Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) TERHADAP JENIS MEDIA TANAM DAN JENIS NUTRISI DENGAN SISTEM HIDROPONIK Gusti Priyanda; Rita Hayati; Eva Oktavidiati; Jafrizal; Dwi Fitriani; Yukiman Armadi
Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS) Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jrips.v1i2.3603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca Sativa L.) terhadap jenis media tanam dan jenis nutrisi dengan sistem hidroponik. Rancangan yang digunakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama Media Tanam (M) : M1 (Rockwool), M2 (Sekam Padi), sedangkan faktor kedua Nutrisi (N) : N1 (AB Mix), N2 (Poc Nasa), N3 (Super Bionik) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5 %. Data hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun tanaman, berat segar tanaman, berat akar tanaman dan panjang akar tanaman. Pada perlakuan nutrisi berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun umur 1 MST, 3 MST, 5 MST, berat segar tanaman, berat akar tanaman dan panjang akar tanaman selada.Terdapat interaksi antara penggunaan media tanam dan pemberian nutrisi pada tanaman selada berpengaruh sangat nyata pada berat segar tanaman dan berat akar tanaman selada. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan dan hasil terbaik adalah perlakuan media tanam rockwool dan nutrisi ab mix. Kata kunci :Selada, Media Tanam, Nutrisi, Hidroponik, Pertumbuhan
Effect of Tofu Liquid Waste and SP-36 on the Growth and Yield of Sweet Corn Plants (Zea mays saccharata Sturt). Isnin Kurnia Safitri; Wahyu Qy Rahman; Dwi Fitriani; Suryadi Suryadi; Jafrizal Jafrizal; Fiana Podesta
JERAMI : Indonesian Journal of Crop Science Vol 5 No 2 (2023): JIJCS
Publisher : Department of Crop Science, Faculty of Agriculture, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jijcs.5.2.38-43.2023

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah cair tahu dan SP-36 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.). Penelitian ini dilakukan di lahan kebun melon bentiring kelompok tani milenial. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor 3 ulangan. Faktor pertama pemberian limbah cair tahu (T) : T0 (Kontrol), T1 (20%), T2 (40%) dan T3 (60%). Sedangkan faktor ke 2 Pupuk SP-36 (P) : P0 (Kontrol), P1 (2,8 gr/tanaman), P2 (4,2 gr/tanaman) dan P3 (5,6 gr/tanaman). Berdasarkan taraf yang dicobakan dari kedua faktor perlakuan tersebut, maka diperoleh 16 kombinasi perlakuan. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali dan diperoleh 16 kombinasi perlakuan dan diperoleh 48 satuan percobaan dan setiap percobaan terdiri dari 8 tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan pemberian limbah cair tahu dan SP-36 berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Perlakuan limbah cair tahu (20%) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 35 HST dan berpengaruh sangat nyata jumlah daun umur 49 HST. Sedangkan perlakuan Pupuk SP-36 (2,8 gr/tanaman ) berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan berat basah tanaman.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI DAN BIO URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata sturt L.) Sunarni; Fiana Pondesta; Dwi Fitriani; Ririn Harini; Jafrizal Jafrizal; Usman Usman
Agriculture Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i2.5914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh pemberian pupuk kandang sapi dan bio urine sapi terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis (Zea mays saccharata sturt L). Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama dosis pupuk kandang sapi (T) : T0 (tanpa perlakuan), T1 (15 ton/ha), T2 (20 ton/ha), dan T3 (25 ton/ha) sedangkan faktor kedua dosis biourine sapi U0 (tanpa perlakuan), U1 (25 ml/liter), U2 (50 ml/liter) U3 (75 ml/liter) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati yaitu tinggi tamaman (cm), jumlah daun (helai, dimater batang (mm) jumlah tongkol (buah) panjang tongkol berkelobot (cm), panjang tongkol tanpa kelobot (cm), dimater tongkol berkelobot (mm), diameter tongkol tanpa kelobot (mm), berta tongkol bekelobot (g), berat tongkol tanpa kelobot (g), berat basah tanaman (g), berat kering tanaman (g), berat basah akar (g) dan berat kering akar (g). Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan’s Mutiple Range Test (DMRT) taraf 5 %. Pada penelitian ini tidak terjadi interaksi antara pupuk kandang sapi dan bio urine sapi terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Perlakuan dosis pupuk kandang sapi berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman (28 dan 42 hst), diameter batang (28, 42 dan 58 hst), berat basah tajuk, berat kering tajuk, berat kering akar, dan panjang tongkol tanpa kelobot. Perlakuan dosis bio urine sapi menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap semua parameter. Sedangkan dosis bio urine sapi berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati. Sera tidak terjadi interaksi antara dosis pupuk kandang sapi dan bio uerine sapi terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Kata kunci : jagung manis, pupuk kandang sapi, urine sapi
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada Merah (Lactuca sativa Var. Crispa) Dengan Pemberian Naungan Andi Pratama; Usman Yasin; Jafrizal; Eva Oktavidiati; Dwi Fitriani
Agriculture Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i1.6675

