Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh Blotong Sebagai Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Tiga Varietas Sistem Bud Chips Nantil Bambang Eko Sulistiyono; Irfa' Yudayantho; Sri Rahayu
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 2 No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v2i2.64

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui interaksi antara komposisi media tanam dan tiga varietas tebu sistem bud chips. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 02 Januari - 31 Mei 2017 bertempat di Lahan Politeknik Negeri Jember. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan diulang tiga kali. Faktor pertama adalah komposisi media tanam (M) yaitu M1 = tanah : blotong (50% : 50%), M2 = tanah : blotong (30% : 70%), M3 = tanah : blotong : pasir (10% : 70% : 20%) dan M4 = blotong (100%). Faktor ke-dua adalah varietas tebu (V) yaitu V1 = Varietas PS 881, V2 = Varietas PS 862 dan V3 = Varietas PS 864. Hasil sidik ragam signifikan, diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan hasil analisa bahwa perlakuan komposisi media tanam menunjukkan berbeda nyata pada berat basah akar. Perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah anakan, panjang akar, berat basah akar dan berat kering akar. Perlakuan interaksi berpengaruh nyata terhadap diameter batang, jumlah anakan, berat basah akar dan berat kering akar. Sedangkan jumlah daun dan berat basah brangkasan menunjukkan berpengaruh tidak nyata dari semua perlakuan yang diujikan terhadap pertumbuhan bibit tebu sistem bud chips.
Pemberian H2SO4 dan Ekstrak Bawang Merah Terhadap Uji Vigor Benih Kopi Robusta (Coffea robustaL.) Charis Al Faiz; Nantil Bambang Eko Sulistyono
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 3 No 1 (2019): MARET
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v3i1.101

Abstract

Fase pembibitan tanaman kopi dengan menggunakan benih, membutuhkan waktu yang lama sampai fase kepelan yang ditandai dengan tumbuhnya 2 daun lembaga mekar, membutuhkan waktu antara   2,5 – 3,0 bulan. Pemberian H2SO4 bertujuan melunakan lapisan lignin yang sangat kuat, keras dan tebal pada kulit benih serta Pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) dengan cara perendaman akan menstimulir perkecambahan benih karena akan memicu hormon pertumbuhan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli 2017 – Oktober 2017 di rumah kaca / green house dan lahan percobaan Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama terdiri dari 4 taraf yaitu (H0) tanpa pemberian H2SO4, (H1) pemberian H2SO4 10%, (H2) pemberian H2SO4 15% , (H3) pemberian H2SO4 20%. Faktor kedua terdiri dari 4 taraf, yaitu (B0) tanpa perendaman Ekstrak Bawang Merah, (B1) perendaman Ekstrak Bawang Merah 10%, (B2) perendaman Ekstrak Bawang Merah 30%, (B3) perendaman Ekstrak Bawang Merah 50%, menggunakan 3 ulangan. Data dianalisis menggunakan uji F (ANOVA) dilanjutkan dengan uji lanjut BNT 5%. Hasil dari penelitian ini menunjukan H2SO4 memberikan pengaruh sangat nyata terhadap uji vigor benih Kopi Robusta pada parameter Presentase Daya Berkecambah (%), Kecepatan Tumbuh (Kct), Potensi Tumbuh Maksimum (%) dan Indeks Vigor (%). Perendaman dengan ekstrak bawang merah memberikan pengaruhsangat nyata terhadap parameter Indeks Vigor (%),Panjang Akar (cm), Tinggi Hipokotil (cm), Rata – rata Pertambahan Tinggi Hipokotil Per-Minggu (cm) dan Waktu menjadi Kepelan (HSS).  Terdapat interaksi berbeda nyata antara kedua perlakuan pada parameter Daya Berkecambah (%).
Pengaruh Metode dan Lama Pengeringan Kotak Sari Terhadap Pembentukan Buah dan Biji Cabai Merah Hibrida (Capsicum annum L.) Indri Lestari; Nantil Bambang Eko Sulistyono; Antonius Dwiyono
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 4 No 1 (2020): MARET
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v4i1.208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi media pengeringan dan waktu pengeringan serbuk sari untuk pembentukan buah dan biji pada pemuliaan cabai. Penelitian ini dilakukan di PT. Aditya Sentana Agro, Malang. Diaplikasikan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah media pengeringan dengan 3 level yaitu suhu kotak pengering suhu 30 °C (M1), suhu rumah kaca suhu 32 °C (M2) dan suhu pengeringan matahari suhu 34 °C (M3). Faktor kedua adalah waktu pengeringan, yaitu 3 jam (W1), 6 jam (W2), dan 9 jam (M3). Interaksi antara pengering kotak sebagai pengeringan sedang dan waktu pengeringan 3 jam (M1W1) dapat menghasilkan prosentase pembentukan buah hingga 98%, berat fruti 12,91 g, panjang buah 13,34 cm, diameter buah 17,47 mm , jumlah biji per buah buah 66,06, dan berat biji per buah 1,26 g per biji.
Analisis Keberlanjutan Buah Naga Organik di Kabupaten Banyuwangi Pongky Hari Asmara; Muksin Muksin; Nantil Bambang Eko S
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 22 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v22i2.3155

