Claim Missing Document
Check
Articles

Rancang Bangun Sistem Pemantau Daya Pada Modul Silikon Polikristal Firdy Bahari Putra; Ismudiati Puri H; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik yang dibangkitkan dengan bahan bakar fosil jumlahnya terbatas. Oleh sebab itu perlu adanya pembangkit listrik yang berkategori terbarukan, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Komponen penting PLTS yaitu modul surya yang berfungsi mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Setiap modul surya memiliki karakteristik yang berbeda dan mempengaruhi kinerja PLTS. Pada penelitian ini sistem pemantau daya telah dibuat dan diujicobakan untuk mengkarakterisasi daya keluaran dan disipasi daya pada PLTS yang berada di Gedung P. Karakterisasi modul surya dilakukan dengan cara menentukan grafik “I-V” dan mencari nilai hambatan dalam dari modul surya, yang selanjutnya digunakan untuk menentukan efisiensi dan disipasi daya. Grafik “I-V” ditentukan dengan cara mencatat nilai arus dan tegangan pada beban variabel yang dihubungkan dengan modul PV. Nilai arus dan tegangan dilengkapi dengan data suhu, radiasi matahari, dan kelembaban yang tercatat pada sistem pemantau real time, sehingga mendapatkan data pengaruh lingkungan terhadap kerja PLTS. Dengan mendapatkan grafik “I-V” pada modul PV, efisiensi, nilai hambatan dan disipasi daya suatu PLTS dapat dipantau sesuai dengan waktu sebenarnya. Kata kunci: modul surya, PLTS, grafik “I-V”, efek fotovoltaik, pemantauan daya, disipasi daya.
Perancangan Dan Pembuatan Densitometer Digital Dengan Menggunakan Strain Gauge Dan Ldr Jaya Wikrama; Suwandi Suwandi; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembuatan densitometer digital terdiri dari proses integrasi LED dan LDR (LDR dikonfigurasikan dengan resistor referensi dalam bentuk rangkaian pembagi tegangan) sebagai sensor level dan proses integrasi strain gauge dengan penguat differential sebagai sensor massa. Melalui proses karakterisasi LDR dan strain gauge, diperoleh dimensi wadah ukur dengan panjang 10cm, lebar 10cm, dan tinggi 13cm. LDR sebagai sensor level mempunyai rata-rata standard error sebesar 0,0234. Sedangkan strain gauge sebagai sensor massa mempunyai standard error sebesar 7,77 dengan nilai korelasi linieritas sebesar 99,85%. Berdasarkan karakterisasi yang telah dilakukan, resistansi LDR ketika jarak optimum tercapai yaitu 23,53 kOhm dan resistansi LDR ketika jarak minimumnya tercapai yaitu 3,05 kOhm. Dengan mempertimbangkan nilai tersebut maka diperoleh nilai resistor referensi sebesar 10 kOhm. Kemudian agar strain gauge dapat digunakan dalam pengukuran massa, strain gauge yang digunakan adalah strain gauge yang telah dikonfigurasikan dalam bentuk load cell dengan sinyal keluaran yang dikondisikan menggunakan elemen penguat sinyal dengan konstanta penguatan sebesar 5000 kali. Pengujian dilakukan pada ruangan dengan dengan 24 oC, tekanan 1 bar, dan ngan intensitas cahaya berkisar antara 120 hingga 160 Lux. Dalam proses pengujian dengan sampel berupa air, alkohol, dan tembaga diperoleh nilai rata-rata error pengukuran massa jenis zat cair sebesar 6,03%. Sedangkan nilai rata-rata error pada pengukuran massa jenis zat padat sebesar 8,87%. Kata Kunci : densitometer digital, strain gauge, LDR, pengukuran.Abstract Creating of a digital densitometer consists of an LED and LDR integration process (LDR is configured with a reference resistor in the form of a voltage divider circuit) as a level sensor and strain gauge integration process with a differential amplifier as a mass sensor. Through the LDR and strain gauge characterization process, the dimensions of the measuring vesel are 10cm x 10cm x 13cm (l x w x h). LDR as a level sensor has a standard error of 0.0234. While the strain gauge as a mass sensor has a standard error of 7.77 with a linear correlation value of 99.85%. Based on the characterization that has been done, the LDR resistance when the optimum distance is reached is 23.53 kOhm and LDR resistance when the minimum distance is reached is 3.05 kOhm. Based on this value, the reference resistor value is 10 kOhm. Then in order for the strain gauge can be used in mass measurement, the strain gauge configured into a load cell form with an output signal conditioned by a signal amplifier element with a gain constant of 5000 times. Tests carried out in a room at temperature of 24 oC, pressure of 1 bar , and with light intensity ranging from 120 to 160 Lux. Throught the testing process with water, alcohol, and copper as the sample, the average error value of the measurement of liquid density was 6.03%. While the average error value for solid density measurement is 8.87%.Keywords: digital densitometer, strain gauge, LDR, measurement.
