Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA MELALUI PEMANFAATAN MEDIA DIORAMA Mawar Sari; Rizky Khaliza; Annisa Annisa; Siti Maulidiyah; Nabila Gusti Zahra
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v18i1.4265

Abstract

Peran Konseling Pribadi Sosial Dalam Keterampilan Komunikasi Interpersonal Gusman Lesmana; Annisa Annisa; Julia Siregar
Edukatif Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/je.v2i1.464

Abstract

Dalam komunikasi interpersonal, yang terjadi secara pribadi setiap orang yang terlibat dalam komunikasi mempengaruhi cara mereka melihat lawan bicara. Keterampilan komunikasi interpersonal yang efektif dapat dicapai berdasarkan kriteria empat, yaitu 1). Jujur terhadap stimulus yang datang, baik pikiran maupun perasaan, adalah salah satu aspek keterbukaan. Ekspresi wajah, gerak tubuh, kontak mata, dan sentuhan yang tepat adalah beberapa cara yang dapat digunakan untuk menunjukkan komunikasi nonverbal (3). Sikap Positif: Sikap positif dapat dikomunikasikan dalam hubungan interpersonal dengan dua cara, yaitu dengan menyatakannya dan mendorong orang lain untuk berinteraksi, 4). Kesetaraan: Dalam situasi sosial, akan selalu ada ketidaksetaraan, seperti siapa yang lebih kaya, lebih pandai, dan lain-lain. Oleh karena itu, komunikasi antarpribadi akan lebih efektif dalam suasana yang seimbang. Metode ini menggunakan studi pustaka, yaitu metode pengumpulan data yang mempelajari teori dari berbagai literatur yang berkaitan dengan jurnal. Pengumpulan data dilakukan dengan mencari sumber dan merekonstruksi dari berbagai sumber, termasuk buku, jurnal, dan penelitian sebelumnya. Cara yang jitu untuk memulai dan mempertahankan komunikasi adalah dengan membuka diri kepada orang lain dan mendengarkan dengan penuh perhatian ketika orang lain membuka diri kepada kita, dengan menunjukkan sikap ramah dan senang serta memahami lawan bicara kita, menerima dan mendukung satu sama lain, dan mampu memecahkan masalah yang mungkin muncul saat berbicara dengan orang lain Dalam komunikasi interpersonal komunikasi, kita perlu memiliki keterampilan interpersonal yang kuat untuk memastikan komunikasi mengalir dengan lancar. Bimbingan pribadi-sosial merupakan salah satu bidang bimbingan yang ada di sekolah, dan merupakan usaha bimbingan, dalam menghadapi dan memecahkan masalah pribadi-sosial, seperti penyesuaian diri, menghadapi konflik dan pergaulan. Implementasi layanan dalam bimbingan dan konseling pribadi sosial merupakan salah satu usaha dalam pengembangan keterampilan hubungan sosial. Komunikasi interpersonal komunikasi membantu orang melihat diri mereka sebagai makhluk sosial terlepas dari perjuangan sehari-hari yang kita hadapi.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Tingkat Keparahan Infeksi Bakteri Penghasil Pus pada Pasien Poli Kulit RS Haji Medan Annisa Annisa; Nanda Sari Nuralita
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v5i2.20010

