Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGELOLAAN DESTINASI WISATA DAN PENGEMBANGAN PRODUK KULINER DI DESA BANGKET MONTEH KABUPATEN SUMBAWA BARAT Dewa Made Dirga; Hendri Yadi Saputra; Herlina, Herlina; Mandra, Mandra; Rizda Endean Ngoluanta Batubara
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i8.9446

Abstract

Pengabdian Masyarakat Program Studi Tata Hidang dilaksanakan di Desa Bangkat Monteh Kecamatan Brang Rea Kabupaten Sumbawa Barat. Area wisata yang dibangun di Desa Bangkat Monte berbasis alam, dengan mengedepankan spot alami air terjun Ai Mual. Selain potensi Atraksi wisata, Desa Bangkat Monte juga memiliki komoditas lokal dan pendukung lainnya untuk dikembangkan menjadi produk lokal yang menarik. Dalam pengembangan Desa Wisata aspek pengelolaan atau tata kelola juga merupakan suatu aspek yang sangat penting. Berdasarkan hasil pendampingan tahun 2023 dan berlanjut pada observasi tahap pertama pada bulan Mei 2024, masih terdapat permasalahan yang ditemukan di desa Bangkat Monte, salah satunya yakni paket destinasi wisata dan produk minuman yang belum maksimal, kendatipun pada pendampingan tahun 2023 telah tampak perubahan infrastruktur dalam pengelolaan destinasi yang lebih baik dan variasi produk makanan dan minuman mulai nampak, namun desa Bangkat Monteh belum dapat memanfaatkan komoditas lokal untuk dijadikan berbagai macam produk olahan. Berdasarkan hal tersebut, sehingga perlu dilakukan pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan destinasi wisata dan pemanfaatan hasil pertanian dan perkebunan untuk dijadikan sebagai produk wisata. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dengan menggunakan metode sosialisasi dan focus group discussion dengan Pemerintah Daerah, Swasta, Pemerintah Desa, Pengelola Desa Wisata Bangkat Monteh, dan masyarakat Desa Wisata Bangkat Monteh. Hasil dari sosialisasi dengan metode presentasi, dan Focus Group Discussion diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang prinsip pengelolaan desa wisata, dan dapat memberikan pemahaman tentang prinsip-prinsip penggunaan peralatan minuman yang digunakan, memahami metode pembuatan minuman, mengetahui bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan minuman, memahami cara penyajian minuman, pengemasan produk, hingga pemasaran produk
A Kreasi Non Alkohol Arak Jahe sebagai Produk Pendukung Wisata Halal: Indonesia Syahdisa, M. Ardianto; Satiadji, Amirosa Ria; Dirga, Dewa Made
JURNAL GASTRONOMI INDONESIA Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Gastronomi Indonesia
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jgi.v12i1.1484

Abstract

Halal tourism is a set of additional amenities, attractions and accessibility services aimed and provided to meet the experiences, needs and desires of Muslim tourists. In order to accommodate the need for halal drinks with local potential, there is a traditional sweet Tuak drink which, with proper processing, is a non-alcoholic drink. Sweet Tuak is a traditional drink made from palm nira taken from sugar palm trees. The extract of water droplets from sugar palm is called nira, with a very sweet taste. Natural preservatives such as vinegar are also added to it, which functions to soak up the alcohol content in palm wine. The purpose of this research is to develop a drink that was initially just a simple drink or a fairly traditional drink, then the author developed it into a modern drink called a mocktail drink. The drink is made from sweet tuak, ginger, lime, egg white and butterfly pea. The method used by the author in this study is qualitative by involving several people who are experts in the field of hospitality, especially bartenders and baristas to test the results of the development of the drinks that the author makes. The development of this Traditional Drink Made from Sweet Tuak with Ginger is served using a champagne saucer glass to beautify the appearance of the drink which is 8 cm in diameter and 9 cm / 133ml high Sweet Tuak becomes a mocktail drink with the mass of the sweet tuak remaining for 6 hours if it is not refrigerated then when it is not cooled for more than 6 hours the alcohol content in the nira in the tuak manis will increase and become cocktail.
FAKTOR-FAKTOR PENENTU MINUMAN AIK POKAK DALAM MENDUKUNG WISATA KULINER DI KABUPATEN SUMBAWA NUSA TENGGARA BARAT Muhammad Satrio; Dewa Made Dirga; Gugung Gumilar
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i2.8085

Abstract

Kuliner tradisional adalah praktik tradisional dalam masyarakat yang telah hadir di Nusantara selama berabad-abad, berfungsi sebagai sumber makanan, kesehatan, dan berbagai aspek budaya. Di Pulau Lombok dan Sumbawa, banyak orang menikmati masakan tradisional, terutama di saat Ramadhan yang dianggap sebagai tujuan wisata halal. Hidangan minuman tradisional adalah Aik Pokak, yang secara tradisional dinikmati selama Ramadhan dan sering disajikan dalam pertemuan besar. Minuman tradisional Aik Pokak juga digunakan sebagai jamu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kuliner tradisional di Nusa Tenggara Barat, termasuk peranannya dalam wisata kesehatan dan seni kuliner. Temuan menunjukkan bahwa masakan tradisional di yogyakarta dapat menjadi sumber informasi yang berharga bagi peneliti dan dapat digunakan dalam sektor jasa makanan dan minuman. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kuliner tradisional di Nusa Tenggara Barat)