Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Manajerial dan Kepemimpinan bagi Kelompok Tani Ternak Pemula Alim, Syahirul; Sulistyati, Marina; Yunasaf, Unang; Nurlina, Lilis; Mauludin, M. Ali
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31549

Abstract

Kapasitas manajerial dan kepemimpinan kelompok merupakan faktor utama dalam meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan kelompok tani ternak, terutama bagi kelompok pemula yang masih menghadapi tantangan dalam aspek organisasi dan tata kelola. Oleh karena itu, diperlukan intervensi pendidikan nonformal berupa penyuluhan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan kelompok. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatif dan interaktif di Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang dengan melibatkan 25 peserta dari Kelompok Peternak. Materi terdiri dari tema utama: (1) kapasitas manajerial kelompok dan (2) kepemimpinan kelompok serta pelatihan analisis SWOT untuk penyusunan program kerja kelompok. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan (p < 0,05) dalam pengetahuan tentang manajerial dan kepemimpinan kelompok. Peserta juga menunjukkan kemampuan praktis dalam analisis SWOT untuk penyusunan program kerja. Kegiatan penyuluhan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas manajerial dan kepemimpinan kelompok tani ternak pemula. Metode partisipatif dan pendekatan kontekstual yang digunakan mampu memfasilitasi proses pembelajaran orang dewasa dengan baik. Hasil ini sejalan dengan berbagai studi pengabdian sebelumnya yang menekankan pentingnya penguatan kelembagaan dan pengembangan kepemimpinan kolektif dalam memperkuat ketahanan kelompok usaha peternakan.
Persepsi Peternak Terhadap Asuransi Dana Kesejahteraan Ternak (Kasus di KPBS Pangalengan, Kabupaten Bandung) Sari, Yohana Magda; Nurlina, Lilis; Alim, Syahirul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.12093

Abstract

Penelitian dilakukan kepada peternak sapi perah di KPBS Pangalengan, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung yang dimulai pada tanggal 04 Februari – 4 Maret 2024. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi peternak, pengetahuan, sikap, dan hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap asuransi Dana Kesejahteraan Ternak (DKT). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Survei. Tempat penelitian dipilih secara purposive yaitu di MCP Warnasari, MCP Los Cimaung, dan MCP Cipanas dengan sampel sebanyak 60 peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peternak terhadap asuransi DKT termasuk kategori baik. Pengetahuan peternak mengenai DKT dalam kategori tinggi, sikap peternak terhadap DKT termasuk kategori setuju, dan terdapat hubungan moderat (sedang) signifikan antara pengetahuan dan sikap terhadap asuransi DKT. Semakin tinggi nilai pengetahuan peternak maka akan semakin baik juga sikap peternak terhadap asuransi DKT.
Analisis Kepuasan Peternak Sapi Perah Anggota Koperasi Terhadap Dana Kesejahteraan Ternak (Survei di TPK Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung) Bernadine , Agnia Paradisa; Nurlina, Lilis; Fitriani, Anita
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.13585

Abstract

The dairy cattle farming business can experience risks leading to significant losses, such as livestock mortality. Members of KPBS Pangalengan have a risk protection guarantee for their livestock business in the form of a program similar to insurance, namely the Livestock Welfare Fund (DKT). This study aims to analyze the satisfaction level of cooperative member dairy farmers with the services provided by DKT. The research was conducted from February to March 2024 at TPK Warnasari, Pangalengan District, Bandung Regency. Primary data was obtained from direct interviews with 43 respondents. Secondary data were collected from relevant agency documents. Analysis of data using Importance Performance Analysis (IPA) and interval scale. The results showed that the attributes requiring primary improvement in performance include the adequacy of claim compensation coverage, the suitability of DKT service coverage for farmers, and the completeness of health facilities for farmers. The satisfaction level of farmers was categorized as "satisfied," with a performance score of 2883.
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENYULUHAN DI DESA PANYADAP KECAMATAN SOLOKAN JERUK KABUPATEN BANDUNG Marina, Marina Sulistyati; Mauludin, MuhamadAli; Hermawan, Hermawan; Yunasaf, Unang; Nurlina, Lilis; Alim, Syahirul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.19548

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah: 1) Mengetahui kondisi balita di desa Panyadap kecamatan Solokan Jeruk; 2) Mengkaji tingkat pengetahuan ibu-ibu mengenai stunting; 3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat kegiatan penyuluhan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan demonstrasi/pelatihan melalui tehnik PRA (Participation Rural Appraisal) dan FGD (Focus Group Discussion). Evaluasi dilakukan melalui: 1) melakukan pretest dan posttest serta diskusi untuk mengetahui perubahan pengetahuan dan sikap dari materi yang diberikan. 2) Mengevaluasi faktor pendukung dan penghambat kegiatan penyuluhan. Peserta penyuluhan berjumlah 72 orang. Materi meliputi: pengertian stunting serta ciri-cirinya, penyebab dan dampak yang diakibatkannya. pengertian gizi seimbang, triguna makanan gizi seimbang. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi perubahan kognitif dan afeksi secara kuantitatif hasil pretest 80,4 kemudian posttest menjadi 87,4. Hasil evaluasi faktor pendukung dan penghambat menunjukkan terjadi perubahan sikap skor pretest 58 menjadi 81,2. Kesimpulan menunjukkan: 1) Kondisi balita di desa Panyadap kecamatan Solokan Jeruk cukup baik,walaupun terdapat beberapa anak beresiko stunting. 2) Terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan mengenai upaya pencegahan stunting. 3) Beberapa faktor pendorong harus dijadikan motivasi untuk terus memantau kondisi balita, meminimalkan faktor penghambat melalui beberapa strategi seperti: memberikan penyuluhan berkesinambungan mengenai stunting dan berbagai menu sehat bagi balita serta melakukan praktik dengan ibu-ibu kader pada saat posyandu.
Structure-Conduct-Performance (SCP) Analysis of Garut Sheep Market in Garut Regency Nurhasanah, Sabrina; Firman, Achmad; Nurlina, Lilis
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 25, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v25i3.63723

