Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pelayanan Integratif Dengan Model Readycation Terhadap Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Di Yayasan LombokCare Senggigi Rudi Arrahman; Riadi Riadi; Arsyad Abd Gani; Habiburrahman Habiburrahman; Supratman Supratman
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i2.10816

Abstract

Abstrak: Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki perbedaan dengan anak normal pada umumnya. Sehingga, dalam penanganannya dibutuhkan perhatian dua kali lebih serius dan kompetensi khusus dibanding menangani anak normal. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) membutuhkan pelayanan optimal dan pendampingan intensif untuk mengembangkan kemampuan dasar yang dimiliki .tujuan penelitian, adalah pertama mengetahui pelayanan integratif dengan model readycation tehadap penanganan anak berkebutuhan khusus (ABK) di Yayasan Lombok Care Senggigi. Kedua, mengetahui kendala dalam pelayanan integratif dengan model readycation terhadap penanganan anak berkebutuhan khusus (ABK) di Yayasan Lombok Care Senggigi. metode penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. hasil penelitian pelayanan integratif dengan model readycation tehadap penanganan anak berkebutuhan khusus (ABK) di Yayasan Lombok Care Senggigi (a). Peserta   didik, SLB Pelangi Lombok Care sebagai penyelenggara pendidikan berkebutuhan khusus di bawah Yayasan Lombok Care Senggigi memberikan pelayanan berupa   identifikasi   dan assesmen.. (b). Sarana dan prasarana di SLB Pelangi Lombok Care sudah sangat memadai untuk sarana dan prasarana untuk anak berkebutuhan khusus sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan ABK. (c) Pendidik di SLB Lombok Care yang berada di bawah Yayasan Lombok Care Senggigi sudah sesuai dengan tugas yang seharusnya dilaksanakan. (d). Pengembangan life skills, sudah mengembangkan bakat dan minat peserta didik pada bidang Dran Band, pramuka, tari, gambar, dan lukis. (e). Kegiatan ekstrakurikuler, sudah melaksanakan beberapa kegiatan untuk mengembangkan kemampuan dan bakat yang dimiliki peserta didik.
Kajian Tindak Tutur Terhadap Konflik Sosial dalam Proses Hibah, Waris, Wakaf, Dan Wasiat Habiburrahman Habiburrahman; Siti Lamusiah; Rudi Arrahman; Arsyad Abd Gani; Supratman Supratman
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 8, No 2: July 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v8i2.17197

Abstract

  Abstrak: Penggunaan bentuk, fungsi dan strategi tindak tutur telah diungkap oleh peneliti dalam kasus mendalam tentang pelaksanaan penggunaan tutur dalam proses penanganan konflik di masyarakat dalam proses hibah, warisan, wakaf dan wasiat. Dengan demikian, tujuan penelitian ini telah tercapai, yaitu untuk mendeskripsikan penggunaan bentuk, fungsi, dan strategi tindak tutur dalam proses hibah, warisan, wakaf dan wasiat. Penelitian ini merupakan penelitian pragmatis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. 1) Penggunaan ucapan dalam proses hibah dapat dalam mode deklaratif dan interogatif dengan fungsi memberi dan pertanyaan yang diucapkan dengan strategi langsung. 2) Penggunaan ucapan dalam proses pewarisan dapat dalam mode deklaratif, interogatif, dan imperatif dengan fungsi memberitahu, bertanya, memesan, dan menuntut yang diucapkan dengan strategi langsung dan tidak langsung. 3) Penggunaan tutur kata dalam proses wakaf dapat dilakukan secara deklaratif dan interogatif dengan maksud memberi dan mengajukan pertanyaan yang diucapkan dengan strategi langsung. Dan 4) Penggunaan bentuk, fungsi, dan strategi dalam proses wasiat di desa Bajur tidak ditemukan penggunaannya karena tidak didukung oleh data yang lengkap, mengingat konteks pidato tidak didukung oleh adanya acara wasiat di masyarakat desa Bajur. Dari keempat hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan bentuk, fungsi dan strategi tindak tutur penting diperhatikan untuk mendapatkan kejelasan makna setiap ujaran dalam proses hibah, warisan, wakaf dan wasiat agar memperoleh pemahaman bersama dan menciptakan kerukunan serta menghindari konflik sosial Abstract: The use of forms, functions and strategies of speech acts has been revealed by researchers in in-depth cases about the implementation of speech use in the process of handling conflicts in the community in the process of grants, inheritances, endowments and wills. Thus, the purpose of this study has been achieved, which is to describe the use of forms, functions, and strategies of speech acts in the process of grants, inheritances, endowments and wills. This research is a pragmatic research with a qualitative descriptive approach. The results showed the following. 1) The use of speech in the grant process can be in both declarative and interrogative modes with the function of giving and questions spoken with a direct strategy. 2) The use of speech in the inheritance process can be in declarative, interrogative, and imperative modes with the functions of telling, asking, ordering and demanding spoken with direct and indirect strategies. 3) The use of speech in the waqf process can be done declaratively and interrogatively with the intention of giving and asking questions spoken with a direct strategy. And 4) The use of forms, functions, and strategies in the testamentary process in Bajur village is not found to be used because it is not supported by complete data, considering that the context of speech is not supported by the existence of a will event in the Bajur village community. From the four research results, it can be concluded that the use of forms, functions and strategies of speech acts is important to pay attention to get clarity on the meaning of each speech in the process of grants, inheritances, endowments and wills in order to gain mutual understanding and create harmony and avoid social conflicts  
Pemetaan lanjutan potensi, tantangan, dan arah pengembangan SMA Muhammadiyah Mataram Rudi Arrahman; Ilham Ilham; Muslimin Muslimin; Habiburrahman Habiburrahman; Supratman Supratman; Hamsaturrahman Hamsaturrahman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36245

