p-Index From 2021 - 2026
6.129
P-Index
This Author published in this journals
All Journal LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Dinamika ARABIYAT Jurnal Keolahragaan PREMISE: Journal of English Education and Applied Linguistics Ta´dib Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Studi Islam Jurnal MD Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Medina-Te : Jurnal Studi Islam Arabi : Journal of Arabic Studies Arabiyatuna : Jurnal Bahasa Arab Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam al-Afkar, Journal For Islamic Studies Ijaz Arabi Journal of Arabic Learning Transformatif Jurnal Ilmiah AL-Jauhari Jurnal Studi Islam dan Interdisipliner Jurnal Bahasa Lingua Scientia Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Al Mi’yar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Al-Hikmah At-Tafkir El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA Murobbi: Jurnal Ilmu Pendidikan Al-Maslahah Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan Prosiding Konfererensi Nasional Bahasa Arab Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Alibbaa': Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Ulumuna Meyarsa:Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah Mantiqu Tayr: Journal of Arabic Language An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Tasamuh: Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Syi`ar : Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam Jurnal PolGov el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies Fashohah : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Arab Muslim Politics Review RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal At- Ta'lim : Jurnal Pendidikan Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Al-Tadris: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan EL TSAQAFAH
Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI KURIKULUM BAHASA ARAB DI MAN 1 TRENGGALEK Ahmad Nurcholis; Muhammad Zaenal Faizin
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sering dengan pergantian menteri pendidikan maka berganti pulalah kurikulum pendidikannya. Kurikulum tidak luput dari perombakan kurikulum sebelumnya hingga pada kurikulum K.13 saat ini. akibat  perubahan  kurikulum  tersebut,  mata  pelajaran  bahasa  Arab  ikut terkena imbasnya. Begitu pula evaluasai dari kurikulum dari bahasa Arab tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan kurikulum bahasa Arab, faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya,  solusinya, serta evaluasi kurikulum yang digunakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan reduksi data, paparan data, dan kesimpulan atau verifikasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi, perpanjangan keikutsertaan, dan ketekunan pengamatan. Hasil penelitiannya yaitu pelaksanaan kurikulum bahasa Arab menggunkan kurikulum 2013 dengan pendekatan seintifik dan disesuaikan dengan KI dan KD nya, faktor pendukungnya terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal, sedangkan faktor penghambatnya terdiri dari faktor internal saja, solusinya dengan diadakan bimbtek mengenai kurikulum K.13, sedangkan evaluasi kurikulumnya menggunakan evaluasi perencanaan dan pengembangan, evaluasi monitoring, dan evaluasi program komprehensif
Perencanaan manajemen risiko atlet berprestasi Indonesia (Studi kasus atlet dengan risiko cedera tinggi) Ahmad Briezy Baihaqi; Maria Puspitasari; Maria Zuraida; Ahmad Nurcholis
Jurnal Keolahragaan Vol 9, No 1: April 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.764 KB) | DOI: 10.21831/jk.v9i1.33856

