Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM MELALUI PROGRAM SHUBUH BERJAMAAH Muhammad Era Syahputra Siregar; Nurmawati Nurmawati; Mohammad Al Farabi
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2023.11.1.142-160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apa saja program Subuh berjemaah dan bagaimana strategi penerapan program Subuh berjemaah Dewan Pengurus BKPRMI Kecamatan Babalan yang berkaitan dengan penanaman nilai-nilai pendidikan Islam pada remaja. Metode penelitian yang digunakan ialah metode empiris, dengan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan studi dokumen. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa program Subuh berjemaah Dewan Pengurus BKPRMI Kecamatan Babalan yang berkaitan dengan penanaman nilai-nilai pendidikan Islam pada remaja se-Kecamatan Babalan dilakukan dengm pembacaan Al-Qur’an, tausiah, tanya jawab, tahsin, sarapan, ishlah, dan gotong royong. Strategi penerapan program Subuh berjamaah Dewan Pengurus BKPRMI Kecamatan Babalan dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam pada remaja se-Kecamatan Babalan, komunikasi dengan baik, ustaz dan qari terbaik, mengikutsertakan remaja. Dapat dilihat dari hasil yang dicapai pada program tersebut bahwa remaja semakin aktif ke masjid, disiplin, sopan ucap dan sikap. Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan program ini ialah, adanya dukungan masyarakat, sarana layak, donatur. Sementara itu, penghambatnya ialah tidak hadirnya Ustaz secara mendadak, masalah teknis seperti mati lampu, hingga adanya libur panjang nasional
Comparative Analysis of the Implementation of Religious Moderation as an Effort to Build a Tolerant Culture at Tamansiswa Sukadamai Vocational School and Era Ibang Junior High School Fahrur Rozy; Azyana Alda Sirait; Indah Widya Jaya Putri Nasution; Mohammad Al Farabi; Ahmad Darlis
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 9 No. 2 (2024): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v9i2.898

Abstract

Religious moderation is defined as a religious attitude that is not extreme, either in the form of radicalism or liberalism, and prioritizes balance and mutual respect. This study aims to analyze the process of internalizing religious moderation as an effort to build a tolerant culture at SMK Tamansiswa Sukadamai. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation from the school, teachers, and students. The study results indicate that the internalization of religious moderation at SMK Tamansiswa Sukadamai is carried out through integrating moderation values ​​in the curriculum, extracurricular activities, and student character development. The school provides an understanding of the importance of tolerance, respecting differences, and avoiding extreme attitudes through an interfaith dialogue approach and activities encouraging cooperation between religious communities.
PENDIDIKAN JASMANI DALAM AL-QUR’AN Maulida Ulfa; Mohammad Al farabi; Ahmad Darlis
AT-TAJDID Vol 7, No 1 (2023): JANUARI-JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v7i1.2678

Abstract

Kinerja Guru Akidah Akhlak dalam Mengelola Kelas di Madrasah Tsanawiyah Nur Adilah Rangkuti; Mohammad Al Farabi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1433

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendisripsikan kinerja guru Akidah Akhlak dalam mengelola kelas. Pendekatan-pendekatan dalam mengelola kelas, dan hambatan dalam mengelola kelas, pendekatan-pendekatan dalam mengelola kelas, dan hambatan guru dalam mengelola kelas. Penelitian ini mengginakan metode kualitatif dengan pemaparan data yang deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil dari penelitian ini memaparkan bahwa kinerja guru Akidah Akhlak dalam mengelola kelas di MTs Asthoffaina cukup baik dengan memperhatikan aspek-aspek pengelolaan kelas, yaitu mengatur posisi tempat duduk peserta didik, mempersiapkan psikologi dan fisik sebelum mengikuti proses pembelajaran, dan memperhatikan respon peserta didik. Kemudian guru Akidah Akhlak juga melakukan beberapa pendekatan dalam pengelolaan kelas, seperti pendekatan sosio emosi, pendekatan otoriter, dan pendekatan perubahan tingkah laku. Terdapat hambatan yang dihadapi oleh guru Akidah Akhlak dalam mengelola kelas seperti tingkah laku peserta didik yang kurang disiplin, sarana prasarana yang belum memadai, dan kurangnya waktu yang diperlukan dalam mengelola kelas.
Implementasi Nilai Nilai Multikultural dalam Pendidikan: Analisis Peran dan Strategi Guru Ilham Adiansyah Harahap; Hendra Alsa Fahmi; Ida Marina Harahap; Ahmad Darlis; Mohammad Al farabi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1539

