Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

A Kreasi Non Alkohol Arak Jahe sebagai Produk Pendukung Wisata Halal: Indonesia Syahdisa, M. Ardianto; Satiadji, Amirosa Ria; Dirga, Dewa Made
JURNAL GASTRONOMI INDONESIA Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Gastronomi Indonesia
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jgi.v12i1.1484

Abstract

Halal tourism is a set of additional amenities, attractions and accessibility services aimed and provided to meet the experiences, needs and desires of Muslim tourists. In order to accommodate the need for halal drinks with local potential, there is a traditional sweet Tuak drink which, with proper processing, is a non-alcoholic drink. Sweet Tuak is a traditional drink made from palm nira taken from sugar palm trees. The extract of water droplets from sugar palm is called nira, with a very sweet taste. Natural preservatives such as vinegar are also added to it, which functions to soak up the alcohol content in palm wine. The purpose of this research is to develop a drink that was initially just a simple drink or a fairly traditional drink, then the author developed it into a modern drink called a mocktail drink. The drink is made from sweet tuak, ginger, lime, egg white and butterfly pea. The method used by the author in this study is qualitative by involving several people who are experts in the field of hospitality, especially bartenders and baristas to test the results of the development of the drinks that the author makes. The development of this Traditional Drink Made from Sweet Tuak with Ginger is served using a champagne saucer glass to beautify the appearance of the drink which is 8 cm in diameter and 9 cm / 133ml high Sweet Tuak becomes a mocktail drink with the mass of the sweet tuak remaining for 6 hours if it is not refrigerated then when it is not cooled for more than 6 hours the alcohol content in the nira in the tuak manis will increase and become cocktail.
FAKTOR-FAKTOR PENENTU MINUMAN AIK POKAK DALAM MENDUKUNG WISATA KULINER DI KABUPATEN SUMBAWA NUSA TENGGARA BARAT Muhammad Satrio; Dewa Made Dirga; Gugung Gumilar
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i2.8085

Abstract

Kuliner tradisional adalah praktik tradisional dalam masyarakat yang telah hadir di Nusantara selama berabad-abad, berfungsi sebagai sumber makanan, kesehatan, dan berbagai aspek budaya. Di Pulau Lombok dan Sumbawa, banyak orang menikmati masakan tradisional, terutama di saat Ramadhan yang dianggap sebagai tujuan wisata halal. Hidangan minuman tradisional adalah Aik Pokak, yang secara tradisional dinikmati selama Ramadhan dan sering disajikan dalam pertemuan besar. Minuman tradisional Aik Pokak juga digunakan sebagai jamu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kuliner tradisional di Nusa Tenggara Barat, termasuk peranannya dalam wisata kesehatan dan seni kuliner. Temuan menunjukkan bahwa masakan tradisional di yogyakarta dapat menjadi sumber informasi yang berharga bagi peneliti dan dapat digunakan dalam sektor jasa makanan dan minuman. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kuliner tradisional di Nusa Tenggara Barat)
Pendampingan Pembuatan Produk Minuman Sebagai Produk Unggulan di Desa Bangkat Monteh Kabupaten Sumbawa Barat Dewa Made Dirga; Hendri Yadi Saputra; Herlina; Mandra; Rizda Endean Ngoluanta Batubara; Indah Mila Kuntari; Lalu Zul Yusri
Jurnal Abdi Anjani Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v1i2.929

Abstract

Pengabdian Masyarakat Program Studi Tata Hidang akan dilaksanakan di Desa Bangkat Monteh Kecamatan Brang Rea Kabupaten Sumbawa Barat. Daya tarik Desa Bangkat Monteh Kecamatan Brang Rea yang paling banyak diminati oleh wisatawan lokal adalah air terjun Ai Mual, dan akhir-akhir ini banyak masyarakat luar yang ingin menikmati keindahan panorama alam terutama air terjun dan bendungan yang memenuhi sosial media. Salah satu produk yang popular di Kabupaten Sumbawa Barat adalah Susu kerbau merupakan susu segar yang dimanfaatkan oleh masyarakat lokal Sumbawa Barat. Berdasarkan hasil pra observasi salah satu permasalahan yang terdapat di desa Bangkat Monteh belum bisa memanfaatkan susu kerbau yang berlimpah untuk di dijadikan berbagai macam produk olahan seperti minuman berbahan dasar susu kerbau. Berdasarkan hal tersebut sehingga perlu dilakukan pendampingan dan pelatihan untuk membuat olahan minuman dengan pemanfaatan bahan-bahan lokal terutama susu kerbau dan kopi. Metode penyampaian dilakukan dengan memberikan pemahaman dan pelatihan dengan metode presentasi dan demontrasi, peserta yang mengikuti pelatihan sejumlah 30 peserta yang terdiri dari unsur kelompok sadar wisata, Ibu-ibu PKK, dan warga desa Bangkat Monte, Kabupaten Sumbawa Barat. Berdasarkan hasil evaluasi dapat diketahui bahwa sebagian besar masyarakat dapat membuat minuman sesuai dengan prosedur, peralatan, maupun sesuai secara organileptik.