Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU WULUNG TAKIKAN TIPE V SEJAJAR DAN TIDAK SEJAJAR DENGAN JARAK TAKIKAN 40 MM DAN 50 MM PADA BETON NORMAL Andri Mulyono; Agus Setiya Budi; Purnawan Gunawan
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37409

Abstract

Penggunaan baja tulangan sebagai bahan yang dipadukan dengan beton sudah dilakukan sejak lama, hal ini disebabkan karena masing-masing material dapat saling melengkapi yaitu beton sebagai bahan yang lemah terhadap gaya tarik dapat diatasi dengan adanya baja tulangan yang kuat terhadap gaya tarik begitu pula sebaliknya, sehingga beton bertulang banyak digunakan sebagai bahan bangunan sampai saat ini. Akan tetapi permasalahannya adalah baja tulangan merupakan bahan hasil tambang yang tidak dapat diperbaharui sehingga semakin lama akan semakin habis. Sebagai alternatif dicoba menggunakan tulangan yang murah, mudah didapat dan dapat diperbaharui serta bermutu tinggi yaitu tulangan dari bahan bambu.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan benda uji yang digunakan adalah silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Penelitian ini menggunakan 4 macam variasi untuk penulangan bambu, Tulangan bambu wulung takikan sejajar dengan jarak 40 mm dan 50 mm, dan tulangan bambu wulung takikan tidak sejajar dengan jarak takikan 40 mm dan 50 mm. Masing-masing benda uji 3 buah dengan takikan tipe V, lebar takikan 8 mm dan kedalaman takikan 5 mm. Dimensi tulangan bambu panjang 700 mm, lebar 20 mm dan tebal 5,2 cm. Sebagai pembanding menggunakan tulangan baja diameter 8 mm dengan panjang 700 mm dan benda uji 3 buah. Mutu beton direncanakan dengan f'c = 17,5 MPa. Uji lekat dilakukan pada umur beton 28 hari dengan menggunakan alat Universal Testing Machine ( UTM ).
KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU WULUNG TAKIKAN TIPE U JARAK 10 CM Eka Juningsih; Agus Setiya Budi; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37288

Abstract

Banyaknya pembangunan yang menggunakan struktur beton bertulang menyebabkan kebutuhan tulangan baja sebagai tulangan beton akan meningkat dan menjadi semakin langka karena bahan baku dari tulangan baja adalah biji besi yang tidak dapat diperbaharui. Perlu alternatif baru pengganti tulangan baja pada beton. Bambu dipilih sebagai tulangan alternatif beton karena bambu merupakan produk hasil alam yang renewable, murah, mudah ditanam, pertumbuhan cepat, dapat mereduksi efek global warming serta memiliki kuat tarik tinggi yang dapat dipersaingkan dengan baja. Adanya lekatan antara tulangan dengan beton merupakan salah satu syarat struktur beton bertulang supaya tidak selip. Takikan pada tulangan bambu dapat membantu mengunci antara beton dan tulangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Bahan dan Struktur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini beton silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Tulangan bambu yang digunakan adalah bambu wulung takikan tipe U jarak 10 cm dengan dimensi lebar 20 mm dan tebal 5,2 mm lebar takikan 2 cm dengan variasi sejajar dan tidak sejajar. Sebagai pembanding tulangan baja polos dengan diameter 8 mm, Tulangan ditanam pada pusat beton silinder sedalam 250 mm. Dari hasil pengujian pull out diperoleh beban yang bervariasi kemudian diuji statistik kenormalan dan menghasilkan rata-rata penyebaran yang normal dan merata. Dengan uji anova didapatkan perbandingan rata-rata bambu terhadap baja yang berbeda dan bambu terhadap bambu memiliki rata-rata sama. Nilai kuat lekat rerata beton dengan tulangan bambu wulung takikan tipe U jarak 100 mm sejajar lebar takikan 20 mm sebesar 0,136 MPa. Nilai kuat lekat rerata beton dengan tulangan bambu wulung takikan tipe U jarak 100 mm tidak sejajar lebar takikan 20 mm sebesar 0,122 MPa. Nilai kuat lekat rerata beton dengan tulangan baja sebesar 0,548 MPa. Dari data diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai kuat lekat rerata beton dengan tulangan bambu wulung takikan sejajar sebesar 0,248 kali dari nilai kuat lekat tulangan baja polos diameter 8 mm dengan presentasi sebesar 24,80 %. Nilai kuat lekat rerata beton dengan tulangan bambu wulung takikan tidak sejajar sebesar 0,222 kali dari nilai kuat lekat tulangan baja polos diameter 8 mm dengan presentase sebesar 22,20 %.
KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU WULUNG TAKIKAN TIPE U JARAK 15 CM Benny Tri Prasetyo; Agus Setiya Budi; Slamet Prayitno
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.12 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37117

