Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Effectiveness of song-and-movement creative arts on children’s motor skills during the transition to Primary School Palupi, Warananingtyas; Novitasari, Danella Ayu; K.P., Alyana Suciparasati; Rahmawati, Anayanti; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Kusumadewi, Nurul; Sholeha, Vera; Ricardos, Glenn Webforges D.
Journal of Early Childhood Care and Education Vol. 9 No. 1 (2026): (In Progress)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jecce.v9i1.14930

Abstract

Purpose – Gross motor readiness is an important but often undervalued aspect of children’s transition from early childhood education to primary school. Although song-and-movement activities are widely used in Indonesian PAUD settings, their effects on children’s gross motor readiness are still rarely tested through structured intervention and standardized indicators. This study therefore examined the effectiveness of a structured song-and-movement intervention on gross motor development among preschool children during the transition to primary school. Design/methods/approach – A pre-experimental one-group pre-test and post-test design was used with 16 children aged 5–6 years in a PAUD institution in Karanganyar, Indonesia. The intervention was conducted over 8 weeks in 16 sessions using the “Aramsamsam” song-and-movement activity. Gross motor skills were assessed through five indicators: balance, strength, agility, coordination, and flexibility. Data were analysed using Shapiro-Wilk and paired-samples t-test. Findings – Children’s mean gross motor score increased from 8.81 (SD = 2.316) at pretest to 14.75 (SD = 3.088) at post-test. The difference was statistically significant (t = -20.102, df = 15, p < .001), with a very large effect size (Cohen’s d = 5.026; Hedges’ g = 4.899). The largest gains were found in coordination (1.43) and balance (1.37). Research implications/limitations – The findings suggest that structured rhythm-based movement activities may enhance motor readiness during school transition. However, the absence of a control group limits causal interpretation. Further randomized studies are recommended. Practical implications – Structured rhythm-based movement activities can be incorporated into early childhood classrooms as a playful strategy to support children’s motor readiness for school transition. Originality/value – This study contributes empirical evidence from Indonesia on the role of rhythm-structured song-and-movement activities in enhancing specific gross motor domains during the transition to primary school.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DARING MELALUI APLIKASI WHATSAPP DI BA AISYIYAH JURUG Janati, Risa Yauma Nur; Palupi, Warananingtyas; Zuhro, Nurul Shofiatin
Kumara Cendekia Vol 11, No 1 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i1.59789

Abstract

Merebaknya virus corona yang menghambat bidang pendidikan, memicu terimplementasikannya pembelajaran daring terkhusus untuk anak usia dini. Hal ini menimbulkan perubahan sistem pembelajaran, yang menuntut banyak pihak untuk terlibat. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan pembelajaran daring anak usia dini melalui aplikasi WhatsApp yang meliputi pelaksanaan dan dukungan orangtua di BA Aisyiyah Jurug. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian melibatkan pendidik, orangtua, dan anak. Data berasal dari hasil wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman. Teknik uji validitas data dengan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan uji validitas eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran daring anak usia dini melalui aplikasi WhatsApp di BA Aisyiyah Jurug didukung LKA telah disosialisasikan dan disepakati bersama orangtua. Pendidik mempersiapkan materi kegiatan satu hari sebelumnya. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran daring dibimbing pendidik melalui teks bimbingan dan gambar untuk kelompok B yang sudah memahami pembelajaran. Sedangkan pelaksanaaan kelompok A, bimbingan ditambah video tutorial agar orangtua merasa tidak kesulitan karena anak masih belum terbiasa mengerjakan kegiatan pembelajaran. Pendidik memberikan respon terhadap hasil kegiatan sehingga anak termotivasi. Dukungan orangtua sangat diperlukan dalam membimbing pembelajaran daring anak. Pembelajaran dilakukan fleksibel, menimbang adanya orangtua bekerja. Meskipun pembelajaran daring membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan teknologi, namun pembelajaran daring di BA Aisyiyah Jurug dapat terlaksana dengan baik.
PROSES KREATIF GURU PAUD DALAM MERANCANG MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL Ma'rifah, Nurul; Palupi, Warananingtyas; Jumiatmoko, Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 11, No 1 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i1.59790

