arus 90 amper dan variasi arus 110 amper dan tingkat kekerasan yang lebih baik diperoleh dari memvariasikan arus 110 amper dibandingkan dengan variasi arus 90 amper dan variasi arus 130 amper dari proses pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW). Kata Kunci : Kata kunci : variasi arus, ketangguhan impact dan Kekerasan, Material ST 37 The strength of the weld is influenced by the arc voltage, the magnitude of the current, the speed of welding, the magnitude of the penetration and the electrical polarity. This study aims to determine the level of toughness, hardness and observation of microstructure ST 37 material influenced by current variations of 90 amperes, 110 amperes and 130 amperes and this study can provide reference materials for the scope of mechanical engineering education and as a reference in the industrial world in using variations Current in the welding process. The type of method used in this study is the experimental method. The types of variables used are independent variables in the form of welding current variations of 90 amperes, 110 amperes and 130 amperes and the dependent variable in the form of mechanical properties of welding. From the results of the research that has been done where the average impact toughness on the variation of 90 amperes current gain value of 0.481 J/mm2, the average impact toughness on the variation of 110 amperes current gain value of 0.482 J/mm2 and the average impact toughness on variation A current of 130 amperes obtains an impact value of 0.483 J/mm2. From the result of research of vickers hardness on weld metal area with variation of 90 amperes current get average value equal to 63,98 Kg/mm2, variation of 110 amperes current get average value equal to 87,44 Kg/mm2, and variation of current of 130 amperes obtain Average value of 74.93 Kg/mm2. Hardness in the HAZ region with a current variation of 90 amperes obtains an average of 54.58 Kg/mm2, a 110 amperes current variation obtains an average value of 80.74 Kg/mm2 and a current variation of 130 obtains an average value of 70,61 Kg/mm2. Hardness in the parent metal region with a current variation of 90 amperes obtains an average value of 59.66 Kg/mm2, a 110 amperes current variation obtains an average value of 89.94 Kg/mm2 and a current variation of 130 obtains an average value of 78,91 Kg/mm2. Based on the results obtained both on impact toughness and hardness of parent metal, HAZ and weld metal areas where better impact toughness results obtained from varying the current of 130 amperes in comparison with the variation of 90 amperes current and 110 amperes current variation and the level of hardness Preferably obtained from varying the 110 ampere current compared to the current variation of 90 amperes and the current variation of 130 amperes of the Tungsten Arc Welding (GTAW) welding process. keyword : Keywords: current variation, impact toughness and Hardness, Material ST 37
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournament (TGT) Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Pekerjaan Dasar Otomotif Siswa Kelas X TKRO SMK Negeri 1 Denpasar Suandika, I Komang Adi; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dewi, L.J.E.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v8i2.27599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan keaktifan belajar pekerjaan dasar otomotif antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT) dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (2) perbedaan hasil belajar pekerjaan dasar otomotif antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT) dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (3) perbedaan keaktifan dan hasil belajar pekerjaan dasar otomotif secara simultan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT) dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif pada mata pelajaran pekerjaan dasar otomotif, siswa kelas X TKRO di SMK Negeri 1 Denpasar. Objek penelitian ini adalah pelaksanaan, keaktifan dan hasil belajar siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT). Data dikumpulkan dengan metode observasi, dokumentasi, angket dan tes. Sampel penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan MANOVA. Adapun hasil dari penelitian ini adalah (1) rata-rata keaktifan belajar siswa pada kelas eksperimen (82,25), pada kelompok kontrol (73,28) (2) rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen (76,81), pada kelompok kontrol (63,47). Kata kunci: 1; TGT 2; Keaktifan Belajar 3; Hasil Belajar.Daftar RujukanA.M. Sardiman. 2001. Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta : Raja Grafindo Persada.Emzir. 2012. Metodelogi penelitian pendidikan kuantitatif dan kualitatif. Bandung : Rajagrafindo Persada.Isjoni. 2013. Cooperative learning efektivitas pembelajaran kelompok. Bandung  : Alfabeta.Istarani. 2011. Model pembelajaran inovatif. Medan : Media Persada.Kamdi. 2007. Strategi pembelajaran. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.Moh. Uzer Usman. 2006. Menjadi guru profesional. Bandung :  PT. Mancama  Jaya CemerlangSanjaya, Wina. 2008. Perencanaan dan desain sistem pembelajaran. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.Shoimin, Aris. 2014. Model pembelajaran inovatif dalam kurikulum 2013. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media. Vol. 203.Slavin, Robert E. 2015. Cooperative learning: Teori, riset dan praktik. Bandung : Nusa Media. Vol. 163.Sudjana, Nana. 2005. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensindo.Sugiyono. 2004. Metodologi penelitian. Bandung :  Alfabeta.Suprijono, Agus. 2009. Cooperative learning ; Teori dan aplikasi PAIKEM Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Wendra. 2016. Penulis karya ilmiah. Singaraja : Universitas Pendidikan Ganesha.
