Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search
Journal : JURNAL AGROHITA

SUBSTITUSI PROPORSI SEKAM PADI DAN PEMBERIAN NUTRISI AIR LERI TERHADAP PRODUKSI JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE (BULL.) SINGER) Anggi Ayu Anggraeni; Ani Lestari; Rommy Andhika Laksono
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6807

Abstract

 Perlu adanya media dan nutrisi alternatif yang mudah tersedia dan melimpah keberadaannya dengan lokasi produksi jamur merang guna mendapatkan hasil yang menguntungkan melalui pemanfaatan limbah pertanian. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Terdapat dua faktor yang terdiri dari sembilan perlakuan dalam empat kali ulangan, sehingga seluruhnya terdapat 36 unit percobaan. Faktor pertama adalah substitusi proporsi sekam padi yang terdiri dari tiga taraf, yaitu : s1 (9,5 kg/petak); s2 (11 kg/petak); dan s3 (12,5 kg/petak). Sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi nutrisi air leri yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : l1 (354 ml/l); l2 (417 ml/l); dan l3 (482 ml/l). Pengaruh perlakuan dianalisis dengan analisis ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka untuk mengetahui perlakuan yang terbaik dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara substitusi proporsi sekam padi dan pemberian nutrisi air leri terhadap semua parameter pengamatan. Faktor mandiri substitusi proporsi sekam padi taraf s3 (12,5 kg/petak) mampu memberikan hasil terbaik pada panjang badan buah, bobot bersih badan buah, jumlah badan buah, dan  total panen per hari, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Sedangkan faktor mandiri pemberian nutrisi air leri taraf l3 (482 ml/l) ) mampu memberikan hasil terbaik pada panjang badan buah, diameter badan buah, jumlah badan buah, dan total panen per hari, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. 
PENGARUH PEMBERIAN MUTAGEN KIMIA Ethyl Methane Sulphonate (EMS) TERHADAP KERAGAMAN FENOTIPE TANAMAN HIAS Anthurium jenmanii lemon SECARA IN VITRO Lilik Listiani; Ani Lestari; Nurcahyo Widyodaru; Edhi Sandra
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4162

Abstract

Anthurium jenmanii merupakan salah satu komoditas tanaman dengan nilai ekonomi tinggi sehingga variasi serta keragamannya perlu terus dikembangkan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan konsentrasi EMS yang optimal bagi pertumbuhan serta terbentuknya variasi dari tanaman hias Anthurium jenmanii lemon. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 5 taraf konsentrasi mutagen EMS yang diulang sebanyak 10 kali sehingga terdapat 50 satuan unit percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah : E0 (0 mg/l) sebagai kontrol, E1 (10 mg/l), E2 (20 mg/l), E3 (30 mg/l), E4 (40 mg/l). Parameter yang dicapai yaitu suhu dan kelembapan, persentase kontaminasi dan eksplan hidup, jumlah daun, jumlah tunas, dan jumlah akar yang diamati pada 2 Msk, 4 Msk, 6 Msk, 8 Msk, 10 Msk, dan 12 Msk, warna tunas, dan respon lain. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut LSD taraf 5%. Hasil menunjukkan pemberian beberapa konsentrasi EMS tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah tunas, dan jumlah akar eksplan Anthurium lemon. E0 dan E1 memiliki laju pertumbuhan tunas tertinggi dengan rata-rata 3 dan 3,6. E1 dan E2 menghasilkan warna tunas kuning dengan notasi 2.5 GY 9/10 dan 7.5 Y 7/8.
PENGARUH SUBTITUSI SEKAM PADI DAN KONSENTRASI AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE. BULL) Novia Hermawati; Ani Lestari; Hayatul Rahmi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6808

