Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KOMPARASI PERBANDINGAN AIR DAN UDARA SEBAGAI MEDIA PENDINGIN KONDENSOR TERHADAP PENCAPAIAN SUHU OPTIMAL SIKLUS PRIMER PADA PROTOTIPE WATER CHILLER Abdi Pranata, I Gede; Dantes, Kadek Rihendra; Pasek Nugraha, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v7i1.18754

Abstract

Kondensor adalah sebuah alat pada sistem refrigerasi mesin pendingin yang berfungsi sebagai pemindah panas pada refrigerant yang memiliki temperatur tinggi akan diserap lalu dihembuskan oleh media penghambat panas yang ada pada kondensor sehingga menyebakan uap refrigerant mengembun menjadi cair. Air merupakan media pendinginan yang tepat sebagai media pendinginan untuk kondensor, karena air memiliki konduktifitas termal lebih baik dibandingkan dengan udara yaitu dengan nilai air 0,56 J/m.s.ÌŠC dan udara 0,023 J/m.s.ÌŠC . Sehingga laju perpindahan panas lebih cepat dan suhu yang dihasilkan dengan rentang waktu 20 menit kerja pada chilled water tank supply. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan posisi kondensor didalam air yang dialiri air bersikulasi melalui saluran dari wadah kondensor, lalu mengalir ke wadah 1 dan 2 yang sudah disediakan, kemudian disirkulasikan kembali menuju wadah kondensor. Hasil yang didapat dari penelitian menunjukan suhu yang dihasilkan oleh air pendingin kondensor dengan nilai 6,725 ÌŠC lebih baik dibandingkan dengan udara pendingin kondensor dengan nilai 14,25 ÌŠC dalam waktu 20 menitKata Kunci : Kondensor, air, suhu, air pendingin kondensor, udara pendingin kondensor The condenser is a device in the refrigeration system that functions as a heat transfer machine in refrigerants that have high temperatures will be absorbed and then exhaled by heat inhibiting media that are on the condenser so that the refrigerant vapor condenses into liquid. Water is the right cooling medium as a cooling medium for condensers, because water has better thermal conductivity than air, with a water value of 0.56 J / m.Co and air 0.023 J / m.Co. So that the heat transfer rate is faster and the temperature produced with a span of 20 minutes works on the chilled water tank supply. The study was carried out experimentally with the condenser position in water circulating through water from the condenser container, then flowing into containers 1 and 2 that have been provided, then recirculated to the condenser container. The results obtained from the study showed that the temperature produced by the water cooled condenser with a value of 6.725 ÌŠC was better than the air cooled condenser with a value of 14.25 ÌŠC within 20 minuteskeyword : Condenser, water, temperature, water cooled condenser, air cooled condenser
Analisis Perbandingan Tegangan Statik Material Galvanized Steel Dengan Material Aluminium Alloys 7076-T6 (Sn) Pada Frame Ganesha Scooter Underwater (GSU) Menggunakan Software Solidworks Firdaus, Kholid; Dantes, Kadek Rihendra; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v8i1.27302

