Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS FSKTOR-FAKTOR PENENTU NIAT MENGGUNAKAN APLIKASI HALODOC Triana Wardhatun Jannah; Didik Setyawan; Sugiyarmasto .
Conference on Innovation in Health, Accounting and Management Sciences (CIHAMS) Vol. 1 (2020): Proceeding 1st Setia Budi Conference on Innovation in Health, Accounting, and Managem
Publisher : Conference on Innovation in Health, Accounting and Management Sciences (CIHAMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.148 KB) | DOI: 10.31001/cihams.v1i.60

Abstract

This study aims to examine the effect of the attitude variable on the intention to use the Halodoc application. The intention to use Halodoc application is caused by the attitudes and trusts toward using the Halodoc application. Attitudes and trusts have an impact on the intention to us Halodoc application The data was obtained through questionnaires which distributed to the general public, both those who have used or have not used the Halodoc application. The sample which used in this study was 200. The sampling technique used was purpose sampling. Hypothesis testing is done by using SEM (Structural Equation Modeling) analysis with the path analysis method. The results of this study indicate that five hypotheses are supported and three hypotheses are not supported. The relationship between attitudes and trusts has a positive effect on the intention to use the Halododc application. The variable of vulnerability has an effect on attitudes, vulnerability has no effect on t rust. The risk variable has no effect on attitudes and trusts. Characteristics of the application have a positive effect on attitudes and tr usts.
NIAT PENGGUNAAN APLIKASI E-PATIENT: EFEK INFORMASI MEDIA SOSIAL TERHADAP KEPERCAYAAN Berlian Yunita Margiati; Didik Setyawan; Finisha Mahaestri Noor
ProBank Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/probank.v4i2.514

Abstract

This study aims to examine the role of information through social media in the form of information that can encourage individual intention to use e-patient. Establishment of intention to use the e-patient by the trust that was formed from the information quality, perceived value and source credibility. The sampling technique is purposive sampling with a population users of social media RSUD Dr. Moewardi Surakarta counted 200 respondents. Hypothesis testing is done by the analysis of Structural Equation Model (SEM) using AMOS. The results of this study indicate that individual intentions to use e-patient applications as a means of supporting the hospital significantly make information quality to trust, perceived value of trust, source credibility to trust, and trust in the goal of using the e-patient application. These results provide meaning intended to make the intention to use the e-patient application through trust can be given by the quality of information, perceived value, and the source credibility of the e-patient application.
Penguatan Kepercayaan dalam Membentuk Niat Meneruskan Penggunaan Mobile Banking Didik Setyawan; Vincentia Alfina Miranda Damayanti; Sugiyarmasto Sugiyarmasto; Nang Among Budiadi
MBIA Vol 22 No 1 (2023): Management, Business, and Accounting (MBIA)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/mbia.v22i1.2291

Abstract

The security of using mobile banking in Indonesia is perceived as not providing a good guarantee, so it can reduce trust in continuing to use it. This study examines factors that can increase trust to influence customers' intention to continue using mobile banking. The role of user learning, the perceived value of the application, technological competence, and compatibility can strengthen trust in forming an intention to continue using. The sampling technique used was a purposive sampling technique, with 200 respondents using the BCA Mobile application, which was conducted online. Validity and reliability testing was carried out using the SPSS version 22 application. A structural approach with SEM (Structural Equation Modeling) analysis was employed to test Hypotheses. The test results show that trust in forming the intention to continue using is influenced by perceived learning, perceived value, and technological competence and is not affected by application compatibility. Keywords : Intention to Use Continuence, Trust, and Mobile Banking Abstrak Keamanan penggunaan mobile banking di Indonesia dipersepsikan belum memberikan jaminan baik yang dapat menurunkan kepercayaan untuk terus menggunakan. Studi ini mengkaji faktor-faktor yang dapat meningkatkan kepercayaan untuk dapat mempengaruhi nasabah untuk berniat terus menggunakan mobil banking. Peran pembelajaran pengguna, nilai persepsian dari aplikasi, kompetensi teknologi, dan kompatibilitas menjadi faktor yang dapat menguatkan kepercayaan dalam membentuk niat untuk terus menggunakan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 200 responden pengguna aplikasi BCA Mobile yang dilakukan secara online. Pengujian validitas dan reliabilitas menggunakan aplikasi SPSS versi 22. Pengujian hipotesis menggunakan pendekatan structural dengan analisa SEM (Structural Equation Modeling). Hasil pengujian menunjukkan kepercayaan dalam membentuk niat terus menggunakan dipengaruhi adanya pembelajaran yang dipersepsikan, nilai persepsian, kompetensi teknologi, dan bukan disebabkan kompatibilitas aplikasi. Kata kunci : Niat Meneruskan Pengunaan, Kepercayaan, dan Mobile Banking
PENGEMBANGAN ECOPRENEUR WISATA KEBUN TEH DI DESA SEGOROGUNUNG Waluyo Budi Atmoko; Didik Setyawan; Widi Hariyanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37167

