Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Ph Terhadap Produktivitas Gas Di Reaktor Anaerob Dengan Substrat Limbah Makanan M An Naas M S; Muhamad Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biogas adalah campuran gas yang dihasilkan oleh mikroorganisme atau bakteri anaerob. Biogas dapat dihasilkan dari substrat seperti limbah pertanian, pupuk kandang, sampah kota dan limbah makanan. Biogas dapat diproduksi oleh siklus hidup bakteri secara alami sebagai produk samping dari proses metabolisme. Produksi biogas pada proses ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti nilai pH. Diketahui bahwa produksi biogas pada nilai pH 6.8-7.2 lebih efektif[1].Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisa produksi biogas dengan nilai pH dengan kondisi nilai pH yang berbeda yaitu, dikondisikan di nilai pH 6,8-7,2, dan tanpa dikondisikan. Serta mengukur nilai COD (Chemical Oxigen Demand ) dan TSS (Total Susppended Solid ) dengan kondisi nilai pH yang sama.Pada penelitian ini, substrat yang digunakan adalah nasi. Dari percobaan diperoleh jumlah volume gas yang dihasilkan, penurunan nilai COD dan nilai TSS dari nilai pH yang dikondisikan dan tidak pada setiap harinya.. Kata kunci : Biogas; Volume Gas; Nilai pH ;nilai COD ; Nilai TSS .
Studi Pengaruh Medan Magnet Terhadap Produksi Gas Oxyhidrogen Pada Generator Tipe Dry Cell Christina Christina; Reza Fauzi Iskandar; Mamat Rokhmat
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi merupakan suatu kebutuhan yang memiliki peranan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Penggunaan energi tersebut sebagian besar masih berasal dari energi fosil. Pada produksinya energi dari bahan fosil mengalami penurunan. Tetapi, hal ini disertai dengan pertumbuhan energi terbarukan yang terus mengalami peningkatan. Gas oxyhidrogen merupakan salah satu solusi untuk ikut serta dalam meningkatkan pertumbuhan energi terbarukan. Gas oxyhidrogen ini dihasilkan melalui proses elektrolisis pada generator tipe dry cell. Dalam upaya meningkatkan optimasi produksi gas maka dilakukan penelitian dengan menambahkan pengaruh medan magnet eksternal pada generator. Pada penelitian ini dilakukan penambahan medan magnet pada 8 posisi pada generator. Besar medan magnet yang diberikan yaitu 0,0209 – 0,0481 T dengan arus pada generator 5 A dan 3,62 V. Debit rata-rata yang dihasilkan pada arah medan magnet masuk ke generator yaitu pada saat posisi magnet berada di sisi kanan generator sebesar 0,07011 l/m. Serta pada besar arus 1,401 A untuk seluruh posisi menghasilkan debit rata-rata sebesar 0,06671 l/m. Pada arah medan magnet keluar dari generator yaitu pada saat posisi magnet berada pada di sisi kiri generator menghasilkan debit 0,06931 l/m. Serta pada besar arus 1,302 A untuk seluruh posisi menghasilkan debit rata-rata sebesar 0,06920 l/m. Dengan demikian, pada saat gaya lorentz yang diberikan tegak lurus dengan arah elektron memiliki pengaruh dalam memperoleh produksi gas oxyhidrogen yang lebih efektif. Kata kunci : elektrolisis, gas oxyhidrogen, generator tipe dry cell, medan magnet Abstract Energy is a necessity that has an important role for human survival. The use of energy is still largely derived from fossil energy. In production, the energy from the fossil material decreases. However, this is accompanied by renewable energy growth that continues to increase. Oxyhydrogen gas is one of the solution to participate in increasing the growth of renewable energy. This oxyhydrogen gas can be generated by electrolysis process on dry cell type generator. In an effort to increase the optimization of gas production, a study was conducted by adding a magnetic field external on the generator. In this study, the magnetic field is added to 8 positions on the generator. The magnitude of the magnetic field given is 0,0209 – 0,0481 T with a current of the generator 5A and voltage 3,62 V. The average flow rate generated in the direction of the magnetic field toward to the generator when the magnetic position is on the right side of the generator of 0,07011 l/m. And at a current of 1,401 A for all postions yields an average flow rate of 0,06671 l/m. In the direction on the magnetic field out of the generator that is when the position of the magnet is on the left side of the generator produce an average flow rate of 0,06931 l/m. And at a current of 1,302 A for all positions yields an average flow rate of 0,06920 l/m. Thus, when the lorentz force given perpendicular to the direction of the electron has an effect in obtaining a more effective oxyhydrogen gas production. Keywords : electrolysis, oxyhydrogen gas, dry cell type generator, magnetic field
Studi Pengaruh Pentanahan Terhadap Sistem Aktuasi Relay Berbasis Plc Pada Sistem Smart Home Aprilia Susanti; Reza Fauzi Iskandar; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem TT (Terra-Terra) adalah sistem pentanahan yang akan menjaga output aktuator pada saat pensaklaran. Sistem TT (Terra-Terra) berfungsi sebagai sistem proteksi saluran. Pengaruh dari sistem aktuasi tanpa menggunakan sistem pentanahan dengan menggunakan sistem pentanahan yang menghasilkan sinyal sinus dan grafik FFT noise. Pada grafik FFT noise rata-rata menunjukkan tiga komponen noise dengan peak yang berbeda-beda yaitu 50 Hz, 125 Hz dan 200 Hz. Hasil yang diperoleh dari sistem proteksi peralatan menggunakan sistem pentanahan sesuai dengan fungsinya mencegah kerusakan akibat adanya noise dengan tegangan rata-rata mendekati nol pada sistem TT (Terra-Terra). Nilai tegangan rata-rata noise yang mendekati nol adalah sistem aktuasi menggunakan sistem pentanahan TT (Terra-Terra) dengan nilai tegangan rata-rata noise pada satu lampu hidup -87,3 mV, pada dua lampu hidup -96.7 mV, pada tiga lampu hidup -106 mV dan pada empat lampu hidup 120 mV. Kata Kunci : Sistem proteksi saluran, Sistem pentanahan dan Tegangan rata-rata noise Abstract TT (Terra-Terra system is defense system that will maintain actuator output while switching. TT (Terra-Terra) system has a function as channel protection system. The effect of actuation system without using defense system and using defense system generate sine signal and FFT noise graphic. FFT noise graphic average shows three noise components with different peak which are 0 Hz, 125 Hz and 200 Hz. The result which is obtained from protection system using equipment using defense system is suitable with the function to avoid the damage because of noise with the average voltage which is close to null in TT (TerraTerra) system. The average value of noise which close to null is actuation system using TT (Terra-Terra) defense system with average value voltage in a lamp of -87,3 mV, in second lamp of -96.7 mV, in third lamp of -106 mV and in forth lamp of 120 mV. Key Words: Channel protection system, Defense system and Noise average voltage
Upgrading Vertical Clarifier Tank Dengan Penambahan Buffle Plate Untuk Pengoptimalisasi Kinerja Vertical Clarifier Tank Pada Sistem Pengolahan Minyak Kelapa Sawit Dinda Rizqi Ridha Debiyani; Reza Fauzi Iskandar; Ahmad Ramdono
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan untuk tetap menjaga kualitas tanaman kelapa sawit tanpa mengurangi kuantitas akan menjadi suatu tujuan penting untuk perkembangan industri kelapa sawit. Pengolahan kelapa sawit merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan usaha perkebunan kelapa sawit. Minyak kelapa sawit dihasilkan melalui beberapa tahapan-tahapan diantaranya adalah penerimaan bahan baku, perebusan, pembantingan, pengepressan, pengolahan minyak mentah, pengolahan nut dan kernel. Salah satu metode pengendapan merupakan proses pemisahan minyak yang terjadi karena adanya proses pengendapan yang disebabkan berat jenis dari minyak, emulsi, dan sludge. Dikarenakan dalam proses pengolahan untuk menghasilkan minyak kelapa sawit membutuhkan waktu yang lama. Pada tugas akhir ini dilakukan upgrading vertical clarifier tank dengan penambahan buffle plat untuk mengoptimalkan kinerja vertical clarifier tank pada sistem pengolahan minyak kelapa sawit. Hal tersebut dapat mengurangi volume minyak yang terikut di sludge underflow sehingga mampu mengurangi beban kerja dari sludge certrifuge. Hasil pengujian menunjukan bahwa pembaharuan pada vertical clarifier tank menggunakan buffle plat yang lebarnya 200mm dengan panjang buffle plat 445mm dan tebal plat 5mm yang menghasilkan jumlah prosentasi kehilangan minyak yang lebih kecil sebesar 7,578%. Kata kunci : vertical clarifier tank,buffle plat,underflow,centrifuge. Abstract The need to maintain the quality of oil palm crops without reducing the quantity will be an important objective for the development of the palm oil industry. Palm oil processing is one of the factors that determine the success of oil palm plantation business. Palm oil is produced through several stages such as the acceptance of raw materials, boiling, spinning, pressing, crude oil processing, nut processing and kernels. One of the precipitation methods is the oil separation process that occurs due to the precipitation process caused by the specific gravity of oil, emulsion, and sludge. Because in processing to produce oil palm takes a long time. In this final project is done vertical clarifier tank upgrading with the addition of buffle plate to optimize the performance of vertical clarifier tank on palm oil processing system. This can reduce the volume of oil in the sludge underflow in order to reduce the workload of sludge certrifuge. The test results show that the renewal in the vertical clarifier tank uses buffle plate that is 200mm wide with 445mm plate buffer length and 5mm plate thickness which results in a smaller percentage of oil loss of 7.578%. Keynote : vertical clarifier tank,buffle plat,underflow,centrifuge.
Studi Pengaruh Pelapisan Elektroda Dengan Bahan Dasar Karbon-logam Pada Sistem Sel Tunam Mikroba Binandika Arya Wangsa; Reza Fauzi Iskandar; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sel tunam mikroba atau yang biasa disebut MFC adalah bioreaktor yang mengubah energi kimia dari senyawa organik menjadi energi listrik melalui reaksi katalitik mikroorganisme dalam kondisi anaerob. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan bahwa dengan pelapisan logam dengan karbon dapat meningkatkan tegangan dan arus listrik yang dapat dihasilkan oleh sistem MFC ini. Hal ini dikarenakan sifat karbon yang dapat menyerap dengan baik diharapkan dapat menyerap lebih banyak elektron yang dihasilkan oleh mikroba untuk dihubungkan dengan rangkaian listrik. Semakin banyak elektron yang diserap, maka semakin besar pula beda potensial yang dihasilkan. Elektroda yang digunakan berupa logam seng dan tembaga yang kemudian dilapisi dengan karbon menggunakan dua metode. Metode yang pertama adalah elektrolisis dengan memanfaatkan energi listrik menjadi energi kimia. Dan yang kedua adalah pelapisan dengan memanfaatkan pasta karbon. Setelah dilapisi dengan karbon kemudian elektroda digunakan ke sistem STM dan hasilnya terjadi peningkatan teganan maupun kuat arus pada elektroda logam yang dilapisi karbon dengan pasta karbon daripada elektroda yang belum dilapisi ataupun dilapisi dengan elektrolisis. Hal ini dikarenakan pada elektroda dengan pelapisan elektrolisis terdapat zat kimia metilen biru yang membuat mikroba dalam substrat menjadi tidak berfungsi atau pelapisan ini menyebabkan tertutupnya lapisan logam sebagai elektroda sehingga teganan maupun kuat arus yang dihasilkan sangat tidak stabil. Tegangan rata-rata tertinggi dihasilkan pada elektroda dengan pelapisan pasta karbon dengan rata-rata tegangan sebesar 0,92 V dan rata-rata kuat arus 0,75 mA dengan menggunakan substrat air limbah inlet Kata kunci: Sel Tunam Mikroba, Elektroda, Elektrolisis, Pelapisan Abstract Microbial fuel cell or we can call it MFC is a bioreactor that used to transform chemical energy to electrical energy using the compound organic to make catalystic reaction for microorganism. The purpose of this research is to prove that coating the metal electrode with carbon can make the electric energy that produced is increased. This is caused by the nature characteristic of carbon that have the capability to absorb better than any material. So hoping that it will absorb more electron to transfer so it can increase the voltage that produced by the MFC itself. Metal electrode that used to be coated by carbon is zinc and copper. First method is using electrolysis to make the coating by transform the electric energy to chemical energy. The second is coating using carbon paste. And the result is the voltage and current that produced is increased with the electrode that coated with carbon paste. and the other electrode is producing a not stable voltage and the current because the coating itself might be harm the microbe, so it makes the electron not well functioned. The other conclusion is that the coating itself is blocking the electron to transfer so it makes it not stable. The highest average voltage and current that produced is 0,94 V and 0,75 mA with carbon paste electrode and using inlet waste water as the substrate Keywords: Microbial Fuel Cell, Electrolysis, Electrode, Coating
Perancangan Dan Implementasi Sistem Kendali Pid Pada Autonomous Moving Forward Quadcopter Rizkar Febrian; Suwandi Suwandi; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quadcopter merupakan salah satu jenis Unmanned Aerial Vehiclhe (UAV) rotary wing yang memiliki empat buah lengan. Quadcopter dapat terbang secara vertical dan horizontal, hal tersebut dipengaruhi oleh tiga sumbu yaitu gerakan sumbu x (pitch), sumbu y (roll), dan sumbu z (yaw). Untuk melakukan gerak secara horizontal diperlukan kestabilan keempat motor agar quadcopter tidak terbalik. Kontrol PID digunakan untuk mengatur keempat motor tersebut, dan untuk mendapatkan nilai PID digunakan metode tuning Ziegler n ichols. Nilai kontrol yang didapat setelah melakukan tuning yaitu , pada sumbu x, , pada sumbu y dan , pada sumbu z . Moving forward pada dasarnya sama dengan gerakan hover, perbedaannya hanya terdapat pada sudut salah satu sumbunya, maka dari itu set poin sudut yang diberikan agar quadcopter dapat melakukan gerakan horizontal adalah 2o – 10o. Kata kunci : Quadcopter, PID, pitch, roll, yaw, Ziegler Nichols.
Analisis Produksi Energi Listrik Dari Microbial Fuel Cell Dengan Pengolahan Limbah Air Fajri Amenda Putra; M Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Microbial fuel cell (MFC) dapat dijadikan sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. MFC dapat mengubah energi kimia menjadi energi listrik melalui reaksi katalitik dengan bantuan mikroorganisme. Selain permasalahan energi, Indonesia juga dihadapkan dengan permasalahan pengolahan limbah. Zat organik yang terdapat pada limbah dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbon untuk pertumbuhan mikroba pada sistem MFC. Limbah yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengolahan limbah air inlet dan outlet. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu operasi, diameter elektroda dan volume reaktor terhadap kinerja MFC. Reaktor dirancang berdasarkan pada prinsip kerja reaktor sel elektrokimia dimana terdapat dua kompartemen yaitu kompartemen anoda dan katoda. Kedua kompartemen tersebut dipisahkan oleh jembatan garam dan pada masing-masing kompartemen diberikan elektroda. Kemudian dilakukan preparasi berupa substrat, dan alat elektrolisis. Kompartemen anoda akan diisi dengan substrat air limbah inlet dan outlet dari Instalasi Pengolahan Limbah Air di Cikoneng. Pemilihan air limbah ini sebagai substrat karena banyak terdapat biokatalisator yang merupakan elemen penting dalam sistem ini. Pada hasil penelitian, kuat arus maksimum yang mampu dihasilkan oleh sistem MFC ini sebesar 0,9201 mA dengan substrat air limbah inlet dengan elektroda Zn/Cu pada pengukuran pertama, dan sebesar 0,91824 mA pada pengukuran kedua dengan elektroda Zn/Cu dan substrat air limbah inlet. Tembaga dan seng sebagai elektroda, mampu mengkonversi substrat tersebut menjadi energi listrik dengan nilai antara 1,508733646 mJ sampai 155,3877914 mJ. Nilai daya maksimum yang dapat dihasilkan dari sistem MFC untuk dua kali pengukuran mencapai 1,255529949 mW dengan menggunakan pelat elektroda Cu dan Zn. Kata Kunci: Microbial Fuel Cell, limbah air, elektroda, kuat arus, tegangan, energi listrik, daya maksimum. Abstract Microbial fuel cell (MFC) can be used as an alternative energy source that is environmentally friendly and sustainable. MFC can convert chemical energy into electrical energy through catalytic reactions with the help of microorganisms. In addition to energy problems, Indonesia is also faced with waste processing problems. Organic substances present in waste can be used as carbon sources for microbial growth in MFC systems. Waste used in this research is inlet waste water treatment and outlet. This research has purpose to know the influence of operation time, electrode diameter and reactor volume to MFC performance. The reactor is designed based on the working principle of an electrochemical cell reactor in which there are two compartments ie anode and cathode compartments. Both compartments are separated by salt bridges and in each compartment are given electrodes. Then do the preparation of substrate, and electrolysis tool. The anode compartment will be filled with inlet and outlet wastewater substrates from the Wastewater Treatment Plant in Cikoneng. The selection of this waste water as a substrate because there are many biocatalisator which is an important element in this system. In the experiments, the maximum current strength produced by this MFC system is 0.9201 mA with an inlet wastewater substrate with Zn / Cu electrodes at first measurement, and 0.91824 mA in the second measurement with Zn / Cu electrode and water substrate waste inlet. Copper and zinc as electrodes, capable of converting the substrate into electrical energy with a value between 1.508733646 mJ to 155.3877914 mJ. The maximum power value that can be generated from the MFC system for two measurements reaches 1.255529949 mW by using Cu and Zn electrode plates. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.3 Desember 2018 | Page 5610 Keywords: Microbial Fuel Cell, waste water, electrode, strong current, voltage, electrical energy, maximum power.
Penerapan Kontrol Adaptif Dahlin Proporsional Pada Buck Converter Dengan Gangguan Medan Magnet Eksternal Adwin Welmark Cristri; Dudi Darmawan; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian pembangkit mikrohidro menggunakan genereator DC, dengan demikian diperlukan perangkat elektronik buck converter yang merupakan salah satu jenis dari dc-dc converter yang berfungsi mengubah besaran pentransmisian listrik ke tempat penyimapanan energi atau dari baterai ke beban penggunaan listrik [1][4]. Pada rangkian buck converter ini digunakan komponen induktor. Komponen induktor sendiri juga sensitif terhadap gangguan medan magnet di sekelilingnya. Jika perangkat buck converter ini beroperasi di pembangkit mikrohidro maka memungkinkan terjadinya gangguan medan magnet yang berasal dari generator. Oleh karana itu, diperlukan suatu perlakuan khusus untuk mempertahankan keadaan respon sistem walaupun sistem diganggu [3] [6] [7]. Dalam penelitian ini akan di uji buck converter dengan menggunakan metode kontrol adaptif proporsional Dahlin [8]. Dengan meggunakan metode ini diharapkan keadaan sistem dapat diketahui setiap saat, sehingga diketahui perlakuan yang perlu diberikan kepada sistem [7][8]. Selain itu, metode tersebut akan dibandingkan dengan metode kontrol proporsional konvensional. Kata Kunci: Buck Converter, Mikrohidro, Gangguan Medan Magnet, Kontrol Adaptif Dahlin Proporsional
Studi Pengaruh Pelarut Organik Terhadap Produksi Gas Hidrogen Menggunakan Generator Tipe Dry Cell Dengan Koh Sebagai Katalis Novita Fatkhuromah; Reza Fauzi Iskandar; Indra Wahyudhin Fathona
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ketersediaan bahan bakar fosil semakin berkurang dari waktu ke waktu seiring meningkatnya kebutuhan manusia terhadap bahan bakar. Oleh karena itu, dibutuhkan energi alternatif sebagai solusi pengganti bahan bakar fosil. Hidrogen merupakan salah satu energi alternatif yang ramah lingkungan. Gas hidrogen dapat dihasilkan oleh generator HHO tipe dry cell dengan menggunakan prinsip elektrolisis. Elektrolit yang gunakan dalam proses elektrolisis berupa pelarut organik yaitu etanol dan metanol. Sebelumnya telah banyak penelitian yang dilakukan terhadap elektrolisis pada etanol dan metanol, namun generator yang digunakan membutuhkan daya yang besar dan komponen tambahan. Pada penelitian ini, generator yang digunakan terdiri dari dua elektroda silinder dengan tambahan KOH sebagai katalis. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan bubble flow meter dan gas chromatograph. Dalam penelitian ini, konsentrasi katalis yang digunakan, arus kerja generator, serta penambahan pelarut divariasikan untuk mendapatkan hasil yang optimum. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa metanol dapat menghasilkan kadar hidrogen tertinggi yaitu 95.03% dengan tegangan sebesar 2.6360 V. Sedangkan kadar hidrogen pada etanol adalah 52.43% dengan tegangan sebesar 2.5883 V. Kata Kunci: energi terbarukan, hidrogen, generator HHO, elektrolisis. Abstract The availability of fossil fuels is dwindling over time as human needs increase over fuel. Therefore, alternative energy is needed as a replacement solution for fossil fuels. Hydrogen is one of environmentally friendly alternative energy. Hydrogen gas can be generated by dry type cell HHO generator by using electrolysis principle. Electrolytes used in the process of electrolysis in the form of organic solvents are ethanol and methanol. Previously there has been a lot of research done on electrolysis on ethanol and methanol, but the generators used require large power and additional components. In this study, the generator used consisted of two cylindrical electrodes with the addition of KOH as a catalyst. Measurements were made using bubble flow meter and gas chromatograph. In this study, the catalyst concentration used, the generator workflow, and the addition of the solvent were varied to obtain optimum results. From this research, it can be concluded that methanol can produce the highest hydrogen content of 95.03% with a voltage of 2.6360 V. While the hydrogen content in ethanol is 52.43% with a voltage of 2.5883 V. Keywords: renewable energy, hydrogen, HHO generator, electrolysis.
Rancang Bangun Kontrol Kestabilan Statis Pada Autonomous Underwater Vehicle Menggunakan Metode Fuzzy Logic Danny Dimas Debriano; Suwandi Suwandi; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Autonomous Underwater Vehicle (AUV) adalah sebuah robot bawah air yang dapat bergerak secara otomatis tanpa kendali langsung dari manusia. Tugas akhir ini dibuat dengan tujuan untuk merancang suatu Autonomous Underwater Vehicle yang tetap stabil dalam keadaan statis pada setiap kedalaman selam yang berbeda-beda walaupun mengalami gangguan yang arah pergerakannya bersifat yaw dan pitch. Sistem kontrol logika fuzzy dengan masukan berupa sudut dari hasil pembacaan sensor kemudian akan diolah oleh sistem kendali fuzzy logic yang menghasilkan keluaran berupa kecepatan putar motor untuk mengembalikan ke posisi set point yang telah ditentukan. Saat pengujian kedalaman masih terdapat error sebesar ±0.5 cm yang tidak mampu tereduksi karena tidak adanya sensor pengukur kedalaman. Dari hasil pengujian sudut yaw dihasilkan nilai settling time (ts) yang lebih besar dari hasil perhitungan waktu estimasi sebesar 0.3 sampai 1 detik disebabkan adanya lonjakan maksimum sebesar 20o sampai 30o. Pengujian robot sudut yaw dan pitch saat di kedalaman yang lebih besar menghasilkan nilai settling time (ts) 0.2 sampai 1.7 detik lebih lama, hal ini disebabkan karena pengaruh tekanan air yang lebih besar seiring bertambahnya kedalaman. Kata kunci : Autonomous Underwater Vehicle (AUV), logika fuzzy, kestabilan. Abstract Autonomous Underwater Vehicle (AUV) is an underwater robot that can move automatically without direct control of humans. This final project was created with the aim of designing an Autonomous Underwater Vehicle that remains stable in static state at every different depth of dive despite disturbance that the direction of movement is yaw and pitch. Fuzzy logic control system with input in the form of angle from the sensor readings will then be processed by fuzzy logic control system that produces the output of motor rotation speed to return to the position set point that has been determined. During depth testing there is still an error of ± 5 cm which can not be reduced due to the absence of depth measuring sensors. From the results of the test yaw angle generated settling time value (ts) is greater than the calculation of estimation time of 0.3 to 1 second due to a maximum spike of 20o to 30o. Testing robot angles yaw and pitch when in a larger depth results in settling time (ts) 0.2 to 1.7 seconds longer, this is due to the influence of greater water pressure as the depth increases. Keywords: Autonomous Underwater Vehicle (AUV), fuzzy logic, stability.
Co-Authors Abdillah Muttaqin Achmad Rifdatul Hisan Adityo Sandhy Putra Adwin Welmark Cristri Ahmad Faridh Ahmad Marjan Ahmad Qurthobi Ahmad Ramdono Anas Rafii Ramadhan Andi Aditya Pratama Andica Dian Isnaini Andrianto, Deny Anggita Bayu Krisna Pambudi Aprilia Susanti Apriliani Putri Prasetyo Arief Budi Nugraha Ary Halimawan Ary Pranajaya Asep Suhendi Auditio Mandhany Aulia Laila Fithri Awaludin, Rahmat Ayu B. Artini Ayu, Christina Putri Bella Pratiwi Binandika Arya Wangsa Chartika Fadilah Prasetiani Christina Christina Danny Dimas Debriano Dewa Buana Muharmadin Dewi Novianti Diah Ayu Sitoresmi Dinda Rizqi Ridha Debiyani Dudi Darmawan Edi Leksono Edi Leksono Endang Rosdiana Erik Deardo Purba Ery Djunaedy Fachri Devanika Fadhli Rahman Fadhly Aziz Putra Pradana Fajri Amenda Putra Falery Widyawan Fani Putri Utami Fathir Endrawan Fathonah, Indra Wahyudin Febriansah Setiawan Firdy Bahari Putra Fransiskus Xaverius Dwiyanto Meas Friansa, Koko Guntur Bhatara Sutra Hanafi Rusmantika Handre Kertha Utama, Putu Hertiana Bethaningtyas Dyah K I Putu Arya Suarsana Ibrahim Fahri Fuady Ifta Rifqi Tyesadha Ihsan Adhi Nugroho Imam Maulana Taufan Indah Wardati Indra Wahyudin Fathonah Indrapraja, Rachmadi Irsyad Nashirul Haq Irsyad Nashirul Haq Isman Kurniawan Ismudiati Puri H Ismudiati Puri Handayani Jaya Wikrama Justin Pradipta Justin Pradipta Justin Pradipta Koko Friansa Liman Hartawan Lukman Nugraha M An Naas M S M Saladin Prawirasasra Mahesa Nanda, Rezky Maidasari Br Manurung Mamat Rokhmat Maulana, Baharuddin Nur Melina Melina Miranti Widyastuti Mochammad Iqbal Bayeqi Mohammad Rakha Farizi Muhamad Ramdlan Kirom Muhammad Aslam Muhammad Fatih Hasan Muhammad Pandu Aryo Gumilang Muhammad Wawan Kurniawan Muhammad Zakaria Muhammad Zaky Mubarok, Muhammad Zaky Nanda Aulan Tamami Nashirul Haq, Irsyad Nina Retna Utami Nirwana Prasetia Sipayung Nissa, Nabilah Khoirun Novian Lisdi Wahyoto Novita Fatkhuromah Nurwulan Fitriyanti Octo Emerald Siregar Paramitha Octavia Pristian Firzatama Putri, Vika Ristiana Putu Handre Kertha Utama Putu Handre Kertha Utama Raden Rizki Mulia Putra Rahmat Awaludin Salam Rasmid Rasmid Rayhan Humamuddin Reksa Putra Restianim, Vivien Rezky Mahesa Nanda Rizkar Febrian Rizky Anggara Robi Sobirin Suwandi Suwandi T. Nuzul Akbar Tri Ayodha Ajiwiguna Valentina Adimurti Kusumaningtyas Ventiano Ventiano Yanky Newalse