Abstract

Jamur merang merupakan jamur yang membutuhkan media tumbuh yang mengandung selulosa. Jerami padi yang digunakan sebagai media tumbuh jamur merang keberadaannya terbatas sehingga dibutuhkan media alternatif yang memiliki kualitas yang sama dengan jerami. Sekam padi merupakan salah satu dari pengolahan padi yang memiliki kandungan berupa selulosa, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media tumbuh jamur merang.Dalam penelitian ini digunakan media tambahan berupa sekam padi dan pemberian konsentrasi air kelapa.Percobaan ini dilaksanakan di kumbung jamur merang, Desa Pacing Kecamatan Jatisari, pada bulan Juni hingga Juli 2021.Metode percobaan yang dilakukan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 4 ulangan. Terdapat 7 perlakuan yaitu A (tanpa perlakuan sekam padi dan air kelapa), B (sekam padi 75% + jerami 25%+ air kelapa 125 ml), C (sekam padi 75% + jerami 25% + 250 ml), D (sekam padi 50% + jerami 50%+ air kelapa 125 ml), E (sekam padi 50% + jerami 50%+ air kelapa 250 ml), F (sekam padi 25% + jerami 75%+ air kelapa 125 ml), G (sekam padi 25%+ jerami 75%+ air kelapa 250ml). apabila data dianalisis dengan sidik ragam dan uji taraf 5% menunjukkan hasil yang signifikan, maka dilakukan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% untuk mengetahui perlakuan yang paling baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sekam padi dan konsentrasi air kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil jamur merang (Volvariella volvaceae Bull) memberikan pengaruh yang tidak nyata pada setiap parameter.
PENGARUH SUBSTITUSI MEDIA SERABUT KELAPA DAN PEMBERIAN NUTRISI EKSTRAK TAUGE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE) Aullia Oktaviani; Ani Lestari; Nurcahyo Widyodaru Saputro
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6830

Abstract

Budidaya jamur merang dapat dilakukan dengan menggunakan media tanam yang diperoleh dari limbah hasil pertanian.Pada percobaan ini digunakan media tanam serabut kelapa dan pemberian nutrisi organik ekstrak tauge, yang bertujuan untuk mengetahui komposisi media dan dosis nutrisi yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil jamur merang.Metode percobaan yang dilakukan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 3 ulangan. Terdapat 9 perlakuan, yaitu A (serabut kelapa 0% + ekstrak tauge 0%); B (serabut kelapa 0% + ekstrak tauge 40%); C (serabut kelapa 0% + ekstrak tauge 60%); D (serabut kelapa 15% + ekstrak tauge 0%); E (serabut kelapa 15% + ekstrak tauge 40%); F (serabut kelapa 15% + ekstrak tauge 60%); G (serabut kelapa 30% + ekstrak tauge 0%); H (serabut kelapa 30% + ekstrak tauge 40%); I (serabut kelapa 30% + ekstrak tauge 60%) sehingga terdapat 27 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji F taraf 5% dan diuji lanjut dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil Penelitian menunjukkan Perlakuan G (serabut kelapa 15% + ekstrak tauge 0%) memberikan hasil tertinggi terhadap panjang dan bobot badan buah jamur merang yaitu 3,24 cm dan 11,87 g dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK FISIOLOGI JAGUNG HIBRIDA UNPAD DENGAN SISTEM TANAMAN MONOKULTUR JAGUNG TUMPANGSARI JAGUNG (Zea mays L.) KEDELAI (Glycine max L.) UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) DI KARAWANG Santikasari Santikasari; Dedi Ruswandi; Muhammad Syafi’i; Ani Lestari
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4909

Abstract

Jagung merupakan salah satu bahan pangan utama sesudah padi serta menjadi salah satu komoditas yang terus alami kenaikan permintaan bersamaan dengan berkembangnya industri pengolahan jagung serta pakan ternak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan varietas jagung pipil terbaik berdasarkan karakteristik fisiologi pada pola tanamn tumpang sari. Percobaan dilakukan di lahan milik Peruri, yang beralamat di Jalan Raya Peruri, Pinayungan, Kec. Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Petak Terbagi (Splitplot Design).  Penelitian ini terdiri dari 22 perlakuan monokultur jagung dengan 3 kali ulangan, 22 perlakuan tumpangsari sistem baris antara jagung-kedelai dengan 3 kali ulangan, 22 perlakuan tumpangsari sistem baris antara jagung-ubi dengan 3 kali ulangan, sehingga terdapat 66 unit percobaan. Terdapat pengaruh nyata pada semua parameter seperti, rendemen, hasil brangkasan, biomassa, bobot tongkol dengan kelobot dan bobot tongkol tanpa kelobot. Hasil teringgi 4271,73 g per plot dicapai oleh galur DR 11 x DR 16 pada sistem monokultur, sedangkan hasil terendah dicapai oleh tumpangsari jagung ubi dengan hasil 2170 g.
PENGARUH KETEBALAN DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM JERAMI DAN SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG F3 JENIS MERDEKA DI KABUPATEN KARAWANG Anggini Riyaldi Putri; Sulistyo Sidik Purnomo; Ani Lestari
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6838

