Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) TERHADAP JENIS MEDIA TANAM DAN JENIS NUTRISI DENGAN SISTEM HIDROPONIK Gusti Priyanda; Rita Hayati; Eva Oktavidiati; Jafrizal; Dwi Fitriani; Yukiman Armadi
Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS) Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jrips.v1i2.3603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca Sativa L.) terhadap jenis media tanam dan jenis nutrisi dengan sistem hidroponik. Rancangan yang digunakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama Media Tanam (M) : M1 (Rockwool), M2 (Sekam Padi), sedangkan faktor kedua Nutrisi (N) : N1 (AB Mix), N2 (Poc Nasa), N3 (Super Bionik) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5 %. Data hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun tanaman, berat segar tanaman, berat akar tanaman dan panjang akar tanaman. Pada perlakuan nutrisi berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun umur 1 MST, 3 MST, 5 MST, berat segar tanaman, berat akar tanaman dan panjang akar tanaman selada.Terdapat interaksi antara penggunaan media tanam dan pemberian nutrisi pada tanaman selada berpengaruh sangat nyata pada berat segar tanaman dan berat akar tanaman selada. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan dan hasil terbaik adalah perlakuan media tanam rockwool dan nutrisi ab mix. Kata kunci :Selada, Media Tanam, Nutrisi, Hidroponik, Pertumbuhan
Effect of Tofu Liquid Waste and SP-36 on the Growth and Yield of Sweet Corn Plants (Zea mays saccharata Sturt). Isnin Kurnia Safitri; Wahyu Qy Rahman; Dwi Fitriani; Suryadi Suryadi; Jafrizal Jafrizal; Fiana Podesta
JERAMI : Indonesian Journal of Crop Science Vol 5 No 2 (2023): JIJCS
Publisher : Department of Crop Science, Faculty of Agriculture, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jijcs.5.2.38-43.2023

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah cair tahu dan SP-36 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.). Penelitian ini dilakukan di lahan kebun melon bentiring kelompok tani milenial. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor 3 ulangan. Faktor pertama pemberian limbah cair tahu (T) : T0 (Kontrol), T1 (20%), T2 (40%) dan T3 (60%). Sedangkan faktor ke 2 Pupuk SP-36 (P) : P0 (Kontrol), P1 (2,8 gr/tanaman), P2 (4,2 gr/tanaman) dan P3 (5,6 gr/tanaman). Berdasarkan taraf yang dicobakan dari kedua faktor perlakuan tersebut, maka diperoleh 16 kombinasi perlakuan. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali dan diperoleh 16 kombinasi perlakuan dan diperoleh 48 satuan percobaan dan setiap percobaan terdiri dari 8 tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan pemberian limbah cair tahu dan SP-36 berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Perlakuan limbah cair tahu (20%) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 35 HST dan berpengaruh sangat nyata jumlah daun umur 49 HST. Sedangkan perlakuan Pupuk SP-36 (2,8 gr/tanaman ) berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan berat basah tanaman.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI DAN BIO URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata sturt L.) Sunarni; Fiana Pondesta; Dwi Fitriani; Ririn Harini; Jafrizal Jafrizal; Usman Usman
Agriculture Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i2.5914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh pemberian pupuk kandang sapi dan bio urine sapi terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis (Zea mays saccharata sturt L). Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama dosis pupuk kandang sapi (T) : T0 (tanpa perlakuan), T1 (15 ton/ha), T2 (20 ton/ha), dan T3 (25 ton/ha) sedangkan faktor kedua dosis biourine sapi U0 (tanpa perlakuan), U1 (25 ml/liter), U2 (50 ml/liter) U3 (75 ml/liter) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati yaitu tinggi tamaman (cm), jumlah daun (helai, dimater batang (mm) jumlah tongkol (buah) panjang tongkol berkelobot (cm), panjang tongkol tanpa kelobot (cm), dimater tongkol berkelobot (mm), diameter tongkol tanpa kelobot (mm), berta tongkol bekelobot (g), berat tongkol tanpa kelobot (g), berat basah tanaman (g), berat kering tanaman (g), berat basah akar (g) dan berat kering akar (g). Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan’s Mutiple Range Test (DMRT) taraf 5 %. Pada penelitian ini tidak terjadi interaksi antara pupuk kandang sapi dan bio urine sapi terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Perlakuan dosis pupuk kandang sapi berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman (28 dan 42 hst), diameter batang (28, 42 dan 58 hst), berat basah tajuk, berat kering tajuk, berat kering akar, dan panjang tongkol tanpa kelobot. Perlakuan dosis bio urine sapi menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap semua parameter. Sedangkan dosis bio urine sapi berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati. Sera tidak terjadi interaksi antara dosis pupuk kandang sapi dan bio uerine sapi terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Kata kunci : jagung manis, pupuk kandang sapi, urine sapi
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada Merah (Lactuca sativa Var. Crispa) Dengan Pemberian Naungan Andi Pratama; Usman Yasin; Jafrizal; Eva Oktavidiati; Dwi Fitriani
Agriculture Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i1.6675

