Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH VARIASI KECEPATAN PUTARAN MESIN BUBUT TERHADAP KEAUSAN PADA ALAT POTONG PAHAT HSSTIPE BOHLER MO 1/2X4 Dewangga, Sang Putu Fitrah; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i1.9238

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa pengaruh perbandingan keausan pahat terhadap putaran Rpm mesin bubut yang divariasikan kecepatannya.Penelitian ini menggunakan pahat HSS BOHLER MO dengan ukuran 1/2x4. Bahan Specimen yang digunakan untuk pengujian ini adalah Besi, Aluminium, kayu. masing masing specimen dibubut dengan putaran Rpm yang berbeda disetiap spesimennya 330 Rpm, 650 Rpm , 950 Rpm. Keausan tepi pahat diukur dengan Jangka sorong digital dan Mikroskop. Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa Variasi kecepatan putaran mesin bubut menunjukan bahwa pahat HSS Tipe Bohler Mo 1/2X4, pada hasil proses pembubutan spesimen menunjukan perbedaan spesimen, pada variasi kecepatan putaran mesin bubut terdapat perbedaan hasil pembubutan. Terdapat interaksi pada spesimen uji dan variasi kecepatan putaran mesin bubut. Pada pembubutan spesimen besi, aluminium, kayu pada putaran mesin bubut menunjukan keausan pahat yang relative kecil pada putaran mesin bubut tertinggi yakni Rpm 950 mengalami peningkatan keausan pahat tertinggi besi 0,19mm; aluminium 0,04; kayu 0,01mm. Kata Kunci : pembubutan, putaran Rpm, hss bohler mo 1/2x4,Variasi kecepatan This research was conducted to determine how the influence of comparison cuting tools the rounds Rpm Turning Mechine speed is varied. This study uses cutting tools HSS Bohler Mo with the size 1/2x4. specimens used for this study is iron diameter 20 mm X 100 mm 3 much, diameter Aluminium 20 mm X 100 mm 3 much , wood berdiameter 20 mm dengan long 10 cm 3 much. materilals each Turning specimens with round Rpm which will obviously vary 330 Rpm, 650 Rpm , 950 Rpm. The flank wear measured by calipers and microscope. From this research it is known that varying the rotational speed turning mechine shows that Cutting tools HSS Tipe Bohler Mo 1/2X4, the turning process shows that materials, on varying the rotational speed differences result lathe turning. There is no interaction on test specimens and varying the rotational speed lathe. In turning specimens of iron, aluminum, wood round lathe shows the tool wear is relatively small at the highest rotation lathe Rpm 950 The highest increase tool wear iron 0,19mm; aluminium 0,04; wood 0,01mm. keyword : lathing, rotation Rpm, hss bohler mo 1/2x4, speed variation
Pengaruh Metode Pembelajaran Demonstrasi Terhadap Motivasi Belajar Motor Bakar 4 Langkah Siswa Kelas XI TKR SMK N 3 Singaraja Tahun Ajaran 2016/2017 Dwipayana, Made Krisna; Pasek Nugraha, I Nyoman; Dewi, Luh Joni Erawati
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.11509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya perbedaan motivasi belajar antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran motor bakar 4 langkah dengan metode demonstrasi dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran motor bakar 4 langkah dengan metode ceramah dilengkapi dengan media peraga engine stand. Penelitian ini menggunakan rancangan post-test only group design. Sampel penelitian adalah kelompok siswa kelas XI TKR 1 dan TKR 2 SMK N 3 Singaraja yang mengikuti pembelajaran motor bakar 4 langkah pada semester genap tahun ajaran 2016/2017. Data analisis dengan menggunakan ANAVA satu jalur berbantuan SPPS 24.00 for windows. Hasil analisis deskriptif dan analisis statistik pada penelitian ini menunjukkan bahwa skor motivasi belajar kelompok siswa dengan metode pembelajaran demonstrasi menggunakan engine stand memiliki rata-rata 122,69 dan standar deviasi sebesar 14,018. Skor motivasi belajar kelompok siswa dengan metode ceramah memiliki rata-rata 100,97 dan standar deviasi sebesar 13,823. Berdasarkan analisis multivariate dengan bantuan SPSS 24.00 For windows diperoleh nilai F= 42,577 dan sig= 0,000. Nilai sig lebih kecil dari 0,05 (pKata Kunci : Engine stand, Metode demonstrasi, Motivasi belajar. This study aims to prove the existence of differences in learning motivation between groups of students who follow learning motor fuel 4 steps with demonstration methods and groups of students who follow the learning of motor fuel 4 steps with the lecture method is equipped with display engine stand. This study used post-test only group design. The sample of this research is the students of class XI TKR 1 and TKR 2 SMK N 3 Singaraja which follow the learning of motor fuel 4 step in the even semester of academic year 2016/2017. Data analysis using ANAVA one-way assisted SPPS 24.00 for windows. The results of descriptive analysis and statistical analysis in this study indicate that the score of students' learning motivation with the method of demonstration learning using engine stand has an average of 122.69 and the standard deviation of 14.018. The learning motivation score of the students group with the lecture method has an average of 100,97 and the standard deviation of 13,823. Based on the multivariate analysis with the help of SPSS 24.00 For windows obtained the value of F = 42,577 and sig = 0,000. The sig value is less than 0.05 (p keyword : Engine stand, Method demonstration, Motivation of learning.