Abstract

This study aims to analyze the structure, conduct, and performance (SCP) of the Garut sheep market in Garut Regency, West Java. Garut sheep are one of the region’s leading livestock commodities with high economic and cultural value. However, the marketing of Garut sheep remains inefficient due to issues such as imperfect market structures, price fluctuations, and the weak bargaining position of farmers. A descriptive quantitative research method was employed, utilizing a case study approach in six sub-districts of Garut Regency. Data were collected through surveys, interviews, observations, and focus group discussions (FGD) involving sheep farmers and market intermediaries. The findings indicate that the market structure for Garut sheep tends toward an oligopolistic model, characterized by a high level of concentration among large-scale traders. Market conduct is predominantly controlled by traders, particularly in price setting and transaction systems, while farmers act as price takers. Market performance is considered inefficient, as evidenced by high marketing margins and low farmer’s share. These results highlight the need for policy intervention to improve market structure and behavior, thereby enhancing marketing efficiency and farmer welfare.
Respon Peternak Ayam Pelung terhadap Biosekuriti (Kasus di Kelompok “Tani Ternak Makmur” Desa Cipetir, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat) Lilis Nurlina; Indrawati Yudha Asmara; Nevi Nurjanah; Khansa Nurul Salsabilah
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1310

Abstract

Pengetahuan peternak tentang biosekuriti akan memengaruhi sikap mereka terhadap pentingnya pencegahan penyakit, yang kemudian menentukan tindakan nyata yang mereka ambil dalam menerapkan prosedur biosekuriti di peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara respon tertutup (pengetahuan dan sikap) peternak tentang biosekuriti dengan respon terbuka (tindakan). Objek pada penelitian ini adalah respon peternak ayam pelung terhadap biosekuriti dan tingkat penerapannya. Subjek pada penelitian adalah peternak ayam pelung yang tergabung dalam Kelompok Tani Ternak Makmur di Desa Cipetir, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Pengambilan data dilakukan dengan metode sensus terhadap 20 peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pengetahuan peternak berada pada kategori rendah (55%), aspek sikap (afeksi) berada pada kategori sedang (50%), dan tindakan (psikomotorik) berada pada kategori sedang (70%). Korelasi antara respon tertutup (pengetahuan dan sikap) dan respon terbuka (tindakan) menghasilkan nilai rs = 0,554. Hasil ini menunjukkan hubungan antara respon tertutup dan terbuka berada pada kategori sedang atau berbanding lurus. Artinya, semakin tinggi pengetahuan peternak tentang biosekuriti, semakin tinggi pula tindakan yang dilaksanakan. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan peternak dapat dilakukan dengan penyuluhan yang interaktif dan mudah diakses, seperti program penyuluhan digital, media visual di lokasi strategis, penyuluhan keliling, dan mentoring oleh peternak berpengalaman. Kerja sama dengan instansi atau akademisi terkait juga dapat mendukung pelaksanaan upaya tersebut.
Profil Peternak Sapi Perah Rakyat Tergolong Maju dan Keberhasilan Usahanya (Suatu Kasus di Tempat Pelayanan Koperasi Los Cimaung Desa Margamukti Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung) Yunasaf, Unang; Sulistyati, Marina; Nurlina, Lilis; Alim, Syahirul; Mauludin, M. Ali
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.22107

Abstract

The study was conducted at the Los Cimaung Cooperative Service Center (TPK) in Margamukti Village, Pangalengan District, Bandung Regency. The purpose of the study was to study the personal and entrepreneurial characteristics of advanced dairy farmers and the success of their dairy businesses. The study was conducted using a descriptive approach. The selection of informants was carried out purposively, totaling 12 people. The results showed that the profile of advanced dairy farmers in terms of their personal characteristics, were of productive age, had sufficient experience of over 15 years, and participated in extension and training activities. From their entrepreneurial characteristics, the informant dairy farmers showed a high orientation in achieving success from their dairy businesses and their courage in taking risks. The success of the informant's dairy business was evident in the increase in assets such as the continued increase in dairy cattle ownership and the utilization of the results to improve the quality of their welfare. Factors that need to be considered to develop advanced dairy farmers need to be done through a process of behavioral change through non-formal educational activities in the form of extension and training as well as the provision of support for affordable production inputs and milk price incentives.