Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Efektivitas AORA sebagai pengolah hasil tes fisik olahraga pencak silat Deny Pradana Saputro; Andrew Rinaldi Sinulingga; Fekie Adila; Alimandan Alimandan
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 1, No 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kepelatihan Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.396 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas aora sebagai aplikasi berbasis android yang memiliki fungsi untuk mengolah hasil tes fisik olahraga pencak silat remaja kategori tanding. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan level 2. Sampel yang digunakan sebanyak 30 mahasiswa jurusan pendidikan olahraga Universitas Riau kelas pencak silat. Analisis data menggunakan paired sample t-test dengan bantuan spss 16. Dilihat dari aspek pemrograman dan aspek penggunaan, aplikasi mendapatkan nilai yang baik. Berdasarkan penilaian secara deskriptif, aplikasi dinyatakan cukup layak dan sangat layak. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pengolahan data menggunakan aplikasi olahraga pencak silat lebih efektif dibanding manual.
Memperkuat keterampilan motorik anak usia dini melalui pengalaman eksplorasi aktivitas di luar ruangan Hilmy Aliriad; Adi S; Deny Pradana Saputro; Donny Anhar Fahmi; Sigap Yogo Waskito
Jurnal Olahraga Pendidikan Indonesia (JOPI) Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Olahraga Pendidikan Indonesia (JOPI)
Publisher : Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54284/jopi.v3i2.363

Abstract

Aktivitas di luar ruangan memberikan berbagai rangsangan sensorik dan melibatkan gerakan tubuh yang lebih aktif dibandingkan dengan aktivitas di dalam ruangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki efektivitas program bermain aktivitas di luar ruangan dalam meningkatkan keterampilan motorik pada anak kecil. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain one grup post pre-test. Populasi terdiri dari 25 siswa RA ICP Nurul Ulum Bojonegoro. Sampel diambil secara random sampling sebanyak 10 Siswa. Data akan dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrument Test of Gross Motor Development Edisi Kedua (TGMD-2) oleh Dale A. Ulrich, PhD. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS Versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tersebut berhasil memperkuat keterampilan motorik anak pada usia dini dan kemajuan dalam program kegiatan di luar ruangan. Hasil pretest dan posttest menunjukkan bahwa intervensi atau pelatihan berdampak signifikan terhadap keterampilan gerakan dasar. Simpulan, kegiatan di luar ruangan memperkaya perkembangan anak-anak melalui program permainan sekolah yang berfokus pada keterampilan motorik, sosial, dan kreatif. Saran peneliti selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program aktivitas diluar ruangan dan memperluas metode penelitian yang digunakan.
Pros and Cons of the Debate on the Implementation of the Latest Pencak Silat Regulations in Indonesia Nur Subekti; Rony; Deny Pradana Saputro; Cahniyo Wijaya Kuswanto
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/active.v14i3.33110

Abstract

This study aims to explore the pros and cons of the discourse on the implementation of the latest pencak silat regulations passed by PERSILAT in 2021. The research method used was a mixed approach with a sequential exploratory model, beginning with qualitative analysis through documentation of public comments on social media, followed by a quantitative survey of administrators, coaches, athletes, and academics focused on pencak silat. The results indicate that the majority of respondents disapproved of the new rules. They argued that the rules failed to meet the expectations of practitioners, imitated other martial arts systems and risked diminishing the cultural uniqueness of pencak silat. When considering the pros and cons, this study revealed that those in favour of the new rules appreciated the efforts to modernise and internationalise pencak silat, particularly through technological integration, such as the use of the Video Assistant Referee (VAR) system. Meanwhile, the contra group argued that the new regulations made the competition more complex and unsafe, and detached it from its traditional identity. Quantitatively, 83.4% of respondents favoured the old 2013 rules, while only 16.6% supported the new ones, emphasising a strong preference for preserving the sport's originality. These findings highlight the importance of a thorough review and stakeholder engagement before the new regulations are implemented more widely, particularly in Indonesia.