Abstract

Jamur merang termasuk dalam golongan jamur saprofit.Oleh sebab itu, media tanam merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya jamur merang.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media tanam jerami dan sekam padi yang memberikan hasil tertinggi pada ketebalan media terhadap pertumbuhan dan hasil jamur merang F3 jenis merdeka di Kabupaten Karawang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 12 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga seluruhnya terdapat 36 unit percobaan.Faktor pertama adalah ketebalan media yang terdiri dari 3 taraf, yaitu t1 (15 cm), t2 (20 cm), dan t3 (25 cm).Sedangkan faktor kedua adalah komposisi media tanam yang terdiri dari 4 taraf, yaitu m1 (100% jerami), m2 (75% jerami + 25% sekam), m3 (50% jerami + 50% sekam), m4 (25% jerami + 75% sekam).Pengaruh perlakuan dianalisis menggunakan analisis ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%.Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara ketebalan dan komposisi media tanam jerami dan sekam padi terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil jamur merang.Namun, terdapat faktor mandiri komposisi media tanam taraf m2 dapat memberikan hasil tertinggi pada jumlah badan buah dan taraf m4 pada lama masa panen.Keduanya berbeda nyata dengan m1, tetapi tidak berbeda nyata dengan komposisi media tanam lainnya.
PENGARUH KOMBINASI JENIS MEDIA TUMBUH DAN JENIS NUTRISI ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE) Rizfi Yusuf Assyafa; Ani Lestari; Rommy Andhika Laksono
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6022

Abstract

Jamur merang (Volvariella volvaceae) merupakan komoditas hasil pertanian yang bergizi serta bernilai ekonomis tinggi. Kandungan nutrisi pada media tumbuh merupakan faktor yang mempengaruhi produksi dan hasil jamur merang. Oleh karena itu, penggunaan media tumbuh yang tepat bisa menjadi alternatif solusi peningkatan produksi jamur merang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi media tumbuh dan nutrisi organik yang memberikan hasil tertinggi jamur merang. Percobaan dilaksanakan di kumbung jamur merang Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang pada bulan Juli sampai Agustus 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Terdapat 10 kombinasi perlakuan, yaitu A (kontrol), B (bekatul + ekstrak kulit kentang), C (Bekatul + air kelapa), D (Bekatul + air leri), E (ampas tahu + ekstrak kulit kentang), F (ampas tahu + air kelapa), G (ampas tahu + air leri), H (cocopeat + ekstrak kulit kentang), I (cocopeat + air kelapa), dan J (cocopeat + air leri). Pengaruh perlakuan dianalisis dengan analisis ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka untuk mengetahui perlakuan yang terbaik dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata kombinasi jenis media tumbuh dan nutrisi organik terhadap parameter bobot total per petak, tetapi tidak berbeda nyata pada parameter lainnya. Perlakuan I (cocopeat + air kelapa) memberikan hasil tertinggi pada bobot total per petak jamur merang yaitu 228,51 g.
RESPON EKSPLAN VANILI (Vanilla planifolia Andrews.) TERHADAP PEMBERIAN KINETIN DAN NAA (Naphthalene Acetic Acid) SECARA IN VITRO Joseph Safri Samsudin Munthe; Endang Hadipoentyanti; Sri Suhesti; Ani Lestari; Nurcahyo Widyodaru; Adi Setiadi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6025