Studi Pengaruh Penggunaan Filter Kalman Pada Pengukuran Intensitas Cahaya Dalam Sistem Smart Home Muhammad Pandu Aryo Gumilang; Ery Djunaedy; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem Smart Home merupakan informasi dan teknologi terintegrasi yang berbasis hardware dan software dengan fokus untuk memaksimalkan keamanan serta kenyamanan pemilik hunian tempat tinggal. Rumah yang nyaman adalah rumah yang memiliki pencahayaan yang baik di setiap ruangannya, pencahayaan dalam rumah dibutuhkan untuk optimalisasi setiap aktivitas, perbedaan aktivitas manusia dalam suatu rumah membutuhkan intensitas cahaya tertentu. Standar Nasional Indonesia memiliki nilai refrensi intensitas cahaya untuk menjadikan ruangan yang nyaman, untuk ruang tamu, ruang makan, dan ruang kerja adalah 120 ~ 250 lux. Untuk membuat smart home yang memiliki pencahayaan yang baik maka dibutuhkan tolak ukur pencahayaan di dalam rumah, salah satu sensor cahaya yang dapat dijadikan alat ukur adalah sensor LDR (Light Dependent Resistor), Sensor LDR memiliki kekurangan yaitu hasil sensor yang berfluktuasi, data yang dihasilkan sensor LDR belum baik untuk sistem pengukuran dan akan menyulitkan sistem smart home itu sendiri. maka dari itu dibutuhkan filter kalman yaitu filter yang dapat memprediksi nilai sehingga didapatkan hasil yang stabil, hasil akhir menunjukan bahwa filter kalman mampu menghilangkan fluktuasi dengan error 7.57% sehingga akurasi relative pengukuran adalah 92.43% lebih baik dibanding tidak menggunakan filter kalman, untuk correlation pearson 0.995 dan nilai standar deviasi 19.88. Kata Kunci: Smart Home, Smart House, eHome, Intensitas Cahaya, Filter Kalman Abstrak The Smart Home system is information and integrated technology based on hardware and software with a focus on maximizing the security and comfort of residential dwellers. A comfortable house is a house that has good lighting in each room, lighting in the house is needed to optimize each activity, the difference in human activity in a house requires a certain intensity of light. The Indonesian National Standard has a light intensity reference value to make the room comfortable, for the living room, dining room, and work space is 120 ~ 250 lux. To make a smart home that has good lighting, a lighting measurement is needed in the house, one of the light sensors that can be used as a measuring instrument is the LDR (Light Dependent Resistor) sensor, the LDR sensor has a fluctuating sensor result, the data generated by the sensor LDR is not good for measurement systems and will complicate the smart home system itself. Therefore it is necessary to use the Kalman filter which is a filter that can predict values so that a stable result is obtained, the final result shows that the Kalman filter is able to eliminate fluctuations with an error of 7.57% so that the relative accuracy of measurement is 92.43% better than not using the Kalman filter, for Pearson correlation 0.995 and the standard deviation value of 19.88. Keywords: Smart Home, Smart House, eHome, Light Intensity, Kalman Filter, Logaritmic