Abstract

Metode dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Benda uji berupa silinder beton diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Di bagian tengah benda uji ditanam tulangan bambu wulung takikan tipe "u" jarak 15 cm dengan dimensi 10 x 5 mm dan panjang penanaman 25 cm. Tulangan berupa baja ø 8 mm sebagai pembanding. Berdasarkan analisis dan hasil pengujian diperoleh nilai kuat lekat rata-rata tulangan bambu wulung takikan tipe "u" jarak 15 cm adalah 0,134 MPa. Sedangkan nilai kuat lekat rata-rata tulangan baja polos ø 8 mm adalah 0,548 MPa. Kesimpulannya adalah nilai kuat lekat rata-rata bambu wulung bertakikan type "u" jarak 15 cm lebih rendah 4 kali dibanding nilai kuat rata-rata lekat beton dengan tulangan baja polos diameter 8 mm.
EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG 10 LANTAI DENGAN ANALISIS PUSHOVER TERHADAP DRIFT DAN DISPLACEMENT MENGGUNAKAN SOFTWARE ETABS ( STUDI KASUS : HOTEL DI WILAYAH SURAKARTA ) Ary Marwanto; Agus Setiya Budi; Agus Supriyadi
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.208 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37419

Abstract

Gempa Bumi atau seisme banyak diartikan sebagai getaran atau guncangan yang timbul di permukaan bumi yang terjadi karena adanya pergerakan lempeng bumi. Bumi memiliki lempeng-lempeng yang suatu saat akan bergerak karena adanya tekanan atau energi dari dalam bumi. Lempeng-lempeng tersebut bisa bergerak menjauh (divergen), mendekat (konvergen) atau melewati (transform). Gerakan lempeng-lempeng tersebut bisa dalam waktu yang lambat maupun dalam waktu yang cepat. Dalam proses gempa bumi ada yang dikenal dengan hiposentrum dan episentrum. Hiposentrum adalah titik pusat gempa yang berada didalam bumi sedangkan episentrum adalah titik di permukaan bumi yang berada tepat di atas hiposentrum. Pengaruh gempa harus ditinjau dalam perencanaan struktur gedung serta berbagai bagian dan peralatannya secara umum. Akibat pengaruh gempa rencana, struktur gedung secara keseluruhan harus masih berdiri, walaupun sudah berada dalam kondisi di ambang keruntuhan. Dalam menganalisis struktur bangunan gedung tahan gempa metode yang digunakan adalah Performance Based Sismic Design (PBSD) dan Performance Based Sismic Evaluation (PBSE).Evaluasi pada PBSD adalah salah satunya dengan analisis nonlinier pushover. Tujuan analisis pushover adalah untuk memperkirakan gaya maksimum dan deformasi yang terjadi serta untuk memperoleh informasi bagian mana saja yang kritis. Penelitian yang digunakan ini adalah analisis nonlinier pushover, menggunakan program ETABS. Metode penelitian diawali dengan pemodelan struktur 3 dimensi dengan menggunakan software ETABS sesuai shopdrawing. Setelah pemodelan dilakukan analisis perhitungan pembebanan pada struktur tersebut berupa beban mati, beban hidup dan beban tambahan. Pada static pushover case dibuat dua macam pembebanan, dimana yang pertama adalah pembebanan akibat beban gravitasi. Dan pola yang kedua memberi beban secara berangsur-angsur adalah sesuai dengan mode pertama struktur. Hasil pushover disimpan secara multiple statis dengan jumlah minimum 5 steps dan maksimum 1001 steps. Hasil analisis diperoleh nilai drift pada arah x adalah 0,00312 dan pada arah y adalah 0,00298. Nilai maksimal in-elastic drift pada arah x adalah 0,00310 dan arah y adalah 0,00297. Menurut ATC-40, nilai level kinerja termasuk Immediate Occupancy.
KUAT LENTUR BALOK BETON TULANGAN BAMBU PETUNG VERTIKAL TAKIKAN TIDAK SEJAJAR TIPE U LEBAR 3 CM TIAP JARAK 15 CM Hevina Muhanifah; Agus Setiya Budi; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.719 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37064

