Claim Missing Document
Check
Articles

KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU ORI BERTAKIKAN TIPE "U" JARAK TAKIKAN 5 CM Adil Budi Sanjaya; Agus Setiya Budi; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.742 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37223

Abstract

Kuat lekat tulangan bambu Ori bertakikan tipe "U" dengan jarak takikan 5 cm terhadap tulangan baja bertujuan untuk mendapatkan nilai kuat lekat tulangan bambu sebagai bahan alternatif pengganti tulangan baja pada beton bertulang. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium. Benda uji berupa silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Di bagian tengah benda uji ditanam tulangan dengan panjang penanaman 25 cm. Tulangan berupa baja dan bambu Ori. Tulangan bambu yang digunakan ada 4 variasi, yaitu bambu Ori bertakikan sejajar tipe"U" 1 cm dan 2 cm dengan jarak takikan 5 cm dan bambu Ori bertakikan tidak sejajar tipe"U" 1 cm dan 2 cm dengan jarak takikan 5 cm . Kemudian nilai kuat lekat tulangan bambu Ori hasilnya dibandingkan dengan tulangan baja polos diameter 8 mm. Dari hasil pengujian, diperoleh nilai kuat lekat rerata tulangan baja polos diameter 8 mm adalah 0,5483 MPa. Kuat lekat rerata tulangan bambu Ori bertakikan tipe "U" sejajar 1 cm dan 2 cm dengan jarak 5 cm berturut-turut adalah 0,07305 MPa dan 0,08477 MPa. Nilai kuat lekat rerata tulangan bambu Ori bertakikan tipe "U" tidak sejajar 1 cm dan 2 cm dengan jarak 5 cm berturut-turut adalah 0,06504 MPa dan 0,05794 MPa. Rerata nilai kuat lekat semua variasi tulangan bambu Ori adalah 0,06682 MPa. Nilai kuat lekat tulangan baja polos diameter 8 mm adalah 0,5483 MPa. Dari data diatas dapat ditarik kesimpulan nilai kuat lekat rerata beton dengan tulangan bambu Ori 0,116 kali dari nilai kuat lekat tulangan baja polos diameter 8 mm.
KUAT LEKAT TULANGAN POLOS BAMBU (ORI, PETUNG, WULUNG) Arizka Fadhil Oktavianto; Agus Setiya Budi; Slamet Prayitno
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37282

Abstract

Dalam dunia konstruksi bangunan, beton bertulang baja merupakan komponen yang sering digunakan pada struktur bangunan dimana beton memiliki kuat tekan yang tinggi dan baja memiliki kuat tarik yang tinggi, keduanya merupakan kombinasi yang saling melengkapi untuk konstruksi struktur bangunan. Semakin banyaknya peningkatan kebutuhan tulangan baja dalam setiap pembangunan akan menimbulkan kendala yaitu harga yang semakin tinggi dan merupakan produk hasil tambang yang tidak dapat diperbaharui dan suatu saat akan habis. Dipakailah bambu sebagai alternatif pengganti baja karena harganya yang murah dan merupakan sumber daya yang dapat diperbaharui. Salah satu persyaratan beton bertulang adalah adanya lekatan antara tulangan dengan beton sehingga apabila pada struktur beton tersebut diberikan beban tidak akan terjadi selip antara tulangan dan beton sehingga perlu ditinjau nilai kuat lekat tulangan bambu pada beton normal. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Benda uji berupa silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Di bagian tengah benda uji ditanam tulangan dengan panjang penanaman 25 cm. Tulangan berupa baja ø 8 mm dan bambu Ori, bambu Petung, bambu Wulung dimensi 10 x 5,2 mm. Pengujian dilakukan di Laboratorium Mesin, FT UNS, pada umur beton 28 hari menggunakan alat Universal Testing Machine ( UTM ). Berdasarkan analisis dan hasil pengujian diperoleh nilai kuat lekat rata-rata tulangan bambu ori polos, bambu petung polos dan bambu wulung polos terturut-turut adalah 0,117 MPa ; 0,162 MPa ; 0,144 MPa. Sedangkan nilai kuat lekat rata-rata tulangan baja polos ø 8 mm adalah 0,548 MPa.
KUAT LENTUR BALOK BETON TULANGAN BAMBU PETUNG POSISI VERTIKAL TAKIKAN SEJAJAR TIPE U LEBAR 1 DAN 2 CM PADA TIAP JARAK 10 CM Anugerah Fajar Pradana; Agus Setiya Budi; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.72 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37132