Abstract

Dalam penenlitian ini dilakukan analisis tegangan statik pada rancangan Frame Ganesha  Scooter Underwater dengan perbandingan material galvanized steel dan aluminuium alloys 7076-T6 menggunakan software Solidworks dengan tanpa beban pengendara dan pembebanan dari pengendara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tegangan statik terbesar pada Frame Ganesha Scooter Underwater menggunakan material galvanized steel dan aluminium alloys 7076-T6 dengan beban 80 Kg dan tanpa beban. Dari hasil analisis yang telah dilakukan pada frame dengan material galvanized steel dan aluminium alloys 7076-T6 (SN) tanpa beban pengendara maupun dengan beban pengendara mengalami penurunan setelah dilakukan penggantian material aluminium alloys 7076-T6 (SN) yaitu sebesar 8,4% dan juga tegangan maksimum pada frame dengan material galvanized steel dengan beban pengendara mengalami penurunan setelah dilakukan penggantian material aluminium alloys 7076-T6 (SN) yaitu sebesar 8,4%. Kemudian hasil faktor keamanan (factor of safety) pada frame material galvanized steel tanpa beban pengendara mengalami peningkatan setelah dilakukan penggantian material aluminium alloys 7076-T6 (SN) yaitu sebesar 63%. Dan juga faktor keamanan (factor of safety) pada frame standar material galvanized steel dengan beban pengendara mengalami peningkatan setelah dilakukan penggantian material aluminium alloys 7076-T6 (SN) yaitu sebesar 63,02%, sehingga dapat dikatakan bahwa pergantian material galvenized steel dengan aluminium alloys 7076-T6 lebih baik dan lebih kuat untuk digunakan.Kata Kunci :Aluminium Alloys, Frame, Galvanized Steel,Tegangan  Von MisesDaftar RujukanBudarma, K. (2016). Analisis komparatif tegangan statik pada frame ganesha electric vehicles 1.0 generasi 1 berbasis continous variable transmission (cvt) berbantuan software ansys 14.5, [Skripsi], Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia.Fadila, A. (2013). Analisis simulasi struktur chassis mobil mesin usu  berbahan besi struktur terhadap beban statik dengan menggunakan perangkat lunak ansys 14.5.[skripsi], Teknik Mesin, Universitas Sumatera Utara.Ihsan, E., Emira dkk.(2017). Aluminium. Jurnal Mahasiswa Kimia, Universitas Negeri       Padang, Inodonesia. https://www.slideshare.net/nandifirdaus/jurnal-aluminium diakses 18 juni 2017.Joko, P.  (2010). Aplikasi metode elemen hingga (meh) pada struktur rib bodi angkutan publik. [Skripsi], Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret.Novita, S. (2018). Analisis laju korosi dan kekerasan pada stainless steel 304 dan baja nikel laterit dengan variasi kadar ni (0. 3. dan 10%) dalam medium korosif. [Skripsi] Jurusan Fisika Universitas Lampung.Setya, B. (2005). Modul chasis sepeda motor. [modul], Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Yogyakarta (diakses 18 Juni 2018)Saputra, I. N. A. A. (2018). Analisis tegangan statik pada rancangan frame mobil listrik ganesha sakti (gaski) menggunakan software solidworks 2014. [Skrisi], Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Pendidikan Ganesha.Ongga, P., Dkk. (2009). Konsepsi mahasiswa tentang tekanan hidrostatis”. Universitas Yogyakarta (diakses 25 Januari 2020)Pratama., Syahrul, B. (2016). Analisis tegangan statik pada rangka sepeda motor jenis matic menggunakan software catia p3 v5r14. [Skrisi], Teknik Mesin, Universitas Lambung Mangkurat Banjar baru.Purwanto., Joko., Rofikoh, U. (2014). Rancang bangun perangkat eksperimen hukum archimedes. Inklusi, Jurnal Vol. 1 No.1 (diakses 25 Januari 2020)Perdhna, Syohan, D., dkk.(2017). Studi laju korosi pada plat stainless steel (ss) dengan variasi media korosi. Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Kelautan. http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-16971- 4307100005-paperpdf.pdf diakses (18 juni 2017).Sari, S. P.,  Santoso, P. (2014). Analisis tegangan statik pada rangka sepeda motor jenis matic menggunakan software catia p3 v5r14. [Skripsi] Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknologi IndustriWili, C., Maha. (2014). Aplikasi finite elemen analysis pada struktur rib bodi angkutan publik. [Tugas Akhir], Jurusan Teknik Mesin, Universitas Indonesia  
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MOTOR BAKAR MATA PELAJARAN TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF (TDO) MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN PERAGA ENGINE CUTTING DAN MACROMEDIA FLASH 8 DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X PADA JURUSAN TKR DI SMK NEGERI 3 SINGARAJA Dipa, Dewa Putu Dias Sancaya; Dantes, Kadek Rihendra; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i1.11245