Abstract

Semakin meningkatnya jumlah penduduk maka semakin meningkat pula kebutuhan bangunan/rumah. Salah satu komponen yang sering digunakan dalam pembuatan bangunan/rumah adalah balok beton bertulangan baja. Di daerah terpencil penggunaan baja sebagai tulangan menemui kendala yaitu akses yang sulit sehingga diperlukan material alternatif pengganti baja dengan material yang mudah didapat di daerah tersebut. Salah satu material alternatif pengganti baja sebagai tulangan adalah bambu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kuat lentur balok beton tulangan bambu petung vertikal takikan tidak sejajar tipe U dengan lebar 3 cm tiap jarak 15 cm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan benda uji berupa balok beton dengan panjang 1700 mm, lebar 110 mm, dan tinggi 150 mm. Di dalam balok tersebut ditanam tulangan bambu petung vertikal takikan tidak sejajar tipe U lebar 3 cm tiap jarak 15 cm dengan dimensi panjang 1650 mm, lebar 20 mm dan tebal 5 mm serta sebagai pembanding nilai kuat lentur balok beton bertulangan bambu dibuat pula balok beton dengan dimensi sama yang ditanam tulangan baja berdiameter 8 mm. Berdasarkan analisis hasil pengujian didapat nilai kuat lentur balok beton bertulangan bambu sebesar 4.1455 N/mm2 atau 33.5144 % dari nilai kuat lentur balok beton bertulangan baja yang besarnya 12.3693 N/mm2
KUAT LENTUR BALOK BETON TULANGAN BAMBU PETUNG TAKIKAN TIDAK SEJAJAR TIPE U LEBAR 3 CM TIAP JARAK 10 CM DENGAN POSISI KULIT DISISI DALAM Putri Ayu Hardiyanti; Agus Setiya Budi; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.688 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36951

Abstract

Bambu dapat dijadikan sebagai pengganti tulangan baja pada balok beton bertulang karena lebih murah, lebih mudah diperoleh, ramah lingkungan, dan dapat diperbaharui. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat lentur balok beton tulangan bambu petung vertikal takikan tidak sejajar tipe "U" dengan lebar 3 cm tiap jarak 10 cm dengan posisi kulit disisi dalam. Pengujian agregat halus, agregat kasar dan pengujian karakteristik bambu digunakan sebagai uji pendahuluan untuk mengetahui kelayakan material. Perencanaan rancang campur beton menggunakan metode SK SNI 03 - 2834 - 2000. Dimensi bambu yang digunakan adalah panjang 1650 mm, lebar 20 mm dan tebal 5 mm. Benda uji berbentuk balok dengan dimensi panjang 1700 mm, lebar 110 mm dan tinggi 150 mm. Nilai kuat lentur analisis hasil pengujian laboratorium pada balok beton bertulangan bambu lebar takikan 30 mm tiap jarak 10 cm adalah 5,0853 N/mm2 dan dan untuk balok beton tulangan baja adalah 12,3693 N/mm2.
Kapasitas Geser - Lentur Balok Beton Bertulang High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA-SCC) dengan Kadar Fly Ash 60% dan Balok Beton Normal Sheilla Shelina; Agus Setiya Budi; Endah Safitri
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 3 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1175.531 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i3.45603

