Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : POLYGLOT

PENGGUNAAN RUBRIK SEBAGAI INSTRUMEN PENILAIAN DALAM KEGIATAN MENULIS TEKS EDITORIAL SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS [THE USE OF RUBRICS AS AN ASSESSMENT INSTRUMENT IN HIGH SCHOOL STUDENTS' EDITORIAL TEXT WRITING ACTIVITIES] Mitra Jayanti Lase; Ernie Bertha Nababan
Polyglot Vol 19, No 2 (2023): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v19i2.6279

Abstract

AbstractThis research is motivated by the author's findings on the structure of student editorial text opinion writing that has differences in the completeness of the content. It refers to the assessment of student achievement that is not the same assessment standard. As a series of continuous learning, this requires assessment and evaluation from the teacher. However, the unavailability of assessment instruments causes the assessment to be biased and subjective. This research was conducted on 30 class XII students at a private school in Manado. The purpose of this study is to describe the use of rubrics as a teacher's assessment instrument in writing editorial text activities for high school students. This study used the descriptive qualitative method. Based on the research results, it was found that rubrics can help teachers to see students' abilities in writing editorial texts, provide evaluations of students' writing results based on the criteria that have not been achieved, and assess students fairly and accurately based on the criteria contained in the rubric. The use of rubrics helps teachers realize God's love and justice in assessing and supporting students' potential in writing. In addition, the beauty and meaning of student writing can reveal the Creator to others. Therefore, the authors suggest determining skills that need to be assessed using rubrics, communicating achievement criteria to students, and providing evaluations based on rubrics criteria to support student growth.Bahasa Indonesia AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan penulis pada struktur tulisan opini teks editorial siswa yang memiliki perbedaan pada kelengkapan isi. Hal ini merujuk pada penilaian capaian siswa yang tidak berada pada standar penilaian yang sama. Sebagai suatu rangkaian pembelajaran yang berkelanjutan, hal ini membutuhkan penilaian dan evaluasi dari guru. Akan tetapi, tidak tersedianya instrumen penilaian menyebabkan penilaian menjadi bias dan subjektif. Penelitian ini dilakukan pada 30 siswa kelas XII di salah satu sekolah swasta di Manado. Tujuan dari penelitian ini untuk memaparkan penggunaan rubrik sebagai instrumen penilaian guru pada kegiatan menulis teks editorial siswa Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa rubrik dapat membantu guru melihat kemampuan siswa dalam menulis teks editorial, pemberian evaluasi pada hasil tulisan siswa berdasarkan kriteria yang masih belum tercapai, dan menilai siswa secara adil dan akurat berdasarkan kriteria yang dimuat di dalam rubrik. Penggunaan rubrik membantu guru mewujudkan kasih dan keadilan Allah dalam melakukan penilaian dan mendukung potensi siswa dalam menulis. Selain itu, keindahan dan makna tulisan siswa dapat menyatakan Pencipta kepada orang lain. Oleh sebab itu, penulis menyarankan untuk menentukan keterampilan yang perlu dinilai dari penggunaan rubrik, mengomunikasikan capaian kriteria kepada siswa, serta memberikan evaluasi berdasarkan kriteria rubrik untuk mendukung pertumbuhan siswa.
ANALISIS KESALAHAN SINTAKSIS PADA ARTIKEL JURNAL ILMIAH MAHASISWA [ANALYSIS OF SYNTAX ERRORS IN STUDENT SCIENTIFIC JOURNAL ARTICLES] Nababan, Ernie Bertha; Rianto; Kusuma, Dewi; Rizkina, Tiara; Sastromihardjo, Andoyo
Polyglot Vol 21 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i1.9127

Abstract

This study aims to analyze syntactic errors in students' scientific articles, especially in the application of the principles of effective sentences. This study uses a qualitative descriptive approach with primary data in the form of 18 scientific articles in non-synta journals written by undergraduate or S-1 Indonesian Language and Literature study program students from 12 different universities as author affiliations. Data collection was carried out through documentation techniques, and analysis was carried out using a content analysis approach for three months, namely October to December 2024. The results of the study showed that the most common syntactic errors occurred in the aspects of unity of ideas, coherence, and emphasis. These errors include illogical combinations of ideas, lack of integration between sentences, and inability to emphasize the main idea. In addition, errors were also found in variations in sentence structure, parallelism, and logical reasoning. These findings reflect students' weak understanding of the basic principles of syntax and effective sentences. This study concludes that intensive training and guidance in academic writing are needed to improve the quality of students' scientific articles. These findings are expected to contribute to the development of scientific writing learning strategies in higher education.  Abstrak bahasa Indonesia  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan sintaksis dalam artikel ilmiah mahasiswa, khususnya dalam penerapan prinsip kalimat efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data utama berupa 18 artikel ilmiah pada jurnal non sinta yang ditulis mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Indonesia jenjang sarjana atau S-1, dari 12 perguruan tinggi yang berbeda sebagai afiliasi penulis. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, dan analisis dilakukan dengan pendekatan analisis isi selama tiga bulan, yaitu bulan Oktober sampai dengan Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan sintaksis paling umum terjadi pada aspek kesatuan gagasan, koherensi, dan penekanan. Kesalahan ini meliputi penggabungan ide yang tidak logis, kurangnya keterpaduan antar-kalimat, serta ketidakmampuan menekankan gagasan utama. Selain itu, ditemukan pula kesalahan dalam variasi struktur kalimat, paralelisme, dan penalaran logika. Temuan ini mencerminkan lemahnya pemahaman mahasiswa terhadap prinsip-prinsip dasar sintaksis dan kalimat efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan intensif dan bimbingan menulis akademik diperlukan untuk meningkatkan kualitas artikel ilmiah mahasiswa. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran menulis ilmiah di perguruan tinggi.