Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Transportasi

STUDI KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL YANG TIDAK SEBIDANG DI KOTA MAKASSAR: STUDI KASUS SIMPANG JALAN URIP SUMOHARJO-JALAN LEIMENA Y. Haryanto P.; Nur Ali; Muralia Hustim
Jurnal Transportasi Vol. 4 No. 1 (2004)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.412 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v4i1.1768.%p

Abstract

Abstrak Pada simpang tak bersinyal, khususnya simpang tak sebidang sering dijumpai titik-titik konflik arus lalu lintas yang mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas, sebagai contoh kasus di kota Makassar yang terjadi pada persimpangan Jln. Urip Sumoharjo-Jln. Leimena. Timbulnya Kemacetan arus lalu lintas pada simpang ini, dominan dipengaruhi oleh banyaknya kendaraan bermotor seperti motor dan angkutan umum yang diparkir pada sekitar persimpangan dan adanya pengemudi yang melanggar rambu lalu lintas yang ada. Dalam konteks pemecahan masalah tersebut, maka terlebih dahulu perlu diketahui karakteristik dan kinerja lalu lintas pada persimpangan tersebut. Untuk itu, studi bertujuan menganalisis kinerja simpang tak bersinyal yang tidak sebidang tersebut.Pengumpulan data studi meliputi volume lalulintas, data geometrik, dan data faktor-faktor penyesuaian jalan. Metode pengambilan data arus lalu lintas dilakukan secara manual selama empat hari yaitu hari Senin, Kamis, Jumat dan Minggu, yang dimulai dari pukul 07.00 WITA sampai dengan pukul 18.00 WITA untuk setiap hari survei. Analisis data didasarkan pada MKJI (1997), dengan fokus parameter kinerja adalah volume (Q), kapasitas (C) dan derajat kejenuhan (DS).Hasil analisis dan evaluasi data selama empat hari survei memperlihatkan volume rata-rata lalu lintas (Q) yang terjadi sebesar 6.589,76 smp/jam dengan kapasitas rata-rata maksimum (C) persimpangan terjadi pada saat periode jam puncak siang sebesar 3.318,31 smp/jam. Adapun nilai rata-rata derajat kejenuhan (DS) lebih besar dari 0,75 (DS > 0,75), yang berarti bahwa simpang tak sebidang tersebut memiliki kinerja yang jelek.Kata-kata kunci: simpang tak bersinyal, tak sebidang, volume, kapasitas, derajat kejenuhan
STUDI MODEL HUBUNGAN VOLUME–KECEPATAN–KEPADATAN PADA JALAN PERKOTAAN TIPE 2 LAJUR DAN 4 LAJUR TAK TERBAGI (2UD DAN 4UD) Nur Ali; Muhammad Isran Ramli
Jurnal Transportasi Vol. 6 No. 2 (2006)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.712 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v6i2.1807.%p

