Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATION IN EDUCATION (CO-OP CO-OP) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA PADA MATERI KUBUS DAN BALOK Yeshy Yeshy; Resy Nirawati; Nurul Husna
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 2, No 1 (2017): Volume 2 Number 1 March 2017
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.26737/jpmi.v2i1.209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Kooperatif tipe Co-Op Co-Op terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, aktivitas siswa, dan untuk melihat keterlaksanaan model pembelajaran Kooperatif tipe Co-Op Co-Op pada materi kubus dan balok kelas VIII SMP Negeri 01 Selakau. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen dan menggunakan desain Pre-Eksperimental dengan bentuk Posttest-Only Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas VIII SMP Negeri 01 Selakau yang terdiri dari lima kelas yang berjumlah 186 siswa. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Adapun sampelnya terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIIID sebagai kelas eksperimen sebanyak 35 orang siswa dan kelas VIIIE sebagai kelas kontrol sebanyak 35 orang siswa. Hasil uji coba soal diperoleh nilai tingkat reliabilitas sebesar 0,88 dengan jumlah 28 siswa dapat diinterpretasikan bahwa soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa mempunyai reliabilitas sangat tinggi dan layak digunakan. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Kooperatif tipe Co-Op Co-Op terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menggunakan perhitungan Uji-t di mana hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh model pembelajaran Kooperatif tipe Co-Op Co-Op terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sebesar 0,91 dengan kriteria kuat. Analisis lembar observasi aktivitas belajar siswa menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belajar siswa, yang mana pada pertemuan pertama diperoleh persentase sebesar 87,15% dan pertemuan kedua sebesar 89,11% dengan kriteria sangat aktif. Analisis lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran Kooperatif tipe Co-Op Co-Op menggunakan perhitungan persentase frekuensi keterlaksanaan diperoleh persentasenya sebesar 81,91% kriteria sangat baik.
Pengembangan Pembelajaran Scientific Berbasis Multirepresentasi Untuk Menunjang Pembelajaran Matematika dalam Kurikulum 2013 Nurul Husna; Nurhayati Nurhayati
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Number 2 September 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.26737/jpmi.v3i2.729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran matematika dengan pendekatan scientific berbasis multirepresentasi dalam kurikulum 2013. Secara rinci tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul yang menunjang pembelajaran matematika dengan pendekatan scientific dalam kurikulum 2013 dan menjelaskan keterpakaian modul yang dikembangkan untuk menunjang pembelajaran matematika dengan pendekatan scientific dalam kurikulum 2013, dan melihat keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam menerapkan modul scientific berbasis multirepresentasi di SMP. Adapun target yang dicapai melalui penelitian ini adalah terbitnya sebuah karya ilmiah yang dapat memberi wawasan dan pengetahuan bagi pembaca melalui publikasi ilmiah dalam jurnal ber-ISSN dan terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D tanpa tahap Dissemination. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VII SMP di Kota Singkawang. Dari populasi yang ada dipilih dua SMP di Kota Singkawang yang menjadi sampel penelitian melalui teknik random sampling. Satu kelas VII yang berada di kedua SMP tersebut diberikan pembelajaran dengan pendekatan scientific berbasis multirepresentasi. Data penelitian diperoleh melalui teknik tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pembelajaran scientific berbasis multirepresentasi dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, modul scientific berbasis multirepresentasi mendapatkan respon yang sangat baik oleh siswa dan memberikan pengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa, serta Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan modul scientific berbasis multirepresentasi terlaksana dengan sangat baik di kelas VII SMP.
Miskonsepsi Siswa Dalam Materi Persamaan Linear Satu Variabel di SMP Nurul Husna
Educatio Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v14i2.1593

Abstract

One of the mathematical material in class VII SMP is Persamaan Linier Satu Variabel (PLSV). Students experience obstacles. Distinguish ideas that belong to concepts and not concepts, and incorrectly define mathematical concepts. If thuis continues, there will be on going students 'misconceptions on material of the linear equation of one variable in class VII SMP N 2 Sebawi and the factors that cause students' misconceptions. The method used is descriptive qualitative. Subjects were 42 students. The result of data analysis showed: (1) the form and percentage of misconception that most students had, namely 85% of students could not distinguish examples and not PLSV examples and not PLSV examples, 97% of students ignored the equivalent simbol (↔) in the PLSV competions process, 71,4% used procedures that are not in accordance with the conditions of completion, 66.7% of students incorrectly determine the number sign, 95.2% of students use the term move segment, 47.6% of students incorrectly determine the results of integer operations, 95.2% of students ignore the PLSV completion requirement, and 64.3% of students made inferences without the correct supporting reason: (2) The percentage of factors that cause the most students' misconceptions is 71% caused by students' preconceptions or false concepts, 71.4% is caused by students' associative thingking, and 90.3% is caused by incomplete reasoning.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS KELANCARAN PROSEDURAL UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK Achmad Fathoni Rodli; Evi Susanti; Nurul Husna; Buyung Buyung
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 7, No 1 (2022): Volume 7 Number 1, March 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v7i1.3296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui hasil pengembangan LKPD  berbasis kelancaran prosedural untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah peserta didik SMP Negeri 20 Singkawang pada materi bilangan bulat; 2) Mengetahui kelayakan LKPD berbasis kelancaran prosedural untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah peserta didik SMP Negeri 20 Singkawang pada materi bilangan bulat ditinjau dari aspek kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan 4D (define, design, develop, tanpa disseminate). Subjek uji coba LKPD adalah peserta didik SMP Negeri 20 Singkawang sebanyak 10 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi LKPD, angket respon peserta didik dan guru, serta soal post-test kemampuan pemecahan masalah. Teknik analisis data menggunakan analisis kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) LKPD berbasis kelancaran prosedural dihasilkan dengan menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop dan tanpa Disseminate). 2) Kelayakan LKPD berbasis kelancaran prosedural ditinjau dari aspek kevalidan memperoleh nilai yang sangat valid dengan nilai rata-rata 108, ditinjau dari aspek kepraktisan memperoleh nilai yang sangat praktis (respon baik) dengan nilai rata-rata dari peserta didik 58 dan nilai dari guru 55, kemudian ditinjau dari aspek keefektifan LKPD efektif karena memperoleh nilai ketuntasan pembelajaran peserta didik diatas KKM. Sehingga LKPD berbasis kelancaran prosedural dapat memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah peserta didik
SOSIALISASI TENTANG PEMANFAATAN APLIKASI ANDROID UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN SISWA SD NEGERI 66 SINGKAWANG TIMUR Dina Anika Marhayani; Rika Wahyuni; Nurul Husna
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.774 KB) | DOI: 10.46368/dpkm.v1i1.281

