Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERENCANAAN CAFE DAN RESTO TERAPUNG DI KAWASAN PULAU KONDO KABUPATEN BOMBANA DENGAN PENEKANAN STRUKTUR B-FOAM Alifatul Fajri, Andi Muhammad; Mannan, Abdul; Haisah, ST
Venustas Vol 1 No 2 (2022): Mei
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik - Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.252 KB) | DOI: 10.37195/venustashome.v1i2.181

Abstract

Indonesia sebagai negara yang kaya memiliki sumber daya alam yang terdiri dari lautan, matahari,pantai, dan daratan yang jika dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat yang besar bagi daratan.Semakin berkembangnya usaha cafe dan resto, Sering dikaitkan dengan meningkatkan mobilitasmasyarakat. Dalam Perencanaan Cafe dan resto ini saya menggunakan struktur terapung B-Foamsehingga tidak merusak kehidupan biota laut sehingga penekanan struktur B-Foam ini sangatmemberikan efek yang baik bagi alam. Perencanaan Cafe dan resto Terapung Di Kawasan PulauKondo Kabupaten Bombana Dengan Penekanan Struktur B-Foam. Dapat bermanfaat bagi parapengunjung dan menabah daya tarik wisatawan untuk berkunjung di pulau kondo. Perancangan cafedan resto di pulau kondo juga memiliki peran penting dalam perkembangan tingkat wisatawan dandapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian di kabupaten bombanaStruktur terapung b-foamadalah gelondongan rakitan yang terbuat dari foam EPS yang tahan lama terhadap air dan tanpaperlunya maintenance (dengan garansi 30 tahun. untuk kapasitas kekuatan apung), mempunyai faktorapung yang terlampau safe (tidak mampu tenggelam dikarenakan tidak ada rongga di dalam modulpontoon), dan mampu mengangkut beban berat (masing-masing seberat 1,2 ton). Perencanaan tugasakhir Perencanaan Caffe dan Resto terapung di kawasan pulau kondo kabupaten bombana denganpenekanan struktur akan menjadi salah satu ikon wisata baru di kabupaten bombana denganmenggunakan struktur yang berbedda di dalam perencanannya sehingga akan menarik minat parawisatawan baik di dalam kota maupun di luar di dalam kebupaten tersebut ke wisata tersebut.
PENGARUH PENGGUNAAN DINDING PAPAN TERHADAP LINGKUNGAN TERMAL RUMAH ADAT DULOHUPA KOTA GORONTALO Siola, Amru; Haisah, St.; Saman, Satar
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 10 No. 2 (2022): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pengaruh Penggunaan Dinding Papan Terhadap Lingkungan Termal Rumah Adat Dulohupa Kota Gorontalo. Dinding merupakan elemen bangunan yang diharapkan dapat merespon faktor iklim dan lingkungan, sebagai alat untuk memanipulasi iklim mikro, sehingga tercipta kenyamanan. Fokus penelitian adalah pada masalah termal, yang berkaitan dengan pengaruh dinding papan terhadap lingkungan termal rumah adat Dulohupa, agar di ketahui sejauh mana pengaruh dinding terhadap pelepasan panas kedalam ruang, Penelitian dilakukan dengan menggunakan alat ukur termokopel, anemometer, termometer dan humidity sebagai alat bantu ukur dalam mengukur temperatur permukaan dinding dalam dan luar, pergerakan udara, kelembaban dan temperatur lingkungan. Hasil pengukuran suhu pada Rumah Adat Dulohupa Kota Gorontalo ada ruang yaitu ruang teras depan, ruang tamu/keluarga dan ruang kamar, untuk ruang kamar 03 dan kamar 04 suhu udara tertinggi terjadi pada pukul 13.00 WITA dengan suhu 31,02 °C. dan suhu terendah yaitu 30,07 °C. pada pukul 07.00 WITA. Hasil simulasi dengan menggunakan software autodesk Ecotect pada rumah adat Dulohupa, yaitu suhu tertinggi didapatkan pada jam 11.00– 12.00 sebesar 36,1 °C sedangkan diluar bangunan 35,3 °C dan sedikit megalami penurunan pada jam 13.00-14.00 sebesar 36,00 °C namun di luar bangunan mengalami kenaikan yaitu 35,7 °C. Jadi meskipun temperatur diluar bangunan tinggi namun temperatur didakam bangunan tetap rendah. Kata kunci: Dinding Papan; Kenyamanan Termal; Termal Lingkungan; Rumah Adat Dulohupa. Abstract: The Effect Of Board Walls Use On The Dulohupa Traditional House Thermal Temperature In Gorontalo City. The wall is a building element expected to respond to climatic and environmental factors as a tool to manipulate the microclimate for comfort. This research focuses on the thermal problem related to the effect of the board walls on the thermal environment of the Dulohupa traditional house, aiming to find the effect of wall use on heat release into the room. This study utilizes a thermocouple, anemometer, thermometer, and humidity for measuring inner and outer walls' surface temperatures, air movement, humidity, and ambient temperature. This research explains that the Dulohupa Traditional House has rooms, namely a front terrace, living/family room, and bedroom. Rooms 03 and 04 have the highest air temperature of 31.02°C, occurring at 13.00 WITA (Central Indonesia Time). The lowest is 30.07°C at 07.00 WITA. The simulation by the Autodesk Ecotect software indicates the highest of 36.1°C at 11.00-12.00. Its outside temperature is 35.3°C. It slightly decreases to 36.00°C at 13.00-14.00. However, there has a temperature increase of 35.7°C outside. The temperature inside remains low even though the outside is high. Keywords: board wall; thermal comfort; environmental thermal; Dulohupa traditional house
Perancangan Villa Resort di Kabupaten Boalemo dengan Pendekatan Arsitektur Tropis Ilyas, Pangeran Muh. Sultan; Haisah, ST.; Arifuddin, Arifuddin
Venustas Vol 5 No 1 (2025): November
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik - Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/venustashome.v5i1.1600