Abstract

Proses kreatif yaitu proses dalam menciptakan suatu karya, guru dalam menciptakan media pembelajaran harus melewati proses kreatif terlebih dahulu. Melewati tahapan proses kreatif menjadikan media yang dibuat guru lebih maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: (1) proses kreatif guru PAUD dalam merancang media pembelajaran visual, (2) kendala dalam merancang media pembelajaran visual. Penelitian ini dilaksanakan di TK Al Huda Kerten. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif metode studi kasus, dengan menggunakan teknik pengambilan berupa wawancara semiterstruktur, observasi partisipatif dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman yang terdiri dari kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Sumber data pada penelitian ini adalah guru kelas B2. Penelitian ini menggunakan indikator proses kreatif dari Wallas yang terdiri dari 4 tahapan diantaranya tahap persiapan, tahap inkubasi, tahap iluminasi, tahap verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru sudah melalui empat tahap proses kreatif dari Wallas sesuai dengan indikator tahapan proses kreatif. Hasil proses kreatif yang dilakukan guru kelas B2 dalam merancang media pembelajaran visual terdiri dari tahap persiapan, guru mengamati masalah yang akan diselesaikan dan mengumpulkan referensi media pembelajaran, tahap inkubasi guru melakukan pertimbangan media visual yang akan digunakan dan mempersiapkan bahan juga melakukan modifikasi ide, tahap illuminasi guru melakukan modifikasi media yang telah dirancang dan melakukan proses menciptakan produk, Tahap verifikasi guru melakukan pengujian media kepada siswa dan mendapat respon positif. Kendala guru dalam merancang media beragam sesuai tingkat kesulitan media, waktu, dan kemampuan guru. adapun solusi dalam menghadapi kendala tersebut beragam sesuai dengan media yang dibuat.
PENGARUH PERMAINAN MUSIKAL TERHADAP KREATIVITAS MUSIK ANAK USIA 5-6 TAHUN Prehatiningsih, Arip; Palupi, Warananingtyas; Syamsudin, Muhammad Munif
Kumara Cendekia Vol 6, No 4 (2018): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.88 KB) | DOI: 10.20961/kc.v6i4.35359

Abstract

PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS ANAK USIA 5-6 TAHUN Monika, Sella; Palupi, Warananingtyas; Zuhro, Nurul Shofiatin
Kumara Cendekia Vol 11, No 1 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i1.59950

Abstract

Berpikir logis menjadi salah satu kemampuan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan berpikir logis berkaitan dengan proses menalar dan penting untuk dikembangkan sejak dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil kemampuan berpikir logis anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Sampel yang digunakan sejumlah 84 anak usia 5-6 tahun di TK Gugus Melati dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara guna mengetahui kemampuan berpikir logis anak. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan menyajikan histogram dan deskripsi data. Profil kemampuan berpikir logis ditinjau dari 5 indikator utama yakni (1) mengurutkan benda, (2) mengklasifikasikan benda, (3) mengenal pola, (4) mengenal perbedaan ukuran, (5) menunjukkan pemikiran membangun. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan kemampuan berpikir logis anak usia 5-6 tahun di TK Gugus Melati Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar dengan rincian sebanyak 2,4% (2 anak) berada pada kategori belum berkembang, 16,7 % (14 anak) mulai berkembang, 65,5 % (55 anak) berkembang sesuai harapan, dan 15,5 % (13 anak) berkembang sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir logis setiap anak berbeda, hal ini tentunya dipengaruhi beberapa faktor khususnya faktor lingkungan.
PERAN ORANG TUA YANG BEKERJA DALAM AKTIVITAS BELAJAR DARI RUMAH UNTUK ANAK USIA 5-6 TAHUN (STUDI FENOMENOLOGI DI DESA TEMPEL, KECAMATAN GATAK, KABUPATEN SUKOHARJO) Rahmawati, Dian; Palupi, Warananingtyas; Pudyaningtyas, Adriani Rahma
Kumara Cendekia Vol 11, No 1 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i1.59432

