Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Kosong dan Pekarangan melalui Konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Desa Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat Nur Erika Winda Putri; Syahrial A; Muhammad Zuhdi; Dian W.Kurniawidi; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v5i1.224

Abstract

Rendahnya minat masyarakat untuk menanam sayur-sayuran adalah karena terbatasnya lahan dan juga kurangnya pengetahuan warga sekitar tentang pemanfaatan lahan yang ada. Kurangnya pengetahuan dan pelatihan mengenai penyiapan media tanah, penyediaan pupuk organik dari bahan sekitar dan pemanfaataan limbah dan bahan yang ada disekitar sebagai media tanam. Metode yang di terapkan pada penerapan kawasan rumah pangan lestari dilaksanakan secara theoretical dan practical. Kegiatan yang dilakukan antara lain sosialasi kepada masyarkat akan pentingnya menjaga ketahan pangan dan memanfaatkan pekarangan rumah atau lahan sempit dengan bercocok tanam secara hidroponik dan vertikultur serta melakukan praktik langsung dan menerapkan sistem KRPL di lokasi KKN Terpadu era New Normal. Penerapan KRPL merupakan solusi untuk menjadikan pekrangan/lahan sempit menjadi produktif. Dalam merealisasikan dan mencapai tujuan tersebut di atas, maka dengan adanya program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Gunungsari.
Effectiveness of Causalitic Model Science Learning Device Integrated with Character Value and Local Wisdom to Improve Students' Problem-Solving Ability Joni Rokhmat; Agus Abhi Purwoko; Aliefman Hakim; Huraiza Mahmudah; Syahrial A; Ni Nyoman Sri Putu Verawati; Galuh Elisa Roliana Fatimah; Lia Saptini Handriani
International Journal of Contextual Science Education Vol. 2 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Postgraduate Program, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ijcse.v2i4.863

Abstract

This study aims to measure the effectiveness of science learning devices with causalitic model integrated character values and local wisdom to improve students' Problem-Solving Ability (PSA). The study used a mixed method as a modify of the explanatory design and statistical analysis using the Wilcoxon t-test. The analysis results show that the implementation of devices is significantly effective in developing the PSA of students of Public Junior High School (JHS) 3 Labuapi, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. The device developed has been proven to have the exact alignment for all learners when developing the PSA. The developed PSA includes six indicators, namely understanding (IPSA-1), selecting (IPSA-2), differentiating (IPSA-3), determining (IPSA-4), applying (IPSA-5), and identifying (IPSA-6). Statistical analysis was also performed on the difference in the final achievement of each indicator of PSA of the students of High-Group (Hi-group) and Low-Group (Lo-group) for each indicator of PSA (IPSA). The results show that the finals of IPSA-1 up to IPSA-4 have no difference for either Group, but for IPSA-5 and IPSA-6, there are significant differences. The average final PSA scores of the Hi-Group in the two indicators, respectively 77 and 75, are higher than those of the Lo-Group, 56 and 52.
The Effect of Causal Learning Model Integrated With Character Values On The Ability To Master Physics Concepts And Positive Attitudes Of High School Students Dunia Purnama; Joni Rokhmat; Syahrial A
International Journal of Contextual Science Education Vol. 3 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Postgraduate Program, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ijcse.v3i2.1011