ANALISA KEKUATAN IMPACT DAN MODEL PATAHAN KOMPOSIT POLYESTER-SERAT ECENG GONDOK DI TINJAU DARI TIPE PENYUSUNAN SERAT Aprilia, Dodik; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i1.11412

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui orientasi serat yang terbaik yang dapat digunakan sebagai komposit matrik polyester berpenguat serat eceng gondok. Sifat mekanik yang dimaksud adalah kekuatan impact dan foto patahan mikro permukaan dan standar ukuran specimen sesuai ASTM D6110-4. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan variabel terikat kekuatan impak, dan variabel bebas yaitu orientasi serat continuous, discontinuous, dan hybride.selanjutnya akan dianalisis menggunakan anava Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa nilai impact tertinggi ada pada orientasi serat hybride yaitu 2.441,25 J/m3 , sedangkan kekuatan impact terendah pada orientasi serat continous yaitu 1.085,002 J/m3. Berdasarkan dari uji Scheffe yang sudah didapat, bahwa terdapat perbedaan kekuatan impak komposit polyester berpenguat serat alam eceng gondok antara orientasi serat continuous dengan discontinuous dengan nilai 12,86 orientasi serat continuous dengan hybride dengan nilai 24,03 dan orientasi serat discontinuous dengan hybride dengan nilai 11,02 .Kata Kunci : Kata kunci :orientasi serat, impak, model patahan.komposit,polyester This research was conducted to find out the best fiber orientation that can be used as a fiber-reinforced polyester composite of water hyacinth. The mechanical properties in question are the impact strength and photo surface micro-fracture and standard sized specimens according to ASTM D6110-04. This research is a research of experimental method with dependent variable of impact strength, and independent variable that is continuous fiber orientation, discontinuous, and hybride. Then will be analyzed using anava From the research, it is known that the highest impact is on the orientation of the fiber hybride is 2,441,25 J / m3, while the lowest impact strength on continuous fiber orientation is 1,085,002 J / m3.Based on the further test Scheffe has been obtained, that there is a difference of impact strength of polyester composite fiber-made natural hyacinth between continuous fiber orientation with discontinuous with value 12,86 continuous fiber orientation with hybride with value 24,03 and orientation fiber discontinuous with hybride with value 11,0.keyword : Keywords: fiber orientation, impact, fracture model.composite, polyester
PENGARUH VARIASI MEDIA PENDINGIN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA HASIL PEMBUBUTAN RATA PADA BAJA ST. 37 Arsana, Putu; Pasek Nugraha, I Nyoman; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v7i1.18746

Abstract

Media pendingin merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kekasaran permukaan benda kerja pada proses pemesinan, khususnya pada proses pembubutan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi media pendingin terhadap kekasaran permukaan benda kerja hasil pembubutan rata pada baja ST. 37. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variabel terikat yaitu kekasaran permukaan dan variabel bebas yaitu media pendingin. Media pendingin yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: air, dromus oil dan radiator coolant. Subyek penelitian atau sampel penelitian sebanyak 30 spesimen, untuk media pendingin air sebanyak 10 spesimen, media pendingin dromus oil sebanyak 10 spesimen dan media pendingin radiator coolant sebanyak 10 spesimen. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan ANAVA satu jalur dengan menganalisa data kekasaran permukaan masing-masing spesimen setelah dilakukan pengujian kekasaran permukaan sebanyak 3 kali untuk 1 spesimen dengan menggunakan alat surface roughness tester. Dari hasil analisis data, dromus oil merupakan media pendingin yang menghasilkan kekasaran permukaan yang paling rendah dengan harga kekasaran permukaan 2,031 μm dibandingkan radiator coolant yang menghasilkan kekasaran permukaan 2,402 μm dan air yang menghasilkan kekasaran permukaan 3,113 μm.Kata Kunci : Media pendingin, air, dromus oil, radiator coolant, kekasaran permukaan Cutting fluid is one of the factors that influence the roughness surface ini machinery processes, especially in the lathe process. In this study are aim to know the affect of cuting fluid variation on roughness surface of the flat scaling work-piece on steel material ST. 37. This study use experimental research with the dependent variable is roughness surface and independent variable is cutting fluid. Among the cutting fluid used in this study are: water, dromus oil and radiator coolant, on water variation there are 10 specimen, on dromus oil variation there are 10 specimen and radiator coolant variation there are 10 specimen. And then analysis techniques used one way ANAVA with the roughness surface data analysis of each specimen after do three roughness surface test for 1 specimen with the tool named surface roughness tester. From the data nanalysis, the domus oil is a cutting fluid variation that produces the lowest roughness surface with the 2,031 μm be compared with the radiator coolant variation produces 2,402 μm roughness surface and the water variation produces 3,113 μm.keyword : cutting fluid, water, dromus oil, radiator coolant, roughness surface
