Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERBANDINGAN SENYAWA SIANIDA PADA DAUN SINGKONG DENGAN PERENDAMAN NaHCO3 DAN Ca(OH)2 Elfira Maya Sari; Siti Nurfajriah
Journal of Research and Education Chemistry Vol. 4 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.165 KB) | DOI: 10.25299/jrec.2022.vol4(1).9332

Abstract

Cassava contains the 80-90% carbohydrates, while Cassava leaves contain proteins, minerals, vitamins, and toxins that called Glucocide Cyanogenic. Glucose Cyanogenic can be hydrolyzed into Cyanide Acid which can bond with fe 2+ or fe 3+ in blood so that be able to degrade oxygen levels in the body cells. The purpose of this study is to know the effects of submersion NaHCO3 solution and Ca(OH)2 solution with time variations of submersion to the levels of cyanide in the cassava leaves. The pressence of Cyanide in the cassava leaves uses UV vis Spectrophotometer. The data was statistically analyzed by using a two-way anova test. According to the research, the highest levels of Cyanide found in NaHCO3 solution with 41,2656 ppm, with a reduction levels of Cyanide by 22.05% and The Ca(OH)2 with 53,9218 ppm with a reduction of Cyanide levels by 34.77% in 1 hour soaking. A statistical value of 0.106 and 0.116 (p>0.05) indicates that there is no differences of submersion of NaHCO3 solution and Ca(OH)2 solution with the time variatons that already done.
GAMBARAN PENGETAHUAN PARA IBU MENGENAI BORAKS DAN FORMALIN DI LINGKUNGAN PENGASINAN Elfira Maya Sari; Siti Nurfajriah
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v1i1.3

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu – ibu terhadap boraks dan formalin yang terkandung didalam makanan sebagai bahan pengawet berbahaya. Metode: Lokasi penelitian berada di wilayah pengasinan, bekasi timur dengan sampel berjumlah 30 orang ibu. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai dengan Mei 2016. Desain penelitian menggunakkan analitik kuantitatif intervensi, pengumpulan dan pengolahan data secara manual berupa hasil scoring pengetahuan. Hasil: Dari 30 orang responden 62.5% memiliki pengetahuan cukup, 21,9% persen memiliki pengetahuan kurang dan sisanya memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai bahan pengawet berbahaya. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan sebanyak 20 (62,5%) responden memiliki pengetahuan yang cukup tentang jajanan kebutuhan pokok yang mengandung bahan pengawet berbahaya dan masih ada pengetahuan yang kurang sebesar 21,9%.
SKRINNING RHIZOBAKTERI MANGROVE Rhizosphora Sp. PENGHASIL AMILASE Siti Nurfajriah; Maulin Inggraini; Noor Andryan Ilsan
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v1i1.4

Abstract

Pendahuluan: Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang kaya akan nutrisi karena dipengaruhi oleh pasang surut air laut, asupan air tawar dari daratan, akumulasi mineral, dan aktivitas mikroorganisme. Kondisi tersebut menghasilkan ekosistem yang unik dan memiliki keanekaragaman mikroorganisme. Rhizobakteri adalah bakteri yang hidup pada daerah rhizosfer dan membentuk koloni pada sistem perakaran tumbuhan. Rhizobakteri diketahui memiliki bermacam enzim, salah satunya antara lain enzim amilase. Enzim amilase banyak digunakan di industri makanan, tekstil, dam kertas. Metode: Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan menskrining amilase yang dihasilkan rizhobakteri dari tanaman mangrove dan bakteri serasah pada mangrove Rhizophora Sp. Isolasi bakteri dilakukan dengan seri pengenceran yang ditumbuhkan dalam medium zobell. Skrinning aktivitas amilase dilakukan dengan menumbuhkan bakteri dalam medium zobell agar yang mengandung pati. Hasil: Isolat rhizobakteri yang berhasil diisolasi dari tumbuhan mangrove muda, mangrove tua, dan serasah berjumlah 42 isolat. Hasil skrining menunjukkan 30 isolat mampu menghasilkan a-amilase. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa isolat Rhizobakteri mangrove yang berhasil diisolasi dari akar tanaman mangrove Pulau Bira Kepulauan Seribu sebanyak 42 isolat dan 30 isolat menghasilkan enzim a-amilase. Isolat yang paling banyak menghasilkan enzim tersebut berasal dari rhizobakteri tanaman mangrove muda dan zona bening yang yang terbesar yaitu 7 mm.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN BORAKS PADA BAKSO YANG BEREDAR DI PASAR TRADISIONAL KECAMATAN TAMBUN SELATAN DINDHA ARIESTA RAHMA; ELFIRA MAYA SARI; SITI NURFAJRIAH
Journal of Research and Education Chemistry Vol. 5 No. 1 (2023): April
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jrec.2023.vol5(1).12502