Abstract

Perancangan villa resort di Kabupaten Boalemo dengan pendekatan arsitektur tropis bertujuan untuk menciptakan sebuah tempat penginapan yang selaras dengan iklim tropis dan kekayaan alam setempat. Kabupaten Boalemo, yang terletak di pesisir dan memiliki potensi alam yang melimpah, menawarkan peluang besar untuk pengembangan pariwisata. Pendekatan arsitektur tropis di dalam desain ini bertujuan untuk menghadirkan kenyamanan bagi pengunjung, dengan mempertimbangkan iklim panas dan lembap, serta menjaga keberlanjutan lingkungan. Desain resort ini menekankan penggunaan bahan alami yang ramah lingkungan, penerapan sistem ventilasi alami, serta pemanfaatan cahaya matahari secara maksimal untuk mengurangi penggunaan energi. Bangunan yang terbuka dan mengintegrasikan elemen alam, seperti kayu lokal dan tanaman, diharapkan menciptakan suasana yang selaras dengan alam sekitar. Pendekatan desain ini juga memperhatikan kenyamanan fungsional ruang dan keindahan visual, memberikan pengalaman yang mendalam dengan alam tropis. Diharapkan, perancangan ini dapat mendukung pertumbuhan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Boalemo, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Perencanaan Tambak Kepiting Bakau Di Desa Ambelang Kabupaten Banggai Kepulauan Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi Rahmad, Rahmad; Haisah, ST.; Arifuddin, Arifuddin
Venustas Vol 5 No 1 (2025): November
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik - Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/venustashome.v5i1.1636

Abstract

Abstrak: Tugas akhir ini bertujuan untuk merencanakan dan merancang konsep tambak kepiting bakau di Desa Ambelang Kabupaten Banggai Kepulauan dengan pendekatan arsitektur ekologi dengan fungsi utama sebagai sebagai sumber pangan. Kepiting bakau juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai dan bakau. Tingginya volume permintaan konsumen dari pasar dan ekspor impor menjadikan hal ini sebagai fokus utama yang perlu direalisasikan dengan lebih baik dan serta dapat memenuhi permintaan itu. Perencanaan ini dilakukan di Desa Ambelang Kabupaten Banggai Kepulauan dengan mengumpulkan data-data terkait tambak kepiting bakau. Desain penataan Kawasan Tambak Kepiting Bakau, serta observasi langsung untuk mengetahui kondisi lahan di lokasi tersebut. Tambak kepiting bakau oleh masyarakat akan dijadikan sebagai tempat dalam perencanaan tambak kepiting bakau di Desa Ambelang Kabupaten Banggai Kepulauan dengan pendekatan arsitektur ekologi. Perencaanan tambak kepiting bakau dapat memudahkan Masyarakat Desa Ambelang karena desa tersebut adalah salah satu desa pusat pengumpulan kepiting. Desa itu mempunyai hasil tangkapan di wilayah perairan muara desa yang cukup banyak. Permintaan konsumen dari hari ke hari terus mengalami peningkatan sehingga menjadi masalah yang mempunyai nilai ekonomis penting di desa Ambelang. Bentuk penataan tambak dan pengembangan ini dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain Adalah analisis site yang harus disesuaikan dengan kondisi dan konsep lokasi yang ekologis. Hal ini diharapkan dapat memenuhi permintaan-permintaan konsumen, pasar dan ekspor/impor yang terus menerus meningkat.