Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

URGENSI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS LINGKUNGAN DAN PERMAINAN UNTUK MENINGKATAN KUALITAS BACA TULIS AL-QUR’AN PADA MAHASISWA SEMESTER II JURUAN PGMI FAKULTAS AGAMA ISLAM (FAI)UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM Mappanyompa Mappanyompa; Mustapa Ali Mustapa Ali
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 3, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.933 KB) | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v3i1.1055

Abstract

Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Lingkungan dan Permainan untuk Meningkatan Kualitas Baca Tulis Al-Qur’an pada Mahasiswa  Semester II Juruan PGMI Fakultas Agama Islam (FAI)Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM) Tahun Akademik 2015/2016. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas baca-tulis Al-Qur’an melalui pembelajaran Bahasa Arab yang berbasis lingkungan dan permainan bahasa Arab. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang tertidi atas sembilan kali pertemuan dalam tiga siklus. Penelitian ini menggunakan empat tahap tindakan yaitu perencan, tindakan, observasi dan refleksi. Adapun yang menjadi subyek penelitian adalah Mahasiswa  Semester II Juruan PGMI Fakultas Agama Islam (FAI)Universitas Muhammadiyah Mataram yang berjumlah 32 mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kemampuan baca-tulis al-Qur’an pada Mahasiswa  Semester II Juruan PGMI Fakultas Agama Islam (FAI)Universitas Muhammadiyah Mataram  Tahun Akademik 2015/2016 berbasis lingkungan dan permainan dapat ditingkatkan. Peningkatan ini dapat dilihat dengan nilai rata-rata minimal 60 dengan ketuntasan klasikal 85%, hal tersebut dapat dilihat pada peningkatan hasil tes kemampuan baca-tulis al-Qur’an siklus I dengan rata-rata 60; dengan ketuntasan klasikal 25%. Pada siklus II, rata-rata 75.63 dengan presentasi ketuntasan klasikal 78.13%. Pada siklus III dengan rata-rata  80.90% dengan presentasi ketuntasan klasikal 93.75%. Sementara hasil observasi kualitas kemampuan mahasiswa dalam baca-tulis al-Qur’an siklus 1 dengan pertemuan I sampai III berada pada kategori cukup baik (CB), sedangkan pada siklus II dengan pertemuan I sampai III meningkat menjadi kategori baik (B). dan adapun pada siklus III pada pertemuan I sampai III meningkat menjadi kategori sangat baik (SB). Hal tersebut dapat dilihat dalam prosetase katagori kemampuan baca-tulis al-Qur’an mahasiswa siklus I berdasarkan kategorisasi yang berkemampuan tinggi 5 mahasiswa (15.63%), berkemampuan sedang 10 mahasiswa (31.25%) dan berkemampuan rendah 17 mahasiswa (53.12%). Adapun katagori kemampuan baca tulis al-quran mahasiswa pada siklus II berdasarkan katagori yaitu berkemampuan tinggi ada 10 mahasiswa (31.25%), berkemampuan sedang 17 (53.13%) dan berkemampuan rendah 5 mahasiswa (15.63%). Adapun katagori kemampuan baca tulis al-quran mahasiswa pada siklus III berdasarkan katagori yaitu berkemampuan tinggi ada 15 mahasiswa (46.88%), berkemampuan sedang 15 (46.88%) dan berkemampuan rendah 2 mahasiswa (6.25%).
UPAYA BIMBINGAN BACA KITAB KUNING “SYARAH AL-JURUMIYAH” PADA REMAJA MASJID BAITUSSALAM DUSUN MURBAYA KEC. PRINGGARATA LOMBOKTENGAH Mustapa Ali, Mappanyompa, Aqodiah Mustapa Ali, Mappanyompa, Aqodiah
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 4, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.777 KB) | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v4i2.1553