Abstract

Bakso adalah makanan yang mengandung bahan dasar daging yang digemari oleh masyarakat karena mudah ditemukan dan diolah. Produsen membuat bakso masih banyak yang menggunakan boraks sebagai pengawet dan memiliki tekstur kenyal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui uji kualitatif boraks dan mengetahui hasil uji kuantitatif boraks pada bakso di Pasar Tradisional Kecamatan Tambun Selatan. Metode sampling yang digunakan purposive sampling. Total sampel 10 diambil dari 5 pasar yang berbeda di wilayah Kecamatan Tambun Selatan. Sampel di uji menggunakan ekstrak ubi ungu didapatkan 2 sampel positif boraks mengalami perubahan warna dari pink menjadi biru menunjukkan bahwa ekstrak ubi ungu mampu mendeteksi boraks. Hasil sampel positif dilakukan analisis dengan spektrofotometri uv-vis dengan panjang gelombang 535 nm untuk mengetahui kadar boraks dalam sampel. Persamaan regresi linear yang diperoleh adalah y = 0,0761x-0,2484 dengan koefisien korelasi ????2 = 0,9952. Berdasarkan hal tersebut dikatakan persamaan regresi yang baik karena nilai ????2 = ≥ 0,99. Hasil uji kuantitatif kadar sampel RK2 adalah 4,239 mg/L dan sampel TD1 sebesar 14,147 ppm. Bakso positif boraks dilihat secara organoleptik memiliki karakteristik bau menyengat, tekstur lebih kenyal dan berwarna abu- abu pucat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil sampel bakso RK2 dan TD1 positif mengandung boraks yang telah diuji secara kualitatif dengan ekstrak ubi ungu karena mengalami perubahan warna dari pink menjadi biru kehitaman dan uji kuantitatif diperoleh kadar boraks terkecil pada sampel RK2 sebesar 4,247 ppm dan kadar tertinggi pada sampel TD1 sebesar 14,147 ppm. Sampel yang melebihi standar sebaiknya dilakukan pengenceran karena tinggi nya kadar boraks di dalam sampel.
PENENTUAN KADAR ALKOHOL PADA PEMINUM ALKOHOL DENGAN METODE ALCOHOL SALIVA STRIP TEST Dianita Apriyanti; Siti Nurfajriah; Maulin Inggraini; Noor Andryan Ilsan
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v5i2.185