Abstract

Studi eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar motor bakar mata pelajaran teknologi dasar otomotif (TDO) menggunakan media pembelajaran peraga engine cutting dan macromedia flash 8 ditinjau dari motivasi belajar siswa kelas x pada jurusan TKR di smk negeri 3 singaraja. Penelitian ini menggunakan desain treatment by level design. Populasi penelitian ini berjumlah 92 orang dan 40 siswa dipilih sebagai sampel penelitian melalui teknik random sampling. Data hasil belajar motor bakar siswa dikumpulkan dengan tes pilihan ganda dan data motivasi belajar siswa dikumpulkan dengan kuisioner model skala likert. Data yang diperoleh dianalisis secara statistic dengan ANAVA AB yang dilanjutkan dengan Uji t-tes. Temuan penelitian ini adalah: (1) terdapat perbedaan hasil belajar motor bakar antara siswa yang mengikuti macromedia flash dan siswa yang mengikuti media engine cutting dengan Fhitung = 6.600; (2) terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa Fhitung = 4.165; (3) pada kelompok siswa dengan motivasi tinggi terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran engine cutting dan macromedia flash 8 Thitung = 2.714; (4) pada kelompok siswa dengan motivasi rendah terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran engine cutting dan macromedia flash 8 Thitung = 3.207Kata Kunci : engine cutting, hasil belajar , macromedia flash 8, motivasi belajar. This experimental study aims to determine the comparison of motor fuel learning results of basic automotive technology subjects (ABT) using learning media visual model cutting and macromedia flash 8 in terms of student learning motivation of class x in the department of TKR in smk 3 singaraja country. This research uses design treatment by level design. The population of this study amounted to 92 people and 40 students were selected as research samples through random sampling technique. Student motor learning outcomes data were collected with multiple choice test and student motivation data were collected by questionnaire of Likert scale model. The data obtained were analyzed statistically with ANAVA AB followed by t-test. The findings of this research are: (1) there are differences in motor fuel learning outcomes among students who follow macromedia flash and students who follow media cutting engine with Fcount = 6,600; (2) there is an interaction between the use of learning media and learning motivation on student learning outcomes Fhitung = 4.165; (3) in groups of students with high motivation there are differences in student learning outcomes using learning media engine cutting and macromedia flash 8 Thitung = 2.714; (4) in the group of students with low motivation there are differences in student learning outcomes using learning media engine cutting and macromedia flash 8 Thitung = 3.207keyword : engine cutting, learning outcomes , macromedia flash 8, motivation to learn.
Analisis Perbandingan Durasi Cam Shaft Terhadap Torsi Dan Daya Pada Motor Bensin 4 Langkah Sanjaya, I Gusti Ngurah; Dantes, Kadek Rihendra; Pasek Nugraha, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v7i1.18589

Abstract

Sepeda motor Honda Vario 110cw merupakan jenis kendaraan automatic dengan mesin konvensional yang artinya proses penyalaan campuran bahan bakar dan udara terjadi di dalam mesin itu sendiri dimana untuk menghasilkan satu tenaga dibutuhkan empat kali langkah piston atau dua kali putaran poros engkol dan satu kali putaran cam shaft. Semakin seringnya penggunaan kendaraan dalam sehari-hari akan membuat performa dari kendaraan ini akan semakin menurun ini dibuktikan dari hasil dynotest motor dalam keadaan standar di dapat hasil rata-rata torsi sebesar 7,17 N.m dan rata-rata daya sebesar 7,16 HP. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui secara detail pengaruh yang terjadi pada penggunaan cam shaft durasi 2300 dan durasi 2350. Metode yang akan di gunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan dynotest, berdasarkan hasil pengujian dan analisis data Cam shaft durasi 2350 menunjukkan hasil yang lebih baik dari cam shaft standar dan 2300 , dimana pada cam shaft durasi 2350 mendapatkan rata rata torsi sebesar 11,82 N.m. dibandingkan dengan torsi yang didapatkan cam shaft durasi 2300 sebesar 10,53 N.m. Cam shaft durasi 2350 menunjukkan hasil yang lebih baik dari cam shaft standar dan 2300 terhadap daya, dimana pada cam shaft durasi 2350 mendapatkan rata rata daya sebesar 8,06 HP. dibandingkan dengan daya yang didapatkan cam shaft durasi 2300 sebesar 8,02 HP.Kata Kunci : Cam Shaft, Durasi, Daya, Torsi Honda Vario 110cw motorbike is a type of automatic vehicle with conventional engines which means the ignition process of the fuel and air mixture takes place inside the engine itself where to produce one power four times the piston step or twice the crankshaft rotation and one cam shaft rotation. The more frequent use of vehicles in everyday life will make the performance of this vehicle will decrease this is evidenced from the results of the dynotest motor in a standard state with an average torque of 6.46N.m and an average power of 5.86 HP. This research was conducted with the aim to find out in detail the effect that occurred on the use of cam shafts duration of 2300 and duration of 2350. The method that will be used in this study is the experimental method. Data retrieval is done using dynotest, based on the results of testing and data analysis Cam shaft duration of 2350 shows better results than standard cam shafts and 2300, where on the cam shaft the duration of 2350 gets an average torque of 11,82 N.m. compared to the torque obtained by the cam shaft the duration of 2300 is 10,53 N.m. 2350 duration cam shafts show better results than 2300 standard cam shafts for power, where on the 2350 duration cam shafts get an average power of 8,06 HP. compared to the power obtained by the cam shaft the duration of 2300 is 8,02 HP.keyword : Cam shaft, Duration, Power, Torque
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANKOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER)TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF SISWA KELAS X SMKN 1 ABANG AMLAPURATAHUN AJARAN 2016/2017 Pramesti, I Gede Yoga; Dantes, Kadek Rihendra; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i1.9864

