Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengembangan Media Permainan TESMA Berbasis Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Untuk Meningkatkan Minat Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Negeri 6 Sumerta Ni Kadek Intan Kristina Dewi; Dewa Ayu Made Manu Okta Priantini
Widya Accarya Vol. 15 No. 2 (2024): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.15.2.1584.161-168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa media permainan TESMA berbasis pembelajaran kooperatif tipe TGT untuk meningkatkan minat belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 6 Sumerta yang layak diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan diadopsi dari model ADDIE yang terdiri atas lima tahapan yakni analisis (analyze), Desain (design), Pengembangan (development), Implementasi (implementation), Evaluasi (Evaluation). Subyek penelitian ini terdiri atas dua orang ahli media, dua orang ahli materi, serta pengguna yang terdiri dari 30 orang siswa dan dua orang guru yang merupakan guru di SD Negeri 6 Sumerta. Sedangkan objek penelitian ini meliputi validitas media permainan TESMA berbasis pembelajaran kooperatif tipe TGT untuk meningkatkan minat belajar matematika. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi media dan materi, kuesioner kepraktisan media, dan kuesioner minat belajar matematika. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji validitas materi mendapatkan hasil 0,84 dengan kriteria sangat tinggi, kemudian hasil uji validitas media mendapat hasil 0,91 dengan kriteria sangat tinggi, hasil uji kepraktisan dari dua orang praktisi mendapatkan skor rata-rata yakni 98% dengan kriteria sangat praktis, kemudian hasil uji efektivitas dari hasil kuesioner minat belajar matematika mendapatkan nilai rata-rata yaitu 83% dengan kriteria sangat tinggi. Simpulan penelitian ini adalah media permainan TESMA berbasis pembelajaran kooperatif tipe TGT yang dikembangkan telah memenuhi kriteria layak untuk digunakan dalam pembelajaran matematika di kelas V Sekolah Dasar.
ANALISIS PENDAYAGUNAAN GENERATIVE ARTIFICIAL INTELEGENCE (GAI) OLEH GURU SD KOTA DENPASAR: PERSPEKTIF ETIKA, EFISIENSI, & EFEKTIVITAS Dewa Made Dwicky Putra Nugraha; Priantini, Dewa Ayu Made Manu Okta; Juniayanti, Dewi; Satria, Agus; Andriani, Ni Gusti Ayu
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 11 No 02 (2025)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jpm.v11i02.5290

Abstract

The utilization of artificial intelligence (AI) in primary education is a transformative global phenomenon, yet it highlights the urgency of integrating this technology responsibly and effectively. Previous research indicates gaps in the ethical analysis, teacher time efficiency, and empirical impact on student learning outcomes. Therefore, this study aims to comprehensively assess the use of generative AI by elementary school teachers in Denpasar City from ethical, efficiency, and effectiveness perspectives concerning students. This study applying a quantitative descriptive approach with a cross-sectional survey design, data were collected from 142 elementary school teachers in Denpasar City via an online questionnaire using a Likert scale (1-5). The questionnaire comprised 12 ethics items, 8 efficiency items, and 9 effectiveness items. Descriptive analysis and Pearson correlation were performed. Results indicate that elementary school teachers in Denpasar selectively utilize generative AI (e.g., ChatGPT, Canva AI, Quizziz AI) according to specific pedagogical needs. Teachers' perceptions of the ethics (mean = 3.58), efficiency (mean = 3.70), and effectiveness (mean = 3.63) of AI use were categorized as "high." Significant correlations were found between the dimensions, with the strongest correlation observed between efficiency and effectiveness (r = 0.659, p < 0.01), suggesting that the ease and practicality of AI significantly influence perceived learning effectiveness. In conclusion, elementary school teachers in Denpasar have adopted generative AI ethically, efficiently, and effectively. Recommendations include continuous AI literacy training (functional, ethical, pedagogical) and empowering teachers as designers of learning with AI to ensure responsible and optimal integration.
Inovasi Dalam Pengembangan Pedagogi Di Era Digital: Pelatihan Penggunaan Artificial Intelligence untuk Mendukung Personalized Learning dalam Pembelajaran Dewa Ayu Made Manu Okta Priantini; I Wayan Aryawan; Dewi Juniayanti; I Gusti Ngurah Santika; Dewa Made Dwicky Putra Nugraha; I Made Astra Winaya
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/487p7b64

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pendekatan pembelajaran dan menuntut guru untuk menguasai inovasi pedagogi modern, termasuk penggunaan Artificial Intelligence (AI). Di SD Negeri 2 Yehkuning, guru masih menghadapi keterbatasan literasi digital dan belum memahami penerapan AI untuk mendukung personalized learning. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan yang berfokus pada penggunaan AI untuk merancang pembelajaran adaptif, diferensiasi konten, serta pembuatan asesmen otomatis. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui workshop, praktik langsung, simulasi penerapan AI di kelas, serta pendampingan intensif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman guru terhadap konsep AI, kemampuan menggunakan tools seperti ChatGPT, MagicSchool.ai, dan EduAide.ai, serta kemampuan menyusun RPP berbasis personalized learning. Program ini berdampak positif pada pengembangan pedagogi digital dan meningkatkan kesiapan guru dalam mengintegrasikan AI secara berkelanjutan di lingkungan sekolah dasar