Perancangan Dan Realisasi Sistem Manajemen Termal Baterai Lithium Ion Menggunakan Metode Pendinginan Semi Pasif Achmad Rifdatul Hisan; Ismudiati Puri Handayani; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baterai adalah salah satu media penyimpan dan penyedia energi melalui reaksi kimia yang fungsi kerja dan umurnya dipengaruhi oleh suhu. Saat suhu meningkat dapat memberikan efek yaitu overcharge, short circuit, atau  bahkan ledakan pada baterai. Pada penelitian ini dirancang sistem manajemen termal baterai untuk dapat memantau pengaruh suhu terhadap kinerja baterai, serta mengurangi efek negatif suhu pada baterai. Sistem yang dibuat berupa purwarupa dengan pemanas yang terbuat dari paraffin sebagai phase change material (PCM) dan melibatkan kipas yang membantu distribusi panas. Selanjutnya purwarupa diuji dengan menggunakan pemanas listrik dengan daya 280 watt dan diimplementasikan pada baterai pack yang terdiri atas tiga dan enam baterai. Penyebaran panas secara konveksi paksa dilakukan dengan menggunakan kipas dengan putaran 4100 RPM dan 4500 RPM. Dari pengujian purwarupa dapat diketahui bahwa paraffin mulai berubah fasa pada suhu 40    . Sedangkan pada pengujian baterai, pada proses pengisian selama 5500 detik suhu terendah diperoleh sebesar 30     ketika penggunaan kipas 4100 rpm. Proses tersebut lebih cepat jika  menggunakan  kipas  4500  rpm  yaitu  pengujian  selama  6500  rpm  disuhu  27    .  Selain  itu,  proses pengosongan baterai tidak terlalu dipengaruhi oleh suhu. Permodelan dengan menggunakan MATLAB® menunjukkan  kecenderungan  yang  sama  dengan  hasil  eksperimen  dengan  selisih  sebesar  0.5  volt. Selanjutnya proses pemodelan distribusi panas dengan COMSOL®  menunjukkan bahwa sistem pendingin mencapai suhu yang lebih cepat dibanding eksperimen. Hasil ini menunjukkan bahwa proses konduksi dan konveksi paksa masih perlu dioptimalkan. Kata kunci: sistem manajemen termal, baterai lithium ion, MATLAB®, COMSOL®
Studi Eksperimental Kelayakan Sistem Induksi Medan Magnet Dengan Metode Induced Current Electrical Impedance Tomography (iceit) Pada Bahan Non-feromagnetik Diah Ayu Sitoresmi; Dudi Darmawan; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses identifikasi dilakukan untuk mendeteksi dan mengevaluasi terhadap ketidakhomogenan atau anomali tanpa merusak objek uji secara langsung. Salah satu indikator adanya anomali adalah ketidakhomogenan parameter fisis objek uji. Proses identifikasi dengan metode NDT dilakukan melalui penentuan parameter fisis melalui metode ICEIT. Dengan menggunakan metode ICEIT diharapkan mampu mengatasi persoalan ill-possed pada metode ACEIT. Namun pada metode ICEIT dihadapkan pada persoalan ketidakhomogenan medan magnet penginduksi. Maka diperlukan kesesuaian parameter fisis sistem induksi medan magnet yang digunakan.Perancangan model sistem induksi medan magnet metode ICEIT dilakukan untuk mendapatkan data potensial boundary batas tepi objek uji yang mencerminkan data resistivitas. Berdasarkan hasil eksperimen pengujian menunjukkan bahwa penentuan parameter fisis menghasilkan data pengukuran potensial boundary layak terukur dengan alat ukur standar laboratorium. Validasi data dilakukan dengan perbandingan data hasil pengukuran dengan data hasil simulasi. Parameter fisis sistem induksi medan magnet yang paling efektif ditentukan oleh frekuensi 𝑓 = 10 𝐾𝐻𝑧, sumber arus listrik 𝐼0 = 3,7 𝑚𝐴𝑝𝑝, dan jumlah lilitan koil penginduksi 𝑁 =600 lilitan. Tingkat akurasi (error) data pada objek uji homogen adalah 3,61 % dan anomali adalah 4,41 %. Sehingga data pengukuran potensial boundary hasil eksperimen dapat dilakukan rekonstruksi citra tomografi untuk proses identifikasi.