Abstract

mengkaji kapasitas geser dari balok HVFA-SCC dan Balok beton normal
PENGARUH PERSENTASE FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN HIGH VOLUME FLY ASH SELF COMPACTING CONCRETE SPESIMEN SILINDER 150 MM X 300 MM USIA 90 HARI Sonny Bhaksono Aji; Agus Setiya Budi; Senot Sangadji
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.416 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i3.36556

Abstract

Penggunaan supplementary cementing material yang bersifat pozzolan seperti fly ash banyak dipertimbangkan karena selain efektif me-reduce penggunaan portland cement, fly ash juga merupakan limbah pembakaran batu bara yang kurang termanfaatkan. High volume fly ash self compacting concrete dapat menghasilkan sustainable concrete dengan mechanical strength yang tinggi dan workability yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persentase fly ash terhadap kuat tekan HVFASCC. Penelitian menggunakan 1 mix design beton normal usia 28 hari dan 3 variasi mix design HVFASCC usia 90 hari dengan fly ash replacement ratio 50%, 60% dan 70% dengan total cementitious 500 kg/m3. Spesimen yang digunakan adalah silinder 150 x 300 mm sejumlah 3 buah untuk tiap mix design. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian beton segar dan hardened concrete. Untuk destructive test dilakukan sesuai standar ASTM C469 dengan compressive testing machine. Hasil pengujian beton segar menunjukkan workability semakin baik seiring peningkatan fly ash replacement ratio. Pengujian hardened concrete untuk NC.90, HVFA.90.50, HVFA.90.60, HVFA.90.70 menghasilkan kuat tekan 74,98 MPa, 74,60 MPa, 58,95 MPa, 46,50 MPa. Adanya perbedaan kuat tekan terjadi karena adanya evolusi dari reaksi yang terjadi pada fly ash-cement blends yang melibatkan degree of hydration dan degree of reaction.
KAJIAN KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU ORI TAKIKAN BENTUK "V" DENGAN JARAK ANTAR TAKIKAN 2 CM DAN 3 CM PADA BETON Budi Santoso; Agus Setiya Budi; Purnawan Gunawan
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.911 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37383

Abstract

Tulangan baja adalah bahan bangunan yang tidak dapat diperbaharui. Bahan dasar pembuatan baja (biji besi) juga semakin terbatas dan tidak mungkin ditingkatkan produksinya. Bambu dipilih sebagai alternatif pengganti karena merupakan hasil alam yang murah, mudah ditanam, pertumbuhan cepat, dapat mereduksi efek global warming serta memiliki kuat tarik sangat tinggi yang dapat dipersaingkan dengan baja. Salah satu hal yang terpenting dalam beton bertulang adalah adanya kelekatan antara tulangan yang digunakan dengan beton sehingga beton tidak mengalami selip. Tulangan bambu bertakikan dapat mengurangi pengaruh penyusutan atau pengembangan karena kandungan air dengan adanya bagian saling mengunci antara permukaan tulangan dan beton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Mesin dan Struktur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini beton silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Tulangan bambu yang digunakan adalah bambu ori takikan V dengan dimensi lebar 20 mm dan tebal 5,2 mm. Sebagai pembanding tulangan baja polos dengan diameter 8 mm. Tulangan ditanam pada pusat beton silinder sedalam 150 mm. Dari hasil pengujian diperoleh nilai kuat lekat rerata beton dengan tulangan bambu ori bernodia jarak 3 cm adalah 0,1092 MPa dan bambu ori bernodia jarak 2 cm adalah 0,1254 MPa. Nilai kuat lekat rerata beton dengan tulangan bambu ori tanpa nodia jarak 3 cm adalah 0,0412 MPa dan bambu ori tanpa nodia jarak 2 cm adalah 0,0571 MPa. Nilai kuat lekat tulangan baja polos diameter 8 mm adalah 0,2782 MPa. Dari data diatas dapat ditarik kesimpulan nilai kuat lekat rerata beton dengan tulangan bambu ori 3,3427 kali dari nilai kuat lekat tulangan baja polos diameter 8 mm..
KAJIAN KUAT LEKAT DAN KUAT LENTUR BALOK BERTULANGAN BAMBU ORI PADA BETON NORMAL Nugroho Yulistanto; Agus Setiya Budi; Supardi Supardi
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37322