Abstract

Alcohols are organic compounds containing hydroxyl functional groups. The alcohol content in the drink is ethanol. Alcohol poisoning is often associated with injuries from falls, fires, drowning, overdose, sexual abuse, work accidents, traffic accidents, and abusive relationship. This study aims to determine the level of alcohol in alcoholics using the Alcohol Saliva Strip Test method. The type of research used is descriptive with purposive sampling technique and cross-sectional approach and. Specimen collection and examination of the alcohol content in the respondent's saliva were carried out in March 2021 at Kp X, Depok City, West Java Province. The number of respondents was 28 people. The inclusion criteria for this study was alcoholic drinkers aged 17-25 years. The study exclusion criteria were using mouthwash, consuming ascorbic acid such as vitamin C, and having a history of gout. The specimen used in this research was saliva. The method is detected for alcohol content of the respondents used the RightSign brand Alcohol Saliva Strip Test. The results showed the age of the respondents who drank the most alcohol in the range of 17-19 years was 57%. The characteristics of respondents based on the frequency of alcohol consumption are highest in the frequent category (3 times a week or more) as much as 68%. The results showed 71% of the respondents positively drank alcohol and 29% of the respondents were negative. The lowest alcohol content in the respondent's saliva was 0.02% and the highest was 0.08%. The alcohol content in the saliva of the respondents who last drank alcohol 1 week ago was undetectable. This study concludes that the percentage of respondent who detected alcohol in their saliva was 71% and the highest alcohol content in the respondent's saliva is 0.08%. This study also shows that the period, alcohol concentration, and type of alcohol consumed can influence Blood Alcohol Concentration (BAC).
Increasing Public Awareness Related To Early Detection Of Diabetes Mellitus In Jatimekar Bekasi Village Maulin inggraini; Noor Andryan Ilsan; Siti Nurfajriah; Ria Amelia; Elfira Maya Sari
Jurnal Masyarakat Religius dan Berwawasan Vol 2, No 1 (2023): Masyarakat Religius dan Berwawasan
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/mrw.v2i1.8703

Abstract

Noncommunicable Diseases (NCDs) are a serious threat not only for the elderly but also for the young. Based on a report from the International Diabetes Federation (IDF) by 2022 that 1.57 million of the 8.75 million people living with type 1 diabetes worldwide in 2022 are less than 20 years old. This shows the importance of increasing public awareness about Diabetes Mellitus (DM). This PKM is carried out by providing education about the prevention and dangers of DM, then followed by a Temporary Blood Sugar (TBS) examination in the Jatimekar Bekasi village using brochure media. The increas in participants’s knowledge was carried out by analyzing the pre-test and post-test descriptively. The results of the study showed an increase in public knowledge about DM. this can be seen from the increase in post-test result compared to pre-test scores. GDS examination results include risk characteristics of 86.96% (110-200 mg/dL) and DM 13.04 % (>200 mg/dL). There are 3 counseling participants who suffer from DM and have a history of unhealthy eating patterns and not doing physical activity.
Analisis Biaya Diferensial Terhadap Keputusan Memproduksi Sendiri atau Membeli dari Luar Pada UKM XYZ Putri, Riva Aryani; Iman maulana; Nabila rahma sania; Siti Nurfajriah; Arsya Putri Janita; Ahmad Rifans Maulana; Saepul Anwar
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 8 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i8.14590

Abstract

UKM XYZ merupakan sebuah UKM usaha kue yang sudah berdiri 5 tahun lebih, sejak tahun 2019 awal dan masih beroperasi sampai saat ini. UKM XYZ harus membuat banyak pilihan strategis dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, seperti memilih antara membuat sendiri atau membeli dari pemasok luar. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis informasi lebih lanjut tentang peran biaya diferensial dalam pengambilan keputusan antara memproduksi sendiri atau membeli barang dari luar pada UKM XYZ. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keputusan yang tepat yang dapat diambil oleh UKM XYZ antara memproduksi sendiri atau membeli barang dari luar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa informasi akuntansi diferensial sangat bermanfaat pada manajemen UKM XYZ untuk menghasilkan informasi perbandingan perhitungan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh kedua alternatif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa memproduksi sendiri merupakan keputusan yang tepat, karena menghasilkan laba diferensial yang lebih tinggi daripada harus membeli dari luar.
Managing Human Resource Management (HRM) Global Aprilia, Fina; Nurfajriah, Siti; Permana, Rian; Sihotang, Putri; Sipayung, Oci Sulastri
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15221