Analisis Pengaruh Material Logam Sebagai Elektroda Microbial Fuel Cell Terhadap Produksi Energi Listrik T. Nuzul Akbar; M Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem MFC merupakan perangkat yang menggunakan bakteri sebagai katalis untuk mengoksidasi zat organik dan anorganik sehingga menghasilkan arus listrik. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menyelidiki kaitan pemilihan material logam berupa seng, aluminium, dan tembaga yang berbentuk pelat dengan luas permukaan 10 cm2 , sebagai elektroda terhadap kinerja dari sistem MFC. Reaktor yang digunakan adalah MFC dual-chambers dengan setiap kompartemen memiliki dimensi 5 cm × 10 cm × 10 cm. Pada sistem MFC dual-chambers, elektron yang dihasilkan oleh bakteri dari substrat pada kompartemen anoda ditransfer menuju elektroda anoda dan mengalir menuju elektroda katoda, sedangkan proton ditransfer menuju kompartemen katoda melalui jembatan garam. Lumpur sawah digunakan sebagai substrat pada kompartemen anoda, akuades pada kompartemen katoda, serta jembatan garam (NaCl 1 M) sebagai media transfer proton. Hasil penelitian menujukkan bahwa kerapatan daya maksimum yang dapat dihasilkan dari sistem MFC mencapai 30,54 mW/m2 (menit ke-65) dengan elektroda Cu/Zn untuk pengukuran pertama, dan 32,62 mW/m2 (menit ke-145) dengan elektroda Zn/Cu untuk pengukuran kedua. Perolehan kuat arus dan tegangan pada kedua pengukuran tidak berbeda secara signifikan, secara keseluruhan nilai kuat arus semakin meningkat seiring dengan lamanya waktu pengukuran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa produksi energi listrik tertinggi dihasilkan oleh kombinasi elektroda dengan material seng dan tembaga. Kata kunci: Microbial Fuel Cell, lumpur sawah, elektroda
Studi Karakteristik Propeler Berbasis Sintesa Geometri Kembang Pohon Mahoni Apriliani Putri Prasetyo; Reza Fauzi Iskandar; Liman Hartawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pohon Mahoni merupakan tanaman yang banyak ditemukan di daerah tropis salah satunya Indonesia. Pohon ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi, hampir seluruh bagian dari Pohon Mahoni dapat dimanfaatkan, mulai dari kayu hingga bijinya. Selama ini pemanfaatan Pohon Mahoni terbatas hanya kayunya sebagai bahan baku furniture dan bijinya dimanfaatkan dibidang kesehatan sebagai obat alternatif menurunkan kolesterol karena kandungan flavonoid di dalamnya. Pada penilitian tugas akhir ini penulis memanfaatkan kembang Pohon Mahoni dari segi geometri dan topologi untuk disintesa dan dibuat menjadi sebuah propeler. Alasan dilakukannya penelitian ini adalah karena kembang Mahoni memiliki geometri yang hampir serupa dengan blade pada propeler. Selain itu, ketika sebuah kembang Mahoni dilemparkan secara vertikal ke atas maka kambang Mahoni ini akan turun kembali dengan gerakan berputar seperti putaran sebuah propeler. Dengan memanfaatkan teknik desain dan cetak 3 dimensi diharapkan dapat membantu terbentuknya produk propeler baru dengan desain yang serupa dengan geometri dan topologi kembang Mahoni. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkannya jumlah putaran paling besar adalah senilai 1641,5 RPM yang dihasilkan dari propeler dengan 8 blade pada sampel 1 dengan lebar bilah 0,021 m dan diameter propeler sebesar 0,188 m. Sementara itu nilai koefisien daya paling besar dihasilkan oleh propeler pada sampel 5 dengan 8 blade sebesar 0,56066 dengan lebar bilah sebesar 0,026 m dan diameter propeler sebesar 0,183 m. Sedangkan nilai local velocity paling besar dihasilkan oleh propeler pada sampel 4 dengan 2 blade sebesar 0,53741 yang memiliki lebar bilah sebesar 0,022 m dan diameter propeler sebesar 0,187 m. Kata Kunci: Kembang Pohon Mahoni, Propeler, Desain 3D, Cetak 3D, Modeling Abstract Mahogany tree is a plant frequently found in tropical areas, one of which is Indonesia. The tree has high economical value, almost all of Mahogany’s parts can be utilized, from its wood to its seed. Up until now, the use of Mahogany tree is limited to its wood as raw materials and the use of its seed as an alternative medicine to reduce cholesterol level due to its flavonoid content. In the research of this