PENGARUH PERUBAHAN BENTUK SUDUT SQUISH (SUDUT KEPALA SILINDER) TERHADAP TORSI DAN DAYA PADA SEPEDA MOTOR KONVENSIONAL Eka Jaya, I Gd; Arya Wigraha, Nyoman; Pasek Nugraha, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i3.14944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemodifikasian sudut squish setengah bola dengan sudut 7o dan pengaruh pemodifikasian sudut squish bak mandi dengan sudut 9o secara parsial terhadap torsi dan daya motor Yamaha jupiter z 110cc tahun 2010. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen. Selanjutnya teknik analisa data menggunakan ANAVA satu jalur dengan menganalisa data torque dan daya pada motor Yamaha Jupiter z 2010 yang menggunakan sudut kepala silinder bak mandi dan setengah bola. Kemudian dari data tersebut digunakan mencari perbedaan, dan data yang diperoleh dari hasil eksperimen diolah dengan program SPSS 17.0 untuk mengetahui signifikansi dan perbedaan yang dihasilkan antara torque dan daya. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) Variasi sudut bak tab 90 lebih berpengaruh terhadap torsi dengan rata-rata torsi sebesar 6.59 Nm sedangkan variasi sudut setengah bola 70 menghasilkan rata-rata torsi sebesar 6.29 Nm. (2) Variasi sudut bak tab 90 lebih berpengaruh terhadap daya dengan rata-rata daya sebesar 6.38 Hp sedangkan variasi sudut setengah bola 70 menghasilkan rata-rata daya sebesar 6.07 HpKata Kunci : Modifikasi Sudut Squish, torque dan daya This study aims to determine the effect of modifying the corners of the squish half ball with the 70 angle and the effect of modifying the squish corner of the bath with the angle of 90 partially to the torque and motor power of Yamaha jupiter z 110cc in 2010. The research method used is the experimental method. Further data analysis techniques using ANAVA one path by analyzing torque data and power on Yamaha Jupiter z 2010 motor that uses the corner of the cylinder head tub and half ball. Then from the data used to find the difference, and data obtained from the experimental results processed with SPSS 17.0 program to know the significance and the resulting difference between torque and power. The results of this research are (1) Tubular angle variation of 90 more influence on torque with average torque of 6.59 Nm while the variation of the half angle corner 70 produces an average torque of 6.29 Nm. (2) Tab tube angle variation 90 more effect on the power with average power of 6.38 Hp while the variation of the half-angle corner 70 produces an average power of 6.07 hpkeyword : Modification of Squish Angle, Torque, Power
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEORI PENGELASAN SHIELD METAL ARC WELDING (SMAW) DI KELAS XI TP LAS SMK NEGERI 3SINGARAJA TAHUN AJARAN 2018/2019 Fajriyanto, Muhammad Noval; Dantes, Kadek Rihendra; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v7i1.18752

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Bagaimana Pengaruh Model Pembelajaran Tutor Sebaya Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pengelasan SMAW Di kelas XI TPLas di SMK Negeri 3 Singaraja Tahun Ajaran 2018/2019. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan desain One-shoot Case Study. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 34 orang kelas XI TP Las sebagai kelas eksperimen. Setelah pemberian perlakuan berupa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Tutor Sebaya, siswa diberikan tes berupa tes objektif yang sebelumnya sudah dilakukan uji validitas isi, validitas butir, tingkat kesukaran, daya beda dan reliabilitas. Setelah didapatkan data, kemudian dilakukan analisis menggunakan uji-t satu pihak. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Tutor Sebaya terhadap hasil belajar Teori pengelasan SMAW siswa kelas XI TPLas I di SMK Negeri 3 Singaraja. Hal ini ditunjukan dengan hasil uji-t dengan t-hitung =37,96, dk= n-1 =33, dan taraf signifikan 5% didapat t tabel=2,0345. Dengan demikian t_tabel < t_hitung, maka H_0 ditolak dan H_1 diterima dan berarti terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Tutor Sebaya terhadap hasil belajar Teori pengelasan SMAW siswa kelas XI TP Las I di SMK Negeri 3 Singaraja Tahun Aaran 2018/2019. Kata Kunci : Metode Pembelajaran Tutor Sebaya, Hasil Belajar, One-shoot Case study. This study aimed in investigating the effect of pair to pair method towards the students' achievement in SMAW welding material in grade XI students of SMK Negeri 3 Singaraja. The method used in thia study is one shoot case study. This study used random sampling method. There were 34 studens grade XI TP Las I as experimenting class. After giving the treatment using pair to pair method, the students were given the test in the form of objective test which has been validated in terms of essence validation, grain validation, the stage of difficulty, effort difference, and reliability. After the data were gathered, then those were analized by using one side t-test. The result shows the pair to pair method gives significant effect towards the students' achievements. This can be seen from the resultnof the t-test with t-count= 37.96 dk= n-1= 33 with the significant degree =5% t-table gained =2.0345. Then t- count is higher than t-table, so that H0 is rejected and H1 is accepted, which means there is a significant effect from pair to pair method towards the students' achievements of grade XI students of SMK Negeri 3 Singarajakeyword : Pair to pair, Students' Achievements, One shoot case study
Rancang Bangun Mesin Vertical Screw Molding Dengan Penggerak Dinamo Starter Sebagai Pencair Limbah Plastik Suryantara, Putu Agus; Dantes, Kadek Rihendra; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v8i1.27293

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan rancangan mesin vertical screw molding dengan penggerak dinamo starter sebagai pencair limbah plastik sesuai dengan permintaan dan keinginan customer dengan menggunakan metode yaitu, Quality Function Deployement (QFD). Data kelayakan desain dan data kelayakan produk mesin vertical screw molding didapatkan dari hasil penyebaran angket. Kelayakan rancang bangun mesin vertical screw molding dengan penggerak dinamo starter sebagai pencair limbah plastik melalui beberapa tahap pengembilan data uji angket melalui uji ahli manufaktur, kelompok kecil, dan kelompok besar. Pada uji manufaktur diuji oleh Dosen Pendidikan Teknik Mesin Universitas Pendidikan Ganesha, dan Guru SMK 3 Singaraja dengan mendapakan hasil sangat layak. Pada pengujiian kelompok kecil yang menyasar lima mahasiswa pendidikan teknik mesin, mendapatkan hasil 95,00% dan dinyatakan sangat layak. Selanjutnya penyebaran angket kelompok besar dengan menyasar mahasiswa dan masyarakat mendapatkan hasil sebesar 90,32%, dapat dinyatakan bahwa rancangan ini sagat layak. Jadi, berdasarkan hasil penyebaran angket maka rancangan mesin vertical screw molding sangat layak untuk di terapkan.Kata kunci : Limbah Plastik, Mesin Vertical Screw Molding, Quality Function DeploymentDaftar RujukanAgus (2003). Pemeliharaan kelistrikan pada sepeda motor. halaman: 65 Diakses Pada 18 April 2017.Devi, K .H. (2011). Simbol untuk menunjang system informasi desain kemasan makanan dan minuman plastik. halaman:6 Diakses Pada Tanggal 14 Juli 2018.Dikshon, K. (2015). Pengertian relay. halaman: 1 Diakses pada tanggal 13 juli 2018.Herman, D. S. (2007). Elekronika Teori dan Penerapan. Jawa Timur.Imam, M. (2005). Sifat dan karakteristik material plastik dan bahan aditif. SemarangEanita, Q. Q. (2013). Gear adalah pengertian dan definisi roda gigi. Tersedia Pada http: kamusq.com. diaskes pada tanggal 18 April 2017.Lutfiana, A (2015). Mikrokontroller arduino nano. Diaskes Pada Tanggal 13 Juli 2018.Muhamad, S. (2017). Racaang bangun plastic injection moulding pada pemamfaatan limbah plastik untuk gagang pisau. halaman: 35 diaskes pada tanggal  20 Februari 2020.Olivian, M. S., dkk. (2015). Perancangan alat ukur krcepatan kendaraan menggunakan ATMEGA 16. Manado: halaman 4.Rochman, R., dkk. (2018). Pengaruh perlakuan panas terhadap kekerasan dan struktur mikro baja AISI 310 S. halaman:3 diaskes pada tanggal 15 juli 2018Samujizaki, (2016). Dinamo starter dan fungsinya. tersedia pada utomotif123.blogspot.com diaskes pada tanggal 18 April 2019Sugiono. (2010). Metoda penelitian pendidikan (pendekatan kualitatif kuantitatif dan R&D. Bandung : Alfabert Halaman: 312Wildann. (2019). Dampak sampah plastik terhadap lingkungan. tersedia pada http:www.kompasiana.com diaskes tanggal 1 Januari 2020