Abstract

This study aims to analyze the effect of causal learning model integrated with character values on the ability to master physics concepts and positive attitudes of high school students. The background of the research is based on the low concept ability and positive attitude of students caused by the dominance of conventional learning methods and the lack of integration of character values in the learning process. This study used a quasi-experimental approach with a nonequivalent control group design. The research subjects were 11th grade students of SMA Negeri 4 Mataram in the 2024/2025 school year. The experimental class received treatment using an integrated causal model of character values, while the control class used direct learning. The research instrument consisted of a concept mastery description test and a positive attitude questionnaire for students. Data analysis was carried out by testing validity, reliability, normality, homogeneity, and Mann-Whitney test. The results showed that the application of the integrated causalytic model of character values significantly improved the ability to master physics concepts and positive attitudes of students compared to conventional learning. This model is effective in encouraging students to think causally and analytically, as well as internalizing character values such as responsibility, cooperation, and honesty. Thus, the causal learning model integrated with character values can be an innovative alternative in improving the quality of physics learning and shaping positive student character.
PENDAMPINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH DALAM RANGKA PERSIAPAN MADRASAH YOUNG REASERCHES SUPERCAMP (MYRES) DI MTs.N 1 LOMBOK BARAT Khaerus Syahidi; Fartina Fartina; Kholida Ismatulloh; Laxmi Zahara; Syahrial A
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1796-1801

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mitra dengan lomba penulisan karya ilmiah tingkat madrasah dan siswa yang belum memiliki prestasi karya ilmiah, seperti tips menulis proposal penelitian, hasil penelitian ilmiah yang belum dipublikasikan, atau siswa belum melakukannya dengan baik di Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES) dalam rangka Lomba Karya Tulis Ilmiah. Berikut ini adalah bagaimana pengabdian masyarakat dilakukan: 1) Teknik Pengajaran; 2) Metode Tanya Jawab; dan Metode Simulasi untuk menjelaskan kepada mahasiswa pentingnya kiat-kiat dalam menulis proposal penelitian dan karya ilmiah serta memotivasi mereka, maka dipilihlah metode ceramah. Baik saat menerima petunjuk cara melaksanakan karya ilmiah maupun saat praktik, format pertanyaan dan jawaban sangat penting bagi peserta pelatihan. Metode simulasi ini sangat penting bagi peserta pelatihan karena memberi mereka kesempatan untuk mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari. Ini memungkinkan mereka melihat seberapa baik mereka dapat menerapkan kegiatan penulisan ilmiah teknis dan masalah apa yang perlu diperbaiki nanti. Penilaian latihan dilakukan pada saat interaksi dan menjelang akhir persiapan, pada bagian pencapaian target persiapan dan selanjutnya pada pelaksanaan persiapan. Penilaian siklus dan hasil (pencapaian penyusunan target) dilakukan dengan dokumentasi. Sementara itu, kuesioner digunakan untuk menilai berbagai aspek pelaksanaan pelatihan. Dua pendekatan yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pemberian bantuan penulisan karya ilmiah adalah: 1) Penilaian selama tindakan, dan (2) penilaian setelah tindakan selesai. Indikator penilaian rata-rata telah melampaui indikator keberhasilan pada pertemuan kedua, hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan penulisan karya ilmiah dalam rangka persiapan Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES) berhasil ditetapkan sebesar 80%.
Evaluating the Impact of AI-Generated Prompts on Programming Proficiency in Physics Study Education Program: A Case Study on Computational Physics Tasks Muhammad Taufik; Syahrial A
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3633

Abstract

This study investigates the use of artificial intelligence (AI)-assisted code generation in a computational physics course for physics education students. The study examines students' ability to generate effective prompts for Pascal code, the quality of the generated code, and the resulting computational outputs. A cohort of 28 students was tasked with solving three critical tasks: numerical differentiation, numerical integration, and root-finding. The students' performance was assessed based on three criteria: prompt generation, Pascal code quality, and output quality. Descriptive statistics show that the mean prompt scores for all topics are close to 1.0, with Integration slightly outperforming other topics. Program scores for Integration were higher (mean = 1.25) compared to Differentiation and Root-Finding, suggesting students performed relatively better in Integration tasks. Output scores were closely aligned with program scores, indicating strong student learning transfer. Correlation analysis revealed high relationships between program and output scores, especially for Integration and Root-Finding, highlighting the students’ ability to translate learning into practical applications. Statistical analysis indicates significant variation in student performance across the three tasks, with notable differences in AI-assisted code generation quality. These findings emphasize the varied impact of AI tools on student proficiency in computational tasks.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan Simulasi Virtual PhET Terhadap Kemampuan Penguasaan Konsep Fisika Peserta Didik Ria Hanipa; Syahrial A; Satutik Rahayu
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4128

