Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN VINCA (Catharathus roseus L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN ZAT PENGATUR TUMBUH Siswanto; Usman; Jon Yawahar; Rita Hayati; Yukiman Armadi; Jafrizal
Agriculture Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.956 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v17i1.3595

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis-jenis pupuk kandang dan konsentrasi zat pengatur tumbuh atonik serta interaksi antara pupuk kandang dan konsentrasi zat pengatur tumbuh atonik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tanjung Perdana, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF), perlakuan 1 yaitu Pupuk Kandang dengan P0 (Kontrol) P1 (Pupuk Kandang Ayam) P2 (Pupuk Kandang Kambing) P3 (Pupuk Kandang Sapi). Perlakuan ke-2 yaitu pemberian Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Atonik K1 (1 cc/l), K2 (2 cc/l) dan K3 (3cc/l). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan dengan ditanami 4 tanaman setiap unit percobaan sehingga diperoleh 144 tanaman dan diambil 2 sampel di setiap unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan perlakuan pupuk kandang berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter penelitian diantaranya tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah bunga serta waktu keluar bunga pertama, pupuk kandang ayam menunjukan respon paling terbaik dari perlakuan pupuk kandang lainya terhadap pertumbuhan tanaman vinca (Catharanthus roseus L.). Pada penelitian konsentrasi zat pengatur tumbuh atonik berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 6 dan 10 mst, jumlah cabang umur 4, 6, dan 10 mst serta jumlah bung. Berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang umur 8 mst dan berpengaruh tidak nyata pada parameter lainnya. Pemberian konsentrasi zat pengatur tumbuh atonik dengan dosis 2 cc/l memberikan respon terbaik terhadap pertumbuhan tanaman vinca (Catharanthus roseus L.). Sedangkan pada penelitian ini tidak terjadi nya interaksi antara perlakuan pupuk kandang dan konsentrasi zat pengatur tumbuh atonik terhadap pertumbuhan tanaman vinca (Catharanthus roseus L.). Kata kunci: Pupuk kandang, Zat Pengatur Tumbuh Atonik,Vinca(Catharanthus roseus L.).
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK SP36 DAN TANKOS KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Sofyan Efendi; Jafrizal; Neti Kesumawati; Dwi Fitriani; Jon Yawahar; Eva Oktavidiati
Agriculture Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.388 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v17i1.3596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk SP-36 dan tankos kelapa sawit Terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah ( Arachis hypogaea L.). Penelitian ini telah dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu Kota Bengkulu, mengunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu faktor pertama Pupuk Tankos kelapa sawit (T) : T1 (2,5 ton/ha), T2 (5 ton/ha), T3 (7,5 ton/ha), T4 (10 ton/ha), Sedangkan faktor kedua SP-36 (P) : P1 ( 75 gram/plot ), P2 ( 15o gram/plot ) dan P3 ( 225 gram/plot), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdapat 4 tanaman, sehingga diperoleh 144 tanaman. Hasil data analisis mengunakan Analisis Sidik Ragam ( ANOVA ) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Dunca’s Multiple Range Test ( DMRT ) taraf 0,5%. Hasil perlakuan pupuk SP-36 menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berat polong segar, berat polong kering, jumlah cabang primer, jumlah polong pertanaman, berat 100 biji (gr), berat brangkas kering. Dan perlakuan tankos tidak berpengaruh nyata terhadap semua pengamatan, Sedangkan ada interaksi pupuk sp-36 dan tankos terhadap tinggi tanaman 56 Hst. Kata kunci : Kacang Tanah, Pupuk SP-36, Tankos Kelapa Sawit
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL MELON (Cucumis melo L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN PEMANGKASAN BUAH Taufik Akbar; Fiana Pondesta; Suryadi; Jafrizal; Rita Hayati; Dwi Fitriani
Agriculture Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.874 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v17i1.3597