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT TERHADAP SIFAT MEKANIS KOMPOSIT MATRIKS POLIMER POLYESTER DIPERKUAT SERAT PELEPAH GEBANG Suartama, I Putu Gede; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v4i1.8312

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui vraksi volume terbaik yang dapat digunakan sebagai komposit bermatrik polyester dengan penguat serat pelepah gebang. Sifat mekanik yang dimaksudkan adalah kekuatan impak dan foto mikro permukaan patahan hasil uji impak pada komposit ini. Komposit berpenguat serat pelepah gebang dengan matrik polimer polyester ini menggunakan fraksi volume 0% (tanpa serat), 20%, 40%, dan 60% serat dalam komposit sesuai ASTM D 6110-04. Spesimen dibuat sepuluh sampel per fraksi volume untuk mengetahui rata-rata kekuatan spesimen. Selanjutnya data dianalisis menggunakan ANAVA Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa nilai impak tertinggi ada pada fraksi volume serat 60% yaitu 4.495,04383 J/m3, sedangkan kekuatan impak terendah ada pada fraksi volume 0% (tanpa serat) yaitu 604,50120 J/m3. Pada fraksi volume serat 0%-60% rata-rata mengalami patah getas (brittle) dan mekanisme fiber puul out dan dikategorikan memiliki pola patahan sikat (brush fracture) pada fraksi serat 60%.Kata Kunci : brittle, gebang, impak, komposit, polyester This reserch was conducted to determine the best volume vraksi that can be used as a composite matriks Polyester with fiber amplifier gebang. Mechanical properties is meant impact strength and fracture surface micro photograph impact test results on this composite. Composite fibers gebang with polyester polymer matrix using 0 % volume fraction ( without fiber ) , 20 % , 40 % , and 60 % of the fibers in the composite according to ASTM D 6110-04. The samples speciment volume fractions to determine the average power of the specimen. Furthermore, the data were analyzed using ANAVA. From this research known that the highest impact is on the fiber volume fraction of 60 % which is 4495.04383 J / m3, while the impact strength is lowest at 0 % volume fraction ( without fiber ) is 604.50120 J / m3. In the fiber volume fraction of 0% - 60% on average brittle fracture ( brittle ), fiber puul out and categorized has a fracture pattern brush (brush fracture) on the fiber fraction of 60%.keyword : brittle, gebang, impact, komposit, polyester
PENGARUH ORIENTASI SERAT TERHADAP KEKUATAN IMPAK DAN MODEL PATAHAN KOMPOSIT POLYESTER BERPENGUAT SERAT KELAPA (COCOS VERIDIS) Yasa, Kadek Odi Supertama; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i1.11236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh orientasi serat terhadap kekuatan impak dan model patahan komposit polyester berpenguat serat tapis kelapa untuk mengetahui perbandingan kekuatan impak dari orientasi serat continuous, discontinuous, dan woven. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan variabel terikat kekuatan impak, dan variabel bebas yaitu orientasi serat continuous, discontinuous, dan woven. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis data yang dilakukan didapat hasil dari perhitungan uji lanjut dengan uji t scheffe dengan nilai |t1-2|∶t = 13,65, |t1-3|∶t = 15,26, dan |t2-3|:t = 28,91. Nilai ini membuktikan bahwa hasil tersebut lebih besar dari distribusi t yang sebesar 2,228.Berdasarkan dari uji lanjut yang sudah didapat, dapat disimpulkan bahwa orientasi serat berpengaruh terhadap kekuatan impak. Orientasi serat woven lebih berpengaruh dari pada orientasi serat continuous dan discontinuous. Selanjutnya orientasi serat continuous lebih berpengaruh dari pada orientasi serat