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa sosialisasi tentang pemanfaatan aplikasi android untuk mendukung pembelajaran siswa SD Negeri 66 Singkawang Timur di Kelurahan Sanggau Kulor. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang pemanfaatan aplikasi android kepada guru dan siswa agar pembelajaran menarik dan menyenangkan. Sasaran dalam kegiatan PPM ini adalah siswa kelas VI Sekolah Negeri 66 Singkawang Timur yang berjumlah 21 orang, serta guru yang berjumlah 6 orang. Metode pelaksanaan pengabdian dibagi menjadi beberapa tahap yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi. Adanya kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa sosialisasi tentang pemanfaatan aplikasi android terjadi peningkatan pemahaman tentang aplikasi android sebanyak 27 orang, artinya terjadinya peningkatan 100%. Manfaat yang dapat diperoleh peserta kegiatan PPM ini antara lain memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan android bagi guru dan siswa.
Students' Mathematic Problem Solving Ability with Problem Solving Learning Model in Class VII SMP Negeri 2 Singkawang Ayu Susantri; Nurul Husna; Buyung Buyung
Jurnal Gantang Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Gantang
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jg.v7i2.4963

Abstract

Students still need to improve their capacity for solving mathematical puzzles. The study aimed to evaluate how well the Problem-Solving learning model helped students become more adept at solving algebra-related mathematical problems. This study is an illustration of hybrid research (Mixed Methods). Class VIIA served as the experimental class, and Class VIID served as the control class for the study. Test forms, observation forms, and interviews served as instruments. Statistics are used in quantitative data analysis, whereas in qualitative data analysis, data is reduced, presented, and conclusions are drawn. The findings revealed that: (1) Mathematical problem-solving skills were improved in Problem-Solving Learning Model classes compared to classes using the Discovery Learning Model; (2) The Problem-Solving Learning Model defined what was meant by active student participation in class, with the percentage of student activity obtained being 41.12% at the first meeting with the quite active category and 89.74% at the second meeting with the very active category.
MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Nadiya Eka Suryani; Citra Utami; Nurul Husna
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 9 No 1 (2023): JUMLAHKU VOL.9 NO.1 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v9i1.2820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis antara siswa yang diterapkan model Problem Based Learning berbantuan Lembar Kerja Siswa dengan siswa yang diterapkan model pembelajaran langsung; 2) perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang diterapkan model Problem Based Learning berbantuan Lembar Kerja Siswa dengan siswa yang diterapkan model pembelajaran langsung; 3) perbedaan peningkatan kemampuan penalaran dan pemecahan masalah matematis siswa yang diterapkan model Problem Based Learning berbantuan Lembar Kerja Siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental dengan rancangan The Nonequivalent Pretest-Posstest Control Group Design yang dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022 di SMP Negeri 6 Singkawang. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan soal pre-test dan post-test pada materi bangun datar segiempat. Pengujian hipotesis menggunakan uji T-Test Independent dan T-Test Paired. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis antara siswa yang diterapkan model Problem Based Learning berbantuan Lembar Kerja Siswa dengan siswa yang diterapkan model pembelajaran langsung; 2) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang diterapkan model Problem Based Learning berbantuan Lembar Kerja Siswa dengan siswa yang diterapkan model pembelajaran langsung; 3) tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan penalaran dan pemecahan masalah matematis siswa yang diterapkan model Problem Based Learning berbantuan Lembar Kerja Siswa.
MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Nadiya Eka Suryani; Citra Utami; Nurul Husna
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 9 No 1 (2023): JUMLAHKU VOL.9 NO.1 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v9i1.2820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis antara siswa yang diterapkan model Problem Based Learning berbantuan Lembar Kerja Siswa dengan siswa yang diterapkan model pembelajaran langsung; 2) perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang diterapkan model Problem Based Learning berbantuan Lembar Kerja Siswa dengan siswa yang diterapkan model pembelajaran langsung; 3) perbedaan peningkatan kemampuan penalaran dan pemecahan masalah matematis siswa yang diterapkan model Problem Based Learning berbantuan Lembar Kerja Siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental dengan rancangan The Nonequivalent Pretest-Posstest Control Group Design yang dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022 di SMP Negeri 6 Singkawang. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan soal pre-test dan post-test pada materi bangun datar segiempat. Pengujian hipotesis menggunakan uji T-Test Independent dan T-Test Paired. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis antara siswa yang diterapkan model Problem Based Learning berbantuan Lembar Kerja Siswa dengan siswa yang diterapkan model pembelajaran langsung; 2) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang diterapkan model Problem Based Learning berbantuan Lembar Kerja Siswa dengan siswa yang diterapkan model pembelajaran langsung; 3) tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan penalaran dan pemecahan masalah matematis siswa yang diterapkan model Problem Based Learning berbantuan Lembar Kerja Siswa.