Abstract

Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh interaksi pemberian pupuk organik cair dan pemangkasan buah terhadap melon. Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Untuk mengetahui pengaruh pemangkasan buah terhadap melon, penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan bentiring permai, Kecamatan Muara Bangka Hulu, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Faktor pertama pengaruh kosentrasi pupuk organik cair nasa (N) ,yang terdiri dari 4 taraf yaitu :N0 = Tanpa pupuk (kontrol), N1 = 3mL/L pupuk organik cair Nasa, N2 = 6mL/L pupuk organik cair Nasa , N3 = 9 mL/L pupuk organik cair Nasa, Faktor kedua P1 = 1 buah ditinggalkan di tanaman, P2 = 2 buah ditinggalkan di tanaman, P3= 3 buah ditinggalkan di tanaman, Terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 36 unit percobaan. masing-masing unit percobaan terdiri dari 4 tanaman, sehingga terdapat 144 tanaman.Model linier aditif untuk rangcangan factorial dua faktor dengan rancangan lingkungan RAL (Rancangan Acak Lengkap). Berdasarkan hasil analisis ragam pada table diatas perlakuan pupuk cair berpengaruh nyata terhadap parameter bobot buah pertanaman, berpengaruh tidak nyata terhadap parameter panjang tanaman umur 14, 28, 42 hst, diameter batang umur 14, 28, 42 hst, umur bunga betina, umur panen, diameter buah. Perlakuan pangkas berpengaruh nyata terhadap parameter diameter batang umur 28 hst, umur bunga betina, berpengaruh tidak nyata terhadap parameter panjang tanaman umur 14, 28, 42 hst, diameter batang umur 14, 42 hst, umur panen, diameter buah. Interaksi pupuk cair dan pangkas berpengaruh nyata pada umur bunga betina. Dengan hasil terbaik perlakuan N2 dan P3 . Kata kunci : Melon, Pupuk Organik Cair, Pemangkasan
Teknologi Pengolahan Cabe Merah Bagi Kelompok Wanita Tani Desa Sukasari Kabupaten Kepahiang Novitri Kurniati; Jafrizal Jafrizal; Fithri Mufriantie
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.753 KB) | DOI: 10.33366/japi.v4i1.1215

Abstract

Sampai saat ini petani cabe di Kabawetan masih mengantungkan usahanya pada penjualan cabe segar. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan petani menyebabkan mereka sama sekali belum mampu mengolah hasil panen cabe menjadi produk pangan lainnya yang memilki nilai tambah dan masa simpan yang lebih lama. Berdasarkana diskusi dan masukan dari ibu-ibu anggota kelompok wanita tani, disepakati untuk memberikan sentuhan teknologi pengolahan pada produk cabe segar yang dihasilkan petani. Disamping menghasilkan produk yang memilki nilai tambah juga sebagai upaya antisipasi kelangkaan cabe pada saat harga melonjak tinggi. Cabe merah diolah menjadi cabe kering, cabe bubuk, abon cabe, pasta dan aneka saos cabe. Solusi ini dipilih dan disepakati dengan pertimbangan pembuatannya sangat mudah dan bahan bahan bakunya sangat melimpah di Kecamatan Kabawetan. Bentuk kegiatan yang dilakukan diantaranya berupa; pendidikan dan penyuluhan tentang pengolahan pascapanen produk sayuran; pelatihan dalam pembuatan cabe kering, cabe bubuk, abon , pasta dan saos cabe merah. Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dapat meningkatkan keterampilan ibu-ibu petani dalam mengolah cabe merah, mengurangi kerugian petani disaat harga anjlok dan bisa menjadi usaha sampingan bagi ibu-ibu petani cabe sehingga dapat meningkatkan penghasilan keluarganya.
PKM PANTI ASUHAN ‘AISYIYAH KASIH IBU KOTA BENGKULU Novitri Kurniati Kurniati; Islamuddin Islamuddin Islamuddin; Jafrizal Jafrizal Jafrizal
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.714 KB) | DOI: 10.33366/japi.v4i2.1581