discontinuous. Secara mikroskopik pada patahan komposit, kondisi patahan menunjukkan mekanisme Fiber Pull Out, dimana pada ujung patahan terlihat ada pemutusan serat bahkan kondisi serat tercabut dari matriknya. Keadaan tersebut terjadi pada semua spesimen baik itu Continuous, Discontinuous, dan Woven. Hal tersebut dikarenakan matrik tidak mampu mengikat serat dengan baik. Pada orientasi serat Woven terlihat ada bagian serat yang tidak terkena matrik dengan sempurna (delaminasi). Delaminasi biasanya terjadi akibat terlalu rapat penyusunan serat. Kata Kunci : Kata kunci : orientasi serat, kekuatan impak, model patahan. The objective of this research is to know the effect of fiber orientation on impact strength and fractional model of polyester fiber-reinforced composite fi ber to find out the comparison of impact strength from continuous, discontinuous and woven fiber orientation. This research is a research of experimental method with dependent variable of impact strength, and independent variable that is continuous, discontinuous, and woven fiber orientation. Based on the results of testing and analysis of data obtained obtained the results of the calculation of further tests with t test scheffe with the value | t1-2 |: t = 13.65, | t1-3 |: t = 15.26, and | t2-3 | : T = 28.91. This value proves that the result is greater than the t distribution of 2,228.Based on the further test that has been obtained, it can be concluded that the fiber orientation effect on impact strength. The orientation of woven fibers is more influential than the continuous and discontinuous fiber orientation. Furthermore, continuous fiber orientation is more influential than discontinuous fiber orientation. Microscopically on the composite fracture, the fracture condition indicates the mechanism of Fiber Pull Out, where at the fracture ends there is a fiber termination and even the fiber condition is removed from the matrix. The condition occurs in all specimens be it Continuous, Discontinuous, and Woven. This is because the matrix is not able to bind fibers well. In the orientation of Woven fibers there is a part of the fiber that is not exposed to the matrix perfectly (delamination). Delamination usually occurs due to too tightly arranged fiber.keyword : Keywords: fiber orientation, impact strength, fracture model.
ANALISIS PENGARUH LAJU ALIRAN FLUIDA AIR PADA SALURAN PIPA AIR HANDLING UNIT (AHU) TERHADAP CAPAIAN SUHU OPTIMUM MESIN PENDINGIN MINI WATER CHILER Kayana, I Made Dwi; Pasek Nugraha, I Nyoman; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i3.18588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi laju aliran fluida air terhadap capaian suhu optimal mesin pendingin Mini Water Chiler yang di hasilkan pada siklus sekunder. Adapun variasi laju aliran fluida air yang digunakan yaitu variasi laju aliran air 0,27 liter/detik, 0,55 liter/detik, dan 0,83 liter/detik. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis variasi satu jalur. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan setiap 20 menit sebanyak 20 kali. Dari hasil penelitian didapatkan penggunakan variasi laju aliran fluida air 0,27 liter/detik,0,55 liter/detik, dan 0,83 liter/detik pada AHU 1 adalah 26,430C : 19,330C : 13,430C. Pada AHU 2 adalah 26,330C : 19,22 0C : 13,330C. Pada AHU 3 adalah 26,230C : 19,120C : 13,230C. Dari pengujian di atas didapatkan penggunaan laju aliran fluida air 0,83 liter/detik menghasilkan suhu paling optimal dibandingkan dengan laju aliran fluida air 0,27 liter/detik dan 0,55 liter/detik, hal ini disebabkan semakin cepat laju aliran fluida air maka semakin optimal suhu yang di capai Mini Water Chiller dan penyerapan panas pada setiap ruangan akan menjadi maksimal.Kata Kunci : Water Chiller, Laju Aliran Fluida, Capaian Suhu Optimal This study tries to study the variation of air fluid flow to the optimal temperature of Mini Water Chiler cooling machines produced in the secondary cycle. The variations in the air flow rate of the air used are variations in air flow rates of 