Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH ATTACHMENT BASED FAMIY THERAPY (ABFT) TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN PSIKOLOGIS ANAK YANG MENGALAMI KETERLANTARAN DI DESA CIKOLE KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Mahatir Muhammad; Susilawati; Tuti Kartika
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 4 No 1 (2021): JURNAL PAPATUNG Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v4i1.355

Abstract

This study aims to examine the influence of Attachment Based FamilyTherapy (ABFT) therapy toward the Efforts to Increasing Fulfillment of children Psychological Needs Who unattended.Parent's activities to build attachments by praising, accompanying, and caressing are focus of intervention in this research. The research approach is quantitative research using Single Subjeck Design (SSD). The research model used is A-B-A which occurs from three phases of the other. Phase A1 (baseline), Phase b (Intervention), and phase A2 (result). The instrument used is the behavior observation quotation sheet. Data collection techniques such as observations, interviews, questionnaires, documentation studies and recording of permanent products. The data obtained were analyzed by way of graph making, descriptive statistics, and visual inpection analysis. Visual inspection analysis consists of analysis under conditions and inter conditions. The result of the research shows that Attachment Based Family Theapy (ABFT) application is effective to improve the attachment to the parents so that it is effective in improving fulfilling the psychological needs of the children feel they are getting the counseling, feel protected and feel accompanied. Keywords: Attachment Based Family Therapy (ABFT), praise, accompany the children. The recommendation of this research is directed to social work to deal with the problem of children less getting Atttacment from their parents. For advanced research, it is suggested to symbolize the more flexible and flexible attachment in increasing the needs of the children.
Aksi Pengubahan Perilaku Cegah Stunting di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat Dwi Yuliani; Ellya Susilowati; - Susilawati; Tuti Kartika; Mira Azzasyofia
Jurnal Tiarsie Vol 18 No 5 (2021): Jurnal TIARSIE 18.5 (edisi ekstra)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32816/tiarsie.v18i5.125

Abstract

Masalah stunting merupakan isu Nasional yang harus ditangani oleh berbagai pihak mulai dari pemerintah pusat sampai dengan masyarakat pada level bawah di tingkat Desa atau bahkan RT/RW. Politeknik Kesejahteraan Sosial dengan didukung penuh oleh Tanoto Foundation telah melakukan Aksi Pengubahan Perilaku Cegah Stunting (Aksi Hanting). Aksi ini dibangun dari hasil kajian tim dosen tentang strategi pengubahan perilaku masyarakat dalam pencegahan stunting di Kabupaten Garut. Hasil kajian menunjukan kurangnya pemahaman masyarakat dalam pencegahan stunting yterutama terkait aspek kesehatan diri dan lingkungan, pola makan, dan pengasuhan. Berdasarkan temuan kajian tersebut disusun strategi untuk mengatasi masalah stunting yang mencakup Tri Darma Perguruan Tinggi. Dibidang pengajaran telah disusun kurikulum yang memasukan materi Aksi Hanting ke dalam materi perkuliahan untuk mata kuliah kajian anak. Dibidang penelitian, temuan ini menjadi sumber gagasan dosen dan mahasiswa dalam melanjutkan penelitian tentang pencegahan stunting. Serta untuk bidang pengabdian masyarakat telah disusun modul pelatihan serta pedoman pengabdian masyarakat dalam pencegahan stunting
MODEL HOME VISITATION DALAM PENGUATAN PENGASUHAN KELUARGA: (Studi Tentang Pengubahan Komunitas Pada Keluarga Dampingan SOS Children’s Village Lembang) Giri Pamungkas; Ellya Susilowati; Tuti Kartika
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 3 No 1 (2021): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.036 KB) | DOI: 10.31595/biyan.v3i1.385

Abstract

Home Visitation adalah kegiatan kunjungan rumah yang dilakukan oleh Educator FSP/ Pekerja Sosial untuk melakukan monitoring terhadap implementasi pengasuhan oleh keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) memperoleh gambaran kondisi awal home visitation pada keluarga dampingan SOS Children’s Village Lembang, 2) menyusun desain model home visitation dalam penguatan pengasuhan keluarga pada keluarga dampingan SOS Children’s Village Lembang, dan 3) menyempurnakan model home visitation dalam penguatan pengasuhan keluarga. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian sekunder (Metode Analisis Data Sekunder). Sumber data dalam penelitian menggunakan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dan Expert Judgement. Gagasan desain yang diusulkan dalam penanganan anak terlantar di Desa Lembang diwujudkan melalui bentuk model home visitation dalam penguatan pengasuhan keluarga pada keluarga dampingan SOS Children’s Village Lembang. Sasaran dalam kegiatan Home Visitation bagi keluarga dampingan SOS Children’s Village Lembang adalah keluarga-keluarga (Orang tua/ Wali) yang menjadi dampingan SOS di Lembang. Pemberian penguatan pengasuhan keluarga dapat mencegah terjadinya penelantaran, perlakuan salah, dan keterpisahan anak dari keluarganya.
Design Model for the Development of Social Welfare Centres (Puskesos) in Solving Problems and Fulfilling the Development Needs of Puskesos in West Java Dwi Yuliani; Susilawati; Tuti Kartika
International Journal of Science and Society Vol 5 No 1 (2023): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v5i1.659