Abstract

Program bimbingan kepada para generasi muda dalam hal pemahaman keagamaan akan dalil-dalil sebagai sumber pengambilan hukum Islam serta didukung oleh pemahaman dasar tentang kaidah tata bahasa Arab (ilmu nahwu) sangat diperlukan, melihat banyaknya masyarakat yang mudah percaya dengan ajaran atau aliran baru yang menyimpang dari al-Qur’an dan Hadit Nabi yang sohih. Berbekal pengajar dari tim dosen yang dibantu oleh mahasiswa yang komputen serta penggunaan metode studi kasus yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat, dari segi media pembelajaran, alat-alat belajar dan metode pengajaran  yang sifatnya klasik (hanya dengan mendengar, mendabit dan menghafal kaidah), maka  kami akan menggunakan metode tarjamah dan mendabit makna teks kitab dan membaca intensif serta metode eklektik (campuran) dan memberikan tambahan materi penjelas berupa praktik cepat memahami kaidah bahasa Arab sesuai dengan tuntunan yang ada di dalam kitab. Adapun hasil dari pengabdian ini adalah para remaja masjid Baitussalam Murbaya yang mengikuti bimbingan mendapatkan banyak pengetahuan mengenai metode pembelajaran , peserta didik bisa membaca kitab  syarah Al-Jurumiyah dan mengetahui tata cara memahami dasar pengambilan hukum serta dalil yang  benar sesuai dengan al-Qur’an dan Hadits Sohih. Motivasi Remaja Masjid terlihat meningkat karena ada perbaikan dan tambahan sarana dan prasarana TPQ Al-Mustofa Murbaya. Para remaja memiliki kesadaran akan pentingnya menambah wawasan keilmuan untuk memperkuat iman dan Islam yang akan berefek positif pada ketinggian akhlaq dan akan menciptakan generasi yang berjiwa besar dalam menghadapi tantangan zaman.Program bimbingan kepada para generasi muda dalam hal pemahaman keagamaan akan dalil-dalil sebagai sumber pengambilan hukum Islam serta didukung oleh pemahaman dasar tentang kaidah tata bahasa Arab (ilmu nahwu) sangat diperlukan, melihat banyaknya masyarakat yang mudah percaya dengan ajaran atau aliran baru yang menyimpang dari al-Qur’an dan Hadit Nabi yang sohih. Berbekal pengajar dari tim dosen yang dibantu oleh mahasiswa yang komputen serta penggunaan metode studi kasus yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat, dari segi media pembelajaran, alat-alat belajar dan metode pengajaran  yang sifatnya klasik (hanya dengan mendengar, mendabit dan menghafal kaidah), maka  kami akan menggunakan metode tarjamah dan mendabit makna teks kitab dan membaca intensif serta metode eklektik (campuran) dan memberikan tambahan materi penjelas berupa praktik cepat memahami kaidah bahasa Arab sesuai dengan tuntunan yang ada di dalam kitab. Adapun hasil dari pengabdian ini adalah para remaja masjid Baitussalam Murbaya yang mengikuti bimbingan mendapatkan banyak pengetahuan mengenai metode pembelajaran , peserta didik bisa membaca kitab  syarah Al-Jurumiyah dan mengetahui tata cara memahami dasar pengambilan hukum serta dalil yang  benar sesuai dengan al-Qur’an dan Hadits Sohih. Motivasi Remaja Masjid terlihat meningkat karena ada perbaikan dan tambahan sarana dan prasarana TPQ Al-Mustofa Murbaya. Para remaja memiliki kesadaran akan pentingnya menambah wawasan keilmuan untuk memperkuat iman dan Islam yang akan berefek positif pada ketinggian akhlaq dan akan menciptakan generasi yang berjiwa besar dalam menghadapi tantangan zaman.
IMPLEMENTASI MODEL FULL DAY SCHOOL DALAM MEMBENTUK KARAKTER DAN KEDISIPLINAN SISWA DI SD AISYIYAH 1 MATARAM Mardiyah Hayati, Mappanyompa Mardiyah Hayati, Mappanyompa
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 5, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1002.749 KB) | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v5i1.2623

