Claim Missing Document
Check
Articles

Phonetic Study: The Use of Diction in Short Story Essays of Class XI Students of SMA Negeri 10 Depok Sri Sumarsih; Irwan Siagian
Journal of Social Science Vol. 4 No. 3 (2023): Journal of Social Science
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jss.v4i3.531

Abstract

The aim of the research was to find out the diction used by students in composing short stories. The research method used is descriptive qualitative method. The data source for this research was short stories written by students of class XI at SMA Negeri 10 Depok in the 2021/2022 academic year. The results of the study obtained 10 requirements for the accuracy of the use of diction using the percentage technique. Based on the research conducted by the researcher, 81 data were obtained from 42 students' short story essays. Of the 10 types of diction accuracy requirements analyzed, the results of inaccurate use of diction were as follows: use of general and special words 11.11%, use of connotative and denotative words 27.16%, use of almost synonymous words 35.81%, use of idioms 4.93%, continuity of word choice 11.11 %, and the use of the word senses 9.87%. From the results obtained, it can be concluded that class XI students used a lot of synonymous diction in the short story essays they made and only a few found inaccuracies, most of them were correct and appropriate for their use in short story essays.
TINDAK TUTUR PERLOKUSI DALAM DIALOG FILM IMPERFECT KARYA ERNEST PRAKASA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Nur Salsabila; Irwan Siagian; Eko Yulianto
Alegori: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 1, No 2 (2021): Alegori: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.112 KB) | DOI: 10.30998/.v1i2.6287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur perlokusi dalam dialog film imperfect karya Ernest Prakasa dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan linguistik. Hasil penelitian yang ditemukan yakni terdapat lima jenis tindak tutur perlokusi yaitu tindak tutur perlokusi deklaratif, tindak tutur perlokusi representatif, tindak tutur perlokusi ekspresif, tindak tutur perlokusi direktif, dan tindak tutur perlokusi komisif. Berdasarkan hasil kajian dan pembahasan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tindak tutur perlokusi yang dominan adalah tindak tutur direktif, yakni melakukan perintah dan memohon melakukan sesuatu. Tindak tutur perlokusi direktif ditemukan dalam 37 data dengan hasil persentase 37%, tindak tutur perlokusi representatif terdapat dalam 28 data dengan hasil persentase 28%, tindak tutur perlokusi ekspresif terdapat dalam 25 data dengan hasil persentase 25%, tindak tutur perlokusi deklaratif terdapat dalam 7 data dengan hasil persentase 7%, dan tindak tutur perlokusi komisif terdapat 3 data dengan hasil persentase 3. Kata Kunci: tindak tutur, perlokusi, , film, bahasa Indonesia
KOHESI GRAMATIKAL PADA RUBRIK EDUKASI SURAT KABAR DARING KOMPAS.COM EDISI MARET 2020 Guspa Leviananda Rusta; Endang Wiyanti; Irwan Siagian
Alegori: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2021): Alegori: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.632 KB) | DOI: 10.30998/.v1i1.3828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur kohesi gramatikal yang digunakan pada surat kabar daring Kompas.com dalam rubrik edukasi dan memberikan gambaran terhadap penggunaan pemarkah kohesi gramatikal yang digunakan oleh penulis di surat kabar daring Kompas.com. Secara teoretis, hasil penelitian ini dapat menambah khazanah ilmu bahasa, khususnya bidang kajian wacana. Secara praktis hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi beberapa pihak, yaitu untuk pembaca, dapat menambah ilmu pengetahuan tentang pemarkah kohesi gramatikal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan dan memaparkan hasil analisis penggunaan kohesi gramatikal pada surat kabar daring Kompas.com. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan unsur bahasa dalam suatu wacana untuk mengetahui adanya bentuk kohesi. Persentase pemakaian kohesi gramatikal pada aspek referensi sebanyak 39% atau sebanyak 57 temuan bentuk referensi, pada aspek substitusi terdapat 47 bentuk temuan atau sebesar 33%, pada aspek elipsis sebanyak 20% atau sebanyak 29 temuan, sementara pada aspek konjungsi terdapat 11 bentuk temuan atau hanya sebesar 8%.
KESALAHAN AFIKSASI DALAM KARANGAN TEKS EKSPOSISI KELAS X MAN 15 JAKARTA TIMUR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Ibnu Ryan Mahadi; Irwan Siagian; Yolanda Yolanda
Alegori: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 2, No 2 (2022): Alegori : Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.168 KB) | DOI: 10.30998/.v2i02.8307

Abstract

Analisis Pengaruh Bahasa Daerah Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Devi Julianti; Irwan Siagian
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.956

Abstract

Seperti yang sudah menjadi rahasia umum, ada beberapa bahasa daerah yang digunakan sehari-hari di lingkungan pendidikan. Hal ini disebabkan tidak semua siswa mahir menggunakan bahasa Indonesia baku. Menggunakan bahasa Indonesia baku di luar situasi formal atau resmi juga membuat siswa tidak nyaman. Karena kemiripannya dengan bahasa daerah baik dari segi bunyi maupun maknanya, siswa lebih cenderung memilih bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia, bahasa resmi negara Indonesia, akan sedikit banyak terpengaruh oleh praktek penggunaan bahasa daerah tersebut. Keberadaan sehari-hari sangat dipengaruhi oleh bahasa. Tingkat bahasa juga menjadi krusial seiring dengan berkembangnya zaman globalisasi dan semakin canggihnya. Namun, kini jelas bahwa bahasa Indonesia dan bahasa daerah berbicara dalam waktu yang bersamaan. Orang tua sering melihat situasi ini dalam kehidupan sehari-hari, tetapi yang lebih buruk adalah remaja atau anak sekolah juga mengadopsi aksen ini.
Gangguan Berbahasa pada Penderita Bibir Celah/Sumbing melalui Prespektif Fonologi Yesi Mariani; Irwan Siagian
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.3886

Abstract

This study aims to determine language disorders in patients with cleft lip/cleft from a phonological perspective. This study examines which phoneme pronunciations of patients with cleft lip/cleft lips have the correct phoneme pronunciation and which are not. This study uses a qualitative approach, namely focusing on careful research, namely the pronunciation of phonemes of people with cleft lips. The object of research is the pronunciation of phonemes in patients with cleft lips. The data source for this study was an adult male with the initials S.N who suffered from an upper cleft lip. The data collection technique uses the note-taking method, this technique is by listening to videos that have been uploaded on S.N's social media and noting the important points contained therein. The results of this study were that S.N had difficulty pronouncing words and even pronouncing them with a nasal sound, but there were several consonant words that sounded clear.
Dampak Dari Penggunaan Bahasa Indonesia yang Salah Dalam Bermedia Sosial Di Kalangan Mahasiswa Zedita Zahra Rizki Oktavia; Irwan Siagian
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2362

Abstract

Penggunaan bahasa dalam bermedia sosial digunakan sebagai alat komunikasi dalam sehari-hari salah satunya untuk berkomentar dan penulisan caption. Berbagai bahasa yang digunakan dalam komunikasi antara lain Bahasa Indonesia, bahasa daerah, ragam bahasa , dan bahasa asing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud kesalahan penggunaan bahasa Indonesia di twitter dan untuk mendeskripsikan bentuk variasi kesalahpahaman penggunaan bahasa indonesia di twitter. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif yang bersifat deskriptif karena dalam penelitian ini peneliti untuk mengidentifikasi kesalahan bahasa yang berada media sosial terutama di twitter. Hasil penelitian menunjukan ketidakefektifan dalam pengguna bahasa yang dilakukan oleh pengguna media sosial twitter pada wujud penggunaan bahasa Indonesia adanya (1) kesalahan ejaan (2) pemakaian diksi (3) kesalahan struktur tata bahasa. Adapun bentuk kesalahpahaman dalam penggunaan bahasa Indonesia di twitter diantaranya: (1) variasi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris (2) variasi bahasa Indonesia dengan bahasa gaul, bahasa Inggris, bahasa daerah setempat.
Analisis Kesalahan Berbahasa pada Instagram Depok 24 jam Pada Kajian Fonologi Ayudia Dini Chaerani; Irwan Siagian
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2836

Abstract

Media sosial Instagram menjadi bukti keberhasilan perkembangan teknologi informasi, dalam penggunaannya tentulah wajib mengikuti dengan kaidah yang berlaku di masyarakat. Salah satunya yakni tuntutan berkaidah berbahasa yang baik haruslah menjadi perhatian bagi setiap pengguna , dikarenakan bahasa adalah penunjang keberhasilan alat berkomunikasi untuk mencapai keberhasilan berbagi ide pokok. Kesalahan berbahasa umumnya terjadi karena terbatasnya penguasaan bahasa dari penulis, dan kekeliruan dalam menulis sebuah kata maupun kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis mengenai bentuk kesalahan berbahasa dalam tataran fonologi pada penulisan caption Instagram Depok24jam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari Kesalahan Penulisan Huruf Kapital (42,86%), Kesalahan Penulisan Kata (8,16%), Perubahan Fonem (12,24%), Penghilangan Fonem (26,5%), Kesalahan Pemilihan Kata (6,12%), Kesalahan Penggabungan kata (4,1%).
Struktur Bahasa Indonesia dan Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia Dini Alya Adhwa Maris Al-Rasyid; Irwan Siagian
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2840

Abstract

Pemerolehan bahasa pada anak usia dini merupakan proses yang kompleks dan menarik dalam pengembangan kognitif dan sosial anak. Salah satu aspek penting dalam pemerolehan bahasa adalah pemahaman struktur bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pemahaman struktur bahasa Indonesia dengan pemerolehan bahasa pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman struktur bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam pemerolehan bahasa pada anak usia dini. Anak-anak yang memiliki pemahaman yang baik tentang struktur bahasa, seperti tata bahasa, kosakata, dan penggunaan kata, cenderung menunjukkan kemampuan berbahasa yang lebih baik. Mereka mampu mengungkapkan pikiran dan emosi mereka dengan lebih jelas dan efektif. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa lingkungan yang kaya akan interaksi verbal, termasuk percakapan dengan orang dewasa dan interaksi dengan teman sebaya, memainkan peran penting dalam pemerolehan bahasa pada anak usia dini. Anak-anak yang terlibat dalam percakapan yang aktif dan beragam cenderung memiliki kemampuan bahasa yang lebih baik.
Bahasa Gaul "Jaksel" Sebagai Budaya Dikalangan Remaja Dalam Kajian Fonologi Dinar Putri Nur Alfiah; Irwan Siagian
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 19 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8388412

Abstract

Tujuan atau target pelatihan yaitu agar pelatihan dapat berjalan secara efektif sehingga peserta pelatihan dapat memperoleh hasil belajar berupa perolehan keterampilan, kemampuan, pengetahuan dan sikap yang dapat diterapkan dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh motivasi, komitmen dan lingkungan belajar terhadap efektivitas pelatihan program kartu prakerja. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan memberikan angket melalui link google form. Teknik sampling menggunakan proportional random sampling, sehingga didapatkan sampel sebanyak 389 peserta pelatihan program kartu prakerja kota semarang gelombang 1-43. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan motivasi,komitmen dan lingkungan belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektiitas pelatihan peserta program kartu prakerja sebesar 60,1% dan taraf sig. 0,000 < 0,05. Secara parsial motivasi terhadap pelatihan berpengaruh positif dan signifikan dengan taraf sig. 0,000 < 0,05. Komitmen terhadap pelatihan berpengaruh positif dan signifikan dengan taraf sig. 0,000 < 0,05. Lingkungan belajar terhadap pelatihan berpengaruh positif dan signifikan dengan taraf sig 0,037 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi motivasi, komitmen dan lingkungan belajar maka akan semakin tinggi pula tingkat efektivitas pelatihan. Penelitian ini dapat dikembangkan lagi dengan nemambah variabel terikat dalam mengukur efektivitas pelatihan. Karena dalam penelitian yang digunakan hanya 3 variabel dimana hasilnya 60,1% dari Adjusted R Square dan 39,9% dipengaruhi oleh variabel lain. Dan dapat membatasi penelitian dengan letak demografis serta gelombang pelatihannya agar sampel tidak terlalu banyak dan tidak memerlukan waktu lama dalam mengumpulkan sampel.