Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

KESANTUNAN BERBAHASA DALAM TEKS ALAT PERAGA KAMPANYE PILKADA BANTEN 2024 UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA IKLAN DI SMP Afdal Eki Pratama; Dase Erwin Juansah; Dodi Firmansyah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i4.1982

Abstract

This study discusses the use of politeness in the 2024 Banten Regional Election campaign materials found on billboards and pamphlets, with the aim of describing the realisation of politeness maxims based on Geoffrey Leech's (1983) theory and implementing them in advertising language learning at the junior high school level. The research method used was qualitative descriptive with data collection techniques through documentation, coding, and discourse analysis. The research data consisted of 36 campaign texts analysed based on six maxims of politeness. The results showed that there were 36 data points for all maxims of politeness, namely 10 maxims of sympathy, 6 of praise/appreciation, 11 of agreement, 2 of generosity, 4 of humility, and 3 of wisdom/prudence, identified in the campaign texts. Each maxim serves to reinforce the candidate's positive image while influencing public opinion in a polite manner. The findings of this study can be used as teaching material for advertising language in junior high schools because they provide concrete examples of the application of polite and contextually appropriate persuasive language. This study contributes to enriching pragmatic studies and supports the development of students' advertising text analysis and production skills.
MAKNA KONOTATIF CERPEN “TEMAN KENCAN” DALAM BUKU CORAT- CORET DI TOILET KARYA EKA KURNIAWAN Siti Hanina Nur Syahidah; Dimas Abdul Rasyid; Dodi Firmansyah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.4622

Abstract

Penelitian ini menganalisis makna konotatif dalam cerpenyang berjudul “Teman Kencan” karya Eka Kurniawan, yang terdapat dalam kumpulan cerpen Corat-Coret di Toilet. Cerpen ini mengisahkan seorang pemuda idealis yang merasakan kehancuran hidup dan kesepian setelah menggulingkan pemerintahan yang korup. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna konotatif yang tersembunyi dalam cerita, dengan fokus pada berbagai jenis konotasi yang menggambarkan konflik batin, emosi, serta pengalaman tokoh utama. Melalui pendekatan semantik, penelitian ini mengidentifikasi enam jenis konotasi dalam cerpen ini: konotasi tinggi, konotasi ramah, konotasi berbahaya, konotasi tidak pantas, konotasi tidak enak, dan konotasi keras. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan kata-kata dengan konotasi tertentu berperan penting dalam menggambarkan kedalaman karakter dan perasaan tokoh utama. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman pembaca tentang pentingnya makna konotatif dalam karya sastra dan memberikan kontribusi bagi kajian semantik dalam sastra Indonesia. Kata Kunci: Semantik, Makna Konotatif, Cerpen Teman Kencan.
ANALISIS MAKNA AFEKTIF DALAM NOVEL WILLIAM KARYA RISA SARASWATI: Penelitian Deskriptif Siti Kurniasih; Novita Ramaddini; Dodi Firmansyah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.4691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna afektif dalam novel William karya Risa Saraswati. Makna afektif merupakan makna yang muncul sebagai reaksi emosional pembaca terhadap penggunaan bahasa dalam teks. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mendalami makna afektif yang terdapat dalam novel, mengkaji bagaimana makna tersebut dapat mempengaruhi emosi pembaca dan memperdalam pemahaman terhadap karakter serta konflik emosional yang dialami tokoh. Berdasarkan analisis, ditemukan bahwa penulis menggunakan pilihan kata dan simbolisme untuk menciptakan nuansa emosional yang kompleks, mulai dari perasaan nostalgia, harapan, hingga kesedihan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna afektif dalam novel ini berhasil membangun keterhubungan emosional yang kuat antara pembaca dengan cerita, memperkaya pengalaman membaca melalui penggambaran emosi karakter secara mendalam.
RELASI MAKNA DALAM PUISI YANG SEDARI TADI DUDUK MEROKOK DI HADAPANMU KARYA HERWAN FR Euis Khaeryana; Nazwa Dwi Amalia; Dodi Firmansyah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.4949