Abstract

Abstrak: Pendidikan Agama Islam merupakan upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal,memahami, menghayati, mengimani, bertakwa dan berakhlak mulia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi Pendidikan Agama Islam Pada Model Full Day School Dalam Membentuk Karakter Dan Kedisiplinan Siswa di SD ‘Aisyiyah 1 Mataram, proses pembelajaran, kendala dan solusinya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang dilakukan di SD ‘Aisyiyah 1 Mataram. Adapun jenis pendekatan yang digunakan adalah bersifat kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang yang diamati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : wawancara, metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang bagaimana implementasi Pendidikan Agama Islam pada model full day school ,apa kendalanya dalam pembentukan karakter di SD ‘Aisyiyah 1 Mataram. Observasi, Metode ini untuk melihat langsung terkait proses Implementasi model pembelajaran full day school di SD ‘Aisyiyah 1 Mataram. Dokumentasi, metode ini untuk memperoleh data tentang gambaran umum sekolah,sejarah berdirinya,keadaan guru dan siswa. Analisis data. Dalam menganalisis data peneliti menggunakan diskriptif kualitatif. Abstract: Islamic education is a conscious and planned effort in preparing learners to know, understand, internalize, immoral, cautious and noble. The purpose of this research is to know how to implement Islamic education on the Model Full Day School in forming character and discipline students in SD ' Aisyiyah 1 Mataram, learning process, constraints and solutions. This research is a field research conducted at SD ' Aisyiyah 1 Mataram. The kind of approach used is qualitative that generates descriptive data in the form of written or spoken words from those observed. The methods used in this study are: Interviews, this method is used to obtain data on how to implement Islamic education on the full day school model, what is the control in character building in SD ' Aisyiyah 1 Mataram. Observation, this method to see directly related to the process of implementing a full day school learning model in SD ' Aisyiyah 1 Mataram. Documentation, this method to obtain data about the overview of the school, the history of its establishment, the state of teachers and students. Data analysis. In analyzing the researcher's data using qualitative diskriptif.
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN MANUSIA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Mappanyompa, Hidayatussaliki Mappanyompa, Hidayatussaliki
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 6, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v6i2.6300

Abstract

Abstrak:Manusia merupakan makhluk yang berkembang, dan dalam perkembangannya lebih sempurna dibandingkan dengan makhluk yang lain. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling mulia di antara makhluk ciptaan lainnya. Hal ini disebabkan karena manusia dilengkapi dengan semua pembawaan dan syarat-syarat yang diperlukan. Menurut Al-Qur’an, manusia pada tabiatnya adalah homo religious (makhluk beragama) yang sejak lahirnya telah membawa suatu kecenderungan beragama. Pendidikan Islam masa pranatal disebut juga dalam bahasa arab tarbiyah qabl al-wiladah, pendidikan pranatal adalah pendidikan sebelum masa melahirkan yang ditandai dengan fase pemilihan jodoh, pernikahan, dan kehamilan. kemudian berlanjut kepada fase pendidikan Islam masa pascanatal atau tarbiyah ba’da al-wiladah, pendidikan pascanatal yaitu pendidikan yang dimulai sejak lahirnya anak sampai mereka dewasa, bahkan sampai meninggal dunia yang kita kenal dengan sebutan pendidikan seumur hidup. Didalam rahim setiap janin terlindung dari semua pengaruh kondisi luar kecuali yang dapat sampai melalui ibu yang mengandungnya. Rasa aman dan perlindungan itu tidak akan pernah ditemui anak setelah ia lahir. Pendidikan pascanatal memiliki beberapa fase diantaranya: 1) Fase bayi, ialah fase kehidupan manusia terhitung dari saat kelahiran sampai kira-kira berumur dua tahun. Selama rentang waktu itu, kehidupan bayi biasanya sangat tergantung pada bantuan dan pemeliharaan pihak lain, terutama si ibu. Peranan ibu yang demikian besarnya terhadap si bayi itu tentu mempunyai arti tersendiri bagi pendidikannya. 2)  fase kanan-kanak. 3) fase anak-anak. 4) fase remaja. 5) fase dewasa. Abstract:  Humans are creatures that develop, and in their development are more perfect than other creatures. Humans are the noblest creatures created by Allah SWT among other creatures. This is because humans are equipped with all the necessary traits and conditions. According to the Qur'an, humans are homo religious by nature (religious beings) who from birth have brought a religious tendency. Prenatal Islamic education is also called in Arabic tarbiyah qabl al-wiladah, prenatal education is education before childbirth which is marked by the phase of choosing a mate, marriage, and pregnancy. then continues to the postnatal phase of Islamic education or tarbiyah ba'da al-wiladah, postnatal education, namely education that starts from the birth of children until they are adults, even until death which we know as lifelong education. In the womb of every fetus is protected from all influences from outside conditions except those that can reach through the mother who carries it. This sense of security and protection will never be met by a child after he is born. Postnatal education has several phases including: 1) Infancy phase, is the phase of human life starting from the time of birth until approximately two years old. During that time, the baby's life is usually very dependent on the help and care of others, especially the mother. The role of such a large mother to the baby certainly has its meaning for education. 2) right-child phase. 3) childhood phase. 4) adolescent phase. 5) adult phase.
KONSEKUENSI MARRIED BY ACCIDENT DALAM PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM Imawanto Imawanto; Edi Yanto; Mappanyompa Mappanyompa
Media Keadilan: Jurnal Ilmu Hukum Vol 9, No 2 (2018): OKTOBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.639 KB) | DOI: 10.31764/jmk.v9i2.890