Abstract

Pengurus Panti Asuhan ‘Aisyiyah Kasih Ibu menyadari masih kurangnya program kegiatan yang bisa menambah soft skill anak asuh yang dapat menjadi modal anak nantinya dalam memasuki dunia kerja. Dari SOP pengasuhan, hanya tercantum tiga kegiatan keterampilan hidup (live skill) yaitu keterampilan memasak kue, menjahit dan komputer. Minimnya pelatihan keterampilan ini dikhawatirkan akan melemahkan kemampuan anak dalam membangun masa depannya di kemudian hari. Untuk kedepan, pihak panti berkeinginan agar anak-anak panti bisa mendapatkan pelatihan keterampilan yang bisa menghasilkan produk yang laku di pasaran. Selama ini memang sudah pernah dilakukan pelatihan keterampilan yang dilakukan oleh pihak ketiga, akan tetapi belum ada diantara pelatihan tersebut yang berkelanjutan dan menghasilkan produk yang laku dipasarkan. Cabe merah merupakan salah satu bumbu yang tidak bisa dipisahkan lagi dengan keseharian kita, bersifat gampang busuk dan harga sering berfluktuasi. Dengan teknologi cabe segar dapat diolah lebih lanjut menjadi aneka produk olahan seperti cabe kering, cabe bubuk, pasta cabe, dan bermacam-macam saos cabe. Disamping dapat memperpanjang umur simpan produk, pengolahan cabe merah juga merupakan peluang usaha yang menjanjikan. Dengan memperhatikan hal di atas dan berdasarkan diskusi tim pengusul dengan pengurus panti, maka disepakati untuk mengajukan suatu Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dalam mengolah cabe merah menjadi aneka produk olahan cabe diantaranya cabe kering, cabe bubuk, abon cabe, pasta cabe dan aneka saos cabe. Bentuk kegiatan yang dilakukan diantaranya pendidikan dan penyuluhan mengenai teknologi pengolahan tanaman hortikultura khususnya cabe merah, pelatihan pembuatan aneka pengolahan cabe merah, pengemasan, pemasaran dan analisis usaha. Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dapat meningkatkan keberdayaan, pengetahuan dan keterampilan mitra kegiatan.
PKM TTG Pengolahan Cabe Merah bagi KWT Segara Tani Desa Kungkai Kabupaten Seluma Jafrizal; Novitri Kurniati; Rita Hayati; Ririn Harini
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2022): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v6i5.11333

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Segara Tani berdiri pada tahun 2019 dengan bidang usaha kebun bibit desa, demplot tanaman sayuran, kolam ikan nila dan lele, pengembangan tanaman pekarangan dan outlet sayuran. Salah satu permasalahan yang dihadapi KWT dan disepakati untuk ditangani dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bidang produksi yakni produk sayuran yang dihasilkan KWT belum diolah menjadi produk jadi yang memiliki daya simpan yang lebih lama dan memiliki nilai tambah , dan bidang manajemen usaha yakni ketidakmampuan anggota dalam melakukan analisis usaha. Berdasarkan diskusi tim pengusul dengan anggota KWT maka disepakati untuk mengajukan program PKM dengan tema teknologi pengolahan cabe merah. Bentuk kegiatan yang dilaksanakann meliputi pendidikan dan penyuluhan mengenai Teknologi Tepat Guna (TTG) pengolahan tanaman hortikultura, pelatihan pembuatan aneka olahan berbahan dasar cabe merah, sampai pada pengemasan, dan analisis usahanya. Kegiatan pengabdian yang sudah dilaksanakan dapat meningkatkan wawasan dan keterampilan mitra dalam pengolahan cabe merah serta dalam melakukan analisis usaha.
Laying Hens Analysis In Taba Lagan Bengkulu Tengah Regency Rita Feni; Nurul Pratiwi; Jafrizal Jafrizal; Edi Efrita
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v9i2.2940

Abstract

Central Bengkulu is one of regency in Bengkulu province that has potency in laying hens farm. This study aims to know the profit, efficiency (B/C Ratio) and Break Event Point (BEP) of laying hens farm in Desa Taba Lagan Central Bengkulu regency of Bengkulu Province. This study done in Desa Taba Lagan Central Bengkulu regency between June and August of 2022. The study concluded that laying hens farm profit as Rp 196.599.000 per production season (18 months) with 12.000 hens. R/C ratio value as 1,039, B/C ratio value 0,039 and BEP production at 117.725 crate, and BEP sales at Rp 5.062.175.000
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK SP36 DAN MACAM ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumus Sativus L) Alam Kurniawan; Jafrizal Jafrizal; Fiana Pondesta; Dwi Fitriani; Suryadi Suryadi
Agriculture Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i1.5449

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pupuk SP36 dan zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis Saivus L).Penelitian ini di laksanakan di kebun kelompok tani Milenial. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor 3 ukangan. Faktor pertama pemberian pupuk SP36 (P): P0 (kontrol), P1 (1,6 gr/tanamaan), P2 (2,4 gr/tanaman), P3 (3,2 gr/tanaman), Sedangkan faktor kedua pemberian zat pengatur tumbuh alami (Z): Z0 (kontrol), Z1 (ektrak bawang merah), Z2 (air kelapa), Z3 (ektrak toge). Berdasarkan taraf yang dicobakan dari kedua faktor pemberian tersebut, maka di peroleh 16 kombinasi perlakuan. Masing masing kombinasi perlakuan di ulang 3 kali dan di peroleh 48 satuan percobaan dan di setiap satuan percobaan terdapat 4 tanaman sehingga terdapat 192 tanaman yang akan diamati pada penelitian ini. Hasil penelitan menunjukan bahwa perlakuan pupuk SP36 berpegaruh sangat nyata terhadap umur mulai berbunga, berat buah pertanaman, panjang buah, jumlah buah, berat basah, berat kering. Sedangkan pada perlakuan zat pengatur tumbuh alami berpengaruh sangat nyata terhadap umur mulai berbunga, jumlah buah pertanaman, berat basah, berat kering dan berpengaruh nyata terhadap berat buah pertanaman. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan pupuk SP36 dan macam zat pengatur tumbuh alami. Kata kunci: Macam zat pengatur tumbuh alami, Mentimun (Cucumis Sativus L), Pupuk SP36
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa var. Crispa) TERHADAP PEMBERIAN BERBAGAI MACAM DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR Zerin Miftahurahma; Usman Usman; Yukiman Armadi; Eva Oktavidiati; Jafrizal Jafrizal
Agriculture Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i1.5586

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terjadinya interaksi macam POC dan kosentrasi terhadap tanaman selada merah (Lactuca Satva var. crsipa). Penelitian ini telah dilaksanakan di Jalan Danau Raya, Masjid Jamik Al-Huda, Kelurahan Panorama, Kecamatan Singgaran Pati, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama macam Pupuk Organik Cair (POC) terdiri dari P0 (nasa), P1(daun kelor), P2(daun lamtoro), P3(jakaba). Faktor kedua adalah tingkatan kosentrasi yatu K1(5%), K2(10%) dan K3(15%). Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali, setiap kombinasi terdiri dari 5 tanaman, sehingga terdiri dari 180 unit perlakuan percobaan. Hasil penelitian ini menunjukan perlakuan macam POC dan kosentrasi berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman umur 7 hst dan 28 hst, sedangkan pada parameter jumlah daun berpengaruh nyata umur 21 hst hingga 28 hst dan terdapat interaksi pada parameter jumlah daun umur 28 hst. Pada parameter tinggi tanaman umur 7 hst macam POC kelor (P1) berpengaruh nyata dengan POC nasa (P0) akan tetapi berpengaruh tidak nyata dengan semua perlakuan lainya. Macam POC kelor (P1) memberikan hasil yang terbaik dari perlakuan lainya. Berdasarkan perlakuan kosentrasi didapatkan kosentrasi 15% (K3) berpengaruh nyata dengan kosentrasi 5% (K1). Kosentrasi 15% (K3) memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman umur 28 hst. Pada parameter jumlah daun umur 21 hst macam POC kelor (P1) berpengaruh nyata terhadap POC nassa (P0) dan POC lamtoro (P2). Macam POC kelor (P1) memberikan hasil terbaik dari perlakuan lainya. Pada parameter jumlah daun umur 28 hst terjadi interaksi jumlah daun tertinggi 8,89 (P1K3) hingga 10,33 (P3K3). Ketiga POC dapat digunakan dengan kosentrasi terbaik 10% (P2) dan 15 % (P3). Perlakuan macam POC kelor (P1) memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun, sedangkan kosentrasi 15% (K3) memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Kata Kunci : POC, Konsentrasi dan Selada Merah (Lactucasativa var. crispa).
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) TERHADAP JENIS MEDIA TANAM DAN JENIS NUTRISI DENGAN SISTEM HIDROPONIK Gusti Priyanda; Rita Hayati; Eva Oktavidiati; Jafrizal; Dwi Fitriani; Yukiman Armadi
Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS) Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jrips.v1i2.3603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca Sativa L.) terhadap jenis media tanam dan jenis nutrisi dengan sistem hidroponik. Rancangan yang digunakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama Media Tanam (M) : M1 (Rockwool), M2 (Sekam Padi), sedangkan faktor kedua Nutrisi (N) : N1 (AB Mix), N2 (Poc Nasa), N3 (Super Bionik) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5 %. Data hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun tanaman, berat segar tanaman, berat akar tanaman dan panjang akar tanaman. Pada perlakuan nutrisi berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun umur 1 MST, 3 MST, 5 MST, berat segar tanaman, berat akar tanaman dan panjang akar tanaman selada.Terdapat interaksi antara penggunaan media tanam dan pemberian nutrisi pada tanaman selada berpengaruh sangat nyata pada berat segar tanaman dan berat akar tanaman selada. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan dan hasil terbaik adalah perlakuan media tanam rockwool dan nutrisi ab mix. Kata kunci :Selada, Media Tanam, Nutrisi, Hidroponik, Pertumbuhan