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah (Lactuca sativa Var. Crispa) dengan pemberian naungan. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Kuala Alam Nusa Indah, Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu dengan ketinggian tempat 10 mdpl. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 5 ulangan. Yakni N0 (tanpa naungan), N1 (25%), N2 (50%) dan N3 (75%). Berdasarkan taraf yang dilakkukan, maka diperoleh 4 kombinasi perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga mendapatkan 20 satuan percobaan, setiap percobaan terdiri dari 8 tanaman sehingga terdapat 180 tanaman yang diamati dalam percobaan ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pemberian naungan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 7 sampai dengan 35 HST, jumlah daun 28 dan 35 HST, berat basah tanaman, berat kering tanaman, dan berat akar tanamanPemberian naungan 50% hingga 75% dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah, dan berat kering. Pemberian tanpa naungan menunjukan umur panen tercepat dan pemberian naungan 25% sampai dengan 75% memberikan penambahan berat akar (9,05gr- 9,85gr). Kata Kunci : Selada Merah (Lactuca sativa Var. Crispa), Naungan.
PENGARUH PEMANGKASAN PUCUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN (Cucumis sativus L) Dion Putra Pratama; Eva Oktavidiati; Jafrizal Jafrizal
Agriculture Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i1.6696

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu jenis sayuran dari famili Cucurbitaceae yang sudah populer ditanam petani di Indonesia. Selain dikonsumsi dalam bentuk segar, mentimun juga berperan dalam bidang kosmetik banyak diguanakan sebagai masker muka dan masker kantung mata. Tujuan “Pengaruh Pemangkasan  berpengaruh nyata Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Mentimun (Cucumis sativus L)”. Penelitian ini dilaksanakan Jln Rafless Kelurahan Nusa Indah Kecamatan Ratu Agung mulai pada bulan Juni  2023 sampai bulan Agustus 2023 pada ketinggian tempat ± 10 mdpl.  Dalam metode penelitian ini yang di gunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yang terdiri dari lima perlakuan yaitu Pemangkasan pucuk (P) yaitu :  P0 = Tanpa Pemangkasan, P1 = Pemangkasan Pucuk Pada Ruas 8, P2 = Pemangkasan Pucuk Pada Ruas 10, P3 = Pemangkasan Pucuk Pada Ruas 12, P4 =  Pemangkasan Pucuk Pada Ruas 14. Berdasarkan hasil analisis ragam, bahwa perlakuan pemangkasan berpengaruh sangat nyata pada parameter berat buah pertanaman.  Berpengaruh tidak nyata pada parameter panjang buah umur 7,14,21 dan 28 hst, hari muncul bunga, jumlah buah, panjang buah, berat buah pertanaman dan diameter buah  pada tanaman  mentimun. Saran : Untuk mendapatkan hasil mentimun yang lebih maksimal dengan pengerjaan budidaya lebih muda dan efisien dapat dilakukan pemangkasan pucuk pada ruas 8. Kata kunci : Pemangkasan, Hasil, Mentimun
Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Pupuk Cair Dan Padat Menggunakan Dekomposer Dan Biopori Maghfiroh, Arina Amalia; Kuatno, Kuatno; Lastari, Desi; Jafrizal, Jafrizal; Febriawati, Henni; Angraini, Wulan; Suryani, Iis
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 5, No 2 (2023): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Oktober)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v5i2.15589