Abstract

Atlet berprestasi memiliki risiko yang bisa menyebabkan kesulitan keuangan saat pensiun dari olahraga. Atlet dengan risiko cedera tinggi berpeluang lebih besar mengalami kesulitan keuangan karena berpotensi pensiun lebih dini akibat cedera. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajamen risiko yang dilakukan atlet berprestasi dari cabang olahraga dengan risiko cedera tinggi untuk meminimalisir risiko saat pensiun dengan mengoptimalkan pendapatan yang dimiliki ketika masih aktif sebagai atlet. Landasan konsep yang digunakan dalam penelitian adalah manajemen risiko dengan dua perencanaan, yaitu perencanaan keuangan menggunakan perencanaan keuangan pribadi milik Kapoor, Dlabay dan Hughes (2009) dan perencanaan pendidikan. Wawancara mendalam dilakukan terhadap empat atlet berprestasi dan satu perwakilan federasi serta studi dokumen. Hasilnya, manajemen risiko yang dimiliki keempat informan yaitu tabungan dari gaji pegawai negeri sipil dan honor atlet, investasi berupa tanah dan properti, dan rumah atas nama sendiri. Manajemen risiko yang dimiliki masih membuat informan rentan terpapar risiko saat pensiun karena hanya mengelola risiko dari sisi materi yang bisa habis. Sementara itu keempat informan tidak melanjutkan pendidikan tinggi. Idealnya, manajemen risiko juga dilakukan oleh federasi dengan membuka peluang beasiswa untuk atlet melanjutkan pendidikan tinggi. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu pemerintah perlu mendorong dan menyediakan beasiswa afirmasi untuk pendidikan tinggi atlet. Indonesian athlete risk management planning (Case study athletes with high-risk injury) AbstractHigh-achieving athletes are at risk of causing financial difficulties when they retire from sports. Athletes with high injuries are more likely to experience financial difficulties due to early retirement due to injury. The purpose of this study was to see how risk management performed by high-achieving athletes from sports with high injuries to minimize risks at retirement by optimizing the income they had while still active as an athlete. The concept used in this research is risk management with two plans, financial planning using private financial planning by Kapoor, Dlabay and Hughes (2009) and educational planning. In-depth interviews were conducted with four athletes and one representative of the federation as well as document studies. The results of risk management owned by the four informants are savings from salaries of civil servants and athletes' honor, investment in the form of land and property, and houses in their own names. Athlete is still vulnerable to be exposed by risk during retirement. The four informants did not continue their higher education. Risk management is also carried out by the federation with scholarship opportunities for athletes to continue their higher education. The recommendation of this research is that the government encourages and provides affirmative scholarships for higher education athletes.
MANAJEMEN DAKWAH BERBASIS MULTIMEDIAKULTURAL (STUDI KASUS MASJID AGUNG BAITUL MUKMININ JOMBANG) LAILATUL HIKMAH; AHMAD NURCHOLIS
TASÂMUH Vol. 19 No. 1 (2021): MODEL DAKWAH DAN MANAJEMEN
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.088 KB) | DOI: 10.20414/tasamuh.v19i1.3417

Abstract

The role of multimedia is very influential for the advancement of preaching, with technology it will be easy to access and attract the attention of mad'u or jama'ah. This study aims to determine the extent to which the implementation of multimediacultural-based da'wah management at Baitul Mukminin Mosque in Jombang. This study uses two types of data, namely primary and secondary. Primary data collection was obtained through interview method with resource persons who played a direct role in the management of the Great Mosque of Baitul Mukminin Jombang, while secondary data was obtained through literature study. The data were analyzed descriptively qualitatively. The result of this research is that the Baitul Mukminin Grand Mosque in Jombang has equipped multimediacultural facilities to support its mosque programs, such as cultural-based recitation which is then uploaded to the mosque's social media to expand the reach of mad'u. The Baitul Mukminin Grand Mosque has also implemented a management function in multimediacultural facilities ranging from planning functions to supervision by mosque administrators. The community also supports multimediacultural-based facilities because all mosque information can be accessed easily and flexibly.
INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA DAKWAH (STUDI KASUS INSTAGRAM @PEMUDAHIJRAH) Aliffiani Ayu Nurrohmah; Ahmad Nurcholis
Syi’ar: Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam Vol. 4 No. 1 (2021): Syi`ar : Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.708 KB) | DOI: 10.37567/syiar.v4i1.741