Abstract

Abstrak--- I Gede Yoga Pramesti, 2017. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head Together) Terhadap Hasil Belajar Teknologi Dasar Otomotif Siswa Kelas X Smkn 1 Abang Amlapura Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head Together) Terhadap Hasil Belajar Teknologi Dasar Otomotif Siswa Kelas X Smkn 1 Abang Amlapura Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan variabel terikat hasil belajar Teknologi Dasar Otomotif dan variabel bebasnya adalah model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together) dan pembelajaran konvensional. Penelitian quasi eksperimen ini menggunakan desain Pretest Posttest Kontrol Group Desaign. Subjek penelitian sebanyak 29 siswa untuk kelas eksperimen dan 29 siswa untuk kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah dengan test. Data analisis dengan menggunakan independent sample t test pada taraf signifikansi 5% (α=0,005). Hasil ini diperkuat dari output SPSS, diperoleh sig. = 0,000 untuk uji 2 ekor. Jadi, H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dan model konvensional kelas X Pada Mata Pelajaran Teknologi Dasar Otomotif di SMKN 1 Abang Amlapura.Disarankan guru dapat lebih memotivasi siswa untuk lebih mengembangkan keterampilan kooperatif atau bekerjasama dalam kehidupan bermasyarakat siswa. Model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together) perlu terus dikembangkan dan diterapkan pada pokok bahasan yang lain dan perlu adanya penelitian lebih lanjut sebagai pengembangan dari penelitian ini. Salah satu pembelajaran yang mungkin dapat diterapkan.Kata Kunci : Pengaruh, pembelajaran kooperatif, NHT (Numbered Head Together), hasil belajar. Abstract --- I Gede Yoga Pramesti, 2017. Influence of Cooperative Learning Model Application NHT (Numbered Head Together) on the Result of Learning Technology Association of Automotive Class X SMK 1 Abang Amlapura Academic Year 2016/2017. This study aims to determine: Effects of Cooperative Learning Model Application NHT (Numbered Head Together) on the Result of Learning Technology Association of Automotive Class X SMK 1 Abang Amlapura Academic Year 2016/2017. This research is a quasi experimental study results with the dependent variable Automotive Technology Association and the independent variables are cooperative learning model NHT (Numbered Head Together) and conventional learning. Quasi-experimental study using pretest posttest control group design Desaign. The research subjects were 29 students for grade 29 students for the experimental and control classes. The instrument used was the test. Data analysis using independent sample t test at significance level of 5% (α = 0.005). These results were confirmed from SPSS output, obtained sig. = 0.000 for the second test of the tail. Thus, H0 is rejected and Ha is received so that it can be concluded that there are significant differences in learning outcomes between using learning model Numbered Head Together (NHT) and conventional models of class X On Subjects Automotive Technology Association in SMK 1 Abang Amlapura.Disarankan teachers can motivate students to further develop cooperative skills or cooperate in the social life of students. NHT cooperative learning model type (Numbered Head Together) needs to be developed and applied to another subject and the need for further research as the development of this research. One lesson that may be applicable.keyword : Effects, cooperative learning NHT (Numbered Head Together), learning outcomes.
PENGARUH KECEPATAN ALIRAN FLUIDA TERHADAP CAPAIAN SUHU OPTIMAL HASIL RANCANGAN COOLBOX ZERO POLLUTION Riandika, Putu; Wigraha, Nyoman Arya; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i3.14989