0.27 liters / second, 0.55 liters / second, and 0.83 liters / second. The data analysis technique in this study uses one-way variation analysis. Data collection in this study was carried out every 20 minutes 20 times. From the results of the study obtained using variations in air fluid flow rate 0.27 liters / second, 0.55 liters / second, and 0.83 liters / second in AHU 1 is 26.430C: 19.330C: 13.430C. In AHU 2 is 26.330C: 19.22 0C: 13.330C. In AHU 3 is 26.230C: 19.120C: 13.230C. The water flow of 0.83 liters / second produces an optimal flow of water fluid 0.27 liters / second and 0.55 liters / second, this results in increased fluid flow velocity then the optimal temperature achieved by the Mini Water Chiller and heat at each the room will be maximal.keyword : Mini Water Chiler, Fluid Flow Rate, Optimal Temperatur Achievement
ANALISIS TEGANGAN STATIK PADA RANCANGAN FRAME MOBIL LISTRIK GANESHA SAKTI (GASKI) MENGGUNAKAN SOFTWARE SOLIDWORKS 2014 Agus Adi, I Nyoman; Dantes, Kadek Rihendra; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i2.13046

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan analisis tegangan statik pada rancangan frame Mobil Listrik Ganesha Sakti (Gaski) berbahan material Carbon Steel ASTM A106 dengan menggunakan Software Solidworks 2014 dengan tanpa beban pengendara (massa frame di perhitungkan) dan pembebanan dari pengendara pada frame standar dan modifikasi. Dengan tujuan untuk mengetahui distribusi tegangan serta daerah kritis yang terjadi pada frame. Setelah proses analisis dilakukan, didapatkan tegangan von mises maksimum untuk frame standar dengan tanpa beban pengendara sebesar 8,639 x 107 N/m2 dan frame modifikasi sebesar 7,561 x 107 N/m2. Untuk frame standar dengan beban pengendara sebesar 2,023 x 108 N/m2 dan frame modifikasi sebesar 1,759 x 108 N/m2. Faktor keamanan frame standar dengan tanpa beban pengendara sebesar 4,62999 dan frame modifikasi sebesar 5,29038. Untuk frame standar dengan beban pengendara sebesar 1,97691 dan frame modifikasi sebesar 2,2734. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa setelah di lakukan modifikasi pada frame terdapat beberapa perubahan diantaranya terjadi penurunan tegangan maksimum dengan tanpa beban pengendara sebesar 12,5% dan dengan beban pengendara sebesar 12,87% serta faktor keamanan dari frame setelah di modifikasi meningkat dengan tanpa beban pengendara sebesar 13,21% dan dengan beban pengendara sebesar 12,66% sehingga dapat di simpulkan frame modifikasi lebih baik dan kuat di bandingkan dengan frame standar.Kata Kunci : Frame, Analisis Tegangan Statik, Carbon Steel ASTM A106, Solidworks 2014, Tegangan Von Mises, Faktor Keamanan This research was a static stress analysis on Ganesha Sakti Electric Car (Gaski) frame design made of Carbon Steel ASTM A106 material using Solidworks 2014 Software without the rider (frame mass in calculation) and with the rider’s load on standard and modified frames. The aim was to know the distribution of stresses and critical areas that occur in the frame. After the analysis process was done, the maximum von mises stress for the standard frame without the rider was 8.639 x 107 N/m2 and the modified frame was 7.561 x 107 N/m2. For the standard frame with rider’s load was 2.023 x 108 N /m2 and the modified frame was 1.759 x 108 N /m2. Factor of safety of standard frame without the rider was 4.62999 and the modified frame was 5.29038. Then, for the standard frame with the rider’s load was 1.97691 and the modified frame was 2.2734. From these results, this research showed that after the frame was modified there were some changes including the maximum stress drop without the rider was 12.5% and with the rider’s load was 12.87% and the factor of safety of the frame after the modified increased without the rider was 13.21% and with rider load was 12.66% so it can be concluded modified frame better and stronger than standard frame.keyword : Frame, An analysis of static stress, Carbon Steel ASTM A106, Solidworks 2014, Von Mises stress, Factor of safety.
