Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Gema Cermat-Dagusibu: Tingkatkan Kesadaran Penggunaan Obat di Lingkungan Sekolah Dasar, Kelurahan Koya Barat, Jayapura Bakri, Nur Fadilah; Tobi, Claudius Hendraman B.; Appa, Felycitae Ekalaya; Mende, Juniarto; Mbulang, Yohana Krisostoma Anduk; Maturbongs, Graciano Ariestides; Pratiwi, Rani Dewi; Rusnaeni, Rusnaeni; Barus, Andre Anusta; Pratiwi, Mustika Endah; Dewi, Krisna; Nurhidayah, Annisa; Rosa, Stella
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.4950

Abstract

Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) adalah sebuah program yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat secara benar, cara menggunakan, menyimpan dan memusnahkan obat secara tepat dan benar serta meningkatkan penggunaan obat secara rasional. Salah satu elemen penting dari gerakan ini adalah konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) obat dengan Benar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai penggunaan obat yang benar sehingga meningkatkan literasi kesehatan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilakukan di Lingkungan Sekolah Dasar, Kelurahan Koya Barat, Kota Jayapura. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah metode CBIA (Cara Belajar Insan Aktif) dengan pemberian edukasi serta berpraktek langsung terkait DAGUSIBU. Dalam tahapan pelaksanaanya, metode ini dibagi menjadi beberapa tahapan yakni tahapan persiapan, pemberian materi sekaligus praktek, dan evaluasi pengetahuan peserta. Sejumlah 31 orang guru mengikuti kegiatan pengabdian. Hasil pelaksanaan kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah tentang memperoleh obat secara legal, menggunakan obat sesuai aturan, menyimpan obat dengan benar, serta membuang obat yang sudah tidak digunakan dengan cara yang aman dilihat dari nilai signifikansi p = 0,000 < 0,005. Para guru di sekolah dasar dapat berperan dalam menyebarkan pengetahuan yang telah didapatkan selama kegiatan. Untuk kelangsungan kegiatan ini agar memberi dampak yang lebih luas maka akan dilakukan kerjasama dengan instansi pemerintah di bidang kesehatan seperti Puskesmas di kelurahan Koya Barat untuk dapat memberikan pelatihan secara berkala kepada para guru di wilayah kelurahan Koya Barat, dan juga berkolaborasi dengan Kepala Sekolah untuk dapat memasukkan kegiatan terkait dengan kesehatan terutama pengetahuan obat ke dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah sehingga dapat mendorong para guru untuk melibatkan siswa dalam proyek pembelajaran terkait DAGUSIBU
Profil Penggunaan Antibiotik pada Balita Penderita ISPA di Puskesmas Koya Barat Periode Januari-Desember 2020 Gunawan, Elsye; Rusnaeni, Rusnaeni; Febrianty, Silva Dewi
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.92 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v15i1.98

Abstract

Abstract: Acute Respiratory Tract Infection (ARTI) is the most common infection in humans at all ages. Children and toddlers are the most susceptible to ARTI. Prevalence of ARTI among toddler in Papua is 11.91%, in Jayapura district (10.23%) and Jayapura City (10.95%). This study aimed to determine the profile of antibiotics usage that given to toddler patients with ARTI on January-December 2020 at Koya Barat Public Health Center. The study design was retrospective of 155 prescriptions for toddler patients with ARTI that qualified the inclusion criteria. Data were analyzed using Microsoft excel software and presented in percentages (%) based on patient characteristics, and the level of antibiotic use was calculated. The results showed that male toddler was dominantly affected by ARTI, namely 87 patients (56,13%), age 0-30 months were 87 patients (56,13%), the type of antibiotic amoxicillin syrup used were 57 patients (74,03%). Overall used of antibiotics in toddler with ARTI at Koya Barat Public Health Center during January-December 2020 was 49,68%. Toddler with ARTI without comorbidities were 86,59%, and with comorbidities such as diarrhea, malaria, blepharitis, and pyoderma were 13.41%.
KOMIK DAGUSIBU SEBAGAI MEDIA EDUKASI OBAT BAGI SISWA SD PAPUA KASIH JAYAPURA Gunawan, Elsye; Dewi, Krisna; D. Pratiwi, Rani; S. Lingga, Irene; Rusnaeni, Rusnaeni; Ulva, Dea A.; G. Kendenan, Bryan; R. Reniurwarin, Sulis; J. S. Sipahelut, Vrysel; T. R. Setyoningrum, Retno; Parandan, Ronald
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 9 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i9.3756-3765

Abstract

Pemahaman yang kurang tentang penggunaan obat dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti efek samping yang tidak diinginkan, resistensi obat, atau bahkan keracunan. Oleh karena itu, edukasi mengenai penggunaan obat yang benar sangat diperlukan sejak dini, terutama bagi anak-anak sekolah dasar. Salah satu metode edukasi yang menarik dan efektif bagi anak-anak adalah melalui media visual seperti komik. Komik memiliki keunggulan dalam menyampaikan informasi dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami dibandingkan dengan metode ceramah. Dalam konteks edukasi obat, konsep Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) merupakan panduan penting yang dapat diajarkan kepada anak-anak untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pengelolaan obat yang benar. SD Papua Kasih Jayapura merupakan salah satu sekolah di Papua yang memiliki perhatian terhadap peningkatan literasi kesehatan bagi siswanya. Mengingat pentingnya pemahaman tentang obat sejak usia dini, pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasikan penggunaan obat yang aman dan benar melalui komik DAGUSIBU. Tahapan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu (1) persiapan awal dilakukan pretest sebelum kegiatan (2) pelaksanaan kegiatan meliputi diskusi dan simulasi komik Dagusibu (3) evaluasi kegiatan (posttest) dan analisis data melalui kuisoner yang dibagikan pada akhir pelaksanaan kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah Peningkatan Literasi Kesehatan pada siswa/i di SD Papua Kasih mengenai DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang Obat), maka literasi obat di lingkungan sekolah maupun rumah akan meningkat. Hal ini berpotensi mengurangi kesalahan penggunaan obat di masyarakat. Perubahan sikap dan perilaku melalui kegiatan pengabdian yang menyenangkan dan para siswa di SD Papua Kasih ingin membagi informasi terkait DAGUSIBU, maka bukan hanya pengetahuan yang bertambah, tetapi sikap positif terhadap penggunaan obat yang benar juga terbentuk. Dalam jangka panjang, ini bisa mempengaruhi perilaku kesehatan (misalnya: tidak membeli obat di warung, selalu membaca etiket, menyimpan obat dengan benar, dan tidak membuang obat sembarangan)