Abstract

Abstrak SMA Muhammadiyah Mataram Perguruan Anyelir mengalami vakum operasional sejak tahun ajaran 2022/2023, mencerminkan krisis kelembagaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga struktural dan strategis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memetakan secara mendalam potensi, tantangan, serta arah pengembangan sekolah guna merumuskan strategi revitalisasi berbasis data dan kolaborasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-kolaboratif dengan melibatkan Majelis Dikdasmen PDM Kota Mataram, alumni, ortom Muhammadiyah, dan mitra strategis dari MBS UMMat. Teknik pengumpulan data mencakup observasi lapangan, Focus Group Discussion (FGD), dan analisis SWOT. Hasil FGD menunjukkan bahwa meskipun sekolah menghadapi persoalan serius seperti ketidakaktifan manajemen, lemahnya promosi digital, dan kerusakan infrastruktur, terdapat modal sosial yang kuat berupa dukungan alumni, lokasi strategis, serta jejaring ortom yang aktif. Strategi revitalisasi yang diusulkan meliputi rebranding kelembagaan, penyusunan visi-misi baru, kurikulum kontekstual berbasis nilai Islam progresif dan teknologi digital, serta penguatan kemitraan dan promosi digital. Selain itu, telah disusun roadmap revitalisasi selama tiga tahun sebagai panduan operasional. Kegiatan ini membuktikan bahwa transformasi kelembagaan sekolah Muhammadiyah hanya dapat dicapai melalui pendekatan sistemik dan partisipatif. Praktik baik yang dihasilkan diharapkan tidak hanya membangkitkan kembali SMA Muhammadiyah Mataram, tetapi juga menjadi model revitalisasi bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah lain yang menghadapi problematika serupa di tingkat nasional. Kata kunci: pemetaan lanjutan potensi; tantangan; arah pengembangan SMA. Abstract Muhammadiyah Mataram Anyelir High School has been experiencing operational vacuum since the 2022/2023 academic year, reflecting an institutional crisis that is not only administrative but also structural and strategic. This community service activity aims to map in depth the potential, challenges, and direction of school development in order to formulate data-based and collaborative revitalization strategies. The method used is a participatory-collaborative approach involving the Mataram City PDM Dikdasmen Council, alumni, Muhammadiyah ortom, and strategic partners from MBS UMMat. Data collection techniques include field observations, Focus Group Discussions (FGD), and SWOT analysis. The FGD results showed that although the school faces serious problems such as inactive management, weak digital promotion, and infrastructure damage, there is strong social capital in the form of alumni support, a strategic location, and an active affiliated organization network. The proposed revitalization strategies include institutional rebranding, the formulation of a new vision and mission, a contextual curriculum based on progressive Islamic values and digital technology, and the strengthening of partnerships and digital promotion. In addition, a three-year revitalization roadmap has been developed as an operational guide. This activity proves that institutional transformation of Muhammadiyah schools can only be achieved through a systemic and participatory approach. The resulting best practices are expected to not only revive Muhammadiyah Mataram High School, but also serve as a model for revitalization for other Muhammadiyah schools facing similar problems at the national level. Keywords: advanced potential mapping; challenges; high school development direction.
SOSIALISASI MANAJEMEN MUTU SEKOLAH BERBASIS KINERJA PENDIDIKAN DI SD MUHAMMADIYAH MATARAM Ilham Ilham; Rudi Arrahman; Supratman Supratman; Habiburrahman Habiburrahman
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i2.38906