final assignment, the author utilizes the Mahogany Tree flower in terms of geometry and topology to be synthesized and produced into a propeller. The reason behind this research is because Mahogany flower has a geometry that is almost similar to a blade on a propeller. Moreover, when a Mahogany flower is thrown vertically upwards, the Mahogany flower will come back down in a circular motion like a propeller's rotation. By taking advantage from 3-dimensional design and printing techniques, it is expected to help the creation of new propeller products with designs similar to geometry and topology that of Mahogany flowers. The results of this study show the largest number of rotationsare 1641.5 RPM which was produced from a propeller with 8 blades on sample 1 with blade width of 0.021 m and propeller diameter of 0.188 m. Meanwhile the highest power coefficient value is generated by propeller on sample 5 with 8 blades,which is 0.56066 with blade width of 0.026 m and propeller diameter of 0.183 m. While the greatest local velocity value is generated by the propeller on sample 4 with 2 blades, which is 0.53741 with a blade width of 0.022 m and a propeller diameter of 0.187 m. Keywords: Mahogany Flower, Propeller, 3-Dimension Design, 3-Dimension Printing
Klasifikasi Suara Anak-anak Menggunakan Metode Fast Fourier Transform6 Anas Rafii Ramadhan; Reza Fauzi Iskandar; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu dari banyak bidang yang memiliki peran penting dalam manufaktur adalah sistem kontrol modern dan teknik kendali otomatis, dimana salah satu kegunaannya adalah untuk mempermudah aktivitas manufaktur. Umumnya, terdapat sistem pengaturan posisi satu sumbu yang membutuhkan keakuratan untuk menunjang kegiatan produksi. Maka dari itu, diperlukan teknik kontrol otomatis yang dapat memberikan keakuratan pada perpindahan posisi pada sistem. Metode model referensi merupakan metode yang diteliti pada tugas akhir ini. Garis besar perinsip kerjanya pengukuran posisi aktual yang terukur sensor akan selalu dibandingkan dengan posisi referensi menurut model referensi, sehingga aktuator akan menyesuaikan terhadap umpan balik yang diberikan. Implementasi metode kontrol model referensi ditujukan untuk mencapai keakuratan dalam perpindahan posisi. Dalam hal ini, keakuratan dapat dinilai dari seberapa kecil nilai persentase kesalahan posisi akhir terhadap nilai acuan posisi yang diberikan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, implementasi metode kontrol ini dapat bekerja dengan baik untuk mencapai tujuan tersebut dengan rentang persen error 0.2 – 0.78%. . Kata Kunci : Model Referensi, Sistem Pengaturan Posisi Abstract One of many fields that have an important role in manufacturing is modern control system and automatic control techniques, which one of its uses is make manufacturing activities easier. Generally, there is a one-axis position configuration system that requires accuracy to support the production activities. Therefore, an automatic control technique that provide accuracy to position displacement in the system is necessary. Model reference method is the method studied in this final task. The outline of its work principle is that the actual position measured by the sensor will always be compared to reference position according to model reference, so that the actuator will adjust to the given feedback. The implementation of model reference control is intended to achieve accuracy in position displacement. In this case, accuracy can be assessed by how small the final position error percentage value is compared to the given set-point. Based on the study that has been done, the implementation of this control method works well to achieve the objective with an percent error range of 0.2 – 0.78%. . Keywords : Model Reference, Position Configuration System