Abstract

Abstract Preachers nowadays have used social media (social media) to spread their da'wah. The Pemuda Hijrah Instagram account is an account that spreads da'wah content by making videos about da'wah, providing Islamic studies with the theme of inviting young people to emigrate and improve themselves. With the title "Instagram as a Media of Da'wah" the researcher wants to try to use theoretical social learning in order to find out what the target of Instagram is as a medium of da'wah on the Instagram of the hijrah youth. This study uses qualitative research methods by interviewing, observing six followers on the youth hijrah accounts, and also researchers viewing videos on the hijrah youth instagram accounts at least five to ten times for one week. This paper shows that the da'wah strategy can use social media in disseminating video content through the Pemuda Hijrah Instagram account which is considered very efficient in increasing understanding of Islam, increasing optimism, providing motivation, and encouraging behavioral change towards respondents to become more personal good. Keyword: Instagram, Media, Da’wah.
Building Religious Harmony and Tolerance: Social Da’wa by Sayyid Ahmad bin Salim Al Muhdlor Ahmad Nurcholis; Moh. Arif; Heri Efendi; Wiwik Sunarsih
Ulumuna Vol 25 No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/ujis.v25i2.400

Abstract

Most activities of Islamic propagation (da’wah) focus on a conventional method of normative teaching that may result in fanaticism and dogmatism. However, da’wah activity should be also inclusive and attentive to the context where it is held. The purpose of this article is to describe, analyze, and interpret the social da’wah carried out by Sayid Ahmad that could create religious harmony and tolerance in Tulungagung, East Java. Based on the theory of structural functionalism by Talcott Parsons, this phenomenological study analyses the structure of society and the interrelationships of various structures seen to be mutually supportive of dynamic equilibrium. This theory focuses on how good order is maintained among various elements of society. This study shows Sayyid Ahmad uses social da’wah approach by establishing economic harmonization, building educational institutions to teach tolerance values, constructing mosques by different religious adherents to realize the meaning of tolerance, and completing the mosque with good facilities and infrastructure. He also teaches the pillars of tolerance and harmony among religious communities by serving and helping each other, giving justice to anyone, and respecting other religions.
WACANA BAHASA DAN KEKUASAAN DI INDONESIA (DARI PEMILU HINGGA KASUS BANK CENTURY) Ahmad Nurcholis
Jurnal Bahasa Lingua Scientia Vol 2 No 1 (2010)
Publisher : Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/ls.2010.2.1.1-11

Abstract

There is a view that male and female speak language contradictively. Female is prone to use cooperative speech act, but male is prone to use the competitive one. The use of language which is gender-base discriminated turns to significantly contribute to the marginalization of women. English which seems to be ’innocent’ in this case, as a matter of fact, does not only reflect such ’gender bias’ but also immortalize that ’bias’. It turns out that language has ’certain hidden agenda’, that is discriminating the male and female. The existance of such gender bias can be traced from the sexist expression found such as (1) assymmetry, (2) mark and non mark expression, (3) derogative semantic, and (4) sexism in discourse. There are three theories which can be used to analyze such phenomena, they are domination theory, discrimination theory, and gender analysis theory.
UPAYA ISLAMISASI ILMU EKONOMI SEBAGAI SOLUSI MENUJU MASYARAKAT YANG BERKEADILAN Ahmad Nurcholis
Al-Maslahah : Jurnal Ilmu Syariah Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Syariah (Syari'ah Faculty )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.239 KB) | DOI: 10.24260/almaslahah.v9i2.683