Abstract

Abstrak: Transformasi pendidikan saat ini menuntut sekolah dasar untuk berorientasi pada pencapaian kinerja yang terukur dan berkelanjutan. SD Muhammadiyah Mataram memiliki potensi strategis namun masih menghadapi kendala dalam implementasi manajemen mutu berbasis kinerja, terutama terkait belum adanya sistem indikator kinerja utama (KPI) yang terdokumentasi dan keterbatasan pemahaman tata kelola mutu. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pendidikan inklusif dan berkualitas, serta mewujudkan manajemen mutu sekolah yang efektif, akuntabel, dan transparan. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tiga tahap utama: observasi awal, sosialisasi dalam bentuk seminar internal, dan Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun target capaian unit kerja. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah adanya dokumen standar mutu pengelolaan sekolah yang mengacu pada penilaian kinerja pendidikan dan terciptanya sistem pengelolaan mutu yang terstruktur serta peningkatan kompetensi profesional kepala sekolah dan guru. Selama kegiatan pengabdian ini, para stakeholder SD Mudimat menyadari bagaimana pentingnya manajemen dalam pelayanan pendidikan yang modern, maju dan unggul, terutama para tenaga pendidik memiliki antusiasme yang tinggi dan mempunyai pengalaman baru dalam menata kelas sebagai ruang pembelajaran bagi peserta didik. Melalui program ini, sekolah mampu menjalankan instrumen pengendalian kinerja yang konkret untuk menjamin akuntabilitas kepada pemangku kepentingan.Abstract: The current transformation in education requires elementary schools to focus on achieving measurable and sustainable performance. SD Muhammadiyah Mataram has strategic potential but still faces challenges in implementing performance-based quality management, particularly regarding the lack of a documented key performance indicator (KPI) system and limited understanding of quality governance. This community service activity aims to provide an understanding of inclusive and quality education, as well as to realize effective, accountable, and transparent school quality management. The implementation method was carried out participatively through three main stages: initial observation, socialization in the form of internal seminars, and Focus Group Discussions (FGDs) to formulate work unit achievement targets. The outcomes of this community service activity include the development of school management quality standards aligned with educational performance evaluations, the establishment of a structured quality management system, and the enhancement of professional competencies among school principals and teachers. During this community service activity, stakeholders at Mudimat Elementary School realized the importance of management in modern, advanced, and excellent educational services; in particular, educators demonstrated high enthusiasm and gained new experiences in organizing classrooms as learning spaces for students. Through this program, the school was able to implement concrete performance control instruments to ensure accountability to stakeholders.
Variations In Expressive Speech Acts By Age In Buying And Selling Transactions At The Labuapi Traditional Market In West Lombok Muhamad Sahril; Rudi Arrahman; Supratman Supratman; Habiburrahman Habiburrahman
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mandala Education (April)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v12i2.10611

Abstract

This study aims to describe variations in expressive speech acts based on age in buying and selling transactions at Labuapi Market, West Lombok. The approach used is qualitative descriptive, with a focus on pragmatic analysis. The research data consists of utterances between sellers and buyers containing expressive speech acts, collected through observation, recording, transcription, and interviews. The research subjects were grouped into three age categories: youth, adults, and the elderly. The results indicate that various forms of expressive speech acts-such as praise, complaints, expressions of gratitude, apologies, and criticism-are used in buying and selling interactions. The variation in the use of expressive speech acts is influenced by age, as the youth group tends to use language that is more spontaneous, informal, and expressive. The adult age group demonstrated a more balanced use of language between expression and politeness, while the elderly age group placed greater emphasis on politeness and formality in speech. However, age is not the sole determinant, as situational context, communication goals, and social roles also influence the use of expressive speech acts. This study contributes to the field of pragmatics, particularly in understanding language variation within the context of social interaction in traditional markets. 
Complement Verbs in the Bima Language of Tarlawi Sub-Dialect: An Analysis of Forms, Types, and Semantic Functions M. Aris Akbar; Habiburrahman Habiburrahman
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 21, No 1 (2026): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ling.v21i1.41320