Abstract

Model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan simulasi virtual PhET adalah suatu tahapan pembelajaran mengikuti langkah-langkah model inkuiri terbimbing yang didukung oleh penggunaan simulasi virtual PhET sebagai laboratorium virtual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan simulasi virtual PhET terhadap penguasaan konsep fisika peserta didik di kelas XI MIPA MA NW Lendang Nangka. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XI MIPA MA NW Lendang Nangka yang berjumlah 62 peserta didik dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sehingga sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas XI MIPA-1 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 20 peserta didik dan kelas XI MIPA-2 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 20 peserta didik. Sebelum diberikan perlakuan, kedua sampel tersebut diberikan tes awal untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penguasaan konsep kelas kontrol dan eksperimen bersifat homogen. Artinya sebelum dilakukan perlakuan, keduanya memiliki kemampuan yang sama. Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan t-test polled variance dengan taraf signifikansi 5%. Sebelum dilakukan uji hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis berupa uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil uji prasyarat menunjukkan data terdistribusi normal dan homogen, sehingga memenuhi syarat untuk dilakukan analisis menggunakan menggunakan uji-t, Berdasarkan hasil analisis data, yaitu , sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan simulasi virtual PhET berpengaruh terhadap penguasaan konsep fisika peserta didik di kelas XI MIPA-1 MA NW Lendang Nangka.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik di SMA Padia Haslinda; Sutrio Sutrio; Syahrial A
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap hasil belajar fisika peserta didik di SMA. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas yang dipilih dengan teknik cluster sampling, yaitu satu kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan model pembelajaran berbasis prooyek dan satu kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai signifikansi  sebesar 0,00 yang lebih kecil dari 0,05 sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa model pembelajaran berbasis proyek berpengaruh terhadap hasil belajar fisika peserta didik diterima. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran berbasis proyek berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar fisika peserta didik. Penerapan model pembelajaran berbasis proyek fisika di SMAN 1 Gerung selama ini masih belum optimal dikarenakan sebagian peserta didik belum terbiasa bekerja dalam proyek dan diskusi kelompok, sehingga hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar sekaligus menumbuhkan keaktifan, kreativitas, dan kemampuan kolaboratif peserta didik dalam proses pembelajaran.
Pengembangan Bahan Ajar Fisika Matematika Materi Persamaan Diferensial dengan Model ADDIE Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis I Wayan Gunada; Syahrial A; Muh Makhrus; Jannatin Ardhuha; Ni Nyoman Sri Putu Verawati; Lalu Azikri Amrullah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan bahan ajar fisika matematika pada materi persamaan diferensial yang berorientasi pada peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Produk yang dihasilkan berupa modul ajar fisika matematika yang dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE, yang meliputi lima tahapan utama: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berupa modul yang dikembangkan telah melalui proses validasi oleh para ahli dengan tiga aspek penilaian, yaitu kelayakan isi, penyajian, dan kebahasaan. Berdasarkan hasil penilaian dari dua orang ahli, diperoleh rata-rata skor 92,5 dengan persentase 79,74%, yang dikategorikan baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Dari segi efektivitas, hasil implementasi modul ajar pada proses pembelajaran menunjukkan dampak positif terhadap aktivitas, respons, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Aktivitas mahasiswa selama pembelajaran mencapai 73,59%, termasuk dalam kategori baik. Hasil respon menunjukan bahan ajar berupa modul yang dikembangkan termasuk dalam kategori praktis. Mahasiswa menilai bahan ajar ini praktis karena mudah dipahami, memiliki instruksi yang jelas, serta didukung oleh kualitas visual yang baik. Selanjutnya, kemampuan berpikir kritis mahasiswa analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 58 meningkat menjadi 75 pada posttest. Artinya, bahan ajar yang dikembangkan cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini membuktikan bahwa modul ajar fisika matematika berbasis model ADDIE pada materi persamaan diferensial memiliki kelayakan dan efektivitas yang baik. Modul ini tidak hanya mempermudah mahasiswa dalam memahami konsep-konsep abstrak fisika matematika, tetapi juga mendorong peningkatan kemampuan berpikir kritis. Dengan demikian, modul ajar ini dinyatakan layak, efektif, dan praktis digunakan sebagai sumber belajar mandiri maupun pendukung dalam proses perkuliahan fisika matematika.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Video Animasi terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik SMAN 10 Mataram Sri Parwati; Muhammad Zuhdi; Syahrial A
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1862