Perancangan Kontrol Kestabilan Vertikal Pada Robot Beroda Satu Menggunakan Konsep Pendulum Terbalik Andi Aditya Pratama; Reza Fauzi Iskandar; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Robot beroda satu merupakan robot yang dirancang untuk dapat menjaga keseimbangan berat badan robotnya, dalam hal ini terfokuskan dalam satu sumbu (pitch). Sistem robot beroda satu dapat diasumsikan sebagai sistem pendulum terbalik. Pendulum terbalik merupakan sistem yang labil dan untuk mendapatkan keseimbangan bisa didapatkan dengan berusaha mendapatkan posisi titik berat berada di atas titik tumpunya. Dikarenakan sistem pendulum terbalik ini merupakan sistem yang tidak stabil, maka diperlukan suatu pengontrolan untuk mengatur agar sistem tersebut dapat menjaga posisi vertikal terhadap posisi acuan. Pada penelitian ini, metode PID akan digunakan sebagai pengontrolan sistem dengan memanfaatkan perbedaan nilai set point dan nilai present value dari sensor MPU6050 untuk dapat menstabilkan keseimbangan robot. MPU6050 merupakan sebuah sensor yang berfungsi membaca nilai sudut yang ditimbulkan akibat berotasinya badan robot. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa robot dapat seimbang ketika tanpa beban maupun diberikan variasi beban. Pemberian beban ini bertujuan untuk melihat sejauh mana sistem dapat menjaga kestabilannya ketika dalam keadaan terbebani. Kondisi tanpa beban merupakan respon yang paling stabil dengan settling time sekitar 0,79 detik, error steady state 1,6% dan rasio osilasi sebesar 0,99375%. Kondisi pada 29 gram adalah beban maksimal yang dapat diberikan pada robot dengan settling time sekitar 1,21 detik, error steady state 2,067% dan rasio osilasi sebesar 1%. Ketika diberikan beban 33 gram, robot memperlihatkan pergerakan dinamis yang sangat besar sehingga melewati wilayah pengujian dengan nilai settling time sekitar 2,42 detik, error steady state 1,76% dan rasio osilasi sebesar 0,998%. Kata Kunci: Robot beroda satu, pendulum terbalik, kendali PID. Abstract A one-wheeled robot is a robot designed to keep the robot’s weight equilibrium which focuses in one direction (back and forth). The implementation of the one-wheeled robot can be assumed as an inverted pendulum. The inverted pendulum is an unstable system and an equilibrium can be obtained by trying to get the center of gravity position above the fulcrum. Due to the unstable system of this inverted pendulum, a control is needed to set so that the system can keep vertical position against the reference position. In this research, the PID control will be used as a system control utilizes the difference of setpoint value and the present value of an MPU6050 sensor to stabilize the robot equilibrium. MPU6050 is a sensor which serves to read the angle values caused by the rotating body robot. In this research obtained that robot can balanced when without load and given load variaton. Giving the load aims to see to what extent the system can maintain stability when burdened. Without load condition is the most stable response with settling time 0,79 second, error steady state 1,6% and oscillation ratio 0,99375%. Condition at 29 grams is maximum load that can be given to robot with settling time 1,21 second, error steady state 2,067 % and oscillation ratio 1%. When given load of 33 grams, the robot shows very large dynamic movement so that it pass through the test area with settling time 2,42 second, error steady state 1,76% and oscillation ratio 0,998%. Keyword : single wheel robot, inverted pendulum, control PID.
Evaluasi Karakteristik Variasi Lilitan Terhadap Respon Dinamik Dan Distribusi Temperatur Pada Tungku Fleksibel Poros Tunggal Yanky Newalse; Reza Fauzi Iskandar; Tri Ayodha Ajiwiguna
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian yang dilakukan adalah evaluasi karakteristik variasi lilitan terhadap respon dinamik dan distribusi temperatur pada tungku fleksibel poros tunggal. Penelitian ini dilakukan dengan dua metode pengambilan data yaitu secara perhitungan dan eksperimen. Pengujian secara eksperimen, difokuskan pada titik tengah pengukuran, hingga diperoleh keadaan tunak secara alami. Pada 200 lilitan filamen pemanas, hasil pengukuran suhu yang didapatkan adalah 179℃, jika pada 250 lilitan filamen pemanas adalah 114℃, lalu pada 300 lilitan filamen pemanas adalah 113.8℃. Pada penelitian ini, juga dilakukan pemodelan dalam bentuk persamaan fungsi transfer dan menentukan nilai parameter-parameter karakteristik seperti rise time (Tr),time constan (𝜏), dan settling time (Ts) pada data eksperimen adalah 1746 detik, 795 detik, 3180 detik untuk 200 lilitan filamen pemanas, lalu 1575.41 detik, 717 detik, 2868 detik untuk 250 lilitan filamen pemanas dan 1792.93 detik, 816 detik, 3264 detik untuk 300 lilitan filamen pemanas. Pada persamaan fungsi transfer, nilai openloop gain (k) dan time constan (𝜏) untuk masing-masing variasi lilitan adalah 7.98, 4.25, 3.88 dan 1036 detik, 1235 detik, 1260 detik, dimana nilai k dan 𝜏 diperoleh secara manual. Kata Kunci : Karakteristik Tungku Pemanas, Filamen Pemanas,Fungsi Transfer Abstract The purpose of the research to evaluation characteristics of coil variations on dynamic response and temperature distribution on flexible single core pot. This research uses two methods, they are calculation and experiment. Experimental testing, focused on the midpoint of measurement, until natural steady state is obtained. On 200 heating coil , the result is 179℃, if using 250 heating coil the result is 114℃, and then if using 300 heating coil the result is 113.8℃. In this study, modeling was also carried out in the form of transfer function equations and determining the value of characteristic parameters such as rise time (Tr), constan time (τ), and setting time (Ts) in experimental data including 1746 seconds, 795 seconds, 3180 seconds for 200 heating filament coil, then 1575.41 seconds, 717 seconds, 2868 seconds for 250 heating filament coil and 1792.93 seconds, 816 seconds, 3264 seconds for 300 heating filament coil. In the equation of the transfer function, the value of openloop gain (k) and time constan (𝜏) for each coil variation is 7.98, 4.25, 3.88 and 1036 seconds, 1235 seconds, 1260 seconds, where the k and 𝜏 value is obtained manually. Keynote : Furnace Characteristic, Heating filament,Transfer Function
Co-Authors Abdillah Muttaqin Achmad Rifdatul Hisan Adityo Sandhy Putra Adwin Welmark Cristri Ahmad Faridh Ahmad Marjan Ahmad Qurthobi Ahmad Ramdono Anas Rafii Ramadhan Andi Aditya Pratama Andica Dian Isnaini Andrianto, Deny Anggita Bayu Krisna Pambudi Aprilia Susanti Apriliani Putri Prasetyo Arief Budi Nugraha Ary Halimawan Ary Pranajaya Asep Suhendi Auditio Mandhany Aulia Laila Fithri Awaludin, Rahmat Ayu B. Artini Ayu, Christina Putri Bella Pratiwi Binandika Arya Wangsa Chartika Fadilah Prasetiani Christina Christina Danny Dimas Debriano Dewa Buana Muharmadin Dewi Novianti Diah Ayu Sitoresmi Dinda Rizqi Ridha Debiyani Dudi Darmawan Edi Leksono Edi Leksono Endang Rosdiana Erik Deardo Purba Ery Djunaedy Fachri Devanika Fadhli Rahman Fadhly Aziz Putra Pradana Fajri Amenda Putra Falery Widyawan Fani Putri Utami Fathir Endrawan Fathonah, Indra Wahyudin Febriansah Setiawan Firdy Bahari Putra Fransiskus Xaverius Dwiyanto Meas Friansa, Koko Guntur Bhatara Sutra Hanafi Rusmantika Handre Kertha Utama, Putu Hertiana Bethaningtyas Dyah K I Putu Arya Suarsana Ibrahim Fahri Fuady Ifta Rifqi Tyesadha Ihsan Adhi Nugroho Imam Maulana Taufan Indah Wardati Indra Wahyudin Fathonah Indrapraja, Rachmadi Irsyad Nashirul Haq Irsyad Nashirul Haq Isman Kurniawan Ismudiati Puri H Ismudiati Puri Handayani Jaya Wikrama Justin Pradipta Justin Pradipta Justin Pradipta Koko Friansa Liman Hartawan Lukman Nugraha M An Naas M S M Saladin Prawirasasra Mahesa Nanda, Rezky Maidasari Br Manurung Mamat Rokhmat Maulana, Baharuddin Nur Melina Melina Miranti Widyastuti Mochammad Iqbal Bayeqi Mohammad Rakha Farizi Muhamad Ramdlan Kirom Muhammad Aslam Muhammad Fatih Hasan Muhammad Pandu Aryo Gumilang Muhammad Wawan Kurniawan Muhammad Zakaria Muhammad Zaky Mubarok, Muhammad Zaky Nanda Aulan Tamami Nashirul Haq, Irsyad Nina Retna Utami Nirwana Prasetia Sipayung Nissa, Nabilah Khoirun Novian Lisdi Wahyoto Novita Fatkhuromah Nurwulan Fitriyanti Octo Emerald Siregar Paramitha Octavia Pristian Firzatama Putri, Vika Ristiana Putu Handre Kertha Utama Putu Handre Kertha Utama Raden Rizki Mulia Putra Rahmat Awaludin Salam Rasmid Rasmid Rayhan Humamuddin Reksa Putra Restianim, Vivien Rezky Mahesa Nanda Rizkar Febrian Rizky Anggara Robi Sobirin Suwandi Suwandi T. Nuzul Akbar Tri Ayodha Ajiwiguna Valentina Adimurti Kusumaningtyas Ventiano Ventiano Yanky Newalse