Abstract

This article discusses married by accident, which is a marriage that is forced to be carried out between a pair of men and women because the woman is already pregnant, their parents must marry her, in order to cover up their disgrace in the community. Using juridical-normative research methods. The results of the study are, first, the law of being married by accident is permitted both by positive law and Islamic law, secondly, the position of a married by accident child becomes a legitimate child in the perspective of positive law, and an illegitimate child in the perspective of Islamic law. Third, in a positive legal perspective, the legal guardianship and inheritance rights of a daughter from married by accident are her biological father and inheritance rights from her parents, whereas in Islamic legal perspective the child resulting from married by accident biological father has no right to give heirs and is not entitled also be the guardian of the child.keywords: Islamic law; married by accident; positive law. AbstrakArtikel ini membahas tentang married by accident, yaitu pernikahan yang terpaksa dilakukan antara sepasang laki-laki dan perempuan karena perempuannya sudah hamil terlebih dahulu, orang tua mereka harus menikahkannya, dalam rangka menutupi aib mereka di masyarakat. Menggunakan metode penelitian yuridis-normatif. Hasil penelitian, pertama, hukumnya married by accident di bolehkan baik oleh hukum positif dan hukum Islam, kedua, kedudukan anak married by accident menjadi anak sah dalam perspektrif hukum positif, dan anak tidak sah dalam  perspektif hukum Islam. Ketiga, dalam perspektif hukum positif, hak wali dan hak waris anak perempuan dari married by accident adalah ayah biologisnya dan memperoleh hak waris dari kedua orang tuanya, sedangkan dalam perspektif hukum Islam anak hasil dari married by accident ayah biologis tidak berhak memberikan waris dan tidak berhak pula menjadi wali anak tersebut ketika menikah.kata kunci: hukum Islam; hukum positif; married by accident.
PROBLEMATIKA PENGKADERAN DI PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH MATARAM DALAM PERSPEKTIF NORMA PENGKADERAN MUHAMMADIYAH Mappanyompa Mappanyompa; Imawanto Imawanto
Media Keadilan: Jurnal Ilmu Hukum Vol 10, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.613 KB) | DOI: 10.31764/jmk.v10i1.1106