Abstract

Pemanfaatan teknologi telah merambah dalam semua aspek kehidupan manusia, salah satunya teknologi pada bidang peralatan rumah tangga . Household appliances adalah salah satu contoh teknologi yang terus berkembang mengikuti kebutuhan manusia akan berbagai factor seperti, kemudahan, keandalan kenyamanan, ekonomi, dan sebagainya. Ini terlihat pada penjualan lemari es yang terus meningkat ditiap tahunnya. Namun perkembangan mesin pendingin masih belum sempurna karena masih terdapat kekurangan dilihat dari digunakannya bahan kimia yang kurang ramah lingkungan seperti Freon. Maka dari itu penulis berkeinginan untuk merancang dan meneliti Coolbox Zero Pollution yang tidak menggunakan Freon. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan unjuk kerja dari Coolbox Zero Pollution dan mengetahui pengaruh kecepatan aliran fluida terhadap suhu yang dicapai Coolbox Zero Pollution. Dari hasil penelitian didapatkan penggunaan kecepatan aliran 0,033 m/s perbandingan suhu fluida radiator coolant, air + radiator coolant, dan air adalah 12,180C : 12,450C : 13,420C. Pada penggunaan kecepatan aliran 0,049 m/s perbandingan suhu fluida radiator coolant, air + radiator coolant, dan air adalah 11,630C : 12,110C : 13,060C. Pada penggunaan kecepatan aliran 0,071 m/s perbandingan suhu fluida radiator coolant, air + radiator coolant, dan air adalah 11,170C : 11,620C : 12,470C.Kata Kunci : coolbox, peltier, pompa, fluida, suhu, pendingin Utilization of technology has penetrated in all aspects of human life, one of them technology in the field of household appliances. Household appliances is one example of technology that continues to grow following human needs for various factors such as convenience, comfort, economy, reliability, and so on. This is seen in the sales of refrigerators that continue to increase each year. However, the development of the cooling machine is still not perfect because there are still deficiencies seen from the use of less environmentally friendly chemicals such as Freon. Therefore the author intends to design and examine Coolbox Zero Pollution which does not use Freon. This study aims to optimize the performance of Coolbox Zero Pollution and to know the effect of fluid flow velocity on temperature reached by Coolbox Zero Pollution. From the result of the research, the use of flow velocity of 0.033 m / s temperature ratio of fluid radiator coolant, water + radiator coolant, and water is 12,180C: 12,450C: 13,420C. At a flow rate of 0.049 m / s the temperature ratio of the fluid radiator coolant, water + radiator coolant, and water is 11.630C: 12.110C: 13.060C. At a flow rate of 0.071 m / s the temperature ratio of the fluid radiator coolant, water + radiator coolant, and water is 11,170C: 11,620C: 12,470Ckeyword : coolbox, peltier, pump, fluid, temperature, cooler
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Gambar Teknik Manufaktur Di Kelas XI TPM 1 SMK Negeri 3 Singaraja Haryono, Dimastya Teguh Cipto; Dantes, Kadek Rihendra; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v4i1.18987

Abstract

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK MANUFAKTUR DI KELAS XI TPM 1 SMK NEGERI 3 SINGARAJATAHUN AJARAN 2018/2019 Oleh Dimastya Teguh Cipto Haryono1 , K. Rihendra Dantes1 , I N. Pasek Nugraha2 Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Kejuruan Unitersitas Pendidikan Ganesha E-mail. dimastyateguh@gmail.com , rihendra79@gmail.com1 , paseknugraha@undiksha.ac.id2 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pengaruh hasil belajar pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam mata pelajaran Gambar Teknik Manufaktur pada kelas XI TPm1 di SMK Negeri 3 Singaraja sehingga dapat menjadi acuan dalam proses pembelajaran yang lain. Penelitian ini merupakan jenis eksperimen dengan bentuk ”Pre-test Post-test One Shot Case Study”. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik SMKN 3 Singaraja. Sampel penelitian ini 1 kelas yang di isi oleh 31 kelas TPm 1. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes hasil belajar. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan evaluasi hasil pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah dengan cara : (1) Perhitungan analisis sederhana dengan cara membandingkan persentase hasil belajar siswa antara Pre-tes dan Post-tes siswa. (2) Menggunakan Skor N-gain dengan menguji normalitas data skor hasil pre-test, post-test dan Ngain. Normalized atau N-Gain skor bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan suatu model atau perlakuan (treatment) tertentu. (3) Uji T Paired atau Paired T Test digunakan sebagai uji komparatif atau perbedaan skala data dengan menghitung mean. Untuk mengetahui dan mempermudah analisis data interaksi antara hasil belajar siswa pada data pengaruh pembelajaran kooperatif tipe STAD dibantu dengan menggunakan SPSS sebagai alat bantu hitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD memiliki pengaruh dalam meningkatkan hasil belajar siswa.Menurut analisis data secara sederhana, peningkatan hasil belajar terjadi dari pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan nilai persentase manual sebesar 4,07 %. Menurut analisis data menggunakan teknik N-Gain, ada pengaruh dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sebesar 10,967 (0,1) walaupun dengan kategori rendah. Hasil analisis menggunakan teknik Uji Paired T Tes menunjukkan adanya pengaruh dengan melihat perbandingan distribusi nilai t hitung lebih besar dari nilai t pada tabel, jadi H1diterima dan H0 ditolak karena adaanya pengaruh model pembelajar kooperatif tipe STAD terhadap hasil beajar siswa. Kata Kunci : Hasil belajar, STAD, Gambar Teknik Manufaktur INFLUENCE OF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION COOPERATIVE LEARNING MODEL FOR STUDY RESULTS OF ENGINEERING DRAWINGS MANUFACTURE AT XI TPM1 CLASS OF SMKN 3 SINGARAJA By Dimastya Teguh Cipto Haryono1 , K. Rihendra Dantes1 , I N. Pasek Nugraha2 Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Kejuruan Unitersitas Pendidikan Ganesha ABTRACT This research aims to determine how the influence learning result by used model of Cooperative learning STAD type in engeneering drawing manufacture at SMK Negeri 3 Singaraja XI TPm1 Class after using model of Cooperatif learning STAD type, so it can be reference the other learning process, This research is experiment type with Pre-test Post-test One Shot Case Study. The sample of this research are 31 student people of TPm1 class at SMKN 3 Singaraja. The instrument of this research are learning test. Data collected by observation and learning results method. Data analysis use by: (1) simply analysis with percentage compare between post and pre tes results. (2) with used N-Gain score by verify the normalizing score from post and pre test results after treatment STAD model, this technique for knowing effectiviness of cooperative learning method. (3) by used Paired T Test as a scale difference and comparative test with means calculate, this reseach used SPSS application to make it easier for interaction data analysis between learning results The results of reseach are show model of cooperative learning STAD type to have influece for a learning result.The results obtained for considerations with simply data analysis have percentage score was 4,07%, it can improved learning outcome by use method of cooperative learning STAD type. The results for used N-Gain have score was 10,967 (0,1) whit low category and it had influence to improved learning outcome. The results by used Paired T Tes showed have have influence by seeing comparison t count is bigger than t table. So H1 be accepted and H0 reject. keyword : Learning Result, STAD, Engeneering Drawing Manufacture
Pengembangan Handle Rem Sepeda Motor Berbahan Limbah Plastik Hasil Cetakan S 45c Satriadyanto, Irawan; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v8i1.27300