PENGARUH IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN DEMONTRASI BERBANTU TRAINER KELISTRIKAN TERHADAP HASIL BELAJAR PEMELIHARAAN KELISTRIKAN KENDARAAN RINGAN SISWA KELAS XI TKR DI SMK NEGERI 3 SINGARAJA Putra, A. A. Pt. Ananta; Dantes, Kadek Rihendra; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i3.20252

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode pembelajaran demostrasi berbasis trainer kelistrikan terhadap hasil belajar siswa kelas XI TKR di SMK Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan desain one-shot case study. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 32 orang kelas XI TKR 2 sebagai kelas eksperimen mendapatkan perlakuan pembelajaran metode demonstrasi berbasis trainer kelistrikan. Setelah perlakuan siswa diberikan tes hasil belajar yang telah teruji validitas isi, validitas butir, tingkat kesukaran, daya beda dan reliabilitasnya. Data hasil belajar siswa dikumpulkan menggunakan tes objektif, selanjutnya data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan metode pembelajaran demonstrasi berbasis trainer kelistrikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sistem pengisian di kelas XI TKR 2 SMK Negeri 3 Singaraja. Hal ini ditunjukkan hasil uji  5. dk = n -1 = 31 dan taraf signifikan 5% didapat  2,04. Jadi, thitung lebih besar dari ttabel yakni 5 > 2,04. Berarti  ditolak dah  diterima ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan metode pembelajaran demonstrasi berbasis trainer kelistrikan terhadap hasil belajar sistem pengisian siswa kelas XI TKR2 SMK Negeri 3 Singaraja. Kata Kunci : Hasil belajar, Metode demostrasi, One-shot case study, Trainer kelistrikan AbstrackThis study aims to determine the effect of the application of learning methods based on electrical trainer demonstration of student learning outcomes class XI TKR in SMK Negeri 3 Singaraja academic year 2016/2017. This research is a pre-experiment research with one-shot case study design. Determination of the sample in this study using random sampling technique. The sample of this research as much as 32 people class XI TKR 2 as experimental class to get treatment of demonstration method based on electrical trainer. After the treatment the students are given test results that have been tested the validity of the validity of the content, the validity of the grain, the level of difficulty, differentiation and reliability. Student learning result data was collected using objective test, then collected data was analyzed using t-test. The result of the research shows that there is a significant influence of experimental methods based on electrical trainer on student learning outcomes in the subjects of filling system in class XI TKR 2 SMK Negeri 3 Singaraja. It shows the result of tcount = 5 = dk = n -1 = 31 and 5% significant level is obtained ttable = 2.04. Thus, tcount is greater than the ttable ie 5> 2.04. Means H0 rejected dah H1 accepted this means there is a significant influence of learning methods based on electrical trainer demonstration of student learning outcomes system class XI TKR2 SMK Negeri 3 Singaraja.Keywords: Learning outcomes, Demonstration methods, One-shot case study, Electrical trainer
Co-Authors Abdi Pranata, I Gede Adisantosa, I Gede Wahyu Denata Agus Adi, I Nyoman Alfian, Handi Aprianto, Gede Aprilia, Dodik ari pradnyana, suta Ariantika, Kadek Arifudin, Andi Armika, I Putu Arnawa, I Komang Gede Arsana, Putu Baskara, Rizal Buddhi Satya Utama Budiastawan, Ngurah Putu Darma, Kadek Budi Susila Deva Supriana, Putu Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra Dewa, I Dewa Gede Darma Permana Dewangga, Sang Putu Fitrah Dewi, L.J.E. Dipa, Dewa Putu Dias Sancaya Dwipayana, Made Krisna Eka Jaya, I Gd Elisa, Edi Fajriyanto, Muhammad Noval Firdaus, Kholid Galang Kawih Gede Agus Widiantara Gede Widayana Gede Widayana Hadi Susanto Haryono, Dimastya Teguh Cipto I Gede Ari Saputra I Gede Made Aditya Tresnajaya I Gede Wiratmaja I Gusti Ngurah Sanjaya, I Gusti Ngurah I Putu Heri Yudistira Kadek Rihendra Dantes Kadir, Ach. Khalil Kayana, I Made Dwi Kayana, Made Dwi Kolo, Jaeme Martins Krisnayadi, Made Hari Luh Joni Erawati Dewi Made Agus Suardana Pinatih Mahayoga, I Kadek Alit Mohammad Zakarianto Nyoman Arya Wigraha Pradana, Putu Surya Pramesti, I Gede Yoga Prayuda, Gede Wisnu Priadi, Made Angga Putera, Ocky Primatara Putra Krisnanandha, Vidsvara Putra, A. A. Pt. Ananta Putra, Anak Agung Kade Semara Putra, I G Ngurah Kusuma Randi Wirdana, I Gede Riandika, Putu Ryan Pratama Putra, Ryan Pratama Satriadyanto, Irawan Suadnyana, Made Budi Suandika, I Komang Adi Suartama, I Putu Gede Subadra, I Nengah Suka Arimbawa, I Kadek Suryantara, Putu Agus Sutrisna, Kadek Wibawa, I Wayan Satya Widiarta, I Wayan Wijaya, Dedik Ananta Wijaya, Kadek Surya Yasa, Kadek Odi Supertama Zurweni Zurweni