Abstract

This article discusses the problem of cadre formation in Muhammadiyah Mataram universities in the perspective of cadre norms. In full, cadres are those who have been completed in following all formal cadres, tested in informal cadres and have provisions through informal formation. Their existence is not only expected in the existence of the organization to be maintained, but also expected that the cadres will continue to carry out the mission of the organization's movement to the full. This type of research is quantitative explanatory research, with data collection techniques through library research and field work research. The results of the study show that regeneration occupies a very strategic position for the survival of Muhammadiyah as a community and Islamic missionary movement Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Cadreization must be of serious concern from all Muhammadiyah leaders and Muhammadiyah's charitable business leaders, especially in West Nusa Tenggara. The foundation of sincere intention to live Muhammadiyah and not only seek life in the Muhammadiyah as the message of the founder of the late KH. Ahmad Dahlan. The origins of the Kemuhammadiyahan strategic position holder in the Muhammadiyah charity business must be directly proportional to the cadre process that has been traversed on the basis of commitment and the complete and complete cadre norm.Keywords: cadre norms; cadre problems; Muhammadiyah universities.Artikel ini membahas tentang problematika pengkaderan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah Mataram perspektif norma pengkaderan. Secara utuh kader adalah mereka yang telah tuntas dalam mengikuti seluruh pengkaderan formal, teruji dalam pengkaderan informal dan memiliki bekal melalui pengkaderan non formal. Keberadaan mereka bukan saja diharapkan dalam eksistensi organisasi tetap terjaga, melainkan juga diharapkan kader tetap akan membawa misi gerakan organisasi hingga paripurna. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui library research dan field work research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaderisasi menempati posisi yang sangat strategis bagi kelangsungan hidup Muhammadiyah sebagai sebuah persyarikatan dan gerakan Islam dakwah amar ma'ruf nahi munkar. Kaderisasi menjadi perhatian yang sungguh-sungguh dari segenap pimpinan Muhammadiyah dan pimpinan amal usaha Muhammadiyah, terutama di Nusa Tenggara Barat. Landasan niat yang tulus untuk menghidup-hidupkan Muhammadiyah dan tidak semata mencari hidup dalam Muhammadiyah sebagaimana pesan sang pendirinya almarhum KH. Ahmad Dahlan. Asal-usul kemuhammadiyahan pemegang jabatan strategis di amal usaha Muhammadiyah harus berbanding lurus dengan proses pengkaderan yang telah dilalui atas dasar komitment dan norma pengkaderan secara tuntas dan paripurna.Kata kunci: norma pengkaderan; perguruan tinggi Muhammadiyah; problematika pengkaderan.
Implementation of Islamic Religious Education in the Fullday School Model in Forming Student Character and Discipline in SD ‘Aisyiyah 1 Mataram Mardiyah Hayati; Mappanyompa Mappanyompa
Proceedings of The ICECRS Vol 7 (2020): Conference of Islamic Educational Payment Management in Industrial Revolution 4.0
Publisher : International Consortium of Education and Culture Research Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/icecrs2020362

Abstract

The purpose of this research is to know how to implement Islamic education on the Model Full Day School in forming character and discipline of students in elementary school ' Aisyiyah 1 Mataram, learning process, constraints and solutions. This research is a field research conducted at Aisyiyah 1 Mataram Elementary School. ' Aisyiyah Elementary School 1 Mataram is the first elementary school established by the regional administrator of ' Aisyiyah West Nusa Tenggara. The kind of approach used is qualitative that generates descriptive data in the form of written or spoken words from those observed. The methods used in this study are: (1) Interviews, this method is used to obtain data on the material, strategies and models of the learning of Al-Islam in the ABA KINDERGARTEN. (2) Observation, this method is to see directly related to the learning process of Al Islam and Kemuhammadiyahan in ABA TK. (3) Documentation, this method to obtain data about the overview of the school, the history of the establishment, the state of teachers and students. (4) Data analysis. In analyzing the researcher's data using qualitative diskriptif.
Cadre As Early Education In Understanding Islam And Muhammadiyah Mappanyompa Mappanyompa
Proceedings of The ICECRS Vol 7 (2020): Conference of Islamic Educational Payment Management in Industrial Revolution 4.0
Publisher : International Consortium of Education and Culture Research Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/icecrs2020452

Abstract

Collectively cadres are those who have been completed to follow all formal, tested in the informal cadre and have a provision through a non-formal cadre. Their existence is not only expected in the existence of the organization is maintained, but also expected the cadre will still bring the mission of organizational movement to the plenary. The Caderisasi occupies a very strategic position for the survival of Muhammadiyah as a requirement for the Islamic Da'wah and movement of the Islamist ma'ruf nahi munka. It is time for the caderisation to have a sincere attention from all the leadership of Muhammadiyah and the head of Muhammadiyah business charity, especially in West Nusa Tenggara whose condition is different from other regions, must be based on the intention Sincerely to live the Muhammadiyah and not merely seek life in Muhammadiyah as the founder's message the deceased KH. Ahmad Dahlan. Do not happen later that there are people who do not know the origins of the former will become the core player of Muhammadiyah or Muhammadiyah business charity, while people who are long-standing and unquestionably committed He was just the audience.
Bimbingan Fiqih Taharoh Warga Perumahan Griya Sehati Di Desa Terongtawah Kecamatan Labuapi Lombok Barat Mappanyompa Mappanyompa; Saprun Saprun; Sahwan Sahwan
Jurnal Participative: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Participative Journal
Publisher : Prodi Tadris Matematika-UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55099/participative.v2i1.43