Abstract

Pendidikan Multikultural dalam prinsipnya mementingkan kesetaraan hak, termasuk dalam akses pendidikan untuk semua orang dengan prinsip "Pendidikan untuk Semua. " Demikian pula dengan proses demokratisasi yang dimulai dengan pengakuan hak asasi manusia tanpa memandang perbedaan warna kulit, agama, atau gender. Pendidikan yang multikultural adalah suatu fenomena yang masih cukup baru di dunia Pendidikan. perkembangan pendidikan multikultural sejalan dengan bersama perkembangan demokrasi suatu negara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian Kualitatif. Pada penelitian ini mengguakan metode studi kasus. Studi Lapangan (Field Research) adalah pengumpulan data secara langsung ke lapangan dengan mempergunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Studi lapangan adalah studi langsung ditengah hiruk-pikuk keadaan nyata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah strategi yang dilakukan oleh guru di SMP Adhyaksa dapat berjalan dengan baik yang dimana peserta didik dapat memahami tentangt nilai-nilai dari Multikultular baik itu di sekolah maupun di kehidupan sdehari-hari dapat dilihat dari hasil wawancara terhadap Informan Siswa yang menjawab bahwa mereka sudah paham dan mampu menjalankannya di sekolah dapat dilihat dari bagaimana peserta didik memperlakukan teman sekelasnya dan menimbulkan kelas yang nyaman di huni tanpa adanya perlakuan yang berbeda antar satu sama lain.
Pendidikan Berbasis Multikultural dalam Perspektif Alquran Burhanuddin; Ikhwan Ciptadi; Muhammad Nasrullah Ramadhana; Mohammad Al Farabi; Nur Haflisma Lubis
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan berbasis multikultural dalam perspektif Al-Qur’an, dengan fokus pada konsep relevansinya dalam membangun harmoni sosial di tengah keragaman budaya dan agama. Fokus masalah pada penelitian ini adalah bagaimana Al-qur’an memandang keberagaman budaya dan agama serta bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam konteks pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), di mana data utama diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan prinsip-prinsip multikulturalisme serta tafsir klasik dan kontemporer, serta buku ilmiah lainnya sebagai rujukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan landasan normatif yang kuat untuk menghargai keberagaman melalui prinsip-prinsip keadilan, toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan. Implementasi pendidikan berbasis multikultural dapat dilakukan melalui pengintegrasian ke dalam kurikulum dan pembelajaran yang inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan berbasis multikultural dalam perspektif Al-qur’an berperan penting dalam membangun masyarakat yang inklusif, damai dan saling menghormati, serta relevan untuk diterapkan ditengah tantangan zaman globalisasi.
Religious Moderation as a Strategy for Student Competence Formation in Multicultural Schools: Moderasi Beragama sebagai Strategi Pembentukan Kompetensi Siswa di Sekolah Multikultural Roni R Dabutar; Wahyudin Nur Nst; Mohammad Al Farabi
Academia Open Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.10.2025.11582

Abstract

General background: In a multicultural society like Indonesia, education plays a pivotal role in fostering tolerance and preventing radicalism. Specific background: SMA Negeri 1 Sidikalang, with its diverse religious and cultural composition, serves as a strategic setting to implement religious moderation in education. Knowledge gap: However, studies on how religious moderation is operationalized in rural multicultural public schools remain limited. Aims: This study aims to examine how values of religious moderation are integrated into Islamic and Christian Religious Education to shape students’ competencies holistically. Results: Using a qualitative-descriptive approach, findings show that moderation is embedded through curriculum design, teacher role modeling, inclusive extracurricular activities, and community collaboration, resulting in students’ enhanced empathy, tolerance, and respect for diversity. Novelty: This study uniquely maps the enabling and inhibiting factors of religious moderation in a rural public high school, revealing its positive influence across spiritual, social, and academic domains. Implications: The research underscores the importance of institutional support, experiential learning, and interfaith dialogue in building inclusive educational environments aligned with the values of Pancasila and the Merdeka Curriculum.Highlight : Religious moderation is integrated into teaching through contextual and dialogic learning. Teachers serve as role models, promoting tolerance and empathy across religious lines. School activities and institutional policies support inclusive values and multicultural harmony. Keywords : Religious Moderation, Religious Education, Tolerance, Contextual Learning, Student Competence
Crossword Puzzle Strategy and Student Engagement Improve Learning Outcomes in Faith and Morality: Strategi Crossword Puzzle dan Keaktifan Siswa Meningkatkan Hasil Belajar Akidah Akhlak Aina Nur Hilmy Harahap; Wahyudin Nur Nst; Mohammad Al Farabi
Academia Open Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.10.2025.11768