Abstract

To achieve prosperity, every citizen has the right to receive the services they need. The government then increases people’s access to these services through the Integrated Service and Referral System (SLRT) at the district/city level and networks with the Social Welfare Center (PUSKESOS) at the village/sub-district level. However, unfortunately, many residents still find it difficult to access the basic services they need. This research then aims to develop an engineering model that can solve and meet the needs of the development of Social Health Centers in West Java. This research will be carried out using a descriptive qualitative approach. The data analysis method used is R&D. Then, the data used in this study came from various research results and interviews. The results of this study then produced a referral service model through Puskesos in Indonesia. This model focuses more on strengthening the capacity of social volunteers as Puskesos officers. Through this model, it is hoped that various problems and needs in developing Puskesos in West Java can be resolved.
SELF-HEALING FOR WOMEN WITH UNWANTED PREGNANCIES AT YAYASAN RUMAH TUMBUH HARAPAN BANDUNG Tuti Kartika; Arini Dwi Deswanti; Muhammad Ananta Firdaus; Mira Azzasyofia; Vrinsca Paulus
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 12, No 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i1.31791

Abstract

Abstract. Women who experience unwanted pregnancies (PKTD) face very complex problems: being left behind by the man who impregnated them, being expelled by their families, being stigmatized by society, feeling deep shame and guilt, and losing their future. This study aims to examine the problem of unwanted pregnancy and its solution by RUTH Foundation. The research method is descriptive qualitative with data collection techniques of in-depth interviews, documentation study, observation, and Focus Group Discussion. The results of the study illustrate that the PKTD have problems of shame and fear, loss of future, and being left by the man who impregnated them. This research also succeeded in identifying self-healing services provided by the RUTH Foundation, namely healing carried out by the KTD women themselves with assistance from RUTH Foundation officers. The media used are sewing, knitting, painting, baking, flower arranging, going to nature, and other entertainment media. Self-healing is carried out continuously by emphasizing the willingness and ability of KTD women. The conclusion of this study is that self-healing by the RUTH Foundation has succeeded in leading women with domestic violence to forgive themselves and accept the situation they are in. Forgiving themselves and accepting the conditions experienced has opened up space for women with domestic violence to foster self-motivation and build a fighting spirit to continue a better life. The most important thing is that the Ruth Foundation has saved two generations, namely the CVC herself as a mother and the fetus in her mother's womb. Keywords: Women, unwanted pregnancy, self-healing. Abstrak. Perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan (PKTD) menghadapi permasalahan sangat kompleks: ditinggal lelaki yang menghamilinya, diusir keluarga, mendapatkan stigma masyarakat, rasa malu dan bersalah yang mendalam, serta kehilangan masa depan. Studi ini bertujuan mengkaji permasalahan PKTD dan solusinya oleh Yayasan RUTH. Metode penelitian berbentuk deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, studi dokumentasi, observasi, dan Focus Group Discussion. Hasil penelitian menggambarkan bahwa PKTD memiliki masalah rasa malu dan takut, kehilangan masa depan, dan ditinggal lelaki yang menghamilinya. Penelitian ini juga berhasil mengidentifikasi pelayanan self healing yang diberikan oleh Yayasan RUTH yakni penyembuhan yang dilakukan oleh perempuan KTD itu sendiri dengan pendampingan dari petugas Yayasan RUTH. Media yang digunakannya adalah menjahit, merajut, melukis, membuat kue, merangkai bunga, pergi ke alam terbuka, dan media hiburan lainnya. Self healing dilakukan secara terus menerus dengan menekankan pada kemauan dan kemampuan perempuan KTD. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa self healing oleh Yayasan RUTH berhasil mengantar perempuan KTD memaafkan dirinya dan menerima situasi yang dialaminya. Memaafkan diri sendiri dan menerima kondisi yang dialami telah membuka ruang bagi perempuan KTD untuk menumbuhkan motivasi diri dan membangun semangat juang melanjutkan kehidupan yang lebih baik. Hal paling penting adalah Yayasan Ruth telah menyelamatkan dua generasi, yaitu PKTD itu sendiri sebagai seorang ibu dan janin dalam kandungan ibunya.  Kata kunci: Perempuan, kehamilan tidak diinginkan, self-healing.
Pendekatan Partisipatif Untuk Pencegahan Stunting melalui Pelatihan Konten Kreator TIKTOK bagi Remaja Rentan di Wilayah Kelurahan Tengah Jakarta Timur Hastin Trustisari; Tuti Kartika
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 02 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i02.2510