Abstract

Perkembangan globalisasi telah mempercepat arus tenaga kerja lintas negara yang menyebabkan perusahaan harus mampu mengembangkan strategi HRM yang efektif. Keberhasilan HRM sangat penting untuk memastikan perusahaan mampu bersaing di pasar global dan menjaga produktivitas serta kepuasan karyawannya. Maka penelitian ini dibuat bertujuan untuk mengetahui akan pentingnya strategi dan praktek untuk mengelola HRM global. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh perusahaan multinasional dalam mengelola tenaga kerja internasional dan solusi untuk menghadapi tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan untuk mengidentifikasi tantangan dan solusi dalam mengelola MSDM global. Hasil penelitian yang kami dapatkan ialah bahwa perusahaan harus mengembangkan kompetensi lintas budaya, kepemimpinan global, kebijakan HRM yang fleksibel serta memanfaatkan teknologi dan digitalisasi dalam upaya mencapai tujuan perusahan dalam pasar global.
Virulence Evaluation of Aeromonas spp. KS-1 Isolated from Kitchen Sponge using Omphisa fuscidentalis Larvae Ilsan, Noor Andryan; Inggrain, Maulin; Nurfajriah, Siti; Yunita, Melda; Priyanto, Jepri Agung; Ramanda, Viqih
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 31 No. 4 (2024): July 2024
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.31.4.613-620

Abstract

Aeromonas spp. causes the human diseases including diarrhea, gastroenteritis, and bacteremia. Aeromonas spp. can be found in kitchen sponge, one of the reservoirs for food-borne bacterial pathogens. Virulence study of Aeromonas spp. in vivo in animal model is important since the animal model can mimic manifestasions in human infections. Omphisa fuscidentalis was chosen for alternative virulence model, since they are in the same taxonomical order with the well-known infections model, Galleria mellonella. Bacterial isolation and selection of kitchen sponge used Brain Heart Infusion agar and Endo Agar, respectively. Bacterial virulence of KS-1 was injected into Omphisa fuscidentalis larvae. Survival percentage and melanization score of infected larvae were evaluated. Hemolymph of larvae with melanization score of 1 and 4 were stained with Giemsa method to observe the hemocyte changes. Bacterial identification of isolate KS-1 based on 16S rRNA sequence resulted in 96.9% identity to Aeromonas spp. strain VS7. Isolate KS-1 injection to O. fuscidentalis revealed higher bacterial dosage resulting more severe symptoms to the larvae according to survival percentage and melanization score. However, statistical analysis showed evaluation of melanization score could distinguish larvae with 106 and 107 CFU/larva dosage injection, while evaluation of survival percentage could not. Hemocyte of larvae with melanization score 1 had larger and more cytoplasmic vacuolization than the score 4 (healthy larvae). Omphisa fuscidentalis is an alternative of insect model for bacterial infections with survival percentage and melanization score as the evaluation. Cytoplasmic vacuolization of hemocyte can be used as larvae’s health indicator in a cellular level.
The Identification of Escherichia coli Virulence Gene from Diabetic Foot Ulcer (DFU) at the Diabetes Care Home, Bekasi, West Java, Indonesia Inggraini, Maulin; Anindita, Reza; Ilsan, Noor Andryan; Nurfajriah, Siti
BIOVALENTIA: Biological Research Journal Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/biov.11.1.2025.448

Abstract

One of the complications of diabetes is diabetic foot ulcer (DFU). One of the bacteria that shows a high prevalence in DFU patients is Escherichia coli. The purpose of this study to determine the virulence gene in E.coli isolated from DFU patients at the Bekasi Diabetes Care Home, West Java, Indonesia. Detection of E.coli virulence genes was carried out using the Whole Genome Sequence (WGS) method. Data analysis was carried out descriptively. This study showed the presence of fdeC, fimH, astA, hlyE, hlyF, csgA, and cvaC genes. This study concluded that the fdeC and fimH genes encode protein expression for the formation of colonisation or biofilm, astA, hlyE, and hlyF genes encode the expression of enterotoxin and hemolysin, csgA genes, and cvaC encode the expression of colicin, Curlin, and microcin C bacteriocin.