Abstract

This research analyzes the relationship between the meanings of synonyms and antonyms in a collection of poems entitled "The One That Was Smoking in Your Face" by Herwan FR. This relaxation of meaning can take the form of changes in opposite meanings (antonyms), similarities (synonyms), double meanings (polysemy), or differences in meaning (homonyms). Antonyms are relationships between words that are contradictory or opposite in meaning. Meanwhile, synonyms are meaning relationships between words, phrases or sentences that have the same or similar meaning, even though the forms are different. This research was carried out using a qualitative research method, this method was carried out by producing descriptive data in the form of written or spoken words in the collection of poems that have always been sitting in front of you. The words included in a line of poetry that select synonymous and antonymous relationships are used as data studied by researchers. In this research, researchers used three techniques, namely library techniques, listening techniques, and note-taking techniques. The data obtained is then processed by recording and selecting words that contain antonym and synonym meaning relationships. Herwan FR's poetry collection "The One Who Was Sitting Smoking in Front of You" explores contemplative themes that reflect social phenomena and everyday life. This book functions as a reflection and invitation to think further about human feelings and the environmental conditions around us. Keywords: Meaning Relations, Antonyms, Synonyms
MAKNA LEKSIKAL DAN MAKNA GRAMATIKAL JUDUL BERITA PORTAL KOMPAS.COM EDISI OKTOBER 2024 Ayu Yulianti; Yunengsih; Dodi Firmansyah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.5164

Abstract

This research aims to analyze the lexical and grammatical meaning in the news headlines of the October 2024 edition of Kompas.com. The method in this research is descriptive qualitative, with data collection techniques, namely library techniques and data analysis techniques, namely content analysis techniques. The aim of this research is to find the lexical and grammatical meaning of the October 2024 edition of the Kompas.com news title, analyze the lexical and grammatical meaning of the October 2024 edition of the Kompas.com news title, explain the meaning of the news that has been analyzed, and find words whose meanings give rise to errors in meaning. The procedures carried out in this research include: 1) Determining the theme, 2) Searching for information, 3) Collecting research data, 4) Presenting the data, and 5) Compiling research results. The technique used is a data analysis technique, using content analysis methods to obtain logical references that can be researched further. The results of the analysis obtained in this research contain the lexical and grammatical meaning of the October edition of the Kompas.com news title. The meaning analysis study proves that we can know the importance of the truth of information in the news title so as to minimize errors in interpreting the title of information in the news and avoid misunderstanding the meaning of the information.
ANALISIS DEIKSIS DALAM CERPEN LELAKI YANG MENDERITA BILA DIPUJI KARYA AHMAD TOHARI Dwi Putri Ardini; Fitri Dwi Cahyani; Aulia Najla Huwaida; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansyah
Jurnal Metamorfosa Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v14i1.3539