Abstract

The low level of students’ critical thinking skills in physics learning remains a common problem. Conventional teacher-centered learning is considered not yet optimal in improving these skills. This study aims to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by animated videos on students’ critical thinking skills. This quantitative research employed a quasi-experimental method using a Non-equivalent Control Group Design. The study involved all 55 students of grade XI MIPA at SMAN 10 Mataram. Saturated sampling technique was applied, resulting in class XI MIPA 1 as the experimental class (30 students) and class XI MIPA 2 as the control class (25 students). The experimental class received treatment in the form of the PBL model assisted by animated videos, while the control class was taught using conventional learning methods. The research instrument consisted of an essay test measuring critical thinking skills that had been tested for validity, reliability, difficulty level, and discriminating power. Data analysis techniques included normality test, homogeneity test, t-test, and N-Gain test. The results showed that the average posttest score of the experimental class was 66.67, which was higher than the control class score of 45.06. Hypothesis testing indicated a significance value of 0.02 (p < 0.05), therefore H₀ was rejected. The N-Gain test showed that the improvement in critical thinking skills of the experimental class was categorized as moderate (g = 0.4194), while the control class was categorized as low (g = 0.2525). Thus, the animated video-assisted PBL model was proven to have a significant effect on students’ critical thinking skills, increasing the posttest score by 21.61 points higher than the control class.
Peningkatan Literasi Energi Terbarukan Mahasiswa melalui Kegiatan Edukasi dan Observasi Lapangan di PLTS Sengkol Lombok Tengah Wahyudi; I Wayan Gunada; Syahrial A; Muh. Makhrus; Ahmad Harjono; Arsis Doyan; Susilawati; Joni Rokhmat; Sutrio; Muhammad Zuhdi; Hikmawati; Ni Nyoman Sri Putu Verawati; Muhammad Taufik; Gunawan; Satutik Rahayu; Jannatin Ardhuha; Kosim; Nina Nisrina; Fathurrahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia (Indonesian Journal Of Science Community Services) Vol. 8 No. 1 (2026): JPMSI (Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v8i1.1861

Abstract

Community service is one form of implementing the Tri Dharma of Higher Education, which aims to integrate education, research, and community engagement into a unified and applicable activity. This program was conducted at the Sengkol Solar Power Plant (PLTS) in Pujut District, Central Lombok Regency, involving university students as the primary participants. The objective of the activity was to enhance students’ understanding of solar energy concepts and their practical implementation through an experiential learning approach. The methods employed included preparation, field observation, interviews, interactive educational sessions, and evaluation. The results indicated an improvement in students’ understanding of the working principles of solar power plants, particularly regarding the energy conversion process through the photovoltaic effect and the functions of key components such as solar panels and inverters. Furthermore, the activity increased students’ awareness of the importance of renewable energy in supporting environmental sustainability. This program demonstrated that contextual learning through direct field observation is effective in improving students’ energy literacy. Therefore, this activity model is recommended as an innovative approach to learning in the field of renewable energy.