Abstract

Remaja rentan merupakan salah satu kelompok risiko yang sering diabaikan dalam pemberian edukasi tentang pencegahan stunting. Pendekatan partisipatif digunakan untuk memastikan remaja rentan terlibat aktif mulai dari perencanaan sampai evaluasi pada kegiatan pencegahan stunting. Tujuan pengabdian masyarakat ini difokuskan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja dalam pencegahan stunting sejak dini. Strategi yang digunakan dengan menyelenggarakan pelatihan pembuatan konten kreatif melalui platform TIK-TOK dengan pesan pencegahan stunting remaja. Metode yang digunakan meliputi tahapan pra persiapan, persiapan, pelaksanaan, evaluasi serta tindak lanjut. 10 Remaja berumur 15-21tahun pada lokasi rentan stunting di Kelurahan Tengah Jakarta Timur menjadi sasaran utama pelatihan ini. Pelatihan difokuskan pada peningkatan pengetahuan pencegahan stunting dan penggunaan media sosial TIK-TOK sebagai sarana edukasi dan advokasi pencegahan stunting pada remaja. Hasil kegiatan ini menghasilan video TIKTOK dengan pesan pencegahan stunting dengan target remaja. Video ini juga diuplod di youtube dan mendapatkan di HKI/Hak Kekayaan Intelektual. Rekomendasi kedepan, kegiatan stunting berfokus pada remaja perlu ditingkatkan dengan menggunakan media sosial sebagai sarana edukasi bagi remaja dapat dilakukan lebih massif lagi.
Collaborative Social Work Practices in Multi-Service Female Juvenile Rehabilitation: A Case Study of ATENSI Implementation in Indonesia Bambang Rustanto; Tuti Kartika; Ayi Haryani; Dwi Yuliani; Susilawati Susilawati; Nisa Almalia Nurfauziah
West Science Social and Humanities Studies Vol. 4 No. 06 (2026): West Science Social and Humanities Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsshs.v4i06.2868

Abstract

This study investigates collaborative social work practices in the context of female juvenile rehabilitation in Indonesia, focusing on the operationalization of the ATENSI (Social Rehabilitation Assistance) framework. Triggered by the increasing vulnerability of adolescent girls, the research explores how integrated, multi-stakeholder, and trauma-informed approaches can enhance institutional care. While ATENSI offers a policy-level shift toward inclusive and holistic service delivery, its implementation in gender-specific settings remains underexplored. Using a mixed-methods sequential explanatory design, the study combines survey data from 75 social workers with qualitative insights from interviews, focus group discussions, and field observations at two major rehabilitation centers. Findings reveal strong internal collaboration, particularly between social workers and psychologists, but limited integration of vocational trainers and external stakeholders, such as NGOs and local governments. Barriers include digital inequities, absence of trauma-informed SOPs, role ambiguity, and sociocultural taboos related to female trauma. The study contributes both empirical and conceptual advancements to global social work discourse. Empirically, it maps gender-responsive collaboration dynamics in a rarely studied Global South context. Conceptually, it introduces the ATENSI Gender-Responsive Collaborative Framework—an integrative model synthesizing collaborative governance, networked social work, and trauma-informed gender-sensitive practice. This research addresses a critical knowledge gap by offering a scalable, context-adaptive model for institutional rehabilitation systems dealing with compounded vulnerabilities in adolescent girls. Its findings are relevant for international audiences seeking to strengthen collaborative practices in gender-responsive care, particularly in resource-constrained settings.
Social Work Practice and Communication for Girl Survivors of Sexual Violence: A Social Rehabilitation Perspective in Indonesia Bambang Rustanto; Ayi Haryani; Tuti Kartika; Pribowo; Susilawati; Dwi Yuliani; Aryohaji Istyawan
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v11i2.6837

Abstract

Sexual violence against girls constitutes a serious violation of human rights, with profound physical, psychological, and social consequences that require comprehensive and sustained responses. Within this context, such violence is closely linked to gendered power relations and vulnerabilities shaping girl’s experiences and recovery processes. This study aims to examine social work practice and communication in social rehabilitation for girl survivors of sexual violence at a Handayani Jakarta Service Center in Indonesia. A qualitative phenomenological approach was employed, with data collected through in-depth interviews, observations, and document analysis involving five purposively selected informants, consisting of three social workers, one acting head of the center, and one administrative head; data were analyzed through reduction, display, and conclusion drawing. The findings indicate that social rehabilitation is implemented through stages including assessment, service planning, interventions across family, community, and residential settings, as well as monitoring and post-service support, with social workers performing on practice and communication within a survivor-centered approach. The study concludes that strengthening professional capacity, cross-sector coordination, and inclusive strategies is essential to support the sustainable recovery of girl survivors.