Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

SIMULASI NUMERIK PENGEKANGAN BETON OLEH TULANGAN TRANSVERSAL Edi Santoso
ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku beton yang terkekang oleh tulangan transversal adalah suatu topik pembahasan yang sudah terbilang klasik tetapi masih relatif sedikit studi yang telah dilakukan dengan menggunakan model komputasi untuk simulasi yang realistis perilaku beton yang terkekang oleh tulangan transversal. Studi model elemen hingga untuk penyelidikan perilaku beton yang terkekang oleh tulangan sengkang dilakukan. Pengembangan model diuraikan secara detil, dan dibahas pertimbangan pemodelan yang paling tepat. Model ditetapkan dengan mengacu dari beberapa hasil penelitian dari para peneliti terdahulu yaitu penampang persegi ukuran 200x200 mm dan penampang lingkaran diameter 200 mm dengan panjang 600 mm dan memakai sengkang dengan jarak 80 mm. Hasil pengamatan dan analisis menunjukkan bahwa (1) secara umum distribusi tegangan pengekangan sangat dipengaruhi oleh susunan dari sengkang,(2) Pembesaran tegangan pengekangan secara umum akan lebih besar pada penampang dimana sengkang terletak pada penampang di antara dua sengkang terdekat, (3) Untuk kolom persegi, tegangan pengekangan yang lebih tinggi terjadi pada daerah sudut sengkang dan sepanjang arah sisi-sisi dari sengkang,(4) Pembesaran dan keseragaman dari tegangan pegekangan akan lebih besar pada kolom persegi dengan 8 tulangan daripada kolom persegi dengan 4 tulangan,(5) Pada kolom bulat menampilkan suatu distribusi tegangan pengekangan yang agak seragam di sekitar inti pengekangan.Kata kunci: beton, pengekangan, tulangan transversal, simulasi numerik, model elemen hingga
ANALISA PENGARUH TINGGI JATUHAN AIR TERHADAP HEAD POMPA HIDRAM Gatut Prijo Utomo; Supardi Supardi; Edi Santoso
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 02 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v1i02.547

Abstract

Pompa hidram merupakan salah satu pompa air yang hemat energi dan ramah lingkungan. Pompa hidram merupakan teknologi tepat guna dalam bidang pemompaan dengan menggunakan tenaga momentum air (water hammer) untuk menaikkan air, sehingga pompa hidram salah satu pompa air yang tidak menggunakan BBM dan listrik. Efektivitas kinerja pompa hidram dipengaruhi oleh beberapa parameter antara lain diameter pipa, tinggi jatuhan air ( reservoir) , katub buang, tabung udara pada pompa hidram, panjang pipa inlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan menganalisa pengaruh tinggi jatuhan air  pada pompa hidram terhadap debit pompa dan tinggi pemompaan. Metode penelitian ini melalui perancangan instalasi pompa hidram dan pengamatan pengaruh ukuran tinggi jatuhan air (2,9 m, 3,2 m, 3,5 m ),  terhadap nilai tekanan (H) pompa hidram. Pengujian ini dilakukan di LAB Proses Produksi (PP) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Semakin tinggi jatuhan air pada pompa hidram, maka heda tekan pada pompa hidram  yang dihasilkan akan semakin tinggi. Jadi nilai tekanan yang ada di dalam pompa hidram dengan nilai yang lebih maksimal adalah head yang di hasilkan dengan nilai rata – rata (H) 17 bar atau setara 173 m dengan pipa output 0,5 inchi dan debit air yang dihasilkan dengan rata – rata (Q) 6,7 liter/menit. Hal ini disebabkan karena momen tumbukan air yang terbesar pada ketinggian jatuhan 3,5 m.Kata kunci : Pompa Hidram
Analisis Kinerja Bangunan Gedung Tinggi Dengan Penambahan Dinding Geser (Studi Kasus: Bangunan 8 Lantai) M Mirza Abdillah Pratama; Septiana Dyah Sugmana Putri; Edi Santoso
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v7i2.6922