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah (Lactuca sativa Var. Crispa) dengan pemberian naungan. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Kuala Alam Nusa Indah, Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu dengan ketinggian tempat 10 mdpl. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 5 ulangan. Yakni N0 (tanpa naungan), N1 (25%), N2 (50%) dan N3 (75%). Berdasarkan taraf yang dilakkukan, maka diperoleh 4 kombinasi perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga mendapatkan 20 satuan percobaan, setiap percobaan terdiri dari 8 tanaman sehingga terdapat 180 tanaman yang diamati dalam percobaan ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pemberian naungan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 7 sampai dengan 35 HST, jumlah daun 28 dan 35 HST, berat basah tanaman, berat kering tanaman, dan berat akar tanamanPemberian naungan 50% hingga 75% dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah, dan berat kering. Pemberian tanpa naungan menunjukan umur panen tercepat dan pemberian naungan 25% sampai dengan 75% memberikan penambahan berat akar (9,05gr- 9,85gr). Kata Kunci : Selada Merah (Lactuca sativa Var. Crispa), Naungan.
PENGARUH PEMANGKASAN PUCUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN (Cucumis sativus L) Dion Putra Pratama; Eva Oktavidiati; Jafrizal Jafrizal
Agriculture Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i1.6696

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu jenis sayuran dari famili Cucurbitaceae yang sudah populer ditanam petani di Indonesia. Selain dikonsumsi dalam bentuk segar, mentimun juga berperan dalam bidang kosmetik banyak diguanakan sebagai masker muka dan masker kantung mata. Tujuan “Pengaruh Pemangkasan  berpengaruh nyata Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Mentimun (Cucumis sativus L)”. Penelitian ini dilaksanakan Jln Rafless Kelurahan Nusa Indah Kecamatan Ratu Agung mulai pada bulan Juni  2023 sampai bulan Agustus 2023 pada ketinggian tempat ± 10 mdpl.  Dalam metode penelitian ini yang di gunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yang terdiri dari lima perlakuan yaitu Pemangkasan pucuk (P) yaitu :  P0 = Tanpa Pemangkasan, P1 = Pemangkasan Pucuk Pada Ruas 8, P2 = Pemangkasan Pucuk Pada Ruas 10, P3 = Pemangkasan Pucuk Pada Ruas 12, P4 =  Pemangkasan Pucuk Pada Ruas 14. Berdasarkan hasil analisis ragam, bahwa perlakuan pemangkasan berpengaruh sangat nyata pada parameter berat buah pertanaman.  Berpengaruh tidak nyata pada parameter panjang buah umur 7,14,21 dan 28 hst, hari muncul bunga, jumlah buah, panjang buah, berat buah pertanaman dan diameter buah  pada tanaman  mentimun. Saran : Untuk mendapatkan hasil mentimun yang lebih maksimal dengan pengerjaan budidaya lebih muda dan efisien dapat dilakukan pemangkasan pucuk pada ruas 8. Kata kunci : Pemangkasan, Hasil, Mentimun
Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Pupuk Cair Dan Padat Menggunakan Dekomposer Dan Biopori Maghfiroh, Arina Amalia; Kuatno, Kuatno; Lastari, Desi; Jafrizal, Jafrizal; Febriawati, Henni; Angraini, Wulan; Suryani, Iis
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 5, No 2 (2023): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Oktober)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v5i2.15589