Abstract

Keterjebakan Indonesia di dalam hutang luar-negeri tidak terlepas dari hegemonisme dan berkembangnya kapitalisme serta imperialisme baru. Kita melihat bukti yang makin nyata dari hari ke hari terjadinya disempowerment terhadap bangsa dan negara Indonesia. Kita menyaksikan pula bahwa yang terjadi saat ini pembangunan pihak asing di Indonesia dan bukan pembangunan Indonesia. Disempowerment ini berkelanjutan dengan makin dibiarkannya pengangguran dan kemiskinan rakyat makin meluas. Kebijaksanaan ekonomi yang mengutamakan pertumbuhan dan mengabaikan perluasan lapangan kerja bukanlah hanya suatu kelengahan (mindset dari kelompok market fundamentalists), tetapi patut diwaspadai sebagai suatu kepentingan untuk mendominasi dan melanggengkan ketergantungan nasional. Maka perlu upaya islamisasi ilmu ekonomi yang mengarah pada keselarasan antara dimensi etis ekonomi dan dimensi praktisnya (bisnis) dalam pengertian yang integratif, tidak parsial dengan tujuan membangun masyarakat yang berkeadilan. Hal ini tentunya berbeda dengan aksioma kapitalis bahwa kegiatan ekonomi (bisnis) itu mempunyai tujuan ekonomis yaitu keuntungan meteriil sehingga keuntungan menjadi ideologinya dalam berbisnis meskipun harus mengorbankan nilai-nilai moral ethics.
MEETING POINT OF WAHDAT AL-ADYAN AND RELIGIOUS PLURALISM (A Study on the Thought of Ibn 'Arabi and John Hick) Ahmad Nurcholis; Muhammad Ngizzul Muttaqin; Heri Efendi
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v7i2.3168

Abstract

Wahdat al-Adyan promoted by a Sufi figure Ibn ‘Arabi is always associated with religious pluralism developed by Christian religious figure John Hick. The recent understanding of religious pluralism has been assumed to take the legitimacy from Wahdat al-Adyan concept. So it can be understood that the understanding of religious pluralism is a legacy of the Islamic intellectual tradition and teachings. Historically, the concept of Wahdat al-Adyan developed by Ibn ’Arabi then became Wahdat al-Wujud. This concept shows that the concept of God is absolute, while the other is just relative. This is library research. It discusses the concept of Wahdat al-Adyan by Ibn ‘Arabi’s and religious pluralism by John Hick. The purpose of this research is to uncover the meeting point and relationship of Wahdat al-Adyan and religious pluralism. The research findings show that these two concepts have very significant differences in their sources and implications of thought, it indicates that Wahdat al-Adyan and religious pluralism do not have the same rationale.
DAKWAH MULTIKULTURAL KIAI PEDESAAN DI ERA MODERN Hindy Rahma Mufida; Ahmad Nurcholis
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v15i1.1897

Abstract

Abstract: Seeing increasingly rapid development of Islam certainly does not escape the existence of various conflicts that become obstacles. Focused Islamic da’wah spreading about messages that refer to rast’s religious values will directly intersect with existing social conditions. Especially within the scope. In rural areas with a large number of residents, of course there is diversity wich can create new problems. Difference in art. Religion and ethnicity can lead to confusion caused by differences in understanding. In addition, the rapid development of technology has become a very influential thing in the process of Islamic development. So it is necessary to have the right follow up in preaching to realize a peaceful Islam an rahmatan lil alamin. In order for Islamic da’wah to develop, it is necessary to maintain and mobilize it in line with the times. So a preacher must be able to balance between culture and media. Because the increasingly sophisticated technological media in this modern era will be of great help in preaching. Melihat perkembangan Islam yang semakin pesat tentu tidak luput dari adanya berbagai konflik yang menjadi penghambat. Dakwah Islam yang fokus menyebarkan tentang pesan yang mengacu pada nilai-nilai agama pasti akan bersinggungan langsung dengan kondisi sosial yang ada. Terutama dalam lingkup lokal pedesaan dengan banyak penduduk tentu ada keberagaman yang dapat memunculkan masalah baru. Perbedaan seni, budaya, agama dan etnis dapat mengakibatkan kekacauan yang disebabkan oleh perbedaan dalam pemahaman. Selain itu, pesatnya perkembangan teknologi menjadi suatu hal yang sangat berpengaruh dalam proses perkembangan Islam. Sehingga perlu adanya tindak lanjut yang tepat dalam dakwah untuk mewujudkan Islam yang damai dan rahmatan lil alamin. Agar dakwah Islam dapat berkembang, maka perlu untuk memelihara dan menggerakannya seiring dengan perkembangan zaman. Maka seorang pendakwah harus bisa menyeimbangkan antara budaya dan media. Karena semakin canggihnya media teknologi di era modern ini akan sangat membantu dalam dakwah].
Feminisme Dakwah Perempuan Dalam Film Habibie & Ainun 3 Rinta Dwi Anggraini; Ahmad Nurcholis
At-Tafkir Vol 14 No 1 (2021): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v14i1.2385