Abstract

Penggunaan tulangan baja pada beton bertulang semakin meningkat yang berakibat tulangan baja menjadi langka dan harganya semakin mahal. Bambu dapat digunakan sebagai alternatif pengganti tulangan material baja dalam beton bertulang untuk pekerjaan konstruksi bangunan dikarenakan sifat nya yang murah dan mudah didapat di negara tropis seperti Indonesia. Penggunakan bambu sebagai tulangan ini dilakukan dengan membuat takikan pada bagian sisi kemudian tulangan bambu dirangkai dan dibuat sebagai tulangan dalam balok beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kuat lentur balok beton bertulangan bambu Petung posisi vertikal vertikal takikan tipe U lebar takikan 1 dan 2 cm dengan jarak takikan 10 cm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen laboratorium. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah balok berdimensi 1700 mm x 150 mm x 110 mm dengan tulangan bambu. Dari hasil pengujian diperoleh nilai kuat lentur rata-rata balok beton dengan tulangan bambu takikan 1 cm adalah sebesar 6,3625 MPa. Kuat lentur rata-rata balok beton dengan tulangan bambu takikan 2 cm adalah sebesar 7,9403 MPa.
KINERJA STRUKTUR GEDUNG TINGGI DENGAN PEMODELAN DINDING GESER SEBAGAI CORE WALL ( STUDI KASUS : GEDUNG MATARAM CITY ) Sekar Arum; Agus Supriyadi; Agus Setiya Budi
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.423 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37190

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terjadi gempa bumi karena berada di antara tiga lempengan tektonik, yaitu lempeng Eurasia, Pasifik, Filipina, dan Indo-Australia. Gempa bumi mengakibatkan rusaknya struktur bangunan, bahkan memakan korban jiwa. Karena itu, bangunan yang aman dan handal menjadi suatu keharusan. Salah satu cara untuk menjaga kestabilan struktur tersebut adalah dengan menggunakan dinding geser baik dinding penuh maupun sebagian. Core wall adalah salah satu jenis Shearwall. Penempatan core wall pada inti bngunan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja struktur berdasarkan Kinerja Batas Layan dan Kinerja Batas Ultimit. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis dinamik respon spektrum dengan menggunakan software ETABS. Hasil analisis diperoleh displacement maksimum gedung arah X adalah 0.1827m dan arah Y adalah 0.1957m, sehingga apabila ditinjau dari kinerja batas layan dan kinerja batas ultimit gedung dinyatakan memenuhi syarat (aman)sesuai SNI 3-1726-2002.Maksimum total drift arah X adalah 0.00279 dan arah Y adalah 0.00299. Maksimum total inelastik drift arah X adalah 0.00277 dan arah Y adalah 0.00298, sehingga jika ditinjau berdasarkan ATC-40 termasuk dalam kategori level Immediate Occupancy.
KUAT LENTUR BALOK BETON TULANGAN BAMBU PETUNG VERTIKAL TAKIKAN TIDAK SEJAJAR TIPE U LEBAR 2 CM TIAP JARAK 15 CM Heru Cahyanto; Agus Setiya Budi; Bambang Santosa
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37056

Abstract

Beton bertulang merupakan bahan konstruksi yang sering digunakan pada struktur bangunan. Kelebihan beton adalah dapat dibentuk sesuai kebutuhan, mampu menerima kuat tekan dengan baik, tahan aus, awet dan mudah perawatannya, namun saat ini harga bahan bangunan termasuk tulangan baja cukup tinggi, oleh karena itu perlu material pengganti tulangan baja yang memiliki kuat tarik cukup tinggi, lebih ekonomis dan mudah didapat. Bambu dapat menjadi alternatif bahan pengganti tulangan baja pada balok beton bertulang yang ekonomis, ramah lingkungan dan mudah didapatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kuat lentur balok beton tulangan bambu petung vertikal takikan tidak sejajar tipe U lebar 2 cm tiap jarak 15 cm. Pengujian agregat halus, agregat kasar dan pengujian karakteristik bambu digunakan sebagai uji pendahuluan untuk mengetahui kelayakan material. Perencanaan rancang campur beton menggunakan metode SK SNI 03 - 2834 - 2000. Dimensi bambu yang digunakan adalah panjang 1650 mm, lebar 20 mm dan tebal 5 mm. Benda uji berbentuk balok dengan dimensi panjang 1700 mm, lebar 110 mm dan tinggi 150 mm. Nilai kuat lentur balok beton tulangan bambu adalah 5,4545 N/mm2 atau 44,1973 % dari balok beton tulangan baja dengan 12,3693 N/mm2 untuk nilai kuat lenturnya.
KAJIAN KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU PETUNG BERTAKIKAN SEJAJAR DAN ZIGZAG TIPE "V"DENGAN JARAK TAKIKAN 60 MM DAN 70 MMPADA BETON NORMAL Fery Fauzi; Agus Setiya Budi; Purnawan Gunawan
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37391

