Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

THE PHENOMENON OF MARRIAGE IS SCARY AMONG GENERATION Z IN BENGKULU CITY Rodiah April Liani; Panji Suminar; Diyas Widiyarti
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 1 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i1.7855

Abstract

This study aims to examine the factors influencing the emergence of the Marriage is Scary phenomenon among young people in Bengkulu City. This phenomenon represents fear toward marriage, which is perceived as a source of emotional, economic, and social burden. Using a descriptive quantitative approach, this study applies structural functionalism theory to understand changes in social values affecting the role of the family institution. This study involved 384 respondents, using purposive sampling technique. Data were collected through online and offline questionnaires distributed to unmarried young individuals who are active on social media and reside in Bengkulu City. The findings indicate that psychological and sociocultural factors play a more dominant role in shaping fear of marriage compared to economic considerations. Mental well-being concerns, the prioritization of career and education, and exposure to social media narratives significantly influence attitudes toward marriage. These results suggest a shift in values among young people toward independence, self-development, and emotional readiness before entering marital life. Policymakers should develop premarital education programs and financial literacy campaigns specifically designed for Generation Z in Bengkulu City.
Makna Sosiologis Penggunaan Lebih dari Satu Akun Media Sosial di Kalangan Gen Z Carmelyta; Armelvia Sari, Rizza; Diyas Widiyarti
PRAWARA Jurnal ABDIMAS Vol 5 No 2 (2026): PRAWARA JURNAL ABDIMAS
Publisher : CV. Manha Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna sosiologis penggunaan lebih dari satu akun media sosial di kalangan Generasi Z. Perkembangan media sosial mendorong individu untuk membangun dan mengelola identitas digital secara strategis dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena kepemilikan akun ganda, yaitu akun utama dan akun kedua, menunjukkan adanya pemisahan antara ruang publik dan ruang privat dalam interaksi daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan berusia 17–25 tahun. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana serta didukung teori dramaturgi dari Erving Goffman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan akun ganda merupakan bentuk pengelolaan kesan (impression management) dan negosiasi identitas sosial di media digital. Akun utama digunakan sebagai ruang publik untuk menampilkan citra diri ideal, profesional, dan dapat diterima secara sosial, sedangkan akun kedua dimanfaatkan sebagai ruang privat untuk mengekspresikan diri secara lebih bebas, personal, dan autentik. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa Generasi Z secara aktif membangun batas antara identitas publik dan identitas privat sebagai strategi adaptasi sosial di era digital.