PENGARUH MEDIA PENDINGINAN TERHADAP SIFAT MEKANIK HASIL PENGELASAN MATERIAL ST 37 Darma, Kadek Budi Susila; Widayana, Gede; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i1.9770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk.Untuk mengetahui pengaruh media pendinginan udara terhadap sifat mekanik hasil pengelasan material ST 37.Dengan metode yang digunakan dalam penilitan ini adalah metode eksperimen dengan variabel bebas adalah media pendingin udara,air laut dan oli dan variabel terikatnya adalah kekuatan impact,kekerasan dan metalografi .Hasil penelitian menunjukan bahwa kekuatan impact tertinggi pada media pendinginan oli dengan nilai impactnya 0,482 joule/mm^2,dan untuk nilai kekerasan tertinggi pada media pendinginan udara dengan nilai kekerasanya 46,42 kg/〖mm〗^2,dari hasil metalografi menunjukan media pendinginan air laut mempunyai sifat yang keras dan getas karena di pengaruhi pendinginan yang cepat,sedangkan pada media pendinginan udara mempunyai sifat yang lunak dan kuat karena di pengaruhi pendinginan yang paling lambat dari media pendinginan oliKata Kunci : Media Pendinginan,Impact,Kekerasan,Metalografi,ST 37 Abstract this research aims to determine the effect of air colling media to the mechanical properties of the weldding material ST 37.The method used in this research is the experimental method is the independent variable air colling media,sea water,and oil,And the dependent variable is the power of the highest impact on oil colling media to impact its value 0,482 joules/mm2,,and for the value of the highest hardness on the air with the air colling media hardness value of 46,42 kg/mm2,and the result showed metallograpic sea water colling media has properties hard and brittle as influenced rapid cooling,where as in air cooling media has the properties of soft and strong as influence slowest cooling of oil colling. keyword : colling media Vehicles, impact, hardness metallograpic, ST 37
Co-Authors Abdi Pranata, I Gede Adisantosa, I Gede Wahyu Denata Agus Adi, I Nyoman Alfian, Handi Aprianto, Gede Aprilia, Dodik ari pradnyana, suta Ariantika, Kadek Arifudin, Andi Armika, I Putu Arnawa, I Komang Gede Arsana, Putu Baskara, Rizal Buddhi Satya Utama Budiastawan, Ngurah Putu Darma, Kadek Budi Susila Deva Supriana, Putu Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra Dewa, I Dewa Gede Darma Permana Dewangga, Sang Putu Fitrah Dewi, L.J.E. Dipa, Dewa Putu Dias Sancaya Dwipayana, Made Krisna Eka Jaya, I Gd Elisa, Edi Fajriyanto, Muhammad Noval Firdaus, Kholid Galang Kawih Gede Agus Widiantara Gede Widayana Gede Widayana Hadi Susanto Haryono, Dimastya Teguh Cipto I Gede Ari Saputra I Gede Made Aditya Tresnajaya I Gede Wiratmaja I Gusti Ngurah Sanjaya, I Gusti Ngurah I Putu Heri Yudistira Kadek Rihendra Dantes Kadir, Ach. Khalil Kayana, I Made Dwi Kayana, Made Dwi Kolo, Jaeme Martins Krisnayadi, Made Hari Luh Joni Erawati Dewi Made Agus Suardana Pinatih Mahayoga, I Kadek Alit Mohammad Zakarianto Nyoman Arya Wigraha Pradana, Putu Surya Pramesti, I Gede Yoga Prayuda, Gede Wisnu Priadi, Made Angga Putera, Ocky Primatara Putra Krisnanandha, Vidsvara Putra, A. A. Pt. Ananta Putra, Anak Agung Kade Semara Putra, I G Ngurah Kusuma Randi Wirdana, I Gede Riandika, Putu Ryan Pratama Putra, Ryan Pratama Satriadyanto, Irawan Suadnyana, Made Budi Suandika, I Komang Adi Suartama, I Putu Gede Subadra, I Nengah Suka Arimbawa, I Kadek Suryantara, Putu Agus Sutrisna, Kadek Wibawa, I Wayan Satya Widiarta, I Wayan Wijaya, Dedik Ananta Wijaya, Kadek Surya Yasa, Kadek Odi Supertama Zurweni Zurweni