Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving Untuk Meningkatkan Kematangan Karir Siswa Gregorius Leraboleng Makin; Devi Permatasari; Leny Latifah
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4279

Abstract

Kematangan karir adalah gambaran sikap dan kemampuan yang dimiliki oleh siswa dalam memilih jalur karir mereka. Proses pemilihan karir, peserta didik sering kali mengalami ketidakpastian, karena di tahap remaja, mereka umumnya kekurangan informasi dan perencanaan yang terarah, serta kurang mempertimbangkan pilihan yang diambil. tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat kematangan karir siswa SMKS PGRI 6 Malang sebelum penerapan bimbingan kelompok teknik problem solving. Mengetahui tingkat kematangan karir siswa SMKS PGRI 6 Malang setelah penerapan bimbingan kelompok teknik problem solving. Mengetahui efektifitas bimbingan kelompok dengan teknik problem solving untuk meningkatkan kematangan karir siswa SMKS PGRI 6 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-eksperimental, yaitu One-Group Pretest-Postest Group Design. Berdasarkan hasil dari pengukuran skala kematangan karir, siswa diambil secara acak dengan kategori rendah, sedang dan tinggi yang berjumlah 10 siswa. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kematangan karir. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Paired Sampel T Test. Berdasarkan hasil uji Paired Sampel T Test dengan nilai sig, sebesar 0,003. Sehingga, nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,003<0,05 maka dapat disimpulkan bahwa pemberian perlakuan layanan bimbingan kelompok teknik problem solving efektif untuk meningkatkan kematangan karir siswa SMKS PGRI 6 Malang. Peneliti selanjutnya Dapat mengujikan teknik problem solving untuk meningkatkan kematangan karir pada jenjang SMP dan SMA secara lebih luas.
Studi Academic Burnout dan Self-Efficacy Mahasiswa Devi Permatasari; Leny Latifah; Parid Rilo Pambudi
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 4 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i2.7418

Abstract

Penelitian ini bertujuan: Pertama, untuk mengetahui dan mendeskripsikan tingkat academic burnout dengan self-efficacy mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang yang masif aktif. Kedua, mendeskripsikan perbedaan tingkat academic burnout dengan self-efficacy berdasarkan jenis kelamin, jurusan dan angkatan. Ketiga, mendeskripsikan hubungan academic burnout dengan self-efficacy mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif Korelatif, penelitian deskriptif merupakan metode yang paling sering digunakan untuk penelitian yang bertujuan menjelaskan suatu peristiwa. Sampel penelitian terdiri dari mahasiswa dengan jumlah mahasiswa 446 mahasiswa beberapa program studi. Untuk pengambilan data menggunakan skala academic burnout dan skala efikasi diri. Aanalisis menggunakan statistik deskriptif kurva normal, dengan menentukan Mean (rata-rata) dan Standar deviasi skor hipotetik. Kemudian dibuat kategori berdasarkan skor dalam rentangan jumlah skor rata-rata dan deviasi. Skor yang yang berada di dalam kategori tertentu di hitung persentase mahasiswa yang ada dalam ketegori tersebut. Untuk membuktikan hipotes penelitian tentang perbedaan tingkat academic burnout dan self-efficacy mahasiswa berdasarkan jenis kelamin, jurusan dan angkatan dan klasifikasi dengan mengunakan rumus uji beda dua Mean (Uji - t) dan ANOVA. Secara umum subjek penelitian memiliki Self-efficacy dan Academic Burnout yang tergolong sedang. Hal ini ditunjukkan dengan hasil kategorisasi sedang yang dominan sebesar (X = 68,19%) dan (Y = 65,16%). Hasil dari hipotesis R = -0.616 penelitian ini yaitu diterima yang berarti “ Ada hubungan negatif yang signifikan antara Self-efficacy terhadap Academic Burnout pada mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang . Dengan arah hubungan yang negatif ini bermakna “Semakin tinggi Self-efficacy maka Academic Burnout pada mahasiswa rendah begitupun sebaliknya semakin rendah Self-efficacy maka Academic Burnout pada mahasiswa tinggi”.
Paket Pelatihan Psikodrama untuk Mengatasi Kecemasan Komunikasi Interpersonal Siswa Devi Permatasari; Eva Kartika Wulan Sari
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v7i1.13396

Abstract

This study produced a psychodrama training guidebook through group guidance to overcome interpersonal communication anxiety in students of SMAN Kota Malang. The method used in the study is development which has ten stages that have been modified into seven stages, including information gathering, planning, initial product development, initial product trials, product revision, main field trials, and main product revisions based on the assessment of six experts (stage 4), including material assessment, obtained an average score of 3.6. Media assessment obtained an average score of 3.6, it can be concluded that this guidebook is appropriate for use. Language assessment obtained an average score of 3.9, it can be concluded that in terms of language use, this guidebook is quite appropriate for use. While the assessment of product user tests (stage 6) by five Counselors at five different schools, obtained an average score of 3.7, it can be concluded that this guidebook has been tested directly by Counselor teachers at school so this guidebook is quite appropriate for use by counselors as a guideline in overcoming interpersonal communication anxiety in high school students. This guide has been revised according to the advice given by the expert so that the psychodrama training guide through group guidance to overcome interpersonal communication anxiety in students is categorized as very useful, very appropriate, very easy, very interesting, and very feasible to use. Suggestions for further researchers are expected to be able to develop the resulting development media by using trials on students to determine the level of effectiveness.