Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelayanan Integratif Dengan Model Readycation Terhadap Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Di Yayasan LombokCare Senggigi Rudi Arrahman; Riadi Riadi; Arsyad Abd Gani; Habiburrahman Habiburrahman; Supratman Supratman
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i2.10816

Abstract

Abstrak: Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki perbedaan dengan anak normal pada umumnya. Sehingga, dalam penanganannya dibutuhkan perhatian dua kali lebih serius dan kompetensi khusus dibanding menangani anak normal. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) membutuhkan pelayanan optimal dan pendampingan intensif untuk mengembangkan kemampuan dasar yang dimiliki .tujuan penelitian, adalah pertama mengetahui pelayanan integratif dengan model readycation tehadap penanganan anak berkebutuhan khusus (ABK) di Yayasan Lombok Care Senggigi. Kedua, mengetahui kendala dalam pelayanan integratif dengan model readycation terhadap penanganan anak berkebutuhan khusus (ABK) di Yayasan Lombok Care Senggigi. metode penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. hasil penelitian pelayanan integratif dengan model readycation tehadap penanganan anak berkebutuhan khusus (ABK) di Yayasan Lombok Care Senggigi (a). Peserta   didik, SLB Pelangi Lombok Care sebagai penyelenggara pendidikan berkebutuhan khusus di bawah Yayasan Lombok Care Senggigi memberikan pelayanan berupa   identifikasi   dan assesmen.. (b). Sarana dan prasarana di SLB Pelangi Lombok Care sudah sangat memadai untuk sarana dan prasarana untuk anak berkebutuhan khusus sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan ABK. (c) Pendidik di SLB Lombok Care yang berada di bawah Yayasan Lombok Care Senggigi sudah sesuai dengan tugas yang seharusnya dilaksanakan. (d). Pengembangan life skills, sudah mengembangkan bakat dan minat peserta didik pada bidang Dran Band, pramuka, tari, gambar, dan lukis. (e). Kegiatan ekstrakurikuler, sudah melaksanakan beberapa kegiatan untuk mengembangkan kemampuan dan bakat yang dimiliki peserta didik.
Kajian Tindak Tutur Terhadap Konflik Sosial dalam Proses Hibah, Waris, Wakaf, Dan Wasiat Habiburrahman Habiburrahman; Siti Lamusiah; Rudi Arrahman; Arsyad Abd Gani; Supratman Supratman
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 8, No 2: July 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v8i2.17197

Abstract

  Abstrak: Penggunaan bentuk, fungsi dan strategi tindak tutur telah diungkap oleh peneliti dalam kasus mendalam tentang pelaksanaan penggunaan tutur dalam proses penanganan konflik di masyarakat dalam proses hibah, warisan, wakaf dan wasiat. Dengan demikian, tujuan penelitian ini telah tercapai, yaitu untuk mendeskripsikan penggunaan bentuk, fungsi, dan strategi tindak tutur dalam proses hibah, warisan, wakaf dan wasiat. Penelitian ini merupakan penelitian pragmatis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. 1) Penggunaan ucapan dalam proses hibah dapat dalam mode deklaratif dan interogatif dengan fungsi memberi dan pertanyaan yang diucapkan dengan strategi langsung. 2) Penggunaan ucapan dalam proses pewarisan dapat dalam mode deklaratif, interogatif, dan imperatif dengan fungsi memberitahu, bertanya, memesan, dan menuntut yang diucapkan dengan strategi langsung dan tidak langsung. 3) Penggunaan tutur kata dalam proses wakaf dapat dilakukan secara deklaratif dan interogatif dengan maksud memberi dan mengajukan pertanyaan yang diucapkan dengan strategi langsung. Dan 4) Penggunaan bentuk, fungsi, dan strategi dalam proses wasiat di desa Bajur tidak ditemukan penggunaannya karena tidak didukung oleh data yang lengkap, mengingat konteks pidato tidak didukung oleh adanya acara wasiat di masyarakat desa Bajur. Dari keempat hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan bentuk, fungsi dan strategi tindak tutur penting diperhatikan untuk mendapatkan kejelasan makna setiap ujaran dalam proses hibah, warisan, wakaf dan wasiat agar memperoleh pemahaman bersama dan menciptakan kerukunan serta menghindari konflik sosial Abstract: The use of forms, functions and strategies of speech acts has been revealed by researchers in in-depth cases about the implementation of speech use in the process of handling conflicts in the community in the process of grants, inheritances, endowments and wills. Thus, the purpose of this study has been achieved, which is to describe the use of forms, functions, and strategies of speech acts in the process of grants, inheritances, endowments and wills. This research is a pragmatic research with a qualitative descriptive approach. The results showed the following. 1) The use of speech in the grant process can be in both declarative and interrogative modes with the function of giving and questions spoken with a direct strategy. 2) The use of speech in the inheritance process can be in declarative, interrogative, and imperative modes with the functions of telling, asking, ordering and demanding spoken with direct and indirect strategies. 3) The use of speech in the waqf process can be done declaratively and interrogatively with the intention of giving and asking questions spoken with a direct strategy. And 4) The use of forms, functions, and strategies in the testamentary process in Bajur village is not found to be used because it is not supported by complete data, considering that the context of speech is not supported by the existence of a will event in the Bajur village community. From the four research results, it can be concluded that the use of forms, functions and strategies of speech acts is important to pay attention to get clarity on the meaning of each speech in the process of grants, inheritances, endowments and wills in order to gain mutual understanding and create harmony and avoid social conflicts  
Pemetaan lanjutan potensi, tantangan, dan arah pengembangan SMA Muhammadiyah Mataram Rudi Arrahman; Ilham Ilham; Muslimin Muslimin; Habiburrahman Habiburrahman; Supratman Supratman; Hamsaturrahman Hamsaturrahman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36245