Abstract

Tumpukan sampah menjadi masalah bagi rumah tangga dan lingkungan sekitar. Sampah didominasi oleh sampah organik rumah tangga yang berasal dari sisa-sisa makanan, buah-buahan dan sayuran. Minimnya lahan untuk pengolahan sampah organik dikarenakan rumah tangga bertempat tinggal di tengah pemukiman yang padat penduduk. Pendidikan kesehatan dilakukan untuk memanfaatkan sisa barang bekas yang tidak terpakai menjadi dekomposer dan pemanfaatan lahan pekarangan menjadi tempa biopori dalam pengolahan sampah organik. Pendidikan kesehatan dilaksanakan dengan memberikan materi mengenai pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk cair dan pupuk padat. Pembuatan dekomposer dilaksanakan dengan memanfaatkan jirigen bekas menjadi lahan pengolahan sampah organik dan pembuatan bopori dilaksanakan di lahan kecil di depan rumah warga. Pendampingan dilakukan setiap satu minggu sekali guna melihat hasil panen dari dekomposer dan biopori.
TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) PAKAN FERMENTASI UNTUK PETERNAK DESA SUKASARI KEPAHIANG Definiati, Neli; Jafrizal; Islamuddin; Rita, Wusmalinda; Hayati, Rita; Afriyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 7 No. 2 (2024): Agustus : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat petani di Desa Sukasari Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang pada umumnya selain bertani tanaman pangan, perkebunan kopi dan tanaman sayuran sebagai usaha utama, juga beternak hewan ternak antara lain sapi potong, sapi perah, kambing dan domba sebagai usaha sampingan. Dari diskusi mendalam antara tim pengusul dengan masyarakat peternak di Desa Sukasari, terungkap beberapa permasalahan dalam mengembangkan usaha peternakannya, antara lain. Di bidang produksi, konsistensi ketersediaan pakan dari limbah pertanian (jerami, jagung, dan limbah sayuran) yang melimpah pada musim panen dan banyak berkurang pada musim tanam menjelang panen, serta musim hujan yang menghambat petani dalam mencari hijauan segar. Di bidang lingkungan hidup (pengolahan limbah), limbah padat (feses) yang volumenya semakin lama semakin meningkat, saat ini hanya menumpuk dan tentunya membutuhkan waktu yang lama untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik tanaman pertanian. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam memproduksi pakan fermentasi.Kata Kunci: TT, Pakan Fermentasi
TEKNOLOGI PEMBUATAN TEPUNG BIJI ALPUKAT DAN PEMANFAATAN SEBAGAI PENGGANTI TEPUNG TERIGU DALAM PEMBUATAN COOKIES DI DESA ARGA INDAH Hayati, Rita; Kesumawati, Neti; Armadi, Yukiman; Jafrizal, Jafrizal; Definiati, Neli; Efrita, Edi; Mutmainah, Elni; Saputra, Surya Ade
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 3 (2024): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i3.733

Abstract

Masyarakat di Desa Arga Indah Kecamatan Marigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah pada umumnya memiliki mata pencaharian bertani dan berdagang. Masyarakatnya mengharapkan ada penyuluhan bagaiman menambah pemasukkan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Salah satu melalui upaya memanfaatkan limbah hasil pertanian yang dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menambah pemasukkan keuangan keluarga. Pada umumnya petani hanya membuang biji alpukat yang dihasilkan di Desa Arga Indah. Buah alpukat merupakan salah satu buah yang diminati banyak orang, namun disisi lain bijinya hanya dijadikan limbah yang belum termanfaatkan karena pada umumnya, bagian yang dimanfaatkan dari buah alpukat hanyalah daging buahnya saja sedangkan bagian lainnya dibuang dan menjadi limbah. Bagian terbuang yang masih dapat dimanfaatkan misalnya biji. Biji alpukat yang dianggap sebagai limbah memiliki kandungan pati yang cukup tinggi yaitu sekitar 80,1% yang dapat dimanfaatkan menjadi berbagai cemilan makanan ringan antara lain Cookies. Untuk itu diperlukan pendidikan kepada masyarakat tani bagaimana teknologi pengolahan biji Alpukat menjadi Tepung yang kemudian dapat dimanfaatkan menjadi beberapa olahan makanan ringan seperti Cookies. Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan ini berupa penyuluhan. Pelatihan Teknologi pembuatan Tepung Biji Durian dan praktek menggunaanya dalam pembuatan Cookies Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini, yaitu berupa penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi untuk pendalaman. Kemudian dilanjutkan dengan pembimbingan praktek lapangan dan monotoring. Hasil yang dicapai dalam pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya ketrampilan petani dalam teknologi pembuatan tepung biji alpukat dan pembuatan Cookies dan menambah wawasan petani dalam memanfaatkan biji Alpukat menjadi sesuatu yang dapat menambah pendapatan keluarga petani dan juga dapat memelihara lingkungan dengan menfaatkan biji alpukat yang berupa Limbah.
EFEKTIFITAS PUPUK KANDANG KOTORAN KAMBING DAN PUPUK HAYATI CAIR DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MELOM (Cucumis melo. L) Hayati, Rita; Jafrizal, Jafrizal; Armadi, Yukiman; Suryadi; Kesumawati, Neti
Agriculture Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i2.7607