Abstract

General Background: In Islamic education, fostering both knowledge and character is central to achieving holistic learning outcomes. Specific Background: However, traditional teaching methods in subjects like Akidah Akhlak often fail to engage students effectively, resulting in low academic performance. Knowledge Gap: There is limited empirical evidence on the role of active learning strategies, such as crossword puzzles, in enhancing religious education outcomes, particularly when combined with student activeness. Aims: This study aims to investigate the effects of the crossword puzzle learning strategy and student activeness on the learning outcomes of Akidah Akhlak among fifth-grade students at MIN 3 Kota Medan. Results: Using a 2x2 factorial quasi-experimental design, findings from ANOVA revealed significant main effects of both the crossword puzzle strategy and student activeness, as well as their interaction, on learning outcomes. Novelty: This study introduces the integration of crossword puzzles—a typically secular and recreational activity—into religious education as an innovative pedagogical tool. Implications: The findings suggest that combining interactive strategies with increased student participation can significantly improve cognitive and affective learning in Akidah Akhlak, thereby offering a promising model for enhancing Islamic learning environments in primary education.Highlight : Crossword puzzle strategies have been proven to improve students' learning outcomes in Akidah Akhlak. Student activity significantly affects learning outcomes. There is an interaction between learning strategies and student activity on learning outcomes. Keywords : Crossword Puzzles, Student Activity, Learning Outcomes, Faith and Morals, Learning Strategies
INTEGRATING INFORMATION LITERACY INTO ISLAMIC BOARDING SCHOOL CURRICULUM: A STUDY AT IBADURRAHMAN PESANTREN AT STABAT Wahyu Ramadhan; Yusnaili Budianti; Mohammad Al farabi
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v10i2.26587

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia are undergoing significant transformation as they face increasing demands to integrate traditional Islamic scholarship with modern educational competencies. This study examines curriculum dynamics at Ibadurrahman Islamic Boarding School in Stabat, Langkat Regency, with a particular focus on the integration of information literacy as a foundational competency for students in a digital era. Using a qualitative descriptive design, data were collected through semi-structured interviews with key academic stakeholders-including the principal, deputy head of curriculum, and teaching staff-and supported by document analysis of syllabi, instructional materials, and institutional policy documents. The findings reveal that Ibadurrahman Pesantren adopts a dual-track curriculum combining national general-education standards with classical Islamic studies, enabling students to master both religious knowledge and modern scientific skills. Information literacy emerges not merely as a technical ability, but as an ethical and epistemic practice embedded in Islamic values, where students are trained to access, evaluate, and apply information responsibly across religious and academic contexts. This integration supports holistic development, fostering spiritual character, cognitive skills, digital competence, and academic readiness for higher education and professional paths. The study highlights the role of institutional leadership, pedagogical innovation, and continuous adaptation to national curriculum reforms in sustaining curriculum relevance. Overall, the results demonstrate that information literacy, when grounded in Islamic ethical principles, can serve as a strategic bridge between tradition and modernity, positioning pesantren as progressive learning institutions capable of developing morally grounded and information-literate Muslim youth equipped for contemporary global challenges.
STUDENT PROBLEMS IN THE IMPLEMENTATION OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION (PAI) LEARNING AT SMPS ANJANGSANA KECAMATAN MUNTE KABUPATEN KARO Aloken Marwahta Br Ginting; Mohammad Al Farabi
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 1 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18639348

Abstract

This research aims to analyze the challenges faced by Muslim students in participating in Islamic Religious Education (PAI) at SMPS Anjangsana, Munte District, Karo Regency. This school is located in a predominantly non-Muslim area, and Muslim students being a minority facing various challenges from social, cultural, and technical learning perspectives. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. Data was collected through in-depth interviews with Muslim students, PAI teachers, and the school principal, as well as field observations and document studies.The research results indicate that the problems faced include the limited number of Muslim students, so PAI learning is carried out separately and with minimal interaction, very limited learning support facilities and infrastructure for PAI, social pressure and feelings of alienation in the school environment, and low student motivation and participation in learning due to a lack of psychosocial support and facilities. This research recommends strategies to strengthen inclusive education based on Islamic values and tolerance, increase support for learning facilities, and provide teacher training in managing differentiated learning in a multicultural environment. These findings contribute to the development of Islamic religious education models in Muslim minority areas.