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan deiksis dalam cerpen Lelaki yang Menderita Bila Dipuji karya Ahmad Tohari sebagai upaya memahami bagaimana bahasa bekerja membangun makna dan kohesi wacana dalam teks sastra. Urgensi penelitian terletak pada pentingnya kajian linguistik, khususnya semantik dan pragmatik, dalam menganalisis unsur kebahasaan yang berperan dalam pembentukan struktur cerita, karena kajian deiksis pada cerpen tersebut belum banyak dibahas secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis deiksis yang muncul serta fungsi referensial dan kontekstualnya dalam membangun hubungan antar tokoh, peristiwa, dan ruang cerita. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa satuan lingual dalam cerpen yang memuat deiksis persona, ruang, dan waktu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat selama periode penelitian berlangsung. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan pendekatan semantik dan pragmatik untuk menafsirkan makna rujukan serta konteks tutur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 93 data deiksis, terdiri atas 71 deiksis persona, 20 deiksis ruang, dan 2 deiksis waktu. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa deiksis berperan penting dalam mengarahkan rujukan tokoh, memperjelas lokasi peristiwa, serta menandai urutan temporal yang menjaga koherensi cerita. Simpulan penelitian menegaskan bahwa deiksis merupakan unsur linguistik yang krusial dalam membangun struktur makna, memperkuat kohesi wacana, serta membantu pembaca memahami dinamika hubungan antar tokoh dan peristiwa dalam cerpen.AbstractThis study examines the use of deixis in Ahmad Tohari’s short story Lelaki yang Menderita Bila Dipuji as an effort to understand how language constructs meaning and textual cohesion within literary discourse. The urgency of this research lies in the limited comprehensive studies that analyze deixis in this short story, despite its significant role in revealing how linguistic elements shape narrative structure through semantic and pragmatic mechanisms. This study aims to describe the types of deixis that appear in the text and to explain their referential and contextual functions in establishing relationships among characters, events, and spatial settings. The research employs a descriptive qualitative method, with data drawn from linguistic units in the short story containing personal, spatial, and temporal deixis. Data collection was conducted through observation and note-taking techniques throughout the research process. The data were analyzed using content analysis supported by semantic and pragmatic approaches to interpret referential meaning and contextual usage. The results reveal 93 occurrences of deixis: 71 personal deixis, 20 spatial deixis, and 2 temporal deixis. These findings demonstrate that deixis plays a crucial role in clarifying character references, describing spatial orientation, and marking temporal sequences that maintain narrative coherence. The study concludes that deixis is an essential linguistic component that shapes meaning, strengthens textual cohesion, and enhances readers’ understanding of character dynamics and event structures within the short story.
ANALISIS PERSAMAAN MAKNA KATA CAPEK, LELAH, DAN LETIH PADA AKUN @roblox_fessDIMEDIA SOSIALX (TWITTER): KAJIAN SEMANTIK LEKSIKAL Amellia Salsabila; Haliza Kusuma Dewi; Nufaisa Nisrina; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah
Lateralisasi Vol. 14 No. 1 (2026): JULI 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v14i1.9490

Abstract

Fenomena penggunaan kata capek, lelah, dan letih pada media sosial menunjukkan pergeseran makna dari rujukan fisik menjadi ekspresi emosional dan sosial. Dalam komunitas pemain Roblox di platform X (Twitter), ketiga kata digunakan secara kreatif untuk menggambarkan frustrasi, kejenuhan, hingga dramatisasi pengalaman bermain roblox. Penelitian bertujuan mendeskripsikan makna leksikal dan kontekstual dari ketiga kata tersebut serta menjelaskan fungsi pragmatik yang muncul dalam tuturan digital. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak, sadap, dan catat untuk mengumpulkan data berupa unggahan pengguna pada akun @roblox_fess periode Oktober–November 2025. Analisis data dilakukan dengan teknik bagi unsur langsung (BUL) dan teknik perluas untuk mengidentifikasi relasi makna, gradasi intensitas, serta fungsi tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata capek digunakan untuk mengekspresikan kejengkelan ringan dan membangun interaksi sosial; kata lelah menunjukkan kedalaman emosi dan menggambarkan kelelahan mental akibat aktivitas yang berulang; sedangkan letih digunakan secara hiperbolis untuk menandai kondisi emosional yang bersifat humoris atau dramatis. Ketiga leksem memperlihatkan adanya perluasan makna dan fungsi sosial dalam komunikasi digital. Penelitian berkontribusi pada pengembangan ilmu bahasa dan pendidikan dengan memberikan pemahaman tentang dinamika makna dalam media sosial sebagai bagian dari literasi digital, sekaligus memperkaya kajian semantik dan pragmatik pada konteks pembelajaran bahasa di era modern.
Analysis of Connotative Meaning as an Element of Dramatization in the Film Gowok: Javanese Kamasutra Tia Permata Sari; Mufidatuz Zahro Aj-Jauharoh; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah; Mulya Tiara Fauziah
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 2 (2025): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009.Aksis.090204

