Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Collaborative Governance: Model Pengembangan Ekowisata di Desa Siangan Anak Agung Gede Oka Wisnumurti; A.A.A Dewi Larantika
Postgraduated Community Service Journal Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.302 KB) | DOI: 10.22225/pcsj.2.1.2021.10-15

Abstract

Siangan Village is one of the villages in Gianyar Regency which is being developed into a tourist village. Beautiful natural panoramas, local arts and elements of unique cultural traditions have the potential to be used as spiritual ecotourism attractions. The community of six traditional villages in Siangan, namely Siangan Traditional Village, Lokasrana, Bandung, Sawan, Purna Desa and Munduk Traditional Village are determined to preserve and utilize these cultural resources. Although an inventory and arrangement of cultural heritage has been carried out, it has not been managed optimally. Therefore, community empowerment is needed in packaging cultural heritage, and relevant ecotourism management strategies are applied in Siangan. The Community Partnership Program (PKM) on the Development of Cultural Heritage-based Spiritual Ecotourism is carried out by targeting community groups, especially the pretenders in the Siangan Village area. The target partner is the village head of Siangan. The problems faced by partners are: (1) the cultural heritage has not been packaged and utilized as a support for spiritual ecotourism, (2) the management of the ecotourism potential has not been integrated. This PKM seeks to carry out the packaging of ecotourism potential in Siangan Village, and a partnership-based ecotourism management model (collaborative governance). The method applied is the method of archaeological documentation, counseling and mentoring. The results of this PKM are expected to increase awareness of cultural heritage conservation, ecotourism management partnership models, which have an impact on community welfare.
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI KEUANGAN DESA ADAT (SIKUAT) DALAM MEWUJUDKAN GOOD LOCAL GOVERNANCE DI BALI Anak Agung Gede Oka Wisnumurti; I Gusti Agung Ayu Yuliartika Dewi; Nyoman Sumawidayani
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 16 No. 02 (2025): Volume 16 No. 2 Juni 2025
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v16i02.13594

Abstract

Bali memiliki dua bentuk desa, yaitu Desa Dinas dan Desa Adat dari kedua bentuk Desa di Bali saat ini yang rnenjadi sorotan adalah Desa Adat. Desa Adat rnerupakan lernbaga adat yang dapat rnenarnpung kegiatan sosial, budaya dan keagarnaan rnasyarakat Hindu di Bali, desa adat menjadi sorotan karena saat ini desa adat rnendapatkan alokasi dana,sehingga dalam pengelolaan keuangan desa adat harus dapat dilaksanakan secara transparan dan Akuntabel. Pengelolaan Keuangan Desa Adat di Bali masih menggalami permasalahan seperti terjadi kasus korupsi dalam pengelolaa dana desa adat, hal ini menunjukkan bahwa keberadaan Sistem Informasi Keuangan Desa Adat (SIKUAT) di Bali belum dapat mewujudkan transparansi dalam pengelolaan keuangan desa adat di Bali. Berdasarkan permasalahan tersebut sehingga perlu adanya pengkajian lebih dalam mengenai implementasi dari aplikasi SIKUAT. Penelitian ini bertujuan menemukan faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi aplikasi SIKUAT dan bertujuan untuk menemukan strategi pengembangan SIKUAT dalam mewujudkan Good Local Governance di Bali. Metode penelitian yang digunakan, yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif,