Claim Missing Document
Check
Articles

Simulasi Produksi Metana Dalam Reaktor Anaerobik Fadhli Rahman; Isman Kurniawan; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biogas bias anya mengacu pada campuran gas yang berbeda yang dihas ilkan oleh pemecahan bahan organik tanpa adanya oks igen. Biogas dapat dihas ilkan dari bahan baku s eperti limbah pertanian, pupuk kandang, s ampah kota dan limbah makanan. Biogas dapat diproduks i oleh pencernaan anaerobik dengan organis me anaerob, yang mencerna materi dalam s is tem tertutup, atau fermentas i dari bahan biodegradable . Tujuan penelitian ini membangun s ebuah model matematika dari pros es produks i biogas yang terjadi dalam diges ter anaerobic dan dapat dibandingkan dengan has il eks perimen. Fokus utamanya pada s imulas i pemodelan produks i biogas berdas arkan s tandar IWA ADM 1 (Anaerobic Digestion Model No 1). Model ini didefinis ikan oleh s atu s et pers amaan diferens ial dan aljabar (DAE). Pada penelitian ini, s ubs trat yang digunakan adalah glukos a. Dari has il s imulas i didapatkan bahwa has il produk pada s ubs trat menunjukkan tinggi kepekaan untuk model mas ing -mas ing komponen dan kons entras i metana adalah komponen paling s ens itif yang te rkait dengan s emua pros es yang digunakan dalam model. Untuk pengembangan penelitian s elanjutnya dalam model ADM1 ini diharapakan lebih banyak komponen bes erta varias inya yang digunakan dalam s imulas i agar mendapatkan has il metana yang lebih baik lagi. Kata kunci: ADM1; Biogas ; Pemodelan.
Kontrol Suhu Dan Analisis Transfer Panas Konveksi Pada Central Processing Unit (cpu) Nina Retna Utami; Ismudiati Puri Handayani; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Central Processing Unit (CPU) merupakan tempat pemrosesan instruksi – instruksi program dilakukan. Suhu CPU dapat menjadi cepat panas bila digunakan dalam jangka waktu lama serta penggunaan dalam keadaan full load yang melibatkan beberapa komponen antara lain processor, memory, dan VGA. Suhu maksimum yang dimiliki processor atau biasa disebut critical temperatures dan CPU utilization yang menggambarkan kinerja processor dapat dijadikan acuan seberapa optimal processor bekerja. Salah satu cara untuk menurunkan suhu processor adalah dengan menambahkan heat sink dan kipas di daerah sekitar processor. Energi panas dari processor ditransferkan melalui heat sink dengan cara absorpsi, proses transfer panas konduksi dan konveksi. Pada penelitian ini, proses konveksi paksa dari heat sink ke udara lingkungan akan dibantu menggunakan kipas yang kecepatannya diatur dengan menggunakan kontrol Proporsional, kontrol Integral, dan kontrol Derivatif (PID). Nilai awal parameter kontrol PID ditentukan dengan menggunakan metode kurva Ziegler Nichols dan simulasi menggunakan software MATLAB. Selanjutnya, nilai tersebut diimplementasikan secara eksperimen pada sistem Processor Intel® Pentium® 4 CPU 3.00 GHz. Selain itu, distribusi suhu juga disimulasikan dan dianalisis dengan menggunakan software Comsol Multiphysics 4.4. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa suhu dapat mencapai kestabilan lebih cepat pada saat diaplikasikan kontrol PID dengan nilai parameter Kp = 40, Ki = 33.33, Kd = 4, suhu stabil 324 K tercapai dalam waktu 500 s. Sedangkan tanpa kontrol PID suhu stabil pada 326 K tercapai dalam waktu 3000 s. Kata kunci: transfer panas, konveksi paksa, kontrol PID.
Analisis Pengaruh Geometri Plat Elektroda Pada Generator Hho Terhadap Laju Aliran Gas Hho Yang Dihasilkan Abdillah Muttaqin; Reza Fauzi Iskandar; Eng Indra Wahyudhin Fathona
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan manusia akan energi semakin besar dari waktu ke waktu, terutama kebutuhan terhadap bahan bakar minyak. Namun ketersediaan bahan bakar minyak yang ada semakin berkurang. Untuk itu diperlukan energi alternatif baru sebagai pengganti bahan bakar minyak. Salah satunya adalah bahan bakar gas HHO. Gas HHO dapat diinjeksikan ke dalam motor bakar sebagai pengganti bahan bakar minyak. Gas HHO dapat dihasilkan oleh generator HHO dengan menggunakan prinsip elektrolisis air. Sebelumnya sudah banyak penelitian yang dilakukan terhadap generator HHO, namun masih sedikit yang meneliti pengaruh geometri elektroda pada generator HHO. Umumnya bentuk plat elektroda pada generator HHO hanyalah plat sejajar berbentuk persegi panjang. Pada penelitian ini dibuat generator dengan bentuk plat berupa silinder dan akan dibandingkan dengan generator plat sejajar yang memiliki volume sama untuk menganalisa pengaruh geometri elektroda terhadap laju aliran gas HHO yang dihasilkannya. Alat ukur yang digunakan adalah alat pengukur debit yaitu MEMS MASS FLOW METER tipe MF5706. Pada penelitian ini, volume generator yang dibuat adalah 0,15 liter dan menghasilkan nilai kapasitansi berbeda pada tiap generator yaitu 2925 μF untuk generator plat sejajar dan 1765 μF untuk generator silinder. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa geometri plat elektroda pada generator HHO akan mempengaruhi waktu tunak (Ts) generator HHO tersebut. 
Analisis Pengaruh Fuzzy Logic Controller Pada Penelusuran Titik Daya Maksimum Untuk Sistem Konversi Energi Berbasis Photovoltaic Fachri Devanika; Dudi Darmawan; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi surya merupakan salah satu energi alternatif yang potensial di Indonesia. Sistem photovoltaic digunakan untuk mengubah energi surya menjadi energi listrik. Namun, efisiensi dari photovoltaic ini masih relatif rendah. Efisiensi maksimum dicapai ketika sistem photovoltaic bekerja pada Maximum Power Point (MPP), dimana MPP ini sangat bergantung pada kondisi lingkungan, seperti suhu dan radiasi. Maximum Power Point Tracking (MPPT) merupakan sistem yang dapat membuat sistem photovoltaic bekerja pada efisiensi maksimumnya. Pada penelitian ini, sistem MPPT menggunakan rangkaian buck- boost converter untuk menggeser titik kerja dari sistem photovoltaic dan metode fuzzy sebagai algoritma MPPT yang digunakan untuk mencari MPP. Bentuk rancangan membership function yang berbeda-beda, seperti segitiga, trapesium, gaussian dan generalized bell dibandingkan dan dilihat pengaruhnya terhadap performa atau respon MPPT dalam mencari titik kerja maksimumnya. Perangkat lunak Matlab- Simulink® digunakan untuk melihat pengaruh dari bentuk rancangan membership function terhadap performa atau respon dari MPPT dalam mencari titik kerja maksimum. Dari hasil simulasi sistem MPPT yang dirancang telah berhasil mencari titik kerja maksimum dari sistem photovoltaic, mampu merespon perubahan kondisi lingkungan dan mencari titik kerja maksimum yang baru. Bentuk rancangan membership function mempengaruhi rasio osilasi pada titik kerja maksimum, dimana membership function generalized bell memberikan rasio osilasi paling kecil dibandingkan dengan membership function lainnya, dengan rasio osilasi sebesar 2.00%. Kata kunci: sistem photovoltaic, MPPT, fuzzy logic controller, Matlab-Simulink®.
Rancang Bangun Sistem Pakar Pengatur Tetesan Infus Berbasis Logika Fuzzy Novian Lisdi Wahyoto; M. Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infus begitu diadalkan karena infus dapat memberikan cairan secara berkala langsung ke pembuluh darah pasien[1]. Oleh karena itu, kesalahan dalam pemberian cairan infus dapat berakibat buruk kepada pasien. Infus yang ada saat ini penggunaannya masih secara manual dimana kesalahan – kesalahan seperti yang telah disebutkan masih sering terjadi, oleh karena itu kami membuat suatu sistem infuse yang dapat bekerja secara otomatis. Melalui kondisi tersebut, suatu sistem infus yang dapat memonitor infus secara berkala terlihat sangat dibutuhkan. Dari sini lah digagas konsep infus otomatis dimana dokter atau perawat hanya tinggal memasukan jumlah yang diinginkan dari keypad yang ada pada user interface. Sensor yang digunakan pada alat ini yaitu photodiode dengan diamemer 5mm yang akan menjadi indikator ketinggian cairan di dalam tabung infus dan sebuah potensiometer sebagai monitor sudut penjepit. Sedangkan sebagai pengganti penekan selang digunakan motor servo yang akan bergerak untuk membuka atau menutup aliran tetesan infuse. Pada jurnal ini digunakan mikrokontroller ARDUINO UNO sebagai kontrol motor servo serta pengiriman data untuk monitoring jarak jauh. LCD dan Keypad digunakan sebagai interface yang memudahkan dokter atau perawat dalam menggunakan alat ini. Dalam merancang alat ini kami melakukan studi literatur dan studi lapangan untuk mendapatkan data yang akurat, sehingga alat yang dibuat dapat bermanfaat dan tepat guna. Kata kunci: Logika Fuzzy, Sistem Pakar, arduino uno, infuse, servo.
Rancang Bangun Turbin Bulb Pada Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro Di Dalam Saluran Pipa Air Muhammad Aslam; M. Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan saluran penyalur air minum bersih yang dilakukan oleh Prof. J.Chen, et al, selaku ketua tim dari riset sekaligus dosen dari Hongkong University, dengan menggunakan saluran pipa bawah tanah sebagai penghasil sumber daya listrik, sehingga dapat menghidupkan sensor-sensor elektronik dan modul yang digunakan untuk mengawasi kualitas dan kuantitas dari air bersih langsung minum tersebut. Penelitian terhadap turbin jenis bulb (bohlam) yang dilakukan oleh tim J.Chen, et al, mengerucut kepada dua jenis turbin saja yaitu, turbin geser berlubang (drag hollow turbine) dan turbin geser pejal (drag solid turbine). Dengan adanya penelitian pada turbin jenis bulb pembangkit listrik tenaga Pikohidro menjadi lebih menarik, sehingga peneliti bermaksud untuk merancang serta membangun turbin sumbu vertikal (vertical axis water turbine) jenis bulb pada sistem pikohidro, sebagai penghasil energi listrik yang memanfaatkan aliran sungai dalam pipa saluran air. Dengan harapan besarnya daya listrik yang akan dihasilkan oleh sistem pikohidro ini dapat menghidupkan digunakan untuk penerangan serta penyimpanan energi listrik. Kata kunci: Pikohidro, vertical axis water turbine (VAWT), turbin bulb (bohlam), drag hollow turbine, drag solid turbine, light emitting diode (LED).
Rancang Bangun Maximum Power Point Tracking Menggunakan Buck Converter Dengan Metode Hill Climbing Febriansah Setiawan; Muhamad Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan energi terbarukan saat ini sudah semakin pesat. Berbagai riset yang berkaitan tentang instrumentasi yang mendukung penerapan energi terbarukan sudah banyak dikembangkan. Permasalahan yang ada saat ini adalah terkait distribusi energi terbarukan dalam proses charging pada baterai. Masalah tersebut berkaitan dengan kualitas baterai yang bisa menurun jika proses charging tidak baik. Kualitas baterai yang menurun dipengaruhi oleh terjadinya overheat pada baterai karena distribusi energi yang tidak stabil. Kondisi tersebut membuat tidak diperolehnya titik daya maksimum dari sistem untuk charging ke baterai. Sehingga distribusi daya output ke baterai kurang optimal. Sistem berfungsi memberikan distribusi energi yang lebih stabil dan untuk mencari titik daya maksimum agar distribusi daya output dari sistem bisa optimal adalah charge controller. MPPT (Maximum Power Point Tracking) merupakan charge controller yang optimal untuk charging. Hal tersebut dikarenakan MPPT mencari titik daya maksimum dari sistem sehingga tegangan yang terbuang tidak sepenuhnya hilang, tetapi akan diubah dengan memaksimalkan keluaran arus dari sistem. Sehingga daya yang disalurkan ke baterai bisa optimal dan lebih stabil. Pada penelitian ini dirancang charge controller MPPT menggunakan metode optimasi hill climbing. Dalam merancang alat ini kami melakukan studi literatur dan studi lapangan untuk mendapatkan data yang akurat, sehingga alat yang dibuat dapat bermanfaat dan tepat guna. Kata kunci: MPPT, hill climbing, charge controller.
Perancangan Wattmeter Digital Ac Berbasis Mikrokontroller Atmega 32 Untuk Daya Maksimal 1200 Watt Pristian Firzatama; M. Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sebuah PLTMH, dibutuhkan sebuah sistem monitoring yang berfungsi untuk memantau dan melihat kinerja dari sistem PLTMH tersebut sehingga sistem dapat terjaga dan perubahan-perubahan yang terjadi dapat di analisis. Dengan demikian sistem dapat bekerja dengan optimal dan umur dari ketahanan sistem pembangkit dapat bertahan lama. Sistem monitoring PLTMH ini terdiri dari berbagai macam komponen pendukung yaitu, sensor tegangan, sensor arus, rangkaian catu daya simetris, unit pemroses sinyal input, serta unit penampil LCD untuk melihat hasil monitoring yang didapat dari sensor. Wattmeter merupakan komponen kesatuan dari setiap sensor-sensornya yang terintegrasi dengan data logger sehingga proses monitoring dapat terjadi. Wattmeter harus memiliki tingkat akurasi, presisi dan sensitivitas yang tinggi. Pengujian akurasi beban statik menggunakan dua macam pengujian yaitu pengujian resistif dan kapasitif. Pengujian resistif dilakukan dengan dua macam beban yang berbeda yaitu pengujian resistif terhadap beban resistor variabel dan pengujian terhadap beban lampu. Untuk pengujian beban resisitif dengan menggunakan resistor variabel didapatkan ketidakakurasian sebesar 2.46% dan untuk yang menggunakan beban lampu didapatkan ketidakakurasian sebesar 1.75%. untuk pengujian beban kapasitif didapatkan ketidakakurasian sebesar 4.425%. Untuk pengujian presisi beban statik didapatkan tingkat persebaran 58.253 ± 0.014 atau toleransi rentang persebaran 1.4%. Untuk pengujian sensitivitas beban statik didapatkan nilai sebesar 0.9871. Kata kunci : Wattmeter Digital AC, sistem monitoring, sensor tegangan, sensor arus.
Desain Dan Karakterisasi Konverter Dc Ke Dc Berbasis Rangkaian Buck-Boost Pada Sistem Maximum Power Point Tracking (Mppt) Aulia Laila Fithri; Reza Fauzi Iskandar; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Panel surya (photovoltaic) kini mulai banyak dimanfaatkan sebagai penyedia energi listrik. Karena melalui panel surya inilah energi matahari dapat diubah menjadi bentuk energi listrik secara langsung. Dalam implementasinya, energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya akan dipengaruhi oleh intensitas surya dan temperatur lingkungan sehingga nilai daya listrik sangat fluktuatif. Maximum Power Point Tracking (MPPT) merupakan sistem yang mampu membuat sistem panel bekerja pada efisiensi maksimumnya. Untuk mencapai daya yang maksimum, dibutuhkan sebuah perangkat (aktuator) untuk mengatur daya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber untuk mengisi aki dengan tegangan konstan 12 Volt. Pada penelitian ini, dilakukan perancangan dan karakterisasi rangkaian Buck-Boost untuk menggeser titik kerja dari sistem photovoltaic. Penulis melakukan analisis terhadap nilai rasio perbadingan tegangan (M) terhadap perubahan Duty Cycle (D) dengan resolusi 0.05, analisis variasi nilai induktansi dan resistansi beban terhadap nilai M yang dihasilkan, analisis perbandingan operasi Discontinuous Conduction Mode (DCM) dan Continuous Conduction Mode (CCM) dengan nilai K bervariasi, serta analisis peningkatan nilai arus keluaran dengan variasi nilai induktansi (L) dan resistansi beban (R). Berdasarkan prosedur yang telah diuraikan, pengujian alat yang telah di realisasikan diuji memiliki hasil yang linier, dan kinerjanya pada nilai D=0.5, dimana Vin=Vout. Sehingga didapatkan nilai error adalah sebesar 4.11%. Pada nilai frekuensi penyaklaran 26.46 kHz, rentang daerah kerja DCM berada dalam rentang yang paling panjang yakni 0.05 hingga 0.35. Kata kunci : MPPT, Buck-Boost, Photovoltaic, Duty Cycle Abstract Solar which known as the energy source has an abundant availability in nature so that its utilization needs to be processed properly. Indonesia Island is geographically located along the equator, so that sunlight should be utilized optimally. Solar panel (photovoltaic) has begun to be widely used as a provider of electrical energy. By those solar cells the solar energy can be directly converted to another form of energy. As the implementation, the electrical energy which is generated by the solar cell will be affected by the light intensity and environment’s temperature. It causes the power will fluctuate. Maximum Power Point Tracking (MPPT) is the system which is able to make the solar panel works efficiently. The hardware is required to\regulate the output power which is able to charge the accumulator with a constant voltage in 12 volts. In this experiment, there will be done a design and characterization of Buck-Boost Converter to track the maximum power point of the solar panel. Author will analyze the conversion ratio of the voltage to the change of Duty Cycle which has 5% of resolution, the effect of inductance and resistance variation to the power output, the boundary layer of Discontinuous Conduction Mode (DCM) and Continuous Conduction Mode (CCM) with the variation of K values, and the output current improvement with the variation of inductance (L) and resistance (R) value. Based on the experiment, the device at D=0.5 has the error value 4.11%. When the switching frequency is 26.46 kHz, the converter has the largest range of the DCM mode in range 0.05 to 0.35. Key Words: MPPT, Buck-Boost, Photovoltaic, Duty Cycle
Perancangan Kontrol Kestabilan Statis Wahana Roda Dua Menggunakan Aktuator Giroskop Fadhly Aziz Putra Pradana; Dudi Darmawan; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendaraan roda dua merupakan transportasi yang paling banyak digunakan di indonesia. Kendaraan roda dua memiliki kelincahan gerak dan harga yang cukup ekonomis akan tetapi kendaraan roda dua memiliki kekurangan dalam hal pengontrolan keseimbangannya yang mana sangat bergantung pada pengendaranya. Untuk mengatasi hal tersebut maka pada tugas akhir ini dirancang sebuah model wahana roda dua yang mampu menjadi keseimbangannya secara otomatis dengan menggunakan metode kontrol PID menggunakan aktuator giroskop. Prototipe yang dirancang menggunakan kontrol PID untuk mengetahui respon dari posisi balik dari gangguan sudut yang diberikan. mikroprosesor yang digunakan adalah Raspberry Pi 3 Model B yang memiliki empat core berkecepatan 1.2GHz dengan cache memory level 1 sebesar 32kB. Proses pengecekan kontrol PID dapat dilakukan dengan cepat dan menghasilkan respon kecepatan motor DC terhadap kemiringan untuk kembali ke posisi mendekati nilai sudut 0o. Sensor accelerometer digunakan sebagai sensor kemiringan dan umpan balik sistem.Sistem telah mampu menghasilkan kecepatan sudut sebesar 541.3 dengan kecepatan 5170 rpm. sistem telah berhasil mempertahankan kestabilan posisinya hingga kemiringan 3.5o.
Co-Authors Abdillah Muttaqin Achmad Rifdatul Hisan Adityo Sandhy Putra Adwin Welmark Cristri Ahmad Faridh Ahmad Marjan Ahmad Qurthobi Ahmad Ramdono Anas Rafii Ramadhan Andi Aditya Pratama Andica Dian Isnaini Andrianto, Deny Anggita Bayu Krisna Pambudi Aprilia Susanti Apriliani Putri Prasetyo Arief Budi Nugraha Ary Halimawan Ary Pranajaya Asep Suhendi Auditio Mandhany Aulia Laila Fithri Awaludin, Rahmat Ayu B. Artini Ayu, Christina Putri Bella Pratiwi Binandika Arya Wangsa Chartika Fadilah Prasetiani Christina Christina Danny Dimas Debriano Dewa Buana Muharmadin Dewi Novianti Diah Ayu Sitoresmi Dinda Rizqi Ridha Debiyani Dudi Darmawan Edi Leksono Edi Leksono Endang Rosdiana Erik Deardo Purba Ery Djunaedy Fachri Devanika Fadhli Rahman Fadhly Aziz Putra Pradana Fajri Amenda Putra Falery Widyawan Fani Putri Utami Fathir Endrawan Fathonah, Indra Wahyudin Febriansah Setiawan Firdy Bahari Putra Fransiskus Xaverius Dwiyanto Meas Friansa, Koko Guntur Bhatara Sutra Hanafi Rusmantika Handre Kertha Utama, Putu Hertiana Bethaningtyas Dyah K I Putu Arya Suarsana Ibrahim Fahri Fuady Ifta Rifqi Tyesadha Ihsan Adhi Nugroho Imam Maulana Taufan Indah Wardati Indra Wahyudin Fathonah Indrapraja, Rachmadi Irsyad Nashirul Haq Irsyad Nashirul Haq Isman Kurniawan Ismudiati Puri H Ismudiati Puri Handayani Jaya Wikrama Justin Pradipta Justin Pradipta Justin Pradipta Koko Friansa Liman Hartawan Lukman Nugraha M An Naas M S M Saladin Prawirasasra Mahesa Nanda, Rezky Maidasari Br Manurung Mamat Rokhmat Maulana, Baharuddin Nur Melina Melina Miranti Widyastuti Mochammad Iqbal Bayeqi Mohammad Rakha Farizi Muhamad Ramdlan Kirom Muhammad Aslam Muhammad Fatih Hasan Muhammad Pandu Aryo Gumilang Muhammad Wawan Kurniawan Muhammad Zakaria Muhammad Zaky Mubarok, Muhammad Zaky Nanda Aulan Tamami Nashirul Haq, Irsyad Nina Retna Utami Nirwana Prasetia Sipayung Nissa, Nabilah Khoirun Novian Lisdi Wahyoto Novita Fatkhuromah Nurwulan Fitriyanti Octo Emerald Siregar Paramitha Octavia Pristian Firzatama Putri, Vika Ristiana Putu Handre Kertha Utama Putu Handre Kertha Utama Raden Rizki Mulia Putra Rahmat Awaludin Salam Rasmid Rasmid Rayhan Humamuddin Reksa Putra Restianim, Vivien Rezky Mahesa Nanda Rizkar Febrian Rizky Anggara Robi Sobirin Suwandi Suwandi T. Nuzul Akbar Tri Ayodha Ajiwiguna Valentina Adimurti Kusumaningtyas Ventiano Ventiano Yanky Newalse