Abstract

Vanili ( Vanilla planifolia Andrews.) merupakan salah satu tanaman industri penting sebagai tanaman penghasil vanillin yang dimanfaatkan sebagai bumbu penyedap rasa, aroma dan selera ( zat penyedap ). Perbanyakan tanaman vanili menggunakan bahan tanam yang sedikit untuk menghasilkan tanaman baru secara massal dan bebas penyakit yang dapat diperoleh melalui kultur jaringan atau secara in vitro . Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui respons eksplan vanili akibat pemberian kinetin dan NAA secara tunggal serta mengetahui interaksi akibat pemberian kinetin dan NAA terhadap respons eksplan vanili secra in vitro. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan statistik parametrik menggunakan uji F taraf 5% Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 16 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kinetin dan NAA pada beberapa konsentrasi tidak berpengaruh nyata terhadap proporsi eksplan hidup, waktu muncul tuna, persentase eksplan menghasilkan tuna. Perlakuan kombinasi kinetin dan NAA A 3 B 1 (kinetin 3mg/l + NAA 0,1 mg/l) memberikan pengaruh pengaruh terhadap rata-rata panjang akar vanili yaitu 5,35 cm. Pemberian NAA secara tunggal pada konsentrasi 0,1 mg/l memberikan rata-rata jumlah akar tertinggi dengan nilai 2,8.
PENGARUH INTERAKSI PEMBERIAN AMPAS TAHU DAN PUPUK ORGANIK CAIR SUPER A-1 TERHADAP PRODUKTIVITAS JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae (Bull). Singer) Vivian Rizky Hassan; Ani Lestari; Fawzy Muhammad Bayfurqon
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6068

Abstract

Peningkatan produktivitas dalam budidaya jamur merang memerlukan adanya inovasi berupa variasi penambahan media tumbuh yang memiliki nutrisi tinggi dengan harga yang cukup efisien. Salah satu alternatif solusi penambahan media adalah dengan pemanfaatan limbah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh komposisi media penambahan ampas tahu yang optimal terhadap produksi jamur (Volvariella volvaceae (Bull.) Singer). Penelitian dilaksanakan di kumbung jamur merang Karang Anyar, Desa Gempol Kolot, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat pada bulan Oktober sampai November 2021. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Terdapat dua faktor yang terdiri dari sembilan perlakuan dalam empat kali ulangan, sehingga seluruhnya terdapat 36 unit percobaan. Faktor pertama adalah penambahan ampas tahu pada media tumbuh yang terdiri dari tiga taraf, yaitu : P1(penambahan 30%), P2 (penambahan 50%), dan P3 (penambahan 70%), sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk Super A-1 yang terdiri dari 3 taraf yaitu, A1 (10 cc/liter), A2 (15 cc/liter), dan A3 (20 cc/liter). Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat interaksi signifikan pada faktor penambahan POC dengan dosis 20 cc terhadap bobot total jamur dengan rerata bobot mencapai 0,85 kg.
PENGARUH JENIS EKSPLAN DAN KOMPOSISI MEDIA TERHADAP PEMBENTUKAN EMBRIO SOMATIK TANAMAN AGLAONEMA ACEH (AGLAONEMA ROTUNDUM) SECARA IN VITRO Hilda Wijaya; Ani Lestari; Edhi Sandra
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 4 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i4.7365

Abstract

Penelitian tentang embriogenesis somatik aglaonema aceh (Aglaonema rotundum) telah dilaksanakan pada bulan November 2021 sampai Maret 2022 di Laboratorium Kultur Jaringan Esha Flora, Bogor, Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi terbaik antara jenis eksplan dan komposisi media terhadap pertumbuhan embrio somatik tanaman aglaonema aceh (Aglaonema rotundum). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari petak utama yaitu jenis eksplan dan anak petak yaitu komposisi media. Masing-masing faktor terdiri dari 3 dan 4 taraf perlakuan, sehingga dihasilkan 12 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA taraf 5% dan diuji lanjut menggunakan DMRT (Duncan Multiple Range Test) taraf 5%. Eksplan yang digunakan berasal dari planlet tanaman aglaonema aceh (Aglaonema rotundum) yang berumur 1 tahun setelah kultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ekplan  tunas dan komposisi media M2 (MS + TDZ 2mg/l + 2,4D 4mg/l + picloram 2mg/l + GA3 2mg/l + 2-iP 8mg/l) masing-masing menunjukkan hasil terbaik pada persentase eksplan membentuk embrio somatik langsung dan waktu muncul embrio. Sedangkan kombinasi jenis eksplan tunas dengan komposisi media M3 (MS + TDZ 2mg/l + 2,4D 4mg/l + picloram 2mg/l + GA3 2mg/l + Kinetin 8mg/l) memberikan hasil terbaik pada persentase eksplan membentuk kalus embriogenik dan skor induksi embriogenesis somatik.