Abstract

Aktivitas belajar bagi anak usia dini yang semula diselenggarakan di sekolah secara tatap muka berubah dengan kebijakan aktivitas belajar dari rumah (BDR), karena munculnya virus Covid-19 yang secara cepat menjadi pandemi global. Peran guru di sekolah beralih kepada orang tua di rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk aktivitas BDR yang dilakukan anak, mengetahui jenis pendampingan yang diberikan orang tua yang bekerja selama aktivitas BDR dan megetahui penerapan pola asuh selama aktivitas BDR pada anak usia 5-6 tahun di Desa Tempel, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Milles and Huberman sedangkan uji validitas data menggunakan triangulasi teknik dan sumber serta member checking. Hasil penelitian ini sebagai berikut, Pertama, anak melakukan aktivitas BDR secara luring dengan pendampingan orang tua dan bentuk aktivitas BDR yang dilakukan anak sebagian besar langsung pada inti pembelajaran. Kedua, orang tua di desa Tempel melakukan upaya pendampingan kepada anak selama BDR sebagai pendidik, teman, pendorong, fasilitator, konselor dan panutan. Ketiga, orang tua di desa Tempel menerapkan beragam pola asuh diantaranya permisif, demokratis, otoriter, dan campuran.
Pengembangan Portal Informasi Lembaga PAUD di Kota Surakarta Berbasis Sistem Informasi Geografis Sujana, Yudianto; Palupi, Warananingtyas
Kumara Cendekia Vol 6, No 4 (2018): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v6i4.92446

Abstract

Artikel ini menyajikan tentang pengembangan portal informasi berbasis web tentang data-data lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang ada di kota Surakarta yang akan di sajikan kedalam bentuk peta digital sesuai dengan lokasi masing-masing lembaga. Lembaga PAUD yang dipetakan bukan hanya PAUD formal yang berbentuk Taman Kanak-kanak (TK)/ Raudhatul Atfal (RA), tetapi juga PAUD non formal yang berbentuk Taman Penitipan Anak (TPA) dan Kelompok Bermain (KB). Melalui portal informasi ini dapat diketahui lembaga PAUD mana saja yang sudah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah dan mana yang belum, sehingga pemerintah dapat segera turun tangan membantu lembaga PAUD yang belum memenuhi standar tersebut. Selain itu masyarakat juga dapat memilih lembaga PAUD yang sudah memenuhi standar agar anaknya mendapatkan pendidikan usia dini yang baik.
UPAYA MENINGKATKAN PERKEMBANGAN FISIK MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN WOODBALL PADA ANAK KELOMPOK B TK MAWAR BANTENGAN KARANGGEDE TAHUN AJARAN 2015/2016 Saputriani, Dian; Wahyuningsih, Siti; Palupi, Warananingtyas
Kumara Cendekia Vol 6, No 4 (2018): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.791 KB) | DOI: 10.20961/kc.v6i4.35352

Abstract

Keterlibatan Orang Tua dalam Mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini Ramah Anak di Gugus Budi Mulia II Sukoharjo Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Rahmawati, Anayanti; Hafidah, Ruli; Palupi, Warananingtyas; Dewi, Nurul Kusuma; Sholeha, Vera; Syamsuddin, Muhammad Munif
DEDIKASI: Community Service Reports Vol 5, No 1 (2023): DEDIKASI: Community Service Report - January
Publisher : FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/dedikasi.v5i1.67052

Abstract

Child-Friendly Schools (SRA) prioritize children's rights in learning to actualize individuals who need to be educated with good treatment. The SRA concept is intended to create a safe and enjoyable learning atmosphere at all levels of education, including early childhood education. A comfortable learning atmosphere for students positively impacts physical and psychological well-being, which leads to optimal developmental tasks. There are six components in the implementation of child-friendly PAUD, namely 1)policy, 2)curriculum implementation, 3)educators and education staff, 4)infrastructure, 5)child participation, and 6)parent and community participation. The group needs help realizing child-friendly PAUD, one of which is that the activity programs carried out by these PAUD institutions must meet the SRA indicators. The activity program in question is more specifically an effort to involve parents in realizing SRA. Parenting activities that have been carried out so far have yet to be in harmony with the activities carried out by schools, especially in fulfilling children's rights. Therefore it takes school principals' and teachers' knowledge and skills to design parenting activity programs aligned with school activities to realize SRA. This community service aims to carry out training in preparing parenting activity programs. The method for implementing this activity program consists of five stages, namely: 1)analysis of problems in partner institutions; 2)socialization (brainstorming and equalization of perceptions); 3)workshops; 4)assisting the implementation of child-friendly PAUD activity programs; 5)evaluation.