Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya variasi bahasa berdasarkan status sosial, usia, jenis kelamin pada masyarakat di Lingkungan Kelurahan Santi Kecamatan Mpunda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dari beberapa referensi yakni buku, jurnal, dan melalui wawancara dengan beberapa informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor terjadinya variasi bahasa berdasarkan status sosial, usia, dan jenis kelamin, tidak hanya disebabkan oleh penutur yang tidak homogen, tetapi juga karena aktivitas interaksi sosial yang mereka lakukan sangat beragam. Setiap kegiatan menyebabkan variasi bahasa. Dalam penggunaan bahasa terlihat adanya variasi bahasa yang dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, yakni siapa yang berbicara, dengan siapa orang itu berbicara, kapan dia berbicara, dimana dia berbicara, dan untuk tujuan apa dia berbicara. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis, hasil penelitian ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan linguistik, khususnya variasi bahasa berdasarkan status sosial, usia dan jenis kelamin. Dari segi praktis, hasil penelitian ini dapat membedakan, baik dalam pemilihan topik, tutur kata, maupun gaya bahasa dalam kumpulan percakapan. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan gambaran tentang penerapan kajian sosiolinguistik kepada peminat dan pemerhati di bidang linguistik (bahasa).