Abstract

Desa Segorogunung berada di wilayah Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Letak desa di lereng gunung Lawu dengan kontur tanah pegunungan berhawa sejuk serta dikelilingi areal kebun teh telah menginspirasi sekelompok masyarakat yang sadar bahwa daerahnya mempunyai potensi wisata besar. Masyarakat desa Segorogunung membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan secara swadaya menggarap tanah kebun teh ini menjadi usaha wisata hijau. Masalah yang diprioritaskan untuk diselesaikan, adalah (1) masalah produksi yang mencakup pengadaan peralatan pengolah teh dan cara pembuatan teh, (2) manajemen usaha mencakup keuangan dan pemasaran produk wisata. Solusi untuk menyelesaikan permasalahan mitra mencakup: (1) pengadaan peralatan pengolah daun teh. berupa mesin roller/pengolahan daun the, (2) pelatihan manajemen produksi, pelatihan manajemen keuangan, dan pelatihan pemasaran. Hasil pelaksanaan: program PKM Ecopreneur wisata kebun teh telah berhasil mencapai tujuan utama, yaitu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan potensi wisata lokal. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan meningkatkan pengetahuan mengenai pengelolaan sumber daya alam.
PENDANPINGAN PEMBUATAN PROSES BISNIS PADA KELOMPOK PETERNAK LEBAH KLANCENG DUSUN TENGKLIK DESA KEDAWUNG KECAMATAN JUMAPOLO KABUPATEN KARANGANYAR Didik Setyawan; Dewi Astuti Herawati; Faiz Rahman Siddiq; D. Andang Arif Wibawa; Maria Odelia Intan Eka Saputri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 7 No 1 (2023): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v7i1.3872

Abstract

Klanceng Honey has many benefits for human health. It can boost immune system, act as an antibacterial agent and can also be used as an alternative medicine for diabetes, heart disease and stroke. Klanceng Honey is pure honey made from flower nectar that does not expire. The Klanceng honey farmer group in Kedawung village, Jumapolo district, Karanganyar regency, Central Java, has been in business for almost two years but has not made any progress. The results of the problem identification showed that there is no standardization of the activities that are carried out. The purpose of this community service program is to develop a business process to achieve working standards for Klanceng honey cultivation activities. The methodology used consists of 3 stages. The first stage is to observe and identify the problems of Klanceng honey farmers. The second step is to find references that are relevant to the business processes of the Klanceng honey farmer group. The third stage was to conduct interviews to create a standard operating procedure for the Klanceng honey farmer group. These stages resulted in a business process for Klanceng honey cultivation and a standard operating procedure for Klanceng honey cultivation activities that can be fully understood by all group members.
Strategi Re-Positioning dan Digitalisasi Pemasaran untuk Peningkatan Nilai Tambah Produk Susu Kambing di Akbar Jaya Farm Kudus Jawa Tengah Sutianingsih Sutianingsih; Rini Handayani; Didik Setyawan; Widi Hariyanti
JANAKA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KEWIRAUSAHAAN INDONESIA Vol 6, No 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT DAN KEWIRAUSAHAAN INDONESIA
Publisher : STIE Atma Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36600/janaka.v6i2.495

Abstract

Akbar Jaya Farm di Kabupaten Kudus memiliki potensi produksi susu kambing yang stabil namun menghadapi hambatan serius dalam aspek manajemen pemasaran. Tantangan utama meliputi jangkauan pasar yang terbatas, stigma negatif konsumen terhadap aroma produk (goaty flavor), serta rendahnya nilai tambah akibat minimnya diversifikasi produk turunan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tiga tahapan sistematis: wawancara mendalam untuk pemetaan masalah, ceramah edukatif mengenai manajemen pemasaran modern, dan sharing session interaktif untuk formulasi strategi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa melalui strategi re-positioning produk sebagai "Minuman Kesehatan Fungsional", mitra mampu meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen urban. Diversifikasi produk menjadi yogurt dan sabun susu kambing berhasil dirumuskan sebagai solusi untuk memperpanjang masa simpan dan meningkatkan margin keuntungan. Selain itu, pendampingan digitalisasi pemasaran melalui media sosial telah meningkatkan literasi digital mitra dalam membangun kepercayaan konsumen.
Model Kesetiaan Merek Kosmetika Hijau: Peran Kepuasan Pelanggan, Pengalaman Merek, Citra Merek, dan Cinta Merek Nur Halimah; Waluyo Budi Atmoko; Didik Setyawan
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1532

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kepuasan pelanggan, pengalaman merek, citra merek, dan cinta merek terhadap kesetiaan merek pada konsumen kosmetika hijau di Indonesia. Penelitian dilatarbelakangi oleh meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk ramah lingkungan, namun pangsa pasar kosmetika hijau masih lebih rendah dibandingkan kosmetika konvensional. Model penelitian merupakan replikasi dari Le et al. (2025) yang diuji pada konteks konsumen Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei dan analisis Structural Equation Modelling (SEM). Sampel penelitian berjumlah 244 responden yang merupakan konsumen kosmetika hijau berusia minimal 21 tahun dan telah melakukan pembelian lebih dari tiga kali. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis penelitian didukung. Kepuasan pelanggan, pengalaman merek, dan citra merek berpengaruh positif terhadap cinta merek. Kepuasan pelanggan, pengalaman merek, citra merek, dan cinta merek juga berpengaruh positif terhadap kesetiaan merek. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kepuasan, semakin positif pengalaman penggunaan, serta semakin baik citra merek yang dirasakan konsumen, maka semakin kuat keterikatan emosional konsumen terhadap merek serta mendorong terbentuknya kesetiaan merek. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan kosmetika hijau untuk meningkatkan loyalitas konsumen melalui penciptaan pengalaman merek yang positif, pemeliharaan kepuasan pelanggan, penguatan citra merek, serta pembangunan hubungan emosional yang kuat dengan konsumen. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat model kesetiaan merek pada konteks kosmetika hijau di Indonesia serta memperluas bukti empiris mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kesetiaan merek.