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk mengetahui nilai kuat lekat tulangan bamboo bertakik sejajar dan zig-zag berbentuk "V" dengan jarak takikan masing-masing 60 mm dan 70 mm. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini beton silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Tulangan bamboo takikan dengan dimensi panjang 700 mm, lebar 20 mm dantebal 5,2 mm di taman pada pusat beton silinder sedalam 150 mm. Sebagai pembanding tulangan Besi polos ditaman pada pusat beton silinder sedalam 150 mm. Mutu beton direncanakan dengan f'c = 17,5 MPa. Uji lekat ini dilakukan pada umur 28 hari dengan menggunakan alat Universal Testing Machine ( UTM ). Dari hasil penelitian uji lekat tulangan pada sesar 0,25 mm kua tlekat tulangan Besi sebesar 0,1331 MPa dan kuat lekat rata-rata dari 4 jenis benda uji tulangan bamboo Petung sebesar 0,0449 MPa. Hasil penghitungan besar kuat lekat tulangan bamboo Petung hanya mampu mencapai 1/3 dari nilai kuat lekat tulangan Besi.
KINERJA STRUKTUR GEDUNG TINGGI MENGGUNAKAN STUDI PEMODELAN FRAME WALL ( STUDI KASUS : GEDUNG MATARAM CITY ) Putri Sukma Aulia; Edy Purwanto; Agus Setiya Budi
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.109 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37314

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terjadi gempa bumi karena berada diantara tiga lempengan tektonik, yaitu lempeng Eurasia, Pasifik, Filipina, dan Indo-Australia.Gempa bumi mengakibatkan rusaknya struktur bangunan, bahkan memakan korban jiwa.Karena itu, bangunan yang aman dan handal menjadi suatu keharusan. Salah satu cara untuk menjaga kestabilan struktur tersebut adalah dengan menggunakan dinding geser baik dinding penuh maupun sebagian (Schodek, 1999). Frame wall adalah salah satu jenis Shearwall. Penempatan frame wall harus diperhatikan agar dapat berfungsi dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui letak frame wall yang paling efektif berdasarkan Kinerja Batas Layan dan Kinerja Batas Ultimit.Metode penelitian yang digunakan adalah analisis dinamik respon spektrum dengan menggunakan software ETABS. Hasil analisis diperoleh displacement maksimum gedung arah X adalah 0.1827m dan arah Y adalah 0.13134m, sehingga apabila ditinjau dari kinerja batas layan dan kinerja batas ultimit gedung dinyatakan memenuhi syarat (aman)sesuai SNI 3-1726-2002. SW 2 adalah perletakan shearwall yang paling efektif berdasarkan Kinerja Batas Layan dan Kinerja Batas Ultimit.Maksimum total drift arah X adalah 0.00279 dan arah Y adalah 0.00201. Maksimum total inelastik drift arah X adalah 0.00277 dan arah Y adalah 0.00200, sehingga jika ditinjau berdasarkan ATC-40 termasuk dalam kategori level Immediate Occupancy.
KUAT LENTUR BALOK BETON TULANGAN BAMBU PETUNG VERTIKAL TAKIKAN TIDAK SEJAJAR TIPE U LEBAR 3 CM TIAP JARAK 10 CM Fresta Oktaviana; Agus Setiya Budi; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.543 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36938

Abstract

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk terutama di Indonesia, membuat kebutuhan ekonomi menjadi naik, sehingga permintaan kebutuhan rumah dengan struktur yang aman dan ekonomis pun meningkat, sedangkan ketersediaan bahan baku biji besi untuk pembuatan tulangan baja yang merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui semakin menipis dan langka, membuat harga tulangan menjadi naik. Bahan baku baja juga sulit didapatkan di daerah pedesaan yang terpencil karena akses material yang sulit dijangkau Bambu dapat menjadi alternatif bahan pengganti tulangan baja pada balok beton bertulang yang lebih ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kuat lentur pada balok beton tulangan bambu petung vertikal takikan tidak sejajar tipe u dengan lebar takikan 3 cm pada tiap jarak 10 cm. Pengujian eksperimen ini dilakukan di Laboratorium Struktur, FT UNS, pada umur beton 28 hari dengan memberikan dua titik beban terpusat pada jarak 1/3 bentang balok dari tumpuan. Dimensi bambu yang digunakan adalah panjang 1650 mm, lebar 20 mm dan tebal 5 mm. Benda uji berbentuk balok dengan dimensi panjang 1700 mm, lebar 110 mm dan tinggi 150 mm. Nilai kuat lentur analisis hasil pengujian balok bambu takikan 3 cm adalah 3.5859 N/mm2 dan nilai kuat lentur analisis hasil pengujian balok tulangan baja D 8 mm adalah 12.3693 N/mm2..
KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG BAMBU WULUNG TAKIKAN TIPE U JARAK 5 CM Aris Nurfuadianto; Agus Setiya Budi; Endang Rismunarsi
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37233