Abstract

Tumpukan sampah menjadi masalah bagi rumah tangga dan lingkungan sekitar. Sampah didominasi oleh sampah organik rumah tangga yang berasal dari sisa-sisa makanan, buah-buahan dan sayuran. Minimnya lahan untuk pengolahan sampah organik dikarenakan rumah tangga bertempat tinggal di tengah pemukiman yang padat penduduk. Pendidikan kesehatan dilakukan untuk memanfaatkan sisa barang bekas yang tidak terpakai menjadi dekomposer dan pemanfaatan lahan pekarangan menjadi tempa biopori dalam pengolahan sampah organik. Pendidikan kesehatan dilaksanakan dengan memberikan materi mengenai pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk cair dan pupuk padat. Pembuatan dekomposer dilaksanakan dengan memanfaatkan jirigen bekas menjadi lahan pengolahan sampah organik dan pembuatan bopori dilaksanakan di lahan kecil di depan rumah warga. Pendampingan dilakukan setiap satu minggu sekali guna melihat hasil panen dari dekomposer dan biopori.
TEKNOLOGI PEMBUATAN TEPUNG BIJI ALPUKAT DAN PEMANFAATAN SEBAGAI PENGGANTI TEPUNG TERIGU DALAM PEMBUATAN COOKIES DI DESA ARGA INDAH Hayati, Rita; Kesumawati, Neti; Armadi, Yukiman; Jafrizal, Jafrizal; Definiati, Neli; Efrita, Edi; Mutmainah, Elni; Saputra, Surya Ade
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 3 (2024): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i3.733

Abstract

Masyarakat di Desa Arga Indah Kecamatan Marigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah pada umumnya memiliki mata pencaharian bertani dan berdagang. Masyarakatnya mengharapkan ada penyuluhan bagaiman menambah pemasukkan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Salah satu melalui upaya memanfaatkan limbah hasil pertanian yang dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menambah pemasukkan keuangan keluarga. Pada umumnya petani hanya membuang biji alpukat yang dihasilkan di Desa Arga Indah. Buah alpukat merupakan salah satu buah yang diminati banyak orang, namun disisi lain bijinya hanya dijadikan limbah yang belum termanfaatkan karena pada umumnya, bagian yang dimanfaatkan dari buah alpukat hanyalah daging buahnya saja sedangkan bagian lainnya dibuang dan menjadi limbah. Bagian terbuang yang masih dapat dimanfaatkan misalnya biji. Biji alpukat yang dianggap sebagai limbah memiliki kandungan pati yang cukup tinggi yaitu sekitar 80,1% yang dapat dimanfaatkan menjadi berbagai cemilan makanan ringan antara lain Cookies. Untuk itu diperlukan pendidikan kepada masyarakat tani bagaimana teknologi pengolahan biji Alpukat menjadi Tepung yang kemudian dapat dimanfaatkan menjadi beberapa olahan makanan ringan seperti Cookies. Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan ini berupa penyuluhan. Pelatihan Teknologi pembuatan Tepung Biji Durian dan praktek menggunaanya dalam pembuatan Cookies Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini, yaitu berupa penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi untuk pendalaman. Kemudian dilanjutkan dengan pembimbingan praktek lapangan dan monotoring. Hasil yang dicapai dalam pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya ketrampilan petani dalam teknologi pembuatan tepung biji alpukat dan pembuatan Cookies dan menambah wawasan petani dalam memanfaatkan biji Alpukat menjadi sesuatu yang dapat menambah pendapatan keluarga petani dan juga dapat memelihara lingkungan dengan menfaatkan biji alpukat yang berupa Limbah.
EFEKTIFITAS PUPUK KANDANG KOTORAN KAMBING DAN PUPUK HAYATI CAIR DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MELOM (Cucumis melo. L) Hayati, Rita; Jafrizal, Jafrizal; Armadi, Yukiman; Suryadi; Kesumawati, Neti
Agriculture Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i2.7607

Abstract

Tujuan penelitian mengetahui interaksi antara pupuk kandang kotoran kambing dan pupuk hayati cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Melon (Cucumis melo L) dan efektifitas pupuk kandang kotoran kambing dan pupuk hayati cair dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman Melon (Cucumis melo L).Penelitian ini dilaksanakan di jl. Merapi XV E Tebeng Ratu Agung Kodya Bengkulu, bulan Mei 2023 sampai Agustus 2023, rancangan acak lengkap pola Faktorial (RALF) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama pengaruh Pupuk kandang kotoran kambing yang terdiri dari 4 taraf yaitu : P0= kontrol P1= 10 ton/ha (360 gr/tanaman) P2= 15 ton/ha (450 gr/tanaman) P3 = 20 ton/ha (500 gr/tanaman) Faktor kedua yaitu pengaruh pemberian pupuk hayati cair (bioto grow gold/ BGG) yang terdiri dari : K0 = Kontrol K1 = 1,5 ml/l K2 = 3 ml/l K3 = 4,5 ml/l Terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 48 unit percobaan. masing-masing unit percobaan terdiri dari 3 tanaman, sehingga terdapat 144 tanaman. Hasil data di analisis secara statistik menggunakan sidik ragam, selanjutnya apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multipe Range Test (DMRT) pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang kotoran kambing berpengauh tidak nyata terhadap semua parameter kecuali pada pengamatan jumlah daun umur 28 hst. Perlakuan terbaik pada penelitian ini terhadap tinggi tanaman Melon yatu P3 =20 ton/ha dan K2= 4,5 ml/l . Sedangkan pengamatan hasil terbaik terhadap berat buah pertanaman yaitu pada perlakuan pupuk kandang kotoran kambing P2=10 ton/ha dengan dan pupuk hayati cair 4,5 ml/l. Kata kunci: Pupuk kandang kambing, pupuk hayati cair, tanaman melon.
PEMANFAATAN KULIT DURIAN MENJADI PUPUK ORGANIK YANG MEMILIKI NILAI EKONOMI TINGGI BERMANFAAT UNTUK MENYUBURKAN TANAMAN Hayati, Rita; Jafrizal, Jafrizal; Usman, Usman; Suryadi, Suryadi; Maheran Mulyadi
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i1.1911