Abstract

This study aims to uncover connotative meanings as elements that construct the dramatization in the Gowok: Kamasutra Jawa Indonesia movie. This movie depicts the complex cultural values of Java through the conflict between love, social status, and morality. The method used is descriptive qualitative with the listen-and-note technique, where data is obtained from the characters' utterances that contain connotative meanings based on Leech's semantic theory (1981). The results show that connotative meanings in the movie’s dialogue not only function as language embellishments but also become the main source of energy in building dramatic atmosphere and the characters' inner conflicts. The connotations that emerge reflect the social, cultural, and emotional values of Javanese society, which is still bound by hierarchical structures and politeness. Through the use of symbol-laden language, this film presents a dramatization that not only evokes emotions but also provides a reflection of social reality. 
EUFEMISME DAN DISFEMISME PADA JUDUL BERITA KASUS PELECEHAN SEKSUAL DI KOMPAS.COM JANUARI (2024–2025) Fauziana Ulfi; Dodi Firmansyah; Ade Anggraini Kartika Devi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i1.2026

Abstract

This study discusses the role of semantics in news headline writing in mass media, particularly focusing on the use of euphemism and dysphemism. Choosing the right diction is essential to convey meaning accurately and avoid misunderstandings. Euphemisms provide a softened impression and uphold ethical standards, especially in sensitive issues such as sexual violence. In contrast, dysphemisms tend to be harsh and can trigger negative reactions. Headlines that deviate from semantic principles and journalistic ethics may reduce public trust in the media. Therefore, semantic understanding is crucial for producing informative and ethical news. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. The researcher uses Allan & Burridge’s theory of euphemism forms, and the functions of euphemism as proposed by Sutarman, Wijana & Rohmadi, and Allan & Burridge. The researcher also applies Allan & Burridge’s theory of dysphemism forms and the functions of dysphemism by Sutarman and Allan & Burridge. The analysis found 19 instances of euphemism and 7 of dysphemism, each with varying forms and functions. Euphemisms were predominantly used for softening language, while dysphemisms served to intensify fear and clarify meaning. These findings have positive implications for Indonesian language learning, especially as source material and instructional content for news text in the Merdeka Curriculum. This study is also recommended for students, teachers, and researchers as a reference for understanding and developing linguistic studies in mass media.
ANALISIS DEIKSIS DALAM NASKAH DRAMA BERJUDUL “KERETA KENCANA” KARYA W. S. RENDRA Aulia Nur Afifah; Wahyuana Endah Setianingrum; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2251

Abstract

Berangkat dari asumsi bahwa makna dalam teks dramatik tidak pernah berdiri secara literal, penelitian ini menelaah bagaimana deiksis bekerja sebagai mekanisme pembentuk makna dalam naskah drama Kereta Kencana karya W. S. Rendra. Kajian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan metode deskriptif kualitatif melalui teknik simak dan catat terhadap tuturan tokoh. Analisis diarahkan tidak hanya pada identifikasi bentuk deiksis persona, waktu, dan tempat, tetapi juga pada cara unsur-unsur tersebut mengonstruksi realitas dramatik. Hasil analisis memperlihatkan bahwa deiksis persona berfungsi sebagai instrumen pembingkaian relasi yang semu, di mana pronomina menciptakan kesan kedekatan yang justru menyembunyikan keterasingan tokoh. Pada saat yang sama, deiksis waktu menunjukkan ketidakteraturan temporal yang mengaburkan batas antara masa lalu, kini, dan yang akan datang, sehingga menghadirkan pengalaman waktu yang bersifat psikologis, bukan kronologis. Adapun deiksis tempat mengoperasikan dualitas ruang, yakni antara ruang konkret yang terbatas dan ruang imajinatif yang meluas, yang secara simbolik merepresentasikan keterputusan tokoh dari dunia sosial. Dengan demikian, deiksis dalam teks ini tidak sekadar berfungsi sebagai penunjuk referensial, melainkan sebagai strategi semiotik yang membangun absurditas, ironi, dan kritik terhadap kondisi eksistensial manusia modern. Temuan ini menegaskan pentingnya analisis deiksis secara interpretatif dalam kajian pragmatik sastra serta membuka peluang pemanfaatannya dalam pengembangan pembelajaran berbasis pemaknaan kritis.