Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Sale Legality of Rejected Bandage on Shopee Application from The Perspective of Sharia Economic Law and Protection Law Consumer Naufal, M Taufik; Cahyono, Eko Arief; Ariswanto, Dery
Et-Tijarie Vol 8, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ete.v8i1.27193

Abstract

Saat ini produk reject bukanlah suatu komoditas yang diperjualbelikan di Indonesia, salah satunya adalah produk pembalut reject . Produk pembalut reject ini banyak beredar di pasaran seperti yang ada di aplikasi Shopee. Pembalut reject sendiri dijelaskan sebagai produk yang tidak lolos tahap quality control (QC) dan memiliki cacat atau kerusakan yang seharusnya tidak layak edar berdasarkan hukum di Indonesia. Dari segi hukum syariah ekonomi, pembalut reject dengan risiko bahanya ( d}arar ) terhadap kesehatan penggunanya dapat menjadi praktik jual beli yang dilarang karena sebab syarat objeknya. Meski begitu, produk pembalut reject tetap banyak beredar di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penjualan pembalut reject di Shopee dari perspektif Hukum Perlindungan Konsumen di Indonesia dan Hukum Ekonomi Syariah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data secara deskriptif analitis berbasis pendekatan lapangan ( penelitian lapangan ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembalut reject yang dijual melalui Aplikasi Shopee ialah produk yang dalam kondisi yang tidak sesuai standar produksi (rusak) yang dalam kondisi cacat dan bolong. Temuan di lapangan menjadi alasan sehingga penjualan pembalut menolak UU Perlindungan Konsumen. Dari perspektif hukum syariah ekonomi, penjualan pembalut reject dapat memberikan hukum mubah bilamana tidak menimbulkan bahaya dan risiko kesehatan pengguna secara pasti, namun apabila produk tersebut menyebabkan dampak negatif yang pasti maka praktik tersebut adalah jual beli yang dilarang. Dari perspektif d}arar hukumnya menjadi boleh karena dampak yang ditimbulkan adalah d}arar khafi , atau mad}arat yang belum pasti dampaknya.
PEMBERDAYAAN GURU HONORERMELALUI LAUNCHING SOBAT PINTAR AKADEMIA(SOPIA)DANAPLIKASI MEDIA PEMBELAJARANSEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI DI MASA PANDEMI COVID-19 Suttrisno, Suttrisno; Cahyono, Eko Arief; Izza, Yogi Prana
Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/mafaza.v2i1.462

Abstract

Guru honorer dan anak-anak sekolah merupakan salah satu aset yang dimilikimasyarakat Desa Kacangan. Adanyawabah Covid-19 yang telah merubah dan menghambat semua aktivitas yang ada di Desa Kacangan, termasuk memengaruhi perekonomian masyarakat termasukbidang pendidikan. Olehkarena itu pada kegiatan pengabdian kepada masyarakatdi Desa Kacanganyang bekerjasama dengan mitra dalam hal ini BaznasBojonegoro, SDN Kacangan 1 dan SDN Kacangan 2, mengadakan workshop aplikasi media pembelajaran dan launching sobat pintar akademia (SOPIA).Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat inimenggunakan metode Asset Based Community Development(ABCD) yang merupakan suatu konsep pengembangan masyarakat yang didasarkan pada aset lokal untuk mengatasi permasalahan diwilayahtersebut. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah workshop aplikasi media pembelajaran dan launching Sobat Pintar Akademia (SOPIA) yaitu semua tenaga pendidik di Kacangan memanfaatkan media pembelajaran ini dan siswa-siswi di Kacangan menerima ilmu pengetahuan dengan baik serta Siswa-siswa sangat sangat antusias saat mengikuti bimbingan belajar, begitu juga dengan mentor yang akan memberikan bimbingan pada siswasehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Kacangan di masa pandemi Covid 19.Kata Kunci: guru honorer, sobat pintar akademia (SOPIA), aplikasi media pembelajaran, pandemi covid 19
TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP SISTEM FLUKTUASI BIAYA ADMINISTRASI PEMBIAYAAN QARD AL-HASAN DI BMT AL ROSYID BERKAH BERSAMA BOJONEGORO CAHYONO, EKO ARIEF
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara Vol. 5 No. 1 (2022): Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.171 KB) | DOI: 10.32665/almaqashidi.v5i1.921

Abstract

Fluktuasi biaya administrasi merupakan naik turunnya suatu keadaan ekonomi padabiaya administrasi. Fluktuasi biaya administrasi disini terjadi karenaperbedaan nominal biaya administrasi pada setiap pembiayaan dengan sistem akad qard al hasan di BMT Al-Rosyid Berkah Bersama. Dimana pembiayaan yang nominalnya sedikit dengan nominal banyak berbeda biaya administrasinya, padahal kebutuhan administasinya sama, selain itu rincian penggunaan dari biaya administrasi tersebut tidak dijelaskan.Permasalahan penelitian ini adalah Bagaimana praktik fluktuasi biaya administrasi padapembiayaan qard al hasan di BMT Al-Rosyid Berkah Bersama dan bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap praktik fluktuasi biaya administrasi pada pembiayaanqard al hasan di BMT Al-Rosyid Berkah Bersama. Hasil penelitian ini bahwa: (1) dalam praktik biaya administrasi pada pembiayaan qard al hasan tidak menyebutkan secara riil kegunaan biaya administrasi yang harus dikeluarkan oleh nasabah. (2) fluktuasi biaya administrasi pada pembiayaan qard al hasan terjadi karenabiaya administrasinya berbeda pada setiap nominal pembiayaan yang berbeda juga, inimenujukkan adanya pengambilan manfaat dari kepengurusan biaya administrasi pada pembiayaan yang berbeda. Ditinjau dari hukum ekonomi syariah ini tidak sesuaidengan syarat-syarat biaya administrasi yang seharusnya biaya administrasi didasarkan pada perhitungan riil biaya yang digunakan untuk kegunaan biaya administrasi.
Tradisi Weton Pada Jual Beli Gerobak Di UD Kalimas Jati Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Ira, Ira Aristiasari; Cahyono, Eko Arief; Khurul Anam
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara Vol. 7 No. 1 (2024): Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/almaqashidi.v7i1.3056

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman budaya, termasuk tradisi weton yang dipercaya oleh masyarakat Jawa. Seperti halnya tradisi weton yang digunakan oleh salah satu customer dalam melakukan transaksi bisnis di UD. Kalimas Jati. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research). Teori yang digunakan yaitu akad, bay’, dan ‘urf. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: pertama, dalam melakukan transaksi jual beli gerobak, salah satu customer UD. Kalimas Jati menggunakan tradisi weton. Namun, hasil dari perhitungan weton melebihi jatuh tempo pembayaran yang menyebabkan customer telat membayar, sehingga ia tidak menepati akad yang telah disepakati. Kedua, menurut Hukum Ekonomi Syariah dari segi bay’, mengacu pada rukun dan syaratnya, terkait aqid dan ma’qud ‘alaih sudah sesuai syariat. Sedangkan terkait akad, hal ini tidak sesuai syariat, karena customer tidak menepati akad. Dari segi ‘urf, secara umum tradisi weton tergolong ‘urf s}ah}ih},, sebab tradisi ini telah memenuhi syarat-syarat ‘urf. Namun, tradisi weton dalam transaksi yang dilakukan oleh customer menjadi ‘urf fa>sid, karena terdapat salah satu pihak yang dirugikan, yakni pihak perusahaan. Agar hal ini sesuai, maka solusinya yaitu dengan rescheduling akad di akhir transaksi ketika gerobak selesai diperbaiki, sehingga transaksi ini dapat mencapai prinsip an-taradhin. Ketiga, ditinjau dari Hukum Ekonomi Syariah, tindakan customer yang mengedepankan tradisi weton daripada memenuhi akad, belum sesuai dengan syariat, karena dalam Islam sebuah perjanjian atau akad itu harus ditepati sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Maidah ayat 1.
Implementasi Restorative Justice dalam Pemulihan Ekonomi Nasional: Upaya Mewujudkan Peradilan yang Humanis (Studi terhadap Rumah Restorative Justice Bojonegoro) Mukaromah, Lisa Aminatul; Cahyono, Eko Arief; Ariswanto, Dery; Anam, Khurul
UNES Law Review Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i2.1483

Abstract

This study focuses on efforts to determine the practice of solving criminal cases through the Restorative Justice approach at the House of Restorative Justice in Bojonegoro Regency. This research uses qualitative methods and field research to explore the concept of restorative justice and its application to the House of Restorative Justice in Bojonegoro Regency. The results of this study state that Restorative Justice is a powerful alternative paradigm for solving minor criminal cases in the community. The Bojonegoro Regency Government, together with the District Attorney's Office, collaborate in humane law enforcement through the establishment of 5 (five) House of Restorative Justices in Bojonegoro Regency located in Kauman Village and Pacul Village in Bojonegoro District, Jipo Village, Kepohbaru District, Dolokgede Village, Tambakrejo District, and Pilanggede Village, Balen District. The application of the concept of restorative Justice at the House of Restorative Justice in Bojonegoro has generally been carried out well as a form of the sense of crisis towards social problems of the community in a humane law enforcement effort. It involves the active role of village heads and local community leaders.
NAFKAH KELUARGA DARI ASET KRIPTO: ANALISIS HUKUM ISLAM BERDASARKAN FATWA MUI TENTANG CRYPTOCURRENCY Zaenal, Muhammmad Zaenal Abidin; Fauziyah, Ririn; Cahyono, Eko Arief
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara Vol. 8 No. 2 (2025): Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/almaqashidi.v8i2.5743

Abstract

Perkembangan cryptocurrency sebagai aset digital dalam instrumen keuangan modern telah melahirkan perdebatan di kalangan masyarakat, terutama ketika hasil yang diperoleh digunakan untuk memenuhi kewajiban nafkah keluarga. Saat ini, kajian terkait cryptocurrency lebih banyak membahas regulasi dan implikasi dari sudut pandang hukum posititf dan belum ada pembahasan terkait pemberian nafkah keluarga dari aset kripto. Penelitian ini bertujuan menganalis status hukum Islam dari cryptocurrency dan  menganalisis kedudukan nafkah hasil dari aset kripto berdasarkan Fatwa MUI. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan normatif-syar’i dengan metode studi kepustakaan, di mana data dikumpulkan dari berbagai sumber kepustakaan yang relevan untuk kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa nafkah keluarga dari aset cryptocurrency dinilai tidak memiliki underlying asset dan mengandung ketidakjelasan dan praktik spekulatif sehingga tidak memenuhi kriteria harta yang sah untuk digunakan sebagai nafkah keluarga. Implikasi temuan ini menegaskan pentingnya literasi syariah bagi masyarakat di era digital untuk memastikan sumber nafkah berasal dari harta yang diperoleh secara halal dan mendorong penelitian terkait aset kripto berbasis syariah dan ketetapan regulasi yang jelas di dalmnya.
Optimalisasi Pengelolaan Zakat Produktif Baznas Bojonegoro melalui Program Ekonomi Kreatif Z-Chicken sebagai Sistem Pengendali Kemiskinan Eko Arief Cahyono; Dery Ariswanto; Muhammad Zaenal Abidin
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 7 No. 6 (2025): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v7i6.6288

Abstract

The Baznas of Bojonegoro Regency plays a role in assisting poverty control and empowering the community through innovative programs that utilize productive zakat schemes. The Z-Chiken program is an innovation for empowering the less fortunate by providing business mentoring in the field of crispy chicken culinary. This research aims to assess and formulate the optimization of Baznas' role through the utilization of productive zakat to control poverty in Bojonegoro Regency, with the presence of the Z-Chiken program. This study employs qualitative research methods, aiming to elucidate the utilization of zakat funds in Baznas of Bojonegoro Regency, which has a positive impact by providing greater benefits to the less fortunate in improving family economics, and to determine the extent of Baznas' contribution to poverty control in Bojonegoro Regency.The results of this study show that the active recipients of Z-Chicken assistance in this case, which amounted to 28 mustahik people, consisted of 19 mustahik who had a family income above the Poverty Line, 8 mustahik who had a family income above Had Kifayah, and 1 mustahik who had a family income above Nisab Zakat. These business activities generate average sales of 200 kg of chicken per week. The average mustahik income increased by 105.03%, namely from the initial average of Rp790,263 to Rp1,620,176 and the highest reached 280.61% or reached Rp3,007,216. So that the optimal management of productive zakat can control the poverty rate at the individual to group level through the Z-Chicken creative economy program implemented by Baznas Bojonegoro Regency.