Abstract

Tujuan penelitian mengetahui interaksi antara pupuk kandang kotoran kambing dan pupuk hayati cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Melon (Cucumis melo L) dan efektifitas pupuk kandang kotoran kambing dan pupuk hayati cair dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman Melon (Cucumis melo L).Penelitian ini dilaksanakan di jl. Merapi XV E Tebeng Ratu Agung Kodya Bengkulu, bulan Mei 2023 sampai Agustus 2023, rancangan acak lengkap pola Faktorial (RALF) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama pengaruh Pupuk kandang kotoran kambing yang terdiri dari 4 taraf yaitu : P0= kontrol P1= 10 ton/ha (360 gr/tanaman) P2= 15 ton/ha (450 gr/tanaman) P3 = 20 ton/ha (500 gr/tanaman) Faktor kedua yaitu pengaruh pemberian pupuk hayati cair (bioto grow gold/ BGG) yang terdiri dari : K0 = Kontrol K1 = 1,5 ml/l K2 = 3 ml/l K3 = 4,5 ml/l Terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 48 unit percobaan. masing-masing unit percobaan terdiri dari 3 tanaman, sehingga terdapat 144 tanaman. Hasil data di analisis secara statistik menggunakan sidik ragam, selanjutnya apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multipe Range Test (DMRT) pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang kotoran kambing berpengauh tidak nyata terhadap semua parameter kecuali pada pengamatan jumlah daun umur 28 hst. Perlakuan terbaik pada penelitian ini terhadap tinggi tanaman Melon yatu P3 =20 ton/ha dan K2= 4,5 ml/l . Sedangkan pengamatan hasil terbaik terhadap berat buah pertanaman yaitu pada perlakuan pupuk kandang kotoran kambing P2=10 ton/ha dengan dan pupuk hayati cair 4,5 ml/l. Kata kunci: Pupuk kandang kambing, pupuk hayati cair, tanaman melon.
TEKNOLOGI PUPUK ORGANIK DAN PASCA PANEN BAGI PETANI CABE MERAH DI KECAMATAN KABAWETAN KABUPATEN KEPAHIANG Hayati, Rita; Jafrizal, Jafrizal; Islamuddin, Islamuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 7 No. 3 (2024): Desember: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai saat ini, petani cabe merah di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang masih menggunakan sistem pertanian konvensional yang bergantung pada pupuk dan pestisida anorganik, seperti yang dilakukan oleh petani umum. Pemakaian pupuk dan pestisida anorganik yang ditenggarai dan dirasakan oleh petani telah menimbulkan banyak efek negatif, salah satunya adalah penurunan produktifitas lahan dan membuat tanaman cabe merah lebih rentan terhadap penyakit dan hama. Tim pengusul dan kelompok tani Muji Lestari Desa Sukasari, mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat, memutuskan untuk memulai program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan menerapkan teknologi fermentasi untuk membuat pupuk organik padat dan cair. Kegiatan PKM telah dilakukan dalam berbagai bentuk dan tahap. Ini termasuk menyebarkan inisiatif, memberikan pelatihan dan menerapkan teknologi tepat guna dalam pembuatan kompos dan POC biourine, menanam tanaman cabe merah, dan menggunakan teknologi pengolahan cabe merah untuk memperpanjang umur penyimpanan produk olahan cabe merah. PKM dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pembuatan pupuk kompos dan POC biourine, serta mengaplikasikannya pada tanaman cabe merah dan mengubah cabe merah segar menjadi cabe merah kering.