Abstract

The importance of cleanliness according to Islam, so that people who clean themselves or seek cleanliness will be loved by Allah SWT. The question of purification and all its intricacies is an important part of knowledge and practice, especially because among the conditions for prayer it has been determined that someone who will pray is obligated to be pure from hadats and also clean the body, clothes and place from najis. The method used in this research is first; the lecture method by listening carefully and noting the important points put forward by the presenter, and the second is direct practice by practicing directly in accordance with the material presented to students.With the service program in the form of studies, Regarding the study of Fiqh Taharoh, it can increase students' knowledge about how to clean properly and correctly in accordance with the guidance of the Prophet Muhammad. in accordance with the guidance in the Book of Fiqh Sunnah in the Taharoh chapter, as well as a form of concern for the Muhammadiyah University of Mataram, especially the Faculty of Islamic Religion towards community problems
ANALISIS TEKS PENDIDIKAN KLASIK DAN KONTEMPORER Review Buku: Religious Education in Plurality by Robert Jackson Mappanyompa Mappanyompa
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 7, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v7i2.12278

Abstract

Tujuan karya ilmiah ini yakni menganalisis isi buku Profesor Robert Jackson, pakar pendidikan bertarap internasional. Dimana kontribusinya  tak terbantahkan di lapangan dan dicatat sebagai bagian dari rangkaian World Library Educationalist, menggabungkan 43 publikasi dari awal 1990-an dan berakhir 2018. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Studi semacam ini memerlukan penjelajahan perpustakaan (library research), dimana data diperoleh dari buku yang berjudul Religious Education in Plurality, dan artikel serta buku-buku yang terkait dengannya. Studi kepustakaan dan metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data untuk penelitian ini. Temuan dari hasil telaah adalah: Robert Jackson adalah seorang pendidik dan peneliti pendidikan Inggris yang dimana corak pemikirannya bidang pendidikan agama dan antarbudaya di Inggris dan internasional, dan dalam kebijakan pendidikan di tingkat Eropa. Menulis beberapa buku berpengaruh tentang bentuk pendidikan agama inklusif di mana kaum muda belajar bersama tentang keragaman agama dan pandangan dunia, dan telah berkontribusi pada pengembangan kebijakan tentang dimensi agama pendidikan antar budaya untuk Dewan Eropa. Pendidikan agama dalam pluralitas menurut Robert Jackson dapat diimplementasikan dengan dua pendekatan, yaitu; 1). Pendekatan interpretatif (Interpretative Approach); dimana menurutnya pendidikan agama memerlukan pemahaman/pandangan yang lebih berwawasan tinggi tentang kepercayaan (agama) orang lain, yang mengakibatkan sejumlah masalah yang harus diselesaikan ketika menafsirkan teknik dan materi agama. 2). Pendekatan dialogis (Dialogical Approach), dimana pendidikan agama menjadikan manusia memiliki tiga posisi sebagai agent, yaitu mengakui keberadaan mereka sebagai rekan belajar, rekan perancang pembelajaran dan rekan dalam penelitian. Abstract: The purpose of this scientific work is to analyze the contents of Professor Robert Jackson's book, an international education expert. Where his contribution is undeniable in the field and recorded as part of the World Library Educationalist series, combining 43 publications from the early 1990s and ending 2018. This study used a qualitative methodology. Such studies require library research (library research), where data is obtained from a book entitled Religious Education in Plurality, and articles and books related to it. Literature study and documentation methods were used to obtain data for this research. The findings of the study are: Robert Jackson is a British educator and educational researcher whose style of thinking is in the field of religious and intercultural education in the UK and internationally, and in education policy at the European level. Author of several influential books on inclusive forms of religious education in which young people learn together about religious diversity and worldviews, and has contributed to the development of policies on the religious dimension of intercultural education for the Council of Europe. Religious education in plurality according to Robert Jackson can be implemented with two approaches, namely; 1). Interpretative Approach; where according to him religious education requires a more insightful understanding/view of other people's (religious) beliefs, which results in several problems that must be resolved when interpreting religious techniques and materials. 2). Dialogical approach (Dialogical Approach), where religious education makes humans have three positions as agents, namely recognizing their existence as study partners, learning designer partners and partners in research.