Abstract

Feminism is suspected of being a women’s rebellious movement to deny the nature of being a woman and as a driving force to obtain women rights. Feminist ideology demands gender injustice. In preaching, men dominate the spread of Islam than women. Although the implementation of da’wah is predominantly male, there are also many da'iyah in Indonesia, one of which is Ainun. Gender differences do not make Ainun despair in achieving her dream as a doctor. So that this becomes unique to examine. This research uses qualitative methods with a feminist approach. The result of this study was the determine Ainun da’wah massage in the movie Habibie & Ainun 3, as well as the problems of Ainun as a da’iyah in Indonesia. Ainun can be used as an aspiration and role model for Indonesian people in education, concern, and desire to realize their dreams.
Co-Authors Abu Hanifa Abu Hanifa Abu Hanifah ADI FIRMANSYAH, MUHAMMAD Agus Wahyu Nugroho Ahmad Briezy Baihaqi Aliffiani Ayu Nurrohmah Anis Zunaidah Anjas Anjas Arifuddin, Nur As'aril Muhajir Biqi Asshafah Zain Bobby Rachman Santoso Budi Harianto Budi Harianto Budi Harianto Dewi, Intan Dhea Syahzana Sahreebanu Efendi, Heri Ely Nur Khanifah Ely Nur Khanifah Emi Nur Hidayatuz Zuhroh Faizin, Muhammad Zaenal Fatmasari , Lutfi Felisitas Friska Dianing Puspa Finna Azarine Lathifah Fira Salzabilla Puspita Sari Hamid, Muhammad Abdul Hanifa, Abu Heri Efendi Heri Efendi Heri Efendi Heru Arif Pianto Hidayatullah, Syaikhu Ihsan Hikmah, Lailatul Hindy Rahma Mufida IHSAN, SYAIKHU Imam Junaris Imam Saerozi Intan Sari Dewi Intan Sari Dewi Intiha'iyah, Salimatul Izzatul Laila Izzatul Laila Izzatul Laila Johanes Nadimjethro Juan Acevedo Khusnul Khotimah Kojin LAILATUL HIKMAH Lutfi Fatmasari Maria Puspitasari Maria Zuraida Mochamad Chobir Sirad Moh. Arif Moumen El-Sayed Muhajir, As'aril Muhamad Asngad Rudisunhaji Muhamad Asngad Rudisunhaji Muhammad Adi Firmansyah Muhammad Ngizzul Muttaqin Muhammad Zaenal Faizin Muhammad Zaenal Faizin Nur Qomari Nurin Nadzifah Nurul Baiti Rohmah Nuryani Nuryani Rinta Dwi Anggraini Rois, Muhammad Nur Sahreebanu, Dhea Syahzana Salaeh, Basmah Sazanah, Nurul Fatin Shima Nahara Siti Marpuah Siti Marpuah, Siti Siti Muntoyibah Sokip SYAIKHU IHSAN Syaikhu Ihsan Hidayatullah Syaikhu Ihsan Hidayatullah Syaikhu Ihsan Hidayatullah Syaikhu Ihsan Hidayatullah Syaikhu Ihsan Hidayatullah Syaikhu Ihsan Hidayatullah Syaikhu Ihsan Hidayatullah Syaikhu Maqronodin Shomad Timbul Timbul Timbul Timbul, Timbul Umar Faruq Umi Machmudah Walen Carera Wiwik Sunarsih Zulfa Miftahu Rohmah Zumaida, Nila Ulinnuha