Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemertahanan Bahasa Bali di Kabupaten Lombok Barat Desak Made Yoniartini; Mahsun; Burhannudin
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 No 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2023.v13.i02.p07

Abstract

The threat of extinction of regional languages in Indonesia is increasingly evident, Balinese is one of the regional languages experiencing this threat, the massive use of Indonesian and other languages is alleged to be the cause. This article discusses the maintenance of Balinese language in the Regency of West Lombok, an island next to Bali, where the Balinese language is spoken by a minority of people. Data were collected from primary and secondary sources including by speaking and listening (cakap dan simak) techniques. Data were analyzed by using qualitative methods and presented by narrative methods. The results of the study show that the Balinese language in West Lombok Regency is surviving, this is seen from various aspects, namely, Balinese ethnic children master and use the Balinese language well, the massive use of Balinese in various areas of life, and concrete steps taken to make efforts to maintain the language to the fullest.
Analisis Wacana Moderasi Beragama Perspektif Ajaran Agama Hindu Desak Made Yoniartini
Tampung Penyang Vol 22 No 1 (2024): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v22i1.1117

Abstract

Wacana moderasi beragama dalam agama Hindu bukanlah hal baru, dalam agama Hindu konsep sikap tidak berlebih-lebihan dan sikap persaudaraan sudah ada jauh sebelum wacana moderasi beragama dikumandangkan. Peneliti sangat tertarik untuk meneliti analisis wacana moderasi beragama perspektif agama Hindu karena kajian analisis wacana akan mengungkap maksud dari wacana moderasi beragama yang belum diungkapkan, selain itu hal yang menjadi menarik adalah, wacana moderasi beragama sangat dekat dengan konsep keHinduan yang harus dipublikasikan pada masyarakat luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tentang konsep moderasi beragama dalam agama Hindu dan menganalisa wacana moderasi beragama dalam perspektif ajaran agama Hindu. Penelitian ini merupakan kajian Pustaka, sumber data berasal dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian disajikan dengan teknik deskriptif. Dalam agama Hindu, terdapat empat konsep moderasi beragama yaitu Tat twam asi yang diartikan sebagai persamaan harkat dan martabat manusia, Catur Paramita yang artinya sebagai empat kebaikan/kebajikan, tri hita karana artinya tiga penyebab kebahagiaan, dan vasu dewa kutumbakam yang artinya persaudaraan. Jika dianalisis maka, pada konsep tat twam asi dan vasu dewa kutumbakam penjelasannya akan berbeda jika kita berbicara sesama umat Hindu dan antara umat Hindu dengan umat nonHindu. Hal ini karena perbedaan pandangan keagamaan tentang konsep ketuhanan, konsep penciptaan manusia, karma phala, konsep punarbawa dan konsep moksa yang dikenal dengan istilah panca sradha. sedangan untuk konsep tri kaya parisudha dan catur paramita dapat dijelaskan sama antara umat Hindu dan umat nonHindu.
Pemertahanan Bahasa Bali di Kabupaten Lombok Barat Desak Made Yoniartini; Mahsun; Burhannudin
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 No 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2023.v13.i02.p07

Abstract

The threat of extinction of regional languages in Indonesia is increasingly evident, Balinese is one of the regional languages experiencing this threat, the massive use of Indonesian and other languages is alleged to be the cause. This article discusses the maintenance of Balinese language in the Regency of West Lombok, an island next to Bali, where the Balinese language is spoken by a minority of people. Data were collected from primary and secondary sources including by speaking and listening (cakap dan simak) techniques. Data were analyzed by using qualitative methods and presented by narrative methods. The results of the study show that the Balinese language in West Lombok Regency is surviving, this is seen from various aspects, namely, Balinese ethnic children master and use the Balinese language well, the massive use of Balinese in various areas of life, and concrete steps taken to make efforts to maintain the language to the fullest.