Abstract

Perkembangan teknologi banyak menimbulkan dampak positif  dan negatif.  Adanya material baru yang biasanya digunakan oleh aktifitas manusia, termoplastik merupakan salah satu bentuk material baru. Salah satu bahan termoplastik adalah plastik yang biasa kita gunakan untuk aktifitas sehari-hari.Yang akan dibahas bagaimana rancangan handle rem berbahan limbah plastik dan bagaimana proses pembuatan handle rem berbahan limbah plastik. pengecoran adalah suatu proses penuangan material cair seperti logam dan plastik yang dimasukan kedalam cetakan dan jenis-jenis cetakan tersebut berupa cetakan grafit, cetakan pasir, cetakan permanen, cetakan keramik, cetakan plaster dan cetakan shell Pada proses pembuatan handle ini peneliti hanya mengambil 5 jenis plastik sebagai bahan dasar yang akan digunakan untuk pembuatan handle rem, yaitu jenis Polyethylene Terephthalate (PET/PETE),  High Density Polyethylene (HDPE), Low Density Polyethylene (LDPE), Polypropylene (PP), Polystyrene (PS). Sebelum memulai penelitian ini melakukan proses pemisahan material plastik yang sudah dikumpulkan berdasarkan jenisnya. Pada proses pengecoran handle rem penelitian ini mengkombinasikan beberapa jenis plastik anatara lain jenis PET dengan LDPE, PET dengan PP, PET dengan PS, dan PP dengan HDPE. berdasarkan hasil visualitas perbandingan campuran limbah plastik yang digunakan untuk pembuatan handle rem bahan limbah plastik dengan jenis PP dan HDPE merupakan hasil cetakan yang baik. Karena dari awal pengerjaan hingga akhir tidak mengalami kendala yang begitu berat untuk proses pengerjaan handle rem. Pada saat proses pelepasannya handle sangat mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama.Kata Kunci: Daur ulang limbah plastik, pengecoran limbah plastik, handle rem limbah plastikDaftar RujukanFebriansyah, 2019, “Inovasi Baru Mengubah Sampah Plastik Jadi Kertas yang Mudah  Terurai”. Tersedia pada https://tirto.id/inovasi-baru-mengubah-sampah-plastik-jadi-kertas-yang-mudah-terurai-dftk (diakses tanggal 8 Juni 2019)Khoirumansyah, 2012, “Macam-Macam Cetakan Logam”. Tersedia pada http://khoirumansyahbtr.blogspot.com/2012/11/macam-macam-cetakan-logam.html (diakses tanggal 7 Juni 2019)Logam Ceper, 2014, : ”Cetakan Pasir (Sand Moulding)”. Tersedia pada https://logamceper.com/cetakan-pasir-sand-moulding/ (diakses tanggal 7 Juni 2019)Nurhenu Karuniastuti. Bahaya Plastik  Terhadap Kesehatan Dan Lingkungan.Prof. Drs. Soegyarto Mangkuatmodjo, maret 2014 “Stastik Lanjutan”, Jakarta: PT Asdi Mahasatya.Raggne, May 11, 2015, “Arti Kode Kemasan Plastik: PET(E), HDPE, PVC, LDPE, PP, PS” Tersedia pada  https://raggne.wordpress.com/2015/05/11/arti-kode-kemasan-plastik-pete-hdpe-pvc-ldpe-pp-ps/(diakses tanggal 13 November 2018)Samsudi, Fuad  dan Yugohindra, 2011, Analisa Pengaruh Pengecoran Ulang Terhadap Sifat Mekanik Paduan Alumunium ADC 12.STP Team , November 24, 2016, “Heat Treatment of Carbon Steel – S45C / C45 Steel”. Tersedia pada https://www.steelindopersada.com/2016/11/heat-treatment-of-carbon-steel-aisi-s45c-steel-grades.html (diakses tanggal 7 Juni 2019)sugiyono. (2010) Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung.Wikipedia, 30 November 2017, “Rem” tersedia pada https://id.wikipedia.org/wiki/Rem (diakses tanggal 13 November 2018)
Analisis Kekuatan Impact Komposit Matrix Polyester Berpenguat Serat Rami Dengan Perlakuan Alkali 0%, 5%, 10%, Dan 15% NaOH Untuk Bodi Kendaraan Ganesha Sakti Subadra, I Nengah; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i2.14723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan alkali terhadap kekuatan impak dan model patahan komposit polyester berpenguat serat rami. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan variable terikat kekuatan impak, dan varibel bebas yaitu perlakuan alkali dengan konsentrasi larutan NaOH 0%,5%, 10%, dan 15%. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, didapat Fhitung sebesar 3.131,2 dimana taraf pada Ftabel signifikansi 5% sebesar 2,57. Berdasarkan uji signifikansi di atas, dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, dan H1 yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifiksn dari variasi perlakuan alkali 0%, 5%, 10%, dan 15% NaOH pada serat terhadap sifat mekanik komposit berpenguat serat rami terhadap uji impak, dimana terdapat perbedaan kekuatan impak antara perlakuan alkali|t1-2| ∶t=19,38, |t1-3| ∶t=23,2, |t1-4| ∶t=28,8, |t2-3| ∶t=3,84, |t2-4| ∶t=9,43 ,|t3-4| ∶t=5,59. Secara mikroskopik pada perlakuan alkali 0%, 5%, 10%, dan 15% NaOH rata-rata mengalami patahan getas (briettle) dan mekanisme fibre pull out. Pada perlakuan alkali 0% NaOH pada serat ada bagian yang tidak terkena matrik dengan sempurna (delaminasi).Kata Kunci : kekuatan impak, model patahan, NaOH, perlakuan alkali. This research aims to determine the effect of alkali toward the impact strength and friction model of polyester fiber-reinforced fabric. This research uses experimental method with the existing variables, and the free variables are alkali treatment with 0%, 5%, 10%, and 15% NaOH concentration. Based on calculations that have been done, the result found that Fcount of 3.131.2 where the level on Ftable 5% significance of 2.57. Based on significance test above, it can be concluded that H0 is rejected, and H1 states that there is a significant difference of each alkali load of 0%, 5%, 10%, and 15% NaOH on optical fiber to optical fiber. , where there are various impact strengths between alkali treatments |t1-2| ∶t=19,38, |t1-3| ∶t=23,2, |t1-4| ∶t=28,8, |t2-3| ∶t=3,84, |t2-4| ∶t=9,43 ,|t3-4| ∶t=5,59. Microscopically, on the alkaline treatment of 0%, 5%, 10%, and 15% NaOH mean averages of stain loss (briettle) and fiber pull out mechanism. In the alkaline treatment of 0% NaOH in the fiber, there is a part that is not exposed to the matrix perfectly (delamination)keyword : impact strength, fracture model, NaOH, alkali treatment.