Abstract

Indonesia sebagai negara yang memiliki kondisi tanah yang subur sehingga jika ditanam mudah untuk tumbuh dan juga terdapat sumber daya alam yang melimpah, oleh karena itu sebagian besar masyarakat Indonesia bergerak di bidang pertanian. Salah satu daerah yang mayoritas petaninya bergerak di bidang pertanian khususnya pertanian organik adalah Kabupaten Banyuwangi. Komoditas organik yang dihasilkan Kabupaten Banyuwangi adalah beras organik dan produk turunannya, buah naga, jambu biji, kopi dan sayuran. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi turut serta dalam pengembangan pertanian organik pada tahun 2012. Produk turunan pertanian organik di Kabupaten Banyuwangi yang saat ini mulai berkembang ke pasar ekspor adalah buah naga organik. Buah naga organik telah diakui sebagai produk organik dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS) pada tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Multi Dimensional Scaling (MDS) dan Multicriteria Policy (Multipol). Analisis menggunakan 5 dimensi keberlanjutan (dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial, dimensi kelembagaan dan dimensi teknologi).
Analisis Strategi Pemasaran Bibit Tanaman Hutan Menggunakan Metode SWOT dan QSPM di Kabupaten Banyuwangi Dian Fatwanita; Sumadi Sumadi; Nantil Bambang Eko Sulistyono
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 22 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v22i2.3268

Abstract

Kebutuhan kayu menjadi pokok untuk industri manufaktur, pembangunan khususnya sektor properti selain itu juga untuk masyarakat. Kebutuhan kayu yang semakin hari naik maka harus di selaraskan dengan menambah jumlah produksi kayu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor dalam perusahaan (internal) dan luar perusahaan (eksternal) untuk memasarkan bibit tanaman kehutanan di Kabupaten Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah Stenght, Weakness, Opportunity, and Threat (SWOT) untuk menentukan faktor dalam perusahaan (internal) dan luar perusahaan (eksternal). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa benih tanaman kehutanan yang berada di Kabupaten Banyuwangi yang di analisis menggunakan SWOT didapatkan 10 strategi dari faktor dalam perusahaan (internal) dan luar perusahaan (eksternal). Tahap yang harus dilakukan yaitu promosi harus lebih ditingkatkan, cara yang sebaiknya dilakukan yaitu promosi melalui media sosial atau media cetak, supaya masyarakat dapat mengetahui mengenai benih tanaman kehutanan yang berada di Kabupaten Banyuwangi sehingga menarik masyarakat untuk membeli. Kesimpulan dari pembahasan adalah perusahaan sebaiknya menerapkan strategi yang sesuai dengan analisis SWOT sehingga dapat mencapai tujuan yang di inginkan, dengan melakukan strategi pemasaran yang telah direkomendasikan maka masyarakat juga akan mengetahui mengenai pembibitan yang terdapat di Kabupaten Banyuwangi ini sehingga meningkatkan konsumen bahkan pelanggan yang ada
The abundance of soil bacteria applied with compost and Trichoderma sp. in tangerine orchard Edi Siswadi; Nantil Bambang Eko Sulistyono; Refa Firgiyanto; Gallyndra Fatkhu Dinata; Hanif Fatur Rohman; Fadil Rohman

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v15i1.3770

Abstract

.
Model Strategi Digitalisasi dalam Kemampuan Dinamis Meningkatkan Kinerja Bisnis Berkelanjutan: Bukti Empiris dari UKM Indonesia Oktanita Jaya Anggraeni; Muhammad Sholahuddin Amrulloh; Nantil Bambang Eko Sulistyono; Mohammad Edwinsyah Yanuan Putra
Journal of Business Management Vol. 1 No. 2 (2023): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jobm.v1i2.6

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara kemampuan dinamis dan kinerja bisnis yang berkelanjutan di usaha kecil dan menengah Indonesia, serta dimensi apa yang berkontribusi pada pengembangan dan adopsi dalam strategi digitalisasi. Kami menganalisis sampel 596 UKM Indonesia menggunakan kerangka pengukuran yang divalidasi untuk mengeksplorasi tiga kelompok kegiatan DC di seluruh dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Temuan kami mengungkapkan bahwa pengembangan dan adopsi DC dapat secara signifikan meningkatkan strategi digitalisasi UKM, yang mengarah pada peningkatan inovasi model bisnis dan kinerja berkelanjutan. Peran mediasi strategi digitalisasi sangat penting dalam menjelaskan hubungan antara DC dan kinerja bisnis yang berkelanjutan. Implikasi praktis dari penelitian kami dapat bermanfaat bagi UKM di Indonesia dan sekitarnya karena mereka berusaha untuk meningkatkan strategi digitalisasi dan mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
Seberapa Mampu Keterampilan Bisnis Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi? Nantil Bambang Eko Sulistyono; Heri Warsito; Datik Lestari; Estin Roso Pristiwaningsih; Wenny Dhamayanthi
Journal of Business Management Vol. 1 No. 3 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jobm.v1i3.17