Abstract

Abstrak SMA Muhammadiyah Mataram Perguruan Anyelir mengalami vakum operasional sejak tahun ajaran 2022/2023, mencerminkan krisis kelembagaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga struktural dan strategis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memetakan secara mendalam potensi, tantangan, serta arah pengembangan sekolah guna merumuskan strategi revitalisasi berbasis data dan kolaborasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-kolaboratif dengan melibatkan Majelis Dikdasmen PDM Kota Mataram, alumni, ortom Muhammadiyah, dan mitra strategis dari MBS UMMat. Teknik pengumpulan data mencakup observasi lapangan, Focus Group Discussion (FGD), dan analisis SWOT. Hasil FGD menunjukkan bahwa meskipun sekolah menghadapi persoalan serius seperti ketidakaktifan manajemen, lemahnya promosi digital, dan kerusakan infrastruktur, terdapat modal sosial yang kuat berupa dukungan alumni, lokasi strategis, serta jejaring ortom yang aktif. Strategi revitalisasi yang diusulkan meliputi rebranding kelembagaan, penyusunan visi-misi baru, kurikulum kontekstual berbasis nilai Islam progresif dan teknologi digital, serta penguatan kemitraan dan promosi digital. Selain itu, telah disusun roadmap revitalisasi selama tiga tahun sebagai panduan operasional. Kegiatan ini membuktikan bahwa transformasi kelembagaan sekolah Muhammadiyah hanya dapat dicapai melalui pendekatan sistemik dan partisipatif. Praktik baik yang dihasilkan diharapkan tidak hanya membangkitkan kembali SMA Muhammadiyah Mataram, tetapi juga menjadi model revitalisasi bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah lain yang menghadapi problematika serupa di tingkat nasional. Kata kunci: pemetaan lanjutan potensi; tantangan; arah pengembangan SMA. Abstract Muhammadiyah Mataram Anyelir High School has been experiencing operational vacuum since the 2022/2023 academic year, reflecting an institutional crisis that is not only administrative but also structural and strategic. This community service activity aims to map in depth the potential, challenges, and direction of school development in order to formulate data-based and collaborative revitalization strategies. The method used is a participatory-collaborative approach involving the Mataram City PDM Dikdasmen Council, alumni, Muhammadiyah ortom, and strategic partners from MBS UMMat. Data collection techniques include field observations, Focus Group Discussions (FGD), and SWOT analysis. The FGD results showed that although the school faces serious problems such as inactive management, weak digital promotion, and infrastructure damage, there is strong social capital in the form of alumni support, a strategic location, and an active affiliated organization network. The proposed revitalization strategies include institutional rebranding, the formulation of a new vision and mission, a contextual curriculum based on progressive Islamic values and digital technology, and the strengthening of partnerships and digital promotion. In addition, a three-year revitalization roadmap has been developed as an operational guide. This activity proves that institutional transformation of Muhammadiyah schools can only be achieved through a systemic and participatory approach. The resulting best practices are expected to not only revive Muhammadiyah Mataram High School, but also serve as a model for revitalization for other Muhammadiyah schools facing similar problems at the national level. Keywords: advanced potential mapping; challenges; high school development direction.