Abstract

Infeksi bakteri staphylococcus aures menyebabkan munculnya folikulitis, furunkel bahkan karbunkel bahkan ditingkat keparahan yang lebih tinggi dapat menimbulkan abses/pus. Acne pustolosis bukanlah suatu penyakit yang berbahaya, tetapi penyakit ini dapat menimbulkan kecemasan yang berlebihan terhadap seseorang karena berdampak pada tampilan fisik seseorang. Penyakit ini dapat dipengaruhi atau dicetuskan oleh multifaktor, salah satunya adalah stres atau kecemasan. Tujuan: untuk melihat hubungan antara tingkat kecemasan dengan keparahan infeksi bakteri penghasil pus. Metode: penelitian ini adalah penelitian analitik kategorik, secara cross sectional, menggunakan sampel acak sederhana. Hasil: dari 50 responden, dijumpai tingkat keparahan akne paling banyak sedang 19 orang (38.0%), akne berat 17 orang (34.0%), dan akne ringan 14 orang (28.0%). Pada tingkat kecemasan yang paling banyak dijupai tingkat sedang sebanyak 19 orang (38.0%), tingkat ringan sebanyak 18 orang (36.0%), dan tingkat berat sebanyak 13 orang (26.0%), nilai P-value 0.032 antara tingkat kecemasan dengan keparahan infeksi bakeri penghasil pus. Kesimpulan: Dijumpai hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dengan tingkat keparahan infeksi bakteri penghasil pus.
Pengaruh Komorbid Hipertensi terhadap Time Recovery pada Pasien Covid-19 di RSUP Dr. M. Djamil Padang Rizki Ananda Aladin; Annisa Annisa; Ahmad Handayani; Aladin aladin
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v4i4.17144

Abstract

Pendahuluan: COVID-19, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Tingkat keparahan dan angka kematian COVID-19 dipengaruhi oleh adanya penyakit penyerta yang dimiliki pasien. Penyakit penyerta yang paling banyak ditemukan pada pasien COVID-19 adalah hipertensi, disusul diabetes. Oleh karena itu, untuk menyesuaikan tindakan pengobatan dan pencegahan COVID-19 yang tepat, penting untuk mengetahui faktor prediktor yang berperan dalam proses penyembuhan penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh hipertensi dengan waktu penyembuhan pada pasien COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 84 sampel diambil yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok hipertensi dan non-hipertensi. Data yang diperoleh dari rekam medis terdiri dari data demografi, karakteristik manifestasi klinis dan waktu konversi PCR negatif. Data dianalisis menggunakan Chi-Square Fisher Exact. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 2 kelompok, kejadian waktu pemulihan yang lama lebih tinggi pada pasien hipertensi (35,7% vs 16,7%). Hasil analisis bivariat antara hipertensi dengan lama kesembuhan adalah p = 0,047 (p 0,05). Pembahasan: Hasil penelitian ini sejalan dengan beberapa penelitian dimana pada pasien dengan masa pemulihan yang lama, hipertensi merupakan salah satu faktor yang berpengaruh signifikan.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap tentang Vaksin Human Papillomavirus (HPV) pada Ibu PKK di Kecamatan Medan Kota Reni Febri Yanti; Annisa Annisa
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v4i4.16659

Abstract

Latar Belakang: Human Papillomavirus (HPV) adalah infeksi menular seksual yang paling umum dikaitkan dengan kanker serviks. Infeksi ini ditularkan melalui kontak kulit ke kulit atau mukosa ke mukosa. Kanker serviks merupakan tumor ganas kedua pada wanita didunia dengan angka kematian menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2020 sekitar 342.000 jiwa. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap tentang vaksin Human Papillomavirus (HPV) pada ibu PKK di Kecamatan Medan Kota. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional yang bertujuan untuk Mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap tentang vaksin Human Papillomavirus (HPV) pada ibu PKK di Kecamatan Medan Kota. Hasil: Tingkat pengetahuan ibu PKK terhadap Human Papillomavirus sebanyak 30% memiliki pengetahuan tidak baik, 43,8% kurang baik, 8,8% cukup baik, dan 17,5% baik. Tingkat pengetahuan kanker serviks sebanyak 6,3% memiliki pengetahuan tidak baik, 8,8% kurang baik, 13,8% cukup baik, dan 71,3% baik. Tingkat pengetahuan vaksin HPV sebanyak 80,0% memiliki pengetahuan tidak baik, 7,5% kurang baik, 7,5% cukup baik, dan 5,0% baik. Tingkat sikap terhadap vaksinasi sebanyak 37,5% kategori tidak baik, 17,5% kurang baik, 30,0% cukup baik, dan 15,0% baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan sikap tentang vaksin Human Papillomavirus (HPV).