Abstract

Betonbertulang baja merupakan komponen yang sering digunakan pada struktur bangunan, dimana beton memiliki kuat tekan yang tinggi dan baja memiliki kuat tarik yang tinggi, keduanya merupakan kombinasi yang saling melengkapi untuk konstruksi struktur bangunan. Namun semakin banyaknya peningkatan kebutuhan tulangan baja dalam setiap pembangunan akan menimbulkan kendala yaitu harga yang semakin tinggi dan merupakan produk hasil tambang yang tidak dapat diperbaharui dan suatu saat akan habis. Untuk mengatasi kendala tersebut, sebagai alternatif pengganti tulangan baja, maka dimamfaatkanlah bambu, bambu merupakan produk alam yang renewable, diperoleh dengan mudah, murah, dan memiliki kuat tarik yang tinngi.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kuatlekatdankuat tarik leleh bambu Ori yang digunakan untuk perhitungan secara analisis, kapasitas lentur balok bertulangan bambu Ori. Benda uji yang digunakanadalahbalok sebanyak 9 buah dengan ukuran 11 cm x 15 cm x 170 cmdanuntukpengujiankuatlekat Benda ujisilinderdenganø 15 cm dantinggi 30 cm sebanyak 9 buah. Tiga ditanam tulangan bambu Ori Selanjutnya tiga ditanam tulangan baja ø 8 mmdan tiga tanpa tulangan sebagai pembanding. Sedangkanuntukpengujiankuatlekat 3 silinderdiberitulanganbambubernodiadengantulanganpanjang 70 cm, lebar 2 cm dantebal 0,52 cm. Tigadiberitulanganbambuoritanpanodiadengandimensi yang sama. Dan tigadengantulanganbajaø 8 mmdigunakansebagaipembandingtulanganbambu.Mutubetondirencanakandenganf'c = 17,5MPa.pengujiandilakukan pada umur beton 28 haridilakukan di Laboratorium Struktur, FT UNS,Pengujiankuatlenturdengan memberikan dua titik beban terpusat pada jarak 1/3 bentang balok dari tumpuan.sedanguntukbendalekatdilakukandenganalatUniversal Testing Machine (UTM).Berdasarkan analisis dan hasil pengujian dapat diambil kesimpulan, Untukperencanaanbaloktulanganbambu, kuat tarik leleh bambu Ori direduksisebesar 52% ,didapatnilaikuatlelehsebesar 132,749 N/mm2. Untuk kapasitas lentur hasil pengujian, Momen nominal hasil uji experimen Pada benda uji balok bertulangan bambu Ori didapat rerata sebesar 0,316 tonm, untuk balok bertulangan baja ø 8 mm didapat momen nominal hasil pengujian rerata sebesar 0,516 tonm. Dari 9 buah balok yang diuji. Dan darihasilpengujiankuatlekattulanganpadasesar0,25 mm ,didapatkuatlekatbetondengantulanganbajaø 8 mmsebesar 0,3029 MPa ,NilaikuatlekatbetondenganTulanganBambuOrisebesar 0,1473 MPa.