Abstract

The linguistics of smaller communities goes unnoticed in most academic conversations; so does the Bima language, spoken in Bima Regency, West Nusa Tenggara Province, Indonesia. The Bima language belongs to the Central Malayo-Polynesian subgroup of the Austronesian language family and is spoken by approximately one million people in the eastern part of Sumbawa Island. The Bima language has survived through oral tradition and everyday use. However, formal documentation of its grammar remains severely lacking. The Tarlawi sub-dialect of Bima, which is distinct and has not been the focus of study, reflects the above statement, for it can also be considered a unique dialect. The motivation for this study was practical. Upon reviewing the existing literature on regional languages in eastern Indonesia, it was found that even something as basic as Bima grammar, particularly the behavior of verbs, has not been described. This research pays special attention to verbs, as they are more than mere action words; they organize the relationships among various elements in a sentence and often determine whether a sentence is complete. No study on complementation verbs in the predicate of the Tarlawi sub-dialect has been conducted previously. Thus, this study was set out to fill that gap. The researchers collected data through direct fieldwork with native speakers of the Tarlawi subdialect, using a range of naturally occurring language: isolated words, phrases, clauses, full sentences, and connected discourse. Instead of relying on intuition or elicitation alone, the analysis employed deletion and insertion tests. It is a standard yet reliable method for determining if the relevant verb element is obligatory or can be omitted in its grammatical structure. The findings suggest a verbal system that is organized yet adaptable. All verb types in Bima seem to come from a single root verb. This type of verb is derived into intensive verbs, complex transitive verbs, action verbs, process verbs, state verbs, and stative verbs. The relationship to complement verbs varies considerably among the categories – some require a complement verb to form a grammatical sentence, and others can still work without one. In addition to showing the internal grammar of Bima, the research results also constitute the first documentation of complement-verb constructions in the Tarlawi sub-dialect. This contribution hopefully opens the door to further work on this topic and other under-described varieties of Indonesian regional languages.
EDUKASI PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK PADA MASYARAKAT DESA BAJUR KECAMATAN LABUAPI KABUPATEN LOMBAK BARAT Syafril Syafril; khosiah khosiah; Habiburrahman Habiburrahman; Hamdi Hamdi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35587

Abstract

ABSTRAK                                                                            Pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat merupakan salah satu solusi strategis dalam mengurangi permasalahan lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kepada masyarakat Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, dengan Yayasan Mujahidin Falah sebagai mitra kegiatan. Program ini melibatkan 27 orang peserta yang terdiri atas perwakilan warga dan pengelola lingkungan setempat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Tahap persiapan dilakukan melalui identifikasi permasalahan, survei lapangan, dan koordinasi dengan pemerintah desa serta mitra. Pada tahap pelaksanaan, peserta memperoleh penyuluhan, workshop praktik pembuatan pupuk kompos padat dan cair, serta pendampingan kelompok untuk mengaplikasikan keterampilan pengolahan sampah organik secara mandiri. Evaluasi dilakukan melalui pemantauan peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik peserta dalam mengelola sampah organik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai konsep pengelolaan sampah organik serta keterampilan praktis dalam mengolahnya menjadi pupuk. Selain itu, terjadi perubahan perilaku masyarakat dari membuang sampah secara langsung menjadi mengolahnya secara produktif. Program ini juga mendorong peningkatan kesadaran lingkungan dan membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan produk pupuk organik. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berpotensi menjadi model edukasi berkelanjutan dalam mendukung pembangunan desa yang ramah lingkungan dan mandiri secara ekonomi. Kata Kunci: Edukasi, Sampah Organik, Pupuk Organik, Pemberdayaan Masyarakat, Lombok Barat ABSTRACTCommunity-based organic waste management is one of the strategic solutions in reducing environmental problems while increasing economic added value. This community service activity aims to provide education and training on the use of organic waste as fertilizer to the community of Bajur Village, Labuapi District, West Lombok Regency, with the Mujahidin Falah Foundation as a partner in the activity. This program involves 27 participants consisting of representatives of residents and local environmental managers. The implementation method consists of three main stages: preparation, implementation, and evaluation and follow-up. The preparation stage involves problem identification, field surveys, and coordination with the village government and partners. During the implementation stage, participants received counseling, workshops on making solid and liquid compost, and group assistance to apply their skills in processing organic waste independently. Evaluation was carried out by monitoring improvements in participants' knowledge, attitudes, and practices in managing organic waste. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding of the concept of organic waste management and practical skills in processing it into fertilizer. In addition, there has been a change in people's behavior from directly disposing of waste to processing it productively. This program also encourages increased environmental awareness and opens up economic opportunities through the use of organic fertilizer products. Thus, this community service activity has the potential to become a model of sustainable education in supporting environmentally friendly and economically independent village development. Keywords: Education, Organic Waste, Organic Fertilizer, Community Empowerment, West Lombok