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kulit durian sebagai pupuk organik guna mendukung pertanian berkelanjutan. PKM ini melibatkan beberapa dosen dari Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu serta masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi dan pelatihan. Sosialisasi dilakukan untuk memperkenalkan konsep dan manfaat pengomposan kulit durian, termasuk aspek lingkungan dan ekonomi yang dapat diperoleh masyarakat. Sementara itu, pelatihan dan implementasi dilakukan dengan memberikan penjelasan teknis serta praktik langsung pembuatan pupuk kompos berbahan dasar kulit durian. Bahan yang digunakan dalam proses ini meliputi limbah kulit durian, pupuk kandang kambing matang, dedak atau bekatul, Effective Microorganisms (EM) 21, molases, dan air. Proses pengomposan melibatkan teknik pencacahan, pencampuran bahan, fermentasi, serta pemantauan kondisi selama periode dekomposisi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki minat yang tinggi terhadap inovasi ini karena dapat mengurangi limbah organik sekaligus meningkatkan kesuburan tanah dengan cara yang ramah lingkungan. Selain itu, penerapan teknik pengomposan ini berpotensi meningkatkan kemandirian petani dalam penyediaan pupuk dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang mahal. Dengan adanya pendampingan dan pelatihan secara berkala, diharapkan metode ini dapat diterapkan secara luas dalam praktik pertanian lokal, memberikan manfaat ekonomi serta ekologis bagi masyarakat Desa Lubuk Unen. Kata Kunci: Limbah Kulit Durian, Pengomposan, Pupuk Organik, Pendapatan Petani
PROSES (Waste Alms Program) As an Alternative Innovation for Household Waste Management Febriawati, Henni; Angraini, Wulan; Suryani, Iis; Kosvianti, Emi; Afriyanto, Afriyanto; Wati, Nopia; Jafrizal, Jafrizal; Yusmaniarti, Yusmaniarti
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 3 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i3.3050

Abstract

Bengkulu Province annual waste accumulation reaches 38,417.16 tons/year, and the volume of waste in Bengkulu City is increasing every day. The total waste entering the Landfills is 648.85 M3, and the condition of the TPA which has been operating for 32 years is expected to decline over the next year. Careless waste disposal will cause water to clog, which further leads to flood. Based on the 2020 Indonesian Disaster Risk Index, Bengkulu province is at the second highest risk for flood after West Sulawesi. This condition will even get worse if the water flow is blocked by waste. Simple action can turn waste into useful objects through waste donation. This study aims to implement waste donation program as an alternative innovation in managing household waste. This was a community-based study with a cross-sectional research design carried out in June and July 2023. The population involved family households in Bengkulu City in 2021. The study samples were selected using a simple random sampling technique which found 542 households. This study has obtained a certificate of ethical approval from the Bengkulu Health Polytechnic Number No. KEPK.BKL/416/06/2023 dated June 30, 2023. Data were analyzed through univariate analysis and analysis of interview results. Most households in Bengkulu City were aged 29-58 years, married, had less than a high school education, unemployed, and had poor levels of  knowledge, attitude, and behavior regarding household waste management. There is a need for commitment from the Environmental Service, District, Village, Head of Neighborhood Units (RT), LPM and Community Figures regarding the implementation of the Waste donation Program. The support of the smallest community unit, namely the Chairman of the Neighborhood Unit, is the key to the success of household waste management among households, especially in sorting organic and inorganic waste. Such practice will help make the waste donation program a success. Waste donation can be an alternative for households in worship and also help reduce the accumulation of waste in Landfills. It is recommended cooperation between the Village Community Empowerment Institution and the Waste Bank in providing routine assistance to the Waste donation Program.