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR GAMBAR TEKNIK OTOMOTIF SISWA KELAS X TKRO SMK NEGERI 3 SINGARAJA Putra, Anak Agung Kade Semara; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i3.18590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Quantum Teaching terhadap hasil belajar gambar teknik otomotif siswa kelas X TKRO SMK Negeri 3 Singaraja yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Quantum Teaching dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X TKRO di SMK Negeri 3 Singaraja. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas X TKRO 1 dan siswa kelas X TKRO 2, yang ditentukan dengan teknik random sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 107 siswa dan jumlah sampel 72 orang siswa. Instrumen pada penelitian ini yaitu tes hasil belajar gambar teknik otomotif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial melalui uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fhitung = 82,088 dan Ftabel = 3,98 (pada taraf signifikan 5%). Hal ini berarti bahwa Fhitung > Ftabel, H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar gambar teknik otomotif antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Quantum Teaching dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dilihat dari rata-rata skor yaitu 26,19 > 16,69. Dengan demikian, model pembelajaran Quantum Teaching berpengaruh terhadap hasil belajar gambar teknik otomotif.Kata Kunci : Pembelajaran Quantum Teaching, hasil belajar This study aims to determine the effect of the Quantum Teaching learning model on the learning outcomes of automotive engineering drawings of class X TKRO Singaraja Vocational High School 3 which is significant between groups of students who are taught with Quantum Teaching learning models and groups of students who are taught by conventional learning models. The population of this study was the tenth grade students of TKRO at Singaraja State Vocational High School 3. The sample of this study was students of class X TKRO 1 and students of class X TKRO 2, which was determined by random sampling technique. The total population in this study was 107 students and a sample of 72 students. The instrument in this study is the test results of learning automotive engineering drawings. The data obtained were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis through ANOVA test. The results showed that Fcount = 82.088 and Ftable = 3.98 (at a significant level of 5%). This means that Fcount> Ftable, H0 is rejected and H1 is accepted so that it can be said that there are differences in the learning outcomes of automotive engineering drawings between groups of students who are taught with Quantum Teaching models and groups of students who are taught with conventional learning models. Viewed from the average score of 26.19> 16.69. Thus, the Quantum Teaching learning model influences the results of learning automotive engineering drawings.keyword : Learning Quantum Teaching, learning outcomes
Co-Authors Abdi Pranata, I Gede Adisantosa, I Gede Wahyu Denata Agus Adi, I Nyoman Alfian, Handi Aprianto, Gede Aprilia, Dodik ari pradnyana, suta Ariantika, Kadek Arifudin, Andi Armika, I Putu Arnawa, I Komang Gede Arsana, Putu Baskara, Rizal Buddhi Satya Utama Budiastawan, Ngurah Putu Darma, Kadek Budi Susila Deva Supriana, Putu Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra Dewa, I Dewa Gede Darma Permana Dewangga, Sang Putu Fitrah Dewi, L.J.E. Dipa, Dewa Putu Dias Sancaya Dwipayana, Made Krisna Eka Jaya, I Gd Elisa, Edi Fajriyanto, Muhammad Noval Firdaus, Kholid Galang Kawih Gede Agus Widiantara Gede Widayana Gede Widayana Hadi Susanto Haryono, Dimastya Teguh Cipto I Gede Ari Saputra I Gede Made Aditya Tresnajaya I Gede Wiratmaja I Gusti Ngurah Sanjaya I Putu Heri Yudistira Kadek Rihendra Dantes Kadir, Ach. Khalil Kayana, I Made Dwi Kayana, Made Dwi Kolo, Jaeme Martins Krisnayadi, Made Hari Luh Joni Erawati Dewi Made Agus Suardana Pinatih Mahayoga, I Kadek Alit Mohammad Zakarianto Nyoman Arya Wigraha Pradana, Putu Surya Pramesti, I Gede Yoga Prayuda, Gede Wisnu Priadi, Made Angga Putera, Ocky Primatara Putra Krisnanandha, Vidsvara Putra, A. A. Pt. Ananta Putra, Anak Agung Kade Semara Putra, I G Ngurah Kusuma Randi Wirdana, I Gede Riandika, Putu Ryan Pratama Putra, Ryan Pratama Satriadyanto, Irawan Suadnyana, Made Budi Suandika, I Komang Adi Suartama, I Putu Gede Subadra, I Nengah Suka Arimbawa, I Kadek Suryantara, Putu Agus Sutrisna, Kadek Wibawa, I Wayan Satya Widiarta, I Wayan Wijaya, Dedik Ananta Wijaya, Kadek Surya Yasa, Kadek Odi Supertama Zurweni Zurweni