Abstract

Shear walls in high-rise buildings serve to increase the resistance of high-rise buildings to lateral loads. This study aims to compare the structural performance of an existing 8 (eight) storey building designed as a special moment resisting frame structure against a building designed as a dual system, which consists of: structural vibration time, base shear force, displacement, and drift. Three configurations for shear walls are designed, as follows: (1) L-shaped located at the corner of one side of the building, totaling 2 (two) units (SW1); (2) L-shaped located at the four corners of the building totaling 4 (four) units (SW2); and 3) I-shaped located along the side of the building totaling 6 (six) units (SW3). Simulations are run using the Etabs by taking into account dead loads, live loads, and earthquake loads. The results show that the addition of shear walls can: (1) reduce the vibration period of the structure up to 62,55% in SW3, (2) increase the base shear force up to 86,34% in SW3, (3) reduce peak displacement up to 84,86% in SW3, and (4) reduce the drift between floors up to 89,58% in SW3. However, the SW2 is considered to be better applied to the building by taking into account the structural performance, effectiveness and efficiency factors.
Perencanaan Koefisien Reduksi Daya Dukung Tanah untuk Pondasi Dangkal pada Wilayah Fluktuasi Muka Air Tanah Tinggi Fadila Fitria Wulandari; Eko Suwarno; Edi Santoso
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 7 No 3 (2023): G-Tech, Vol. 7 No. 3 Juli 2023
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/gtech.v7i3.2594

Abstract

The development of housing infrastructure in Indonesia, including in Tegal Gondo Village, Karangploso, Malang, has attracted people to develop multiple levels house. However, the fluctuating soil conditions (groundwater level fluctuating) became a problem because several houses had cracks in the sloof and walls. Therefore, shallow foundation planning needs to be done by considering the reduction coefficient of soil bearing capacity. This research involved field data collection, laboratory testing, and analysis using Plaxis Version 8.2 software and manual calculations using the Terzaghi formula. The results showed a φR value (reduced soil carrying capacity) of 0.64 at a depth of -1.00 m, and a φR value of 0.55 at a depth of -2.00 m.
Studi Perbandingan Performa Ketidakberaturan Horizontal Bangunan Terhadap Beban Gempa Andra Akmal Maulidani; Dzul Fikri Muhammad; Muhammad Abdul Rahman; Edi Santoso
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 8 No 2 (2024): G-Tech, Vol. 8 No. 2 April 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/gtech.v8i2.4090

Abstract

Indonesia is located on 3 large tectonic plates, making the Indonesian region vulnerable to earthquakes. To overcome this, it is necessary to plan buildings that are earthquake resistant. High population growth has resulted in many different models of tall buildings. These diverse building models have led to the emergence of irregular building designs, both horizontally and vertically. This irregularity can affect the results of structural analysis of earthquake loads. This research discusses the effect of horizontal irregularities in buildings on earthquake loads with the results of research that regular buildings have structural stiffness properties that are relatively stiffer than irregular buildings. In addition, irregularities also result in smaller deviation values ​​between floors in the X direction and larger in the Y direction when compared to irregular.
PENERAPAN STANDAR NEW NORMAL PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA MALANG Bambang Djatmiko; Nemesius Bambang Revantoro; Edi Santoso; Muhamad Aris Ichwanto
Bangunan Vol. 28 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v28i12023p13-24

Abstract

Akibat pandemi covid 19 pelaksanaan proyek konstruksi mengalami keterlambatan. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan sejauh mana para pelaksana konstruksi yang melanjutkan pekerjaanya dengan menerapkan standar new normal di Kota Malang. Sejauh penelusuran penelitian jenis ini belum pernah dilakukan. Populasi dan sampel purposive [10] tenaga kerja proyek, yaitu: 1) Bangunan gedung 30 orang dan 3) Bangunan perumahan 30 orang. Jika penelitian ini berhasil, maka bisa dipakai rujukan pemerintah daerah maupun owner untuk bahan pertimbangan pengambilan keputusan serta penelitian lebih lanjut. Kesimpulan:(1) Penerapan new standar normal covid 19 pada lingkungan proyek konstruksi bangunan gedung akumulasi rerata sebesar 89,00 % katergori bahaya terhadap penyebaran covid 19, (2) Penerapan new standar normal covid 19 pada lingkungan proyek perumahan kumulasi sebesar 61,73 %, katergori bahaya terhadap penyebaran covid 19 dan (3) Terdapat perbedaan yang signifikan penerapan standar normal new covid 19 pada proyek konstruksi bangunan gedung dengan lingkungan proyek perumahan dan sama- sama berbahaya terhadap penularan covid 19.
OPTIMASI BENTUK RANGKA ATAP STRUKTUR KUDA-KUDA BAJA CANAI DINGIN Irfan Adhe Mashudi; Edi Santoso; Nindyawati Nindyawati
Bangunan Vol. 25 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v25i12020p9-20