Abstract

Dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk di Indonesia, membuat kebutuhan akan tempat tinggal semakin tinggi. Diiringi dengan pertumbuhan ekonomi yang juga ikut naik, harga-harga rumah, dan bahan-bahan pendukungnya juga naik., sehingga permintaan kebutuhan rumah dengan struktur yang aman dan ekonomis pun meningkat. Sedangkan ketersediaan bahan baku untuk konstruksi bangunan seperti bijih besi untuk pembuatan tulangan baja yang merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui semakin menipis dan langka, membuat harga tulangan terus meningkat. Para ahli struktur dunia telah meneliti kemungkinan penggunaan bahan lain dengan memanfaatkan bambu sebagai tulangan beton. Bambu merupakan tanaman yang mampu tumbuh dimana - mana dan kapasitas produksi bambu per tahunnya cukup melimpah. Bambu dipilih sebagai tulangan alternatif beton karena merupakan produk hasil alam yang renewable, murah, mudah ditanam, pertumbuhan cepat, dapat mereduksi efek global warming serta memiliki kuat tarik sangat tinggi yang dapat dipersaingkan dengan baja. Bambu mempunyai kekuatan tarik yang cukup tinggi, antara 100 - 400 MPa, setara dengan ½ sampai ¼ dari tegangan ultimate besi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis berapa kapasitas lentur balok beton bertulangan bambu wulung takikan tipe "u" dengan jarak takikan 5 cm pada lebar takikan 1 cm dan 2 cm. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 15 buah. Benda uji yang digunakan adalah balok beton berukuran 110 x 150 x 1700 mm. Lima buah menggunakan tulangan baja, 10 buah menggunakan tulangan bambu wulung dengan dimensi 1650 x 20 x 5,2 mm menggunakan takikan tipe "U" dengan jarak takikan 5 cm pada lebar takikan 1 cm dan 2 cm. Uji lentur dilakukan pada umur 28 hari dengan metode three point loading. Ditinjau dari kapasitas lenturnya, kapasitas lentur balok bertulangan bambu wulung takikan tipe U dengan jarak takikan 5 cm lebar 10 mm sebesar 1,344, dan balok bertulangan bambu wulung takikan tipe U dengan jarak takikan 10 cm lebar 20 mm sebesar 1,080. Pada balok bertulangan baja polos diameter 8 mm sebesar 1,037. Pola keruntuhan pada balok beton dengan tulangan baja maupun pada balok beton dengan tulangan bambu wulung tipe "u" dengan jarak takikan 5 cm pada lebar takikan 1 cm dan 2 cm terletak antara 1/3 bentang tengah. Keruntuhan yang demikian termasuk dalam keruntuhan lentur.
KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU ORI BERTAKIKAN TIPE "U" JARAK 10 CM Hanafi Akhmad Uswah; Agus Setiya Budi; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.988 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37249

Abstract

Metode dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Benda uji berupa silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Di bagian tengah benda uji ditanam tulangan bambu ori takikan tipe "u" jarak 10 cm dengan dimensi 10 x 5 mm dan panjang penanaman 25 cm. Tulangan berupa baja ø 8 mm sebagai pembanding. Berdasarkan analisis dan hasil pengujian diperoleh nilai kuat lekat rata-rata tulangan bambu ori takikan tipe "u" jarak 10 cm adalah 0,042 MPa, sedangkan nilai kuat lekat rata-rata tulangan baja polos ø 8 mm adalah 0,548 MPa. Kesimpulannya adalah nilai kuat lekat rata-rata paling tinggi bambu ori bertakikan type "u" jarak 10 dibanding nilai kuat rata-rata lekat beton dengan tulangan baja polos diameter 8 mm adalah sebesar 0,148 atau 14,8%.