Abstract

Abstrak Pada beberapa lokasi prasarana jalan tipe 2 arah tak terbagi baik untuk tipe 2 lajur (2/2UD) maupun tipe 4 lajur (4/2UD) pada kota-kota besar di Indonesia, permasalahan kemacetan dan tundaan arus lalulintas sudah sering terjadi. Untuk mencari solusi manajemen lalulintas pada penanganan prasarana jalan tersebut, maka terlebih dahulu diperlukan studi mengenai karakteristik arus lalulintas secara umum dan model hubungan antar karakteristik arus lalulintas tersebut secara khusus. Dalam konteks tersebut, studi ini bertujuan menganalisis model hubungan antar karakteristik volume (V), kecepatan (S) dan kepadatan (D) arus lalulintas, untuk selanjutnya mengevaluasi model hubungan V-S-D yang sesuai dengan kondisi arus lalulintas yang ada.Survai data pada ruas jalan tipe 2/2 UD dilakukan pada 3 ruas jalan, yaitu Jl. Abd. Dg. Sirua,  Jl. Yos Sudarso, dan Jl. Lanto Dg. Pasewang di Kota Makasaar. Untuk jalan tipe 4/2UD survai dibatasi pada ruas Jl. Perintis Kemerdekaan dan Jl. St. Alauddin. Pengambilan data studi meliputi data volume lalulintas, kecepatan  lalulintas, kondisi geometrik jalan, dan data faktor-faktor penyesuaian kondisi jalan dan wilayah studi. Metode pengambilan data volume dan kecepatan lalulintas dilakukan dengan metode manual count, untuk data geometrik jalan dan beberapa data faktor penyesuaian jalan, dilakukan dengan observasi langsung pada ruas jalan tersebut di atas. Sedangkan data faktor penyesuaian lainnya, diperoleh dengan cara survai sekunder pada instansi terkait. Pengambilan data dilakukan selama 1 minggu, yaitu Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu, dengan periode waktu survai dilakukan pada periode jam puncak, yaitu pukul 07.00‑09.00, 12.00-14.00, dan 16.00-18.00 WITA. Analisis data karakteristik lalulintas didasarkan pada metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Sedangkan studi model matematis yang dilakukan meliputi analisis model Greenshield, model Greenberg, dan model Underwood. Untuk evaluasi model yang sesuai, dilakukan analisis nilai koefisien korelasi (r) dari setiap model yang ada.Dari hasil analisis dan evaluasi model terlihat bahwa untuk ruas jalan tipe 2/2UD, model hubungan V-S-D yang sesuai untuk Jl. Abd. Dg. Sirua adalah model Greenberg, untuk Jl. Yos Sudarso mengikuti model Greenshield, sedangkan untuk ruas Jl. Lanto Dg. Pasewang lebih mengikuti model Underwood. Adapun untuk ruas jalan tipe 4/2UD,  model hubungan V-S-D yang sesuai untuk ruas Jl. Perintis Kemerdekaan adalah mengikuti model Greenberg, sedangkan untuk ruas Jl. Sultan Alauddin, mengikuti model Greenshield.Kata-kata kunci: volume (V), kecepatan (S), kepadatan (D), Greenshield, Greenberg, Underwood, jalan tipe 2/2UD, dan jalan tipe 4/2UD.
ANALISIS BIAYA KECELAKAAN LALULINTAS DI KOTA MAKASSAR Munawir Muhtar; Nur Ali; Muh. Isran Ramli
Jurnal Transportasi Vol. 7 No. 2 (2007)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.123 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v7i2.1826.%p

Abstract

Abstract This study intended to investigate the traffic accident cost in the city of Makassar.  Analysis performed in this study used two components of accident costs, namely resource and non-resource costs. The Resource costs include cost for repairing vehicles, hospital costs, and production loss. The non-resource costs include costs related to pain, grief and mourn, and other costs paid by family and friends. In this study, the Gross of Output Method was used for analysis. Data for traffic accident victim were collected from hospitals and accident cost data were obtained from the victims, using interview techniques and questionnaires. The results of this study show that the costs for every victim accident category in the city of Makassar are for victim die is equal to Rp. 114,516,00,-, Rp. 60,008,599,-, Rp. 1,525,990,-, and Rp. 517,500,- for fatality, serious injury, slight injury, and property damage only, respectively.Keywords: traffic accident, traffic accident victim, fatality
KARAKTERISTIK KORBAN KECELAKAAN LALULINTAS DI KOTA MAKASSAR Munawir Muhtar; Nur Ali; Muh. Isran Ramli
Jurnal Transportasi Vol. 8 No. 1 (2008)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.081 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v8i1.1834.%p

Abstract

Abstract Traffic accident is a serious problem in the city of Makassar.  This study tries to describe the characteristics of traffic accident in that city. Samples were collected and surveys were conducted using interview and questionnaire techniques. The results show that the traffic accident victims in Makassar are dominated by students, with the age ranging from 16 years to 21 years. The largest portion of the victims in this city used motor cycles when involved in traffic accidents.Keywords: traffic accident, accident characteristic, and accident victim.