Abstract

Pertumbuhan atau kenaikan penduduk Indonesia yang sangat pesat mengakibatkan bertambahnya jumlah kebutuhan rumah tinggal yang juga semakin meningkat. Saat ini pembangunan seperti apartemen, dan perumahan sangat banyak didaerah perkotaan yang diakibatkan karena bertambahnya penduduk, atau migrasi dari desa ke perkotaan untuk mengimbangi dari pertumbuhan penduduknya. Rumah - rumah yang dibangun di perumahan pada umumnya banyak yang menggunakan rangka baja ringan sebagai atapnya. Material rangka atap biasanya dari kayu, beton, baja dan baja ringan, masing-masing memilik kelebihan dan kekurangannya. Dalam hal ini material kuda-kuda baja ringan mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan material yang lainnya dalam penelitian-penelitian yang dilakukan sebelumya. Beberapa tipe rangka untuk baja canai dingin antara lain tipe Howe, Pratt, Fan, Fink, Scissors dll. Untuk itu perlu dilakukan optimasi dari bentuk-bentuk rangka kuda-kuda baja ringan, untuk mencari bentuk rangka yang optimum, aman, ekonomis dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bentuk optimum maksimal dari rangka kuda-kuda baja ringan, megetahui beban maksimal, lendutan maksimal pada konfigurasi rangka, angka keamanan dan pola keruntuhan dari rangka kuda-kuda baja ringan akibat beban statis, sehingga bisa dijadikan sebagai rujukan untuk diterapkan pada jenis-jenis rangka kuda-kuda baja ringan yang lain. Dari penelitian ini didapatkan hasil berdasarkan pemodelan secara analitis dari beberapa tahap bentuk dari rangka kuda-kuda baja canai yang ditemukan, yakni bentuk rangka Fink yang dimodifikasi dengan batang horizontal dengan tipe F1 pada proses modifikasi. Pada tahap selanjutnya yakni proses kombinasi rangka tidak mencapai bentuk yang optimum. Lendutan maksimum pada pemodelan secara analitis yakni sebesar 11.17 mm pada beban 2250 kg. Sedangkan pada pemodelan prototipe lendutan maksimum yang terjadi sebesar 11.33 mm pada beban 1270.99 kg dan didapatkan hasil angka keamanan yang direkomendasikan sebesar 1,4. Untuk pola keruntuhan keruntuhan yang terjadi, pada ½, ¼ bentang terjadi tekuk torsi, dan pada bagian tumpuan terjadi tekuk lentur torsional.
PENERAPAN VALUE ENGINEERING TERHADAP PEKERJAAN STRUKTUR ATAS PADA PROYEK PEMBANGUNAN MALANG CREATIVE CENTER Faza Yolyapri; Nemesius Bambang Revantoro; Edi Santoso
Bangunan Vol. 30 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v30i12025p17-27

Abstract

Perencanaan dalam Pembangunan Gedung Malang Creative Center mempunyai permasalahan dari segi aspek biaya yang besar dan juga ketidakefisienan dan pemborosan material. Penelitian ini berfokus pada pekerjaan struktur atas jumlah anggaran yang paling tinggi, Item pekerjaan yang akan dianalisis value engineering merupakan item pekerjaan struktur atas yang memiliki biaya tertinggi berdasarkan dari data RAB yaitu pada pekerjaan pelat, balok, dan kolom. Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan alternatif terbaik sebagai pengganti desain awal sehingga mendapatkan pengurangan biaya seefisien mungkin tanpa mengurangi fungsi, mutu, dan kualitas dan item pekerjaan tersebut. Penelitian ini menggunakan analisis tahapan value engineering yang terdiri dari tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis, dan tahap rekomendasi. Alternatif yang akan digunakan adalah dengan peningkatan mutu beton untuk mengurangi dimensi penampang dan tulangan besi sebagai alternatif pertama dan penggantian metode konvensional menjadi pracetak sebagai alternatif kedua. Alternatif yang menghasilkan penghematan setelah dilakukan analisis value enginnering sebagai penganti desain awal adalah peningkatan mutu beton untuk mengurangi dimensi penampang dan tulangan besi. Pada pekerjaan pelat dihasilkan penghematan sebesar Rp. 928.295.485 atau 6,90 persen dari biaya desain awal. Pada pekerjaan balok dihasilkan penghematan sebesar Rp. 1.951.718.459 atau 8,93 persen dari biaya desain awal. Pada pekerjaan kolom dihasilkan penghematan sebesar Rp. 1.093.040.793 atau 11,59 persen dari biaya desain awal. Besar penghematan terhadap total pekerjaan struktur atas didapatkan sebesar Rp. 3.973.054.737 atau 8,32 persen dari biaya desain awal.