Abstract

Studi ini menyelidiki jenis talenta bisnis mana yang memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Data empiris menunjukkan bahwa keterampilan finansial dan linguistik berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi tidak ada hubungan antara keterampilan TIK dan pertumbuhan ekonomi yang dapat diidentifikasi. Di sisi lain, memiliki atau tidak memiliki kemampuan finansial berkontribusi pada kesenjangan pendapatan. Ada kemungkinan bahwa pekerja muda berpenghasilan rendah mungkin tidak memiliki peluang investasi yang cukup. Setiap orang harus memiliki kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan finansial mereka. Pekerja asing yang sangat terlatih mendorong literasi keuangan. Brain drain juga terkait dengan kemampuan finansial. Pekerja yang telah memperoleh keterampilan keuangan di luar negeri dapat kembali ke negara asal mereka. Akhirnya, suku bunga rendah mendorong literasi keuangan. Suku bunga rendah mendorong investasi daripada investasi tradisional berisiko rendah.
Pengaruh Perendaman Benih dengan Beauveria Bassiana pada Beberapa Lama Simpan terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao Endah Cahyani Simamora; Nantil Bambang Eko Sulistyono; Indah Anita Sari
Flora : Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan Vol. 3 No. 1 (2026): Februari : Flora : Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/flora.v3i1.555

Abstract

Cocoa is recalcitrant seed which it has the high water content and the deterioration goes quickly. The distribution of cocoa seed need longer time and it will decrease the quality of cocoa seed and cocoa seedling. The research aimed to determine of effectiveness seed soaking with Beauveria bassiana after storage during the distribution of seed. This research was conducted in Indonesian Cofee and Cocoa Research Institute. The research was conduct using randomized complete block design with a factorial arrangement. First  factor was the  storage period  of two days (L2), three days (3 hari), four days (L4), five days (L5), six (L6) and seven days (L7). The second factor was seed soaking with Beauveria bassiana (B1) and seed soaking with fungicide (B0). The result showed that storage periode had significant effect on  plant height and stem diameter. Seed soaking with Beauveria bassiana showed significant effect on plant height. The interaction between storage periode and seed soaking with Beauveria bassiana had no significant effect on the height of seedling, stem diameter and leaf number of seedling. 
Seed Vigor Improvement of Red Chili Seeds (Capsicum annuum L.) Using Spirulina platensis as Seed Priming Agent Kariena Samtani; Fitri Ayu Rahmawati; Indah Wahyu Pratiwi; Nuning Atuillah; Reza Aris Hidayatullah; Dewi Fatmawaty Sabiku; Maria Azizah; Hari Prasetyo; Suwardi Suwardi; Nantil Bambang Eko Sulistyono; M. Bintoro; Moch. Rosyadi Adnan
Agroteknika Vol 8 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i2.456

Abstract

Red chili is a crucial horticultural crop in Indonesia. The increasing demand for high-quality chili necessitates seeds with optimal germination and growth. Spirulina platensis, a microalgae species, can be cultivated in waste media such as Sugar Mill Effluent (SME). Moreover, Spirulina contains phytohormones that can stimulate seed germination. This study investigated the impact of various concentrations and soaking times of S. platensis solution on red chili seed quality. A factorial Completely Randomized Design (CRD) was employed with 5 levels of microalgae biomass concentration: control (untreated seeds), 0, 30, 45, and 60% and 3 levels of soaking time: 1, 2, and 3 hours. Data analysis involved ANOVA and Bonferroni post-hoc tests at a 5% level using GraphPad Prism version 5.01. The results demonstrated seed priming application using S. platensis significantly enhanced seed vigor. The S. platensis treatment at 60% concentration for 2 hours significantly reduced MGT by 1 day, while 30%-2 hours and 60%-3 hours treatments exhibited the highest germination rate (100%), vigor index (49.17% in 30%-2 hours), seed growth simultaneity (85.56% in 60%-2 hours and 83.33% in 30%-2 hours), and growth rate (11.48% in 60%-3 hours and 11.11% in 30%-2 hours), with the 60%-3 hours treatment showing the longest shoot (2.73 cm) and radicle (8.13 cm) lengths, compared to the control. These findings